Bab 5. Memiliki Dua Sisi

Setelah berpakaian rapih, William keluar dan menyambangi dapur untuk sarapan. Di sana sudah ada Bella yang sedang menata makanan di atas meja.

Gadis itu juga sudah lebih fresh dari sebelumnya, sebab setelah melayani William Bella langsung membersihkan tubuhnya. Saat William duduk, tiba-tiba datang Jo dari arah balkon, dia tidak tahu kalau sang asisten sudah datang.

"Kapan kau tiba di sini?" tanya William tanpa mengalihkan pandangannya pada Bella sedang mengambil makanan.

"Sejak anda masih bersiap-siap, Tuan," jawab Jo apa adanya, bahkan ia tahu saat Bella keluar dari kamar sang Tuan.

"Kalau begitu duduklah, ikut sarapan dengan kami berdua."

Mendengar itu, Bella mengerjap beberapa kali. Apakah itu artinya dia boleh makan di meja yang sama dengan William? Bella melirik ke arah Jo, sorot matanya seolah melayangkan pertanyaan yang bercokol. Dan Jo langsung mengangguk, paham isyarat yang Bella berikan.

Gadis itu akhirnya tersenyum, lalu memilih untuk duduk di samping Jo, sehingga membuat William mengikuti gerakannya. Namun, William memilih untuk tidak peduli, dia memakan apa yang sudah dimasak oleh Bella, dan rasanya tidak terlalu buruk.

Hening, hanya ada suara dentingan alat makan yang mengisi suasana di sekitar mereka. Karena baik Jo dan Bella tak berani buka suara, selagi William masih menyelesaikan sarapannya.

Saat William bangkit dari duduk, Bella pun melakukan hal yang sama, dia mengambil tas kerja milik pria itu dan menyerahkannya, padahal saat itu Bella masih mengunyah.

Tak ingin membuat kesalahan lagi Bella segera menelannya dengan cepat.

"Tuan, apakah setelah aku membereskan tempat ini aku boleh pergi kuliah?" tanya Bella, karena tak mungkin dia seharian terkurung di apartemen William. Dengan membayangkannya saja dia sudah merasa bosan.

William berpikir sejenak. Karena dia bingung harus bersikap seperti apa pada Bella? Membebaskannya atau justru menahan gadis itu agar tidak bisa kabur ke mana-mana.

"Pergilah!" jawab William dengan suara pelan, dan berhasil membuat Bella tersenyum lebar. "Tapi ingat, kau tidak boleh pergi ke tempat lain, hanya kuliah."

"Baik, Tuan, terima kasih sebelumnya karena sudah berbaik hati padaku," ujar Bella dengan mata berbinar dan William bisa melihat itu.

William segera memalingkan wajah dan mengambil ponselnya yang ada di dalam saku jas, dia mengulurkannya pada Bella. "Berikan nomor ponselmu."

Bella yang terperangah langsung menatap ke arah William dengan tatapan tak percaya. Tak ingin membuang waktu, Bella memberanikan diri mengambil ponsel milik William dan mengetik nomornya di sana.

Bella? William menggumam nama itu. Namun, setelahnya dia kembali menyimpan benda pipih miliknya dengan cepat.

Sebelum benar-benar pergi dari apartemen, William mencondongkan wajah ke telinga Bella untuk berbisik. "Kau harus tahu, dalam hidup ini aku memiliki dua sisi. Jika saat ini aku baik, maka jangan kaget jika kelak aku mengeluarkan sisi yang lainnya."

Tak hanya merinding karena kalimat yang William lontarkan, tetapi karena hembusan nafas pria itu tepat mengenai tengkuknya.

"Habiskan sarapanmu dan lekaslah bersiap-siap," sambung William memberi perintah pada Bella, kemudian tatapannya beralih pada Jo yang sedari tadi hanya menjadi penonton.

Tanpa pamit lagi William langsung pergi ke perusahaan dengan Jo yang senantiasa mengekor di belakangnya. Sementara Bella hanya bisa menatap kepergian pria itu dalam diam, entahlah dia tidak mengerti apa yang tengah dia rasakan sekarang. William terlalu rumit, layaknya teka-teki.

Lamunan Bella buyar ketika mendengar ponselnya berbunyi, dia lantas mengambil benda pipih itu dan ternyata Lena menelponnya.

"Halo, Mah," sapa Bella saat panggilan sudah terhubung.

"Bel, bagaimana dengan keadaanmu sekarang? Kamu baik-baik saja di sana?" tanya Lena di seberang sana, terdengar cemas.

Bella terdiam, karena bingung ingin menjawab apa. Jika dikatakan secara fisik, dia memang baik-baik saja, tidak ada luka ditubuhnya. Namun, apakah ada orang yang akan baik-baik saja ketika tahu dirinya dijual?

"Mah, apa aku boleh mengatakannya dengan jujur?" tanya Bella dengan mata yang berubah memanas.

"Ada apa, Bel? Freya menyakitimu?" tebak Lena dan Bella langsung menggelengkan kepala, seolah sang ibu bisa melihat gerakannya.

"Mah, Tante Freya jual aku. Dan sekarang dia malah kabur, aku bingung, Mah. Orang yang beli aku nggak akan lepasin aku sebelum Tante Freya ketemu," ujar Bella dengan suara pelan, takut ada yang mendengar padahal di sini hanya ada dia seorang diri.

"Apa? Freya menjualmu? Benar-benar biadab, sekarang kamu di mana? Dan pada siapa kamu dijual?" cecar Lena.

Bella ingin menjawab, tetapi tiba-tiba suara bel apartemen berbunyi, membuat dia terkejut dan hampir melempar ponselnya. Secara reflek Bella pun mematikan panggilannya dengan Lena, lalu melihat siapa yang datang.

Bersamaan dengan itu sebuah pesan masuk dari William, mengatakan bahwa ada seorang supir yang akan datang menjemput Bella.

@@@

Jangan lupa disirem oey🙃

Terpopuler

Comments

John de Joenk

John de Joenk

lama lama william bucin ma bella

2024-02-12

0

John de Joenk

John de Joenk

lah orang kaya mah bebas..kasih sopir buat antar jemput..bella si gadis cute

2024-02-12

0

reza indrayana

reza indrayana

bener² bikin dredeg...😥😥😥

2024-02-11

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kau Yakin Bisa Memuaskanku?
2 Bab 2. William Hognose Liem
3 Bab 3. Sebagai Jaminan
4 Bab 4. Malu Sendiri
5 Bab 5. Memiliki Dua Sisi
6 Bab 6. Satu Nama
7 Bab 7. Sisi Lain Mendominasi
8 Bab 8. Berubah Semakin Dingin
9 Bab 9. Hari Minggu
10 Bab 10. Mencari William
11 Bab 11. Masuk Ke Kandang Singa
12 Bab 12. Sama-sama Terkejut
13 Bab 13. Kerja Sama
14 Bab 14. Datang Tepat Waktu
15 Bab 15. Pria Paruh Baya
16 Bab 16. Makan Malam Keluarga.
17 Bab 17. Tak Habis Pikir
18 Bab 18. Pertemuan Pertama
19 Bab 19. Orang Yang Sama
20 Bab 20. Skin To Skin
21 Bab 21. Aku Yang Akan Mengurusnya
22 Bab 22. Kedatangan Deborah
23 Bab 23. Wanita Keras Kepala
24 Bab 24. Wanna Try, Honey?
25 Bab 25. Egois
26 Bab 26. Tidak Ingin Diganggu
27 Bab 27. Pertunangan
28 Bab 28. Bertahanlah Selagi Menungguku
29 Bab 29. Semua Ini Hanya Milikku
30 Bab 30. Hadapi Saya Dulu!
31 Bab 31. Di Sebuah Butik
32 Bab 32. Makan Malam
33 Bab 33. Seperti Boom Nuklir
34 Bab 34. Jalan-jalan Sore
35 Bab 35. Ke Rumah Sakit
36 Bab 36. Urusan Bella Adalah Urusanku
37 Bab 37. Kau Atau Justru Orang Lain
38 Bab 38. Lawanmu Adalah Aku!
39 Bab 39. Aku Baik-baik Saja
40 Bab 40. Memberi Izin
41 Bab 41. Mengantar Bella
42 Bab 42. Seperti Menemui Kebebasan
43 Bab 43. Dua Pilihan
44 Bab 44. Titipan
45 Bab 45. Memiliki Hubungan
46 Bab 46. Williamku Tampan
47 Bab 47. Berpapasan
48 Bab 48. De Javu
49 Bab 49. Tuan Besar
50 Bab 50. Seperti Milik ...?
51 Bab 51. Benar-benar Mirip
52 Bab 52. Mabuk
53 Bab 53. Jangan Ikut Campur!
54 Bab 54. Terpaksa Pergi Ke Luar Kota
55 Bab 55. Mantra Untuk Bella
56 Bab 56. Jadi, Kau Orangnya?
57 Bab 57. Kesepakatan
58 Bab 58. Wanita Apartemen Sebelah
59 Bab 59. Bella Merajuk
60 Bab 60. Wanita Aneh
61 Bab 61. Dia Sudah Punya Suami
62 Bab 62. Dunia Bella Runtuh
63 Bab 63. Aku Tidak Butuh Kalian!
64 Bab 64. Kabar Buruk (Bella Pergi)
65 Bab 65. Hukuman
66 Bab 66. Kertas Berlumur Darah
67 Bab 67. Hanya 1 Jam
68 Bab 68. Hai, Kita Bertemu Lagi
69 Bab 69. Kau Salah!
70 Bab 70. Akhirnya Kau Datang
71 Bab 71. Dalang Sesungguhnya
72 Bab 72. Fakta
73 Bab 73. Kau Adalah Pria Kuat
74 Bab 74. Menyelamatkan Leo
75 Bab 75. Musibah Terus Berdatangan
76 Bab 76. Kamu Sumber Kekuatannya
77 Bab 77. Ayo Marahi Aku Lagi
78 Bab 78. Kenapa Harus Putraku?
79 Bab 79. Semakin Lemah
80 Bab 80. Pemakaman
81 Bab 81. Bella Lebih Suka William
82 Bab 82. Mengamuk Seperti Orang Gila
83 Bab 83. Dia Juga Segalanya Untukku
84 Bab 84. Hukuman Pertama
85 Bab 85. Kedatangan Ervin
86 Bab 86. Sangat Posesif
87 Bab 87. Aku Yang Membunuhnya
88 Bab 88. Menyelesaikan Permainan
89 Bab 89. Si Raja Tega
90 Bab 90. Berita Penting
91 Bab 91. Seperti Anak Kucing
92 Bab 92. Serba Salah
93 Bab 93. Kau Ingin Mengkhianatiku?
94 Bab 94. Anda Bisa Bunuh Saya Sekarang
95 Bab 95. Salah Satu Trik
96 Bab 96. Meninggalkan Emma
97 Bab 97. Hai, Honey!
98 Bab 98. Melayani Sang Wanita
99 Bab 99. Wanita Itu Adalah Bella Blossom
100 Bab 100. Membahas Pernikahan
101 Bab 101. Sudah Bisa Melepaskannya
102 Bab 102. Tinggi Badanku Kurang
103 Bab 103. Menjadi Hidup dan Matiku
104 Extra Part 1
105 Extra Part 2
106 Extra Part 3
107 Extra Part 4
108 Extra Part 5
109 Extra Part 6
110 Extra Part 7
111 Extra Part 8
112 Extra Part 9
113 Extra Part 10
114 Extra Part 11
115 Extra Part 12
116 New Novel
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Bab 1. Kau Yakin Bisa Memuaskanku?
2
Bab 2. William Hognose Liem
3
Bab 3. Sebagai Jaminan
4
Bab 4. Malu Sendiri
5
Bab 5. Memiliki Dua Sisi
6
Bab 6. Satu Nama
7
Bab 7. Sisi Lain Mendominasi
8
Bab 8. Berubah Semakin Dingin
9
Bab 9. Hari Minggu
10
Bab 10. Mencari William
11
Bab 11. Masuk Ke Kandang Singa
12
Bab 12. Sama-sama Terkejut
13
Bab 13. Kerja Sama
14
Bab 14. Datang Tepat Waktu
15
Bab 15. Pria Paruh Baya
16
Bab 16. Makan Malam Keluarga.
17
Bab 17. Tak Habis Pikir
18
Bab 18. Pertemuan Pertama
19
Bab 19. Orang Yang Sama
20
Bab 20. Skin To Skin
21
Bab 21. Aku Yang Akan Mengurusnya
22
Bab 22. Kedatangan Deborah
23
Bab 23. Wanita Keras Kepala
24
Bab 24. Wanna Try, Honey?
25
Bab 25. Egois
26
Bab 26. Tidak Ingin Diganggu
27
Bab 27. Pertunangan
28
Bab 28. Bertahanlah Selagi Menungguku
29
Bab 29. Semua Ini Hanya Milikku
30
Bab 30. Hadapi Saya Dulu!
31
Bab 31. Di Sebuah Butik
32
Bab 32. Makan Malam
33
Bab 33. Seperti Boom Nuklir
34
Bab 34. Jalan-jalan Sore
35
Bab 35. Ke Rumah Sakit
36
Bab 36. Urusan Bella Adalah Urusanku
37
Bab 37. Kau Atau Justru Orang Lain
38
Bab 38. Lawanmu Adalah Aku!
39
Bab 39. Aku Baik-baik Saja
40
Bab 40. Memberi Izin
41
Bab 41. Mengantar Bella
42
Bab 42. Seperti Menemui Kebebasan
43
Bab 43. Dua Pilihan
44
Bab 44. Titipan
45
Bab 45. Memiliki Hubungan
46
Bab 46. Williamku Tampan
47
Bab 47. Berpapasan
48
Bab 48. De Javu
49
Bab 49. Tuan Besar
50
Bab 50. Seperti Milik ...?
51
Bab 51. Benar-benar Mirip
52
Bab 52. Mabuk
53
Bab 53. Jangan Ikut Campur!
54
Bab 54. Terpaksa Pergi Ke Luar Kota
55
Bab 55. Mantra Untuk Bella
56
Bab 56. Jadi, Kau Orangnya?
57
Bab 57. Kesepakatan
58
Bab 58. Wanita Apartemen Sebelah
59
Bab 59. Bella Merajuk
60
Bab 60. Wanita Aneh
61
Bab 61. Dia Sudah Punya Suami
62
Bab 62. Dunia Bella Runtuh
63
Bab 63. Aku Tidak Butuh Kalian!
64
Bab 64. Kabar Buruk (Bella Pergi)
65
Bab 65. Hukuman
66
Bab 66. Kertas Berlumur Darah
67
Bab 67. Hanya 1 Jam
68
Bab 68. Hai, Kita Bertemu Lagi
69
Bab 69. Kau Salah!
70
Bab 70. Akhirnya Kau Datang
71
Bab 71. Dalang Sesungguhnya
72
Bab 72. Fakta
73
Bab 73. Kau Adalah Pria Kuat
74
Bab 74. Menyelamatkan Leo
75
Bab 75. Musibah Terus Berdatangan
76
Bab 76. Kamu Sumber Kekuatannya
77
Bab 77. Ayo Marahi Aku Lagi
78
Bab 78. Kenapa Harus Putraku?
79
Bab 79. Semakin Lemah
80
Bab 80. Pemakaman
81
Bab 81. Bella Lebih Suka William
82
Bab 82. Mengamuk Seperti Orang Gila
83
Bab 83. Dia Juga Segalanya Untukku
84
Bab 84. Hukuman Pertama
85
Bab 85. Kedatangan Ervin
86
Bab 86. Sangat Posesif
87
Bab 87. Aku Yang Membunuhnya
88
Bab 88. Menyelesaikan Permainan
89
Bab 89. Si Raja Tega
90
Bab 90. Berita Penting
91
Bab 91. Seperti Anak Kucing
92
Bab 92. Serba Salah
93
Bab 93. Kau Ingin Mengkhianatiku?
94
Bab 94. Anda Bisa Bunuh Saya Sekarang
95
Bab 95. Salah Satu Trik
96
Bab 96. Meninggalkan Emma
97
Bab 97. Hai, Honey!
98
Bab 98. Melayani Sang Wanita
99
Bab 99. Wanita Itu Adalah Bella Blossom
100
Bab 100. Membahas Pernikahan
101
Bab 101. Sudah Bisa Melepaskannya
102
Bab 102. Tinggi Badanku Kurang
103
Bab 103. Menjadi Hidup dan Matiku
104
Extra Part 1
105
Extra Part 2
106
Extra Part 3
107
Extra Part 4
108
Extra Part 5
109
Extra Part 6
110
Extra Part 7
111
Extra Part 8
112
Extra Part 9
113
Extra Part 10
114
Extra Part 11
115
Extra Part 12
116
New Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!