Chapter 3.

4 tahun kemudian.

Ditengah benua Khaaslonia terdapat hutan kematian yang tidak dihuni oleh manusia yang terletak ditengah tiga kerajaan dan satu kekaisaran. Tidak ada kerajaan bahkan kekaisaran pun tidak mau mengakui hutan kematian sebagai daerah kepimilikan.

Di bagian selatan diakui sebagai daerah kerajaan Spinx, bagian barat kerajaan Folly, bagian timur sebagai kepimilikan kerajaan Onix dan bagian utara yang luasnya mecapai tiga kali lipat daerah lainnya sebagai tempat berkuasanya kekaisaran Azruth.

Tidak ada negara yang mau menklaim hutan kematian karena merupakan tempat tinggal Raja iblis yang berkuasa. Memang raja iblis sudah dimusnahkan Empat ratus tahun lalu oleh pahlawan dari kekaisaran Azruth dan gabungan dari para kesatria dari tiga Kerajaan lainnya.

Walaupun Raja Iblis sudah di musnahkan bukan tidak mungkin masih ada Iblis yang tersisa, jadi keempat negara tersebut tidak mau mengambil resiko yang dapat mengancam kesejahteraan negara masing-masing. Ditambah ada rumor mengatakan terdapat Entitas gelap dan binatang roh yang memiliki kekuatan diluar nalar manusia.

Disaat keempat negara masih merasakan ketakutan mendengar sebutan hutan kematian, terdapat Istana megah ditengah-tengah hutan kematian, didalam istana megah di isi oleh tiga Entitas berwujud Manusia.

Diatas singgahsana atau lebih tepatnya sofa berukuran Queen size, terlihat seorang gadis berparas cantik dengan rambut ikal berwarna hitam legam yang bergerai hingga kepunggunnya menggunakan pakain Maid. Gadis itu sedang menyuapi junjungannya dengan anggur segar berkualitas tinggi yang sedang bersantai dan bermalas-malasan di pangkuannya.

"Shushu kamu sangat cantik hari ini." ucap seorang gadis yang berada dipangkuan pelayan itu. Ucapannya membuat wajah gadis pelayan itu memerah malu.

"Nona berhentilah menggoda shushu, lihatlah wajahnya sangat merah, Shushu kamu sakit?" ucap laki-laki berpakaian butler yang memiliki ketampanan tak terbantahkan.

Gadis itu menatap butlernya memainkan alisnya. "Baba kamu yang sedang menggodanya, kenapa kamu menuduhku menggodanya." gadis itu dengan mimik wajah memelasnya.

Laki-laki bernama baba itupun hanya bisa tersenyum melihat nonanya. Sangat menggemaskan melihat junjungannya bersikap seperti itu.

"Hey kau, ambilkan lagi anggur untuk nona." ucap gadis pelayan bernama Shushu tersebut sambil menunjuk Baba.

"Shushu jangan begitu. Jika kamu bersikap seperti itu, nanti tidak ada yang mau menjadikanmu kekasih." ucap gadis itu dengan suara lembut nan anggun.

"Dengar perkataan nona Gabby, Shushu." Baba berkata sambil terseyum kepada Shushu. Shushu hanya menatap Baba dengan sengit, mata mereka saling betatapan seakan mengeluarkan arus listrik yang saling beradu di mata mereka.

Shushu mengalihkan pandangannya kepada nonanya yang memejamkan mata dipangkuannya. "Nona, sudah empat tahun berdiam diri didalam istana. Nona tidak ada niat keluar?, sekedar mencari angin." ucap Shushu dengan lembut pada nonanya.

Gadis itupun perlahan membuka matanya dan melirik Baba. "Bagaimana keadaan mereka?"

"Mereka baik-baik saja nona, dan untuk Tuan Leon..." ucap Baba terputus. Ia mengelus dagunya sambil berfikir. "Leon memiliki roh angin Slyph dan roh api Ifrit. Untuk seukuran manusia Leon cukup jenius." sambungnya.

Gadis itupun tersenyum mendengar perkataan baba. "Mungkin besok aku akan pergi kekerajaan Spinx" tutur gadis itu.

"Hah!, untuk apa nona kesana, buang-buang waktu saja, lebih baik nona bersantai dipangkuan saya, saya akan menyuapi nona dengan angur yang segar dan manis." ucap Shushu tak terima jika nonanya yang memiliki kecantikan diatas tingkat dewi pergi ketempat yang banyak manusia. Shushu sangat senang saat nonanya berada dipangkuaannya dia merasakan kebahagiaan tiada tara.

Karena menurut Shushu keserakahan dan nafsu bejat manusia pasti membuat mereka menatap lapar nonanya. Ingin rasanya shushu membantai manusia yang di daratan ini, tapi diurungkan mengingat nonanya memperingati bahwa habisi manusia yang memang pantas untuk di habisi.

Gadis itupun mendogakkan kepalanya menatap Shushu dan mencubit pipinya.

"Aku hanya mencari angin saja." ucap gadis itu dengan lembut. "Shushu boleh ikut denganku." sambungnya membuat Shushu tersenyum lebar memperlihatkan gigi putih nya.

Gadis itupun mengarahkan pandangannya ke baba. "Baba, aku memberimu tugas untuk sementara ini, jaga kedua adikku dan kakek-nenekku."

"Baik nona." balas Baba membungkuk hormat kepada gadis itu.

---Kediaman Duke charlotte

Di kediaman Duke Charlotte sedang bergembira ria dikarenakan putri kedua Duke saat ini berulang tahun yang ke-18 yang di gelar diruangan terbuka dengan sangat mewah. Wajah cantiknya mengulas senyuman yang sangat menawan membuat para pria bangsawan tidak bisa untuk tidak menatapnya.

Di lain sisi hatinya terasa sakit dan rasanya ingin menangis mengingat ini yang keempat kali ulang tahunnya tanpa Gabriella, Mia sangat sedih atas kehilangannya kakak yang disayanginya. Meskipun dia mendapat perhatian yang besar dikeluarga Charlotte tetap masih ada yang kurang dihatinya.

"Selamat ulang tahun kak, semoga kakak panjang umur dan sehat selalu, hanya ini yang bisa kuberikan untukmu." ucap pemuda tampan dengan senyum tipis menyodorkan kotak hadiah.

Mia pun tersenyum melihat Leon tersenyum walaupun hanya sedikit dan hampir tak terlihat, dia tau Leon lah orang yang paling kehilangan semenjak Gabriella hilang. Mia memeluk Leon dengan erat penuh kasih sayang untuk adiknya.

Semejak kepergian Gabriella, Leon berubah drastis yang awalnya ceria menjadi pendiam dan dingin, karena sifatnya dingin dan wajahnya yang tampan membuat ketertarikan sendiri bagi gadis-gadis bangsawan.

Orang yang berada di dalam ruangan terbuka mulai mengucapkan selamat kepada Mia dan memberikan hadiah mereka padanya. Sebastian hanya memperhatikan para bangsawan yang ada di ruangan itu dengan datar. Dia tau ini waktu yang tepat untuk menjilat bagi mereka, dan tidak lama sebastian memperhatikan mereka sudah ada pria yang mencoba mendekati Mia.

Disaat pemuda itu hendak melamar mia, seisi ruangan terutama para gadis bangsawan menahan nafas ketika melihat seorang butler yang luar biasa tampan berjalan menuju Mia.

Seisi ruangan terdiam terutama para gadis yang melihat seyuman butler itu, mereka berfikir bawah apa mungkin pria ini seorang pelayan, atau mungkin seorang bangsawan yang menyamar. Jika memang pria itu seorang butler mereka siap mengeluarkan uang berapapun asalkan bisa mendapatkan butler yang luar biasa tampan itu. Bahkan Nyonya-nyonya bangsawan menatapnya dengan lapar. Rasanya ingin menculik pria ini dan menjadikannya pelayan kamar.

Pria itu menundukkan kepalanya dengan hormat pada Mia dan mengulas senyuman membuat Mia memerah malu. "Selamat ulang tahun My Lady. Saya utusan dari Lady Gabby untuk mengantarkan hadiah kepada anda. Saya mewakili Junjungan saya untuk minta maaf pada Lady Charlotte karena Lady Gabby sangat sibuk sehingga tak bisa hadir." ucap pria itu dengan senyuman.

Seketika ruangan itu langsung riuh, mereka tidak menyangka bahwa buttler tampan itu adalah pelayan Lady Gabby. Tidak ada yang tidak kenal dengan Gabby di kerajaan spinx.

3 tahun lalu ada seorang gadis misterius yang membuka banyak usaha di bidang aksesoris, baju dan persenjataan. Dengan cepat semua perusahaannya merupakan perusahaan paling sukses dalam waktu 3 tahun. Bahkan sejata yang prajurit kerajaan gunakan merupakan produksi dari perusahaannya. walaupun belum pernah ada orang yang melihat bagaimana rupa Lady Gabby, tetapi rumor mengatakan gadis itu seperti jelmaan Dewi.

Mendengar Duke Charlotte mengundang Lady Gabby melalui salah satu mitra usahanya, para bangsawan datang ke acara pesta ulang tahun putri kedua Duke Charlotte sekaligus ingin melihat sosok Lady Gabby yang di gadang-gadang jelmaan Dewi mengingat tidak mudah mengundang Lady Gabby kesuatu acara apalagi ingin bertemu. Sebagian orang dalam acara itu kecewa terutama para pria yang ingin melihat rupa Lady Gabby, tapi berkah bagi para gadis dapat melihat pria yang luar biasa tampan.

"Tidak apa-apa ..."

"Nama saya Baba nona."

"Tidak apa-apa Baba." ucap Mia lembut.

Setelah memberikan hadiah kepada mia, baba permisi pamit, itu membuat para gadis harus bersedih.

Mia melihat hadiah yang diberikan pelayan Lady Gabby. Ia sangat penasaran dengan isinya, untuk ukuran panjang Satu meter dan lebar hanya 20 cm, itu terasa ringan seperti tidak berisi. Ia meletakkan kado itu di tempat berbeda agar dia bisa langsung membukanya nanti setelah acara selesai.

Terpopuler

Comments

Dhika Ahmad

Dhika Ahmad

ktxkucuv

ickycup
ugl


iguigm vc ydys

2022-08-22

0

Ayu Novitasari

Ayu Novitasari

gabhi itu Gabriella KH?

2022-08-09

0

Tika Hustatika

Tika Hustatika

mantap geby..

2022-06-01

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1. Putus Asa
2 Chapter 2.
3 Chapter 3.
4 Chapter 4.
5 Chapter 5. Flashback
6 Chapter 6.
7 Chapter 7.
8 Chapter 8.
9 Chapter 9.
10 Chapter 10.
11 Chapter 11.
12 Chapter 12.
13 Chapter 13.
14 Chapter 14.
15 Chapter 15.
16 Chapter 16.
17 Chapter 17.
18 Chapter 18. Pangeran Emilio
19 Chapter 19. Pangeran Emilio(2)
20 Chapter 20.
21 Chapter 21.
22 Chapter 22.
23 Chapter 23.
24 Chapter 24.
25 Chapter 25.
26 Chapter 26.
27 Chapter 27.
28 Chapter 28.
29 Chapter 29.
30 Chapter 30.
31 Chapter 31.
32 Chapter 32.
33 Chapter 33.
34 Chapter 34.
35 Chapter 35.
36 Chapter 36.
37 Chapter 37.
38 Chapter 38.
39 Chapter 39.
40 Chapter 40.
41 Chapter 41.
42 Chapter 42.
43 Chapter 43.
44 Chapter 44.
45 Chapter 45.
46 Chapter 46.
47 Chapter 47.
48 Chapter 48.
49 Chapter 49.
50 Chapter 50
51 Chapter 51.
52 Chapter 52.
53 Chapter 53.
54 Chapter 54.
55 Chapter 55.
56 Chapter 56.
57 Chapter 57.
58 Chapter 58.
59 Chapter 59.
60 Chapter 60.
61 Chapter 61.
62 Kok Alayy
63 Chapter 62.
64 Chapter 63.
65 Chapter 64.
66 Chapter 65.
67 Chapter 66.
68 Chapter 67.
69 Chapter 68.
70 Chapter 69.
71 Chapter 70.
72 Chapter 71.
73 Chapter 72.
74 Chapter 73.
75 Chapter 74.
76 Chapter 75.
77 Chapter 76.
78 Chapter 77
79 Chapter 78.
80 Chapter 79.
81 Chapter 80.
82 Chapter 81.
83 Chapter 82.
84 Visual Seadanya.
85 Visual Seadanya 2
86 Chapter 83.
87 Chapter 84.
88 Chapter 85.
89 Chapter 86.
90 Chapter 87.
91 Chapter 88.
92 Chapter 89.
93 Chapter 90.
94 Chapter 91.
95 Chapter 92.
96 Chapter 93.
97 Chapter 94.
98 Chpater 95.
99 Chapter 96.
100 Chapter 97.
101 Chapter 98.
102 Chapter 99.
103 Chapter 100.
104 Chapter 101.
105 Chapter 102.
106 Chapter 103.
107 Chapter 104.
108 Chapter 105.
109 Chapter 106.
110 Chapter 107.
111 Chapter 108.
112 Chapter 109.
113 Chapter 110.
114 Chapter 111.
115 Chapter 112.
116 Chapter 113
117 Chapter 114.
118 Chapter 115.
119 Chapter 116.
120 Chapter 117.
121 Chapter 118.
122 Chapter 119.
123 Chapter 120.
124 Chapter 121.
125 Chapter 122.
126 Chapter 123.
127 Chapter 124.
128 Chapter 125.
129 Chapter 126
130 Chapter 127.
131 Chapter 128.
132 Chapter 129.
133 Chapter 130.
134 Chapter 131.
135 Chapter 132.
136 Chapter 133.
137 Chapter 134.
138 Chapter 135.
139 Chapter 136.
140 Chapter 137.
141 Chapter 138.
142 Chapter 139.
143 Chapter 140.
144 Chapter 141.
145 Chapter 142.
146 Chapter 143.
147 Chapter 144.
148 Chapter 145.
149 Chapter 146.
150 Chapter 147.
151 Chapter 148.
152 Chapter 149.
153 Chapter 150.
154 Chapter 151.
155 Chapter 152.
156 Chapter 153.
157 Chapter 154.
158 Chapter 155.
159 Chapter 156.
160 Chapter 157.
161 Chapter 158.
162 Pengumuman.
163 Chapter 159.
164 Chapter 160.
165 Chapter 161.
166 Chapter 162.
167 Chapter 163.
168 Chapter 164.
169 Chapter 165.
170 Chapter 166.
171 Chapter 167.
172 Chapter 168.
173 Chapter 169.
174 Chapter 170.
175 Chapter 171.
176 Chapter 172.
177 Chapter 173.
178 Chapter 174.
179 Chapter 175.
180 Chapter 176.
181 Chapter 177.
182 Chapter 178.
183 Chapter 179.
184 Chapter 180.
185 Chapter 181.
186 Chapter 182.
187 Chapter 183.
188 Chapter 184.
189 Chapter 185.
190 Chapter 186.
191 Chapter 187.
192 Chapter 188.
193 Chapter 189.
194 Chapter 190.
195 Chapter 191.
196 Chapter 192.
197 Chapter 193.
198 Chapter 194.
199 Chapter 195.
200 Chapter 196.
201 Chapter 197.
202 Chapter 198.
203 Chapter 199.
204 Chapter 200.
205 Chapter 201.
206 Chapter 202.
207 Chapter 203.
208 Chapter 204.
209 Chapter 205.
210 Chapter 206.
211 Chapter 207.
212 Chapter 208.
213 Epilog + End
214 Extra Part.
215 Extra Part 2.
216 Extra Part 3.
217 Extra Part 4.
218 Extra Part 5.
219 Extra Part 6.
220 Extra Part 7.
221 End of Part.
Episodes

Updated 221 Episodes

1
Chapter 1. Putus Asa
2
Chapter 2.
3
Chapter 3.
4
Chapter 4.
5
Chapter 5. Flashback
6
Chapter 6.
7
Chapter 7.
8
Chapter 8.
9
Chapter 9.
10
Chapter 10.
11
Chapter 11.
12
Chapter 12.
13
Chapter 13.
14
Chapter 14.
15
Chapter 15.
16
Chapter 16.
17
Chapter 17.
18
Chapter 18. Pangeran Emilio
19
Chapter 19. Pangeran Emilio(2)
20
Chapter 20.
21
Chapter 21.
22
Chapter 22.
23
Chapter 23.
24
Chapter 24.
25
Chapter 25.
26
Chapter 26.
27
Chapter 27.
28
Chapter 28.
29
Chapter 29.
30
Chapter 30.
31
Chapter 31.
32
Chapter 32.
33
Chapter 33.
34
Chapter 34.
35
Chapter 35.
36
Chapter 36.
37
Chapter 37.
38
Chapter 38.
39
Chapter 39.
40
Chapter 40.
41
Chapter 41.
42
Chapter 42.
43
Chapter 43.
44
Chapter 44.
45
Chapter 45.
46
Chapter 46.
47
Chapter 47.
48
Chapter 48.
49
Chapter 49.
50
Chapter 50
51
Chapter 51.
52
Chapter 52.
53
Chapter 53.
54
Chapter 54.
55
Chapter 55.
56
Chapter 56.
57
Chapter 57.
58
Chapter 58.
59
Chapter 59.
60
Chapter 60.
61
Chapter 61.
62
Kok Alayy
63
Chapter 62.
64
Chapter 63.
65
Chapter 64.
66
Chapter 65.
67
Chapter 66.
68
Chapter 67.
69
Chapter 68.
70
Chapter 69.
71
Chapter 70.
72
Chapter 71.
73
Chapter 72.
74
Chapter 73.
75
Chapter 74.
76
Chapter 75.
77
Chapter 76.
78
Chapter 77
79
Chapter 78.
80
Chapter 79.
81
Chapter 80.
82
Chapter 81.
83
Chapter 82.
84
Visual Seadanya.
85
Visual Seadanya 2
86
Chapter 83.
87
Chapter 84.
88
Chapter 85.
89
Chapter 86.
90
Chapter 87.
91
Chapter 88.
92
Chapter 89.
93
Chapter 90.
94
Chapter 91.
95
Chapter 92.
96
Chapter 93.
97
Chapter 94.
98
Chpater 95.
99
Chapter 96.
100
Chapter 97.
101
Chapter 98.
102
Chapter 99.
103
Chapter 100.
104
Chapter 101.
105
Chapter 102.
106
Chapter 103.
107
Chapter 104.
108
Chapter 105.
109
Chapter 106.
110
Chapter 107.
111
Chapter 108.
112
Chapter 109.
113
Chapter 110.
114
Chapter 111.
115
Chapter 112.
116
Chapter 113
117
Chapter 114.
118
Chapter 115.
119
Chapter 116.
120
Chapter 117.
121
Chapter 118.
122
Chapter 119.
123
Chapter 120.
124
Chapter 121.
125
Chapter 122.
126
Chapter 123.
127
Chapter 124.
128
Chapter 125.
129
Chapter 126
130
Chapter 127.
131
Chapter 128.
132
Chapter 129.
133
Chapter 130.
134
Chapter 131.
135
Chapter 132.
136
Chapter 133.
137
Chapter 134.
138
Chapter 135.
139
Chapter 136.
140
Chapter 137.
141
Chapter 138.
142
Chapter 139.
143
Chapter 140.
144
Chapter 141.
145
Chapter 142.
146
Chapter 143.
147
Chapter 144.
148
Chapter 145.
149
Chapter 146.
150
Chapter 147.
151
Chapter 148.
152
Chapter 149.
153
Chapter 150.
154
Chapter 151.
155
Chapter 152.
156
Chapter 153.
157
Chapter 154.
158
Chapter 155.
159
Chapter 156.
160
Chapter 157.
161
Chapter 158.
162
Pengumuman.
163
Chapter 159.
164
Chapter 160.
165
Chapter 161.
166
Chapter 162.
167
Chapter 163.
168
Chapter 164.
169
Chapter 165.
170
Chapter 166.
171
Chapter 167.
172
Chapter 168.
173
Chapter 169.
174
Chapter 170.
175
Chapter 171.
176
Chapter 172.
177
Chapter 173.
178
Chapter 174.
179
Chapter 175.
180
Chapter 176.
181
Chapter 177.
182
Chapter 178.
183
Chapter 179.
184
Chapter 180.
185
Chapter 181.
186
Chapter 182.
187
Chapter 183.
188
Chapter 184.
189
Chapter 185.
190
Chapter 186.
191
Chapter 187.
192
Chapter 188.
193
Chapter 189.
194
Chapter 190.
195
Chapter 191.
196
Chapter 192.
197
Chapter 193.
198
Chapter 194.
199
Chapter 195.
200
Chapter 196.
201
Chapter 197.
202
Chapter 198.
203
Chapter 199.
204
Chapter 200.
205
Chapter 201.
206
Chapter 202.
207
Chapter 203.
208
Chapter 204.
209
Chapter 205.
210
Chapter 206.
211
Chapter 207.
212
Chapter 208.
213
Epilog + End
214
Extra Part.
215
Extra Part 2.
216
Extra Part 3.
217
Extra Part 4.
218
Extra Part 5.
219
Extra Part 6.
220
Extra Part 7.
221
End of Part.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!