4

Jarum jam menunjukkan pukul 1 dini hari. Amanda tampak gelisah di tempat tidurnya. Matanya terbuka lebar ketika seorang gadis kecil memanggil namanya.

"Amanda," bisik gadis itu di telinganya.

Amanda memalingkan wajah ke arah kanan, tampak seorang gadis kecil tersenyum.

Amanda berusaha bangkit. "Siapa kamu?" tanya Amanda.

"Aku putri," jawab gadis kecil itu.

"Putri siapa?" Amanda berpikir mungkin sedang ada tamu yang sedang menginap si rumahnya.

Gadis kecil itu tersenyum. "Kamu mau kan jadi temanku?" tanya Putri.

Lalu Putri mengulurkan jari kelingking ke arah Amanda.

Amanda yang masih kebingungan karena baru terbangun dari tidur, hanya diam saja.

"Mau kan?" rengek Putri.

Mendengar rengekan Putri, Amanda menjadi luluh. Dia mengangguk, lalu membalas uluran kelingking Putri.

"Iya, mau." Amanda menjawab sembari mengaitkan jari kelingkingnya pada kelingking Putri.

"Janji ya, tidak akan meninggalkan aku sendirian?" ucap Putri dengan wajah memelas.

"Iya, aku janji. Tapi ini sudah larut malam, kamu pergi tidur sana. Nanti mamumu nyariin."

"Mama tidak sayang padaku." Putri menunduk sedih.

Amanda tersenyum sambil mengelus rambut Putri.

"Kamu harus jadi anak baik, agar tidak dimarahi sama mamamu," bujuk Amanda.

"Aku tidak bersalah. Tapi mama tetap tidak sayang padaku." Putri semakin sedih dan mulai menangis.

Amanda memeluk tubuh mungil Putri. "Besok aku akan bicara pada mamamu, agar dia tidak memarahimu lagi. Oke?"

"Kamu janji?" tanya Putri penuh harap.

"Iya aku janji." Amanda melepaskan pelukannya, dan meminta Putri untuk kembali ke kamarnya.

Setelah itu, Amanda kembali tertidur.

☕☕☕

Keesokan pagi, di meja makan Amanda melihat ibu, nenek dan adiknya tengah bersantap sarapan.

"Ayok sarapan dulu sini," ajak nenek pada Amanda.

Nenek sangat menyayangi kedua cucu perempuannya. Neneklah yang selalu dijadikan Amanda sebagai tempat mengadu di kala hatinya gundah.

Amanda duduk di salah kursi, nenek mengulurkan sebuah piring pada Amanda. "Makasih, Nek." Ucap Amanda.

Sebelum mengambil nasi goreng dari sebuah mangkok, Amanda celingak-celinguk seperti sedang mencari sesuatu.

"Kamu kenapa, Manda?" tanya ibu yang memperhatikan sikap Amanda.

"Tamunya ga ikut sarapan, Bu?" tanya Amanda.

"Tamu? Engga ada tamu," jawab Marnita heran.

"Hah?" Amanda tidak kalah heran.

Semua orang menghentikan suapannya.

"Tamu siapa kak?" tanya Mikha, adik Amanda yang masih duduk di bangku SMA.

"Lho, bukannya sedang ada tamu di rumah?" tanya Amanda lagi.

"Tidak ada orang lain di sini, nak. Hanya kita-kita saja seperti biasa," jawab nenek meyakinkan Amanda.

"Kakak kenapa sih?" tanya Mikha sambil memperhatikan wajah Amanda yang terlihat pucat.

"Sepertinya kakak kecapekan ya. Kakak kerjanya sampai larut sih," lanjut Mikha.

"Kamu pulang kerjanya kok sampai malam gitu, Manda? Memangnya jam kerja kamu sampai jam berapa?" Mirna ikut bertanya.

"Semakin malam, pengunjung semakin ramai Bu. Jadi terpaksa harus ditungguin, kan."

Pikiran Amanda melayang pada kejadian semalam, pertemuannya dengan Putri. "Lalu siapa Putri?" tanyanya dalam hati.

"Kak." Mikha memanggil kakaknya yang tampak melamun.

Amanda menoleh. "Ya," jawabnya.

"Pagi-pagi sudah melamun," ujar Mikha. "Aku berangkat sekolah bareng kakak, ya," lanjut Mikha, dan dibalas dengan anggukan oleh Amanda.

☕☕☕

Dalam perjalanan, Amanda menceritakan semua peristiwa yang telah dialami kepada Mikha, adiknya.

Dimulai dari peristiwa di restoran hingga peristiwa pertemuannya dengan gadis kecil bernama Putri.

"Kakak yakin tidak sedang bermimpi tadi malam?" tanya Mikha menimpali cerita Amanda.

"Engga. Kakak yakin banget. Bahkan kakak meluk dia, dan ngeliat dengan jelas dia keluar dari kamar."

Mikha tercenung sejenak. "Kok bisa, ya?" ucapnya setengah bergumam.

"Dan yang anehnya, kok kejadiannya bisa berdekatan gitu?" Amanda mengungkapkan perasaanya.

"Iya ya. Biasanya kalau kejadian seperti itu, paling sekali-kali ya, Kak." Mikha membenarkan ucapan kakaknya.

"Eit, tunggu, tunggu!" Tiba-tiba Mikha berseru hingga mangagetkan Amanda. Sontak Amanda menghentikan mobil secara mendadak.

"Lho kok berhenti?" tanya Mikha heran.

Amanda yang baru saja merasa kaget karena seruan adiknya, balik bertanya, "Lha, itu kamu tadi teriak ngapain?"

"Bukan itu, maksudku...soal cerita kakak." Mikha sedikit sungkan karena telah membuat kakaknya salah kaprah.

"Duh kamu," gerutu Amanda sembari kembali melajukan mobil.

"Apa sih?" tanya Amanda penasaran.

"Itu perempuan yang kakak temui di restoran, kok dia minta tolong gitu, ya? Maksudnya apa?" tanya Mikha dengan wajah serius. Amanda mengangkat bahu.

"Apa telah terjadi sesuatu yang buruk padanya?" lanjut Mikha.

"Bisa jadi," jawab Amanda singkat.

"Coba deh kakak tanya sama karyawan di sana, mana tahu memang pernah ada suatu peristiwa di sana," usul Mikha antusias.

"Ah biarin ajalah. Mungkin karena akunya orang baru, jadi digangguin. Sebagai bentuk perkenalan gitu." Amanda menjawab santai, dia berusaha untuk tidak terlalu memperbesar masalah.

☕☕☕

Terpopuler

Comments

🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ

masih nyimak

2024-02-25

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!