-- Kediaman Charlotte
Didalam ruangan yang luas ada sekumpulan orang yang sedang berdiskusi tentang mesalah di istana beberapa hari lalu, mereka adalah keluarga besar Charlotte.
"Ayah tau kamu memikirkan reputasi keluarga kita, tapi karna kamu bersikap berlebihan membuat Gabriella kabur entah kemana" seorang pria paruh baya berkata dengan tenang. Pria yang tak lain adalah Duke Charlotte, Duke David Cyrllo Charlotte.
David menghela napas dengan kasar, dia sudah cukup sabar dengan masalah-masalah yang dibuat Gabriella. "Ini sudah tiga hari semenjak kejadian di istana, aku akan menyiapkan tim pencarian untuk Gabriella."
"Kamu juga Evan siapkan tim pencarimu, setelah membuat malu keluarga dia kabur seenaknya.. akan ku hukum dia jika ketemu."
Beberapa orang didalam ruangan hanya dia dan tak bergeming.
"Ayah jangan hukum kakak Ella, kakak tidak bersalah ayah." Mia pun angkat bicara. walaupun mia hanya anak angkat, Mia sangat menyayangi Gabriella layaknya kakak kandung. Begitupun dengan Gabriella yang meyayangi kedua adiknya, Gabriella hanya akan bersikap kasar pada orang yang bukan keluarganya dan yang mengusiknya.
"Akuu tidak mau." Evan menolak David dengan tegas.
Semua keluarga Charlotte tau bahwa Evan sangat benci kepada Gabriella karna tidak dapat membangkitkan elementnya yang membuat keluarga Charlotte malu kepada bangsawan lainnya.
"Biarkan saja dia, bukannya bagus dia tidak ada. Keluarga kita terhindar dari sampah busuk yang kita tampung selama ini. Dan kamu Mia, jangan membela dia. Kamu adik saya dia bukan siapa-siapa." ucap Evan membuat pria tua yang duduk di ujung meja yang sedari tadi diam meliriknya.
"Jaga mulutmu Evan, Gabriella adikmu. Aku jadi bertanya-tanya seperti apa perlakuan kalian padanya" pria tua itu berkata dengan nada yang tinggi. Pria tua itu adalah tuan besar Charlotte, Sebastian Ferdian Charlotte.
Mengingat Sebastian yang sudah mewariskan gelar duke kepada David dan tinggal di manor miliknya di bagian barat kerajaan Spinx, sehingga dia tidak tau apa yang selalu terjadi di kediaman Charlotte. Dia datang hanya untuk merayakan ulang tahun cucunya kesanyangannya Gabriella beberapa hari lagi. Betapa terkejutnya Sebastian mendengar fakta bahwa cucunya dipermalukan dipesta ulang tahun pangeran Gustav hingga membuat Gabriella hilang entah kemana. Itu membuat sebastian naik pitam sampai ke ubun-ubun.
"Biar aku yang mencarinya, jika aku menemukan Gabriella, dia akan tinggal bersamaku. Tidak ada yang boleh menghukumnya, jangan coba coba denganku David." ucap Sebastian final sambil menatap David sinis. Dia pun hanya bisa diam mendengar perkataan ayahnya, David tau betul pria tua ini sangat menyayangi Gabriella.
Sebastian pun keluar ruangan di ikuti istrinya yang lain nenek Gabriella, Carolline Emily Charlotte. Carolline sedari tadi hanya diam sambil memeluk ibu Gabriella, Duchess Eliana Emerald Chatlotte.
Eliana hanya menangisi anaknya yang sudah hilang entah kemana, dia menyalahkan dirinya sendiri karena jarang bersama anak-anaknya dan disibukkan dengan urusannya sendiri seperti arisan para bangsawan. Eliana merasa sangat meyesal dan sangat takut kehilangan putri yang di kandung dan dilahirkan olehnya.
Eliana pun keluar ruangan dibantu oleh mia,
mia tau wanita yang telah mengangkatnya menjadi anaknya sangat sedih karena hilangnya Gabriella.
"Ibu, kakak akan baik-baik aja, tenangkan dirimu ibu." ucap Mia dengan lembut.
"Mia, ibu takut kehilangan gabriella..."
"...Ibu yakin, walaupun gabriella membuat masalah pasti itu ada alasannya." sambung Eliana menatap kosong sembarang arah.
Mia tau wanita yang sedari kecil merawatnya ini sedang patah hati dan sedih karena rasa sayangnya pada Gabriella tidak tersampaikan oleh egonya sebagai bangsawan.
Mia menghela napas dan memeluk ibunya "Mari kita kekamar ibu." ucap Mia.
Setelah memasuki kamar ibunya, Mia membantu ibunya untuk beristirahat. Ibunya sudah terlalu lemah karena terlalu lama menangis.
"Ibu istirahatlah, Mia mau kembali kekamar."
ucap Mia meninggalkan ibunya.
--
Didalam ruangan keluarga charlotte masih ada 3 laki-laki yang masih duduk dikursi masi-masing. disatu kursi seorang anak laki-laki berumur 12 tahun menatap tajam david dan evan anak itu adik Gabriella, Leon Gordan Charlotte.
Leon benar-benar marah pada Evan karena membuat Gabriella tidak pulang dan mengilang. Selama ini hanya Gabriella dan Mia yang selalu mau bermain bersamanya di saat semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing.
"Apa?." tanya Evan melihat leon menatapnya.
Leon pun keluar ruangan dengan mimik wajah datar dan dingin. Setelah dia memasuki kamarnya, Leon langsung menghancurkan vas yang ada di mejanya. Dia benar-benar marah terhadap kakak laki-laki dan ayahnya yang selalu menyalahi Gabriella.
"Kakak, kamu dimana." ucap Leon lirih.
Leon berteriak dan memporak porandakan seisi kamarnya, para pelayan diluar hanya bisa diam. Baru kali ini mereka meliat tuan muda mereka sangat marah dan sedih. Para pelayan Leon tau bahwa tuan mudanya ini sangat dekat dan menyayangi nona Gabriella.
Kabar berita tentang hilangnya putri pertama Duke Charlotte sudah diketahui seisi kerajaan Spinx. Membuat para nona muda bangsawan bergembira ria karena sudah tidak ada sampah busuk dikerajaan ini pikir mereka.
-- Ruangan raja spinx
"Mengapa kau membuat keputusan yang mungkin dapat merugikan kita Gustav?." tanya pria nomor satu kerajaan Spinx dia adalah Raja Spinx, Watson Dustine Spinx.
"Ayah aku tidak mau bertunangan dengannya, wanita jelek itu hanya akan membuat kita malu. Lagipula dia tidak punya bakat, mengapa aku harus bertunangan dengan sampah itu." Gustav menetang keras pertunanganya dengan Gabriella.
"Gabriella memang tidak memiliki element tidak bukan berarti dia tidak punya bakat Gustav." Raja mencoba meyakinkan Gustav.
"Ayah menunangkanmu dengannya karna dalam sisi akademis Gabriella sangat bagus, pastinya kita mendapat keuntungan lebih dari kakeknya Sebastian, kau tau sendirikan bagaimana kekuasaannya walaupun dia bukan Duke lagi, dia bukan orang yang bisa disinggung sembarangan" sambung raja Spinx.
Gustav berfikir sejenak, memang ada benarnya perkataan ayahnya. Seluruh kerjaan tau betul seperti apa kekuatan dan kekuasaan mantan Duke Charlotte itu. Walaupun sudah tidak menduduki gelar Duke lagi tapi dia masih lebih berkuasa dibandingkan Duke David.
"Sudahlah ayah, keputusanku sudah bulat. aku ingin bertunangan dan menikah dengan tiana, hanya tiana yang aku cintai. Lagi pula Marquess Filarl tidak kalah hebat dibandingkan Duke Charlotte." Gustav meyakinkan ayahnya.
Watson menghelad napas.
"Terserah saja, tapi nanti jangan menyesalinya"
"Jika itu yang kamu mau, pertunanganmu akan di sah kan saat debutmu di umur 17 dan membuat pesta pernikahan kalian setelah kamu mencapai umur 19" sambung raja Spinx.
"Kalau begitu aku permisi ayahanda." Gustav meninggalkan ruangan Raja dengan riang.
Tidak lama Gustav meninggalkan ruangan raja masuk seorang wanita paruh baya yang masih terlihat muda, masih sangat cantik mengingat umurnya yang menginjak kepala empat. Dia adalah Ratu kerjaan Spinx, Emily Liliana Spinx.
"Apakah itu tidak apa-apa suamiku?" sang ratu bertanya kepada suaminya.
"Permaisuriku, kamu tau sendirikan bagaimana Gustav, nanti aku akan bertemu dengan Duke David untuk meyelesaikan masalah ini." balas sang Raja.
Ratu hanya menganggukan kepalanya. "Menurutku Gabriella itu sangat baik, tapi mau bagaimana lagi putra kita sama sekali tidak menginginkanya".
Ratu Spinx pun menghela napas pelan, dia tau bagaimana sikap putra keduanya itu yang hanya menyukai gadis-gadis cantik saja. Lagi pula pria mana yang tidak mau menikahi gadis cantik seperti putri Marquess Filarl.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
Wo Lee Meyce
lanjut,,semoga endingx bagus😊
2023-09-08
1
남성
😊😊😊😊
2022-08-28
0
Nona Canbas
namanya rada lupa" Inget aku thor 😅 tapi tetap semangat ya
2022-08-27
1