Upik yang Malang

"Ada apa sih, yang.. Kenapa kamu buru -buru banget jalannya" gerutu Ayana saat bobot tubuhnya di tarik paksa oleh Bima

"Ada deh..ntar kamu juga tau sendiri" ucapnya sembari tersenyum.

Sampailah mereka berdua di depan pintu kamar utama, Ayana sudah tidak sabar ingin membukanya. Tangannya sudah menggapai kenop pintu, dengan cepat Bima mencegahnya. "Tunggu.. " serunya

Ayana menoleh ke samping, mensejajarkan pandangannya. "Ada apa?? Bukannya kita mau masuk." ucapnya heran melihat tingkah laku Bima yang bersikap tak seperti biasanya.

"Karena ini sebuah kejutan kamu gak boleh lihat dulu. Kamu harus pake ini" dengan gesit Bima mengeluarkan sapu tangan berwarna merah muda dan menyodorkan di hadapan Ayana

"Kamu nyuruh aku pake beginian!! Aku tutup mata aja boleh gak?? Males pake yang beginian " tolaknya

"Ehmmm, Ya uda deh. Asalkan kamu gak boleh ngintip kalau ngintip matanya kedutan"

"Hhaahha ..kamu bisa aja. Aku janji gak bakalan ngintip kok"ujarnya terkekeh

Bima menggandeng lengan Ayana dan berjalan masuk ke dalam kamar dengan mata yang tertutup. Di dalam tampak gelap gulita tidak ada cahaya sedikit pun. Ayana belum menyadari akan hal itu, karena Bima belum mengintruksikan untuk membukanya.

"Sayang.. Uda belum. Aku buka mata sekarang yah!! Sayang..."ucapnya tak sabar sambil meraba keberadaan suaminya. Nihil tidak ada jawaban dari Bima. Mungkin Ayana bingung apa yang harus ia lakukan sekarang. Ia nekad mengintip dari ujung matanya, walaupun dirinya sudah berjanji tidak akan melakukan kecurangan. Kalaupun ia harus bintitan biarlah. "Kok gelap, apa mataku yang bermasalah.."

Ayana melebarkan penglihatannya, berusaha mengerjap-ngerjapkan matanya. Tak percaya. "Bima.. kamu dimana sih. Gelap.. aku takut" lirihnya nyaris tidak dapat di dengar. Berjalan mundur hingga tubuhnya menabrak meja nakas.

"Awww..." ringisnya. Bersamaan dengan nyalanya lampu kerlap-kerlip yang sengaja di pasang Bima di tempat itu "surprise.." teriaknya menggelegar

Tapi kejutan yang sudah di persiapkan seapik rupa tidak membuat Ayana terpukau, karena ia sudah histeris duluan. Ayana phobia gelap, Bima tidak mengetahuinya.

"Sayang... Kamu kenapa?? "tanya Bima heran

Dia menggigit ujung jarinya, tak lupa dengan air mata yang sudah mengair di pipinya. Ayana tampak ketakutan. Bima berjalan mendekat, kemudian mendekap tubuh ramping isterinya. "I"m so sorry, I don't no. Sekali lagi aku minta maaf... Aku menyesal!!" Membuat Ayana.mengeratkan pelukannya sesaat. Selama beberapa menit mereka berpelukan akhirnya Ayana membuka suara " Aku suka.. terima kasih.." Tak lupa meninggalkan satu kecupan di pipi Bima

Sepasang manik itu bertemu, mengisyaratkan ingin melakukan sesuatu yang lebih. Terlebih Bima. Ia sangat menantikan moment ini sejak lama, setelah sebulan pernikahannya dengan Ayana. "Tapi.. aku Uda buat kamu nangis. Bagaimana mungkin aku... " Ucapnya tertahan karena jari telunjuk wanita itu menempel di bibirnya.

"Percayalah, aku baik-baik saja.. " ujarnya sembari berbisik tepat di telinga nya. Karena jarak mereka sudah terbilang amat dekat. Bima dapat mencium aroma mencuat dari tubuhnya hingga membuatnya candu. Perlahan demi perlahan jari lentik Ayana sudah berpindah ke kemeja Bima. Membukanya dan mengelus dada bidang milik prianya dengan gerakan sensual. Bima hanya diam terpaku menatap wanita yang di hadapannya. Perlakuan aneh yang di dapatnya saat ini adalah hal perdana, wajar saja kalau dirinya tampak kaku bak robot yang belum siap bereksperimen.

Bima bukan tipikal pria yang suka gonta-ganti pasangan. Ia juga bukan pria yang mudah mengutarakan cinta seperti kebanyakan pria di luar sana yang dengan mudahnya mengobral janji-janji palsu kepada setiap wanita. Bima dikenal dengan sosok yang dingin dan cuek, namun hal tersebut tidak mengurangi daya tariknya. Tak sedikit wanita yang datang untuk mengemis cintanya. Semua ia tolak mentah-mentah, bahkan sekedar meliriknya saja Bima tak Sudi. Lain halnya dengan Ayana. Wanita yang belum lama dikenalnya itu mampu mengetuk hatinya yang beku, nyaris tak dapat di sentuh. Pertemuan singkat satu tahun yang lalu mengubah takdir hidupnya. Menjadikan Ayana sosok pelabuhan terakhir cintanya. Membuatnya selalu mabuk kepayang dan bucin sepanjang waktu kala memikirkannya.

Bima seakan terlena dengan perlakuan wanita yang gencar mengguncang imannya. Bahkan Bima sudah tak sadar dengan perlakuannya saat ini, meraup bibir ranum milik wanitanya dengan agresif. Mencumbunya dalam. Hingga beberapa saat mereka kehabisan nafas dan melepasnya.

"Aku menginginkanmu.." pintah Bima jujur di sela deru nafas yang memburu.

Deggg..

Ayana terkesima, dengan penuturan pria yang ada di hadapannya. Rona merah terpancar dari raut wajahnya yang cantik walau dengan penerangan yang minim. Di mata Bima, wanitanya lah yang sempurna tidak ada yang lain.

"Kamu sudah tau jawabannya, kenapa harus bertanya lagi!! " Ucap Ayana memalingkan wajahnya, bukan karena kesal. Tapi untuk menghindari kontak mata dan menutup celah, bahwa perkataannya tak sebanding dengan keinginannya. Ia takut pria itu membaca makna yang tersirat di balik pandangannya.

Dengan cepat Bima menarik dagu wanitanya, menyambar benda kenyal itu kembali. Menyalurkan hasratnya di sana yang menggebu. Walaupun tidak mendapat balasan sang empu atas cumbuannya, namun ia dapat melihat Ayana memejamkan manik hitamnya menikmati sensasi ciumannya.

"Ayana kau harus melakukan itu, apapun yang terjadi!! Demi kita. Masa depan kita berdua " Perkataan itu seolah-olah memenuhi isi kepalanya. Ia Tersentak untuk membuka matanya, kembali pada realita sebenarnya. Bahwa sekarang ia berada dalam ruangan bersama seorang pria yang sudah berstatus menjadi suaminya. Ia tidak bisa menapik ciuman lembut Bima begitu menggodanya hingga membuat dirinya terlena, ingin lagi dan lagi.

Refleks Ayana mengalung kedua tangannya di leher Bima. Menuntun langkah ke ranjang yang sudah berada dekat mereka. Tubuh Ayana jatuh terduduk di atas benda empuk itu, melepas pangutan diantara keduanya. Dalam diam masing-masing dari mereka menarik nafas panjang. "Kok bengong, ayo dong mendekat!!!" Ucapnya menarik pergelangan tangan Bima hingga tubuhnya ambruk nyaris menindih Ayana namun segera di tahannya. Pandangan mereka bertemu, kelopak bunga yang sudah di tabur di atas ranjang bertabur ke udara.

"Cantik..." Cetus Bima spontan sembari menyibak anak rambut yang menghalangi wajah Isterinya.

"A-apa??" tanyanya ragu memastikan

"Kamu cantik" ucap Bima penuh penekanan. Membuat wanita itu terlihat malu-malu memandang pria yang ada di hadapannya.

"Tapi kan aku belum mandi, juga belum dandan. Kenapa kamu bilang aku cantik!!" bantahnya kesal

Ayana menarik tubuhnya menjauh dari Bima. Membenahi kaosnya yang tidak terlihat begitu berantakan untuk mencari kesibukan di atas ranjang. Namun tangan Bima dengan cepat menghentikan pergerakannya hingga melakukan yang sepantasnya di lakukan seorang sepasang pasutri (pasangan suami isteri). Namun saat mencapai puncaknya, dan Bima ingin menunjukkan keperkasaannya tiba-tiba buyung Upik miliknya tidak berfungsi seperti seharusnya. Rebahan seenaknya di bawah sana, tanpa rasa bersalah. Ia berdecak kesal melihat kelakuan sang Upik yang dianggap tidak bisa berkompromi saat situasi genting seperti ini. Umpatan demi umpatan keluar dari dalam mulutnya pelan, nyaris tidak dapat di dengar.

"Ada apa sayang..???"

"Gak sayang, gak ada apa-apa.." ucapnya mengelak tidak mau berterus terang

Keyakinan yang di milikinya di luar ekspetasi, nyatanya ia belum sembuh sepenuhnya. Tapi kenapa waktu bersama wanita asing itu Upik bereaksi sebagaimana fungsinya. Malahan ia berdiri melambai-lambai sebelum Axel datang.

"Bim.. punya kamu kenapa melempem gitu. Jangan-jangan kamu..???" Ujar Ayana melengking membuyarkan lamunan panjang Bima.

"Aduh mati aku!! Kenapa aku gak nyingkirin diri dulu sebelum ketahuan Ayana!!! Kalau sudah begini, tamat sudah rumah tanggaku" batinnya tepuk jidat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!