BAB DUA-PULUH

-Asyraf King Miller...

"Kenapa?" King menatap aneh gadis 25 tahunan yang heran menatapnya. "Baru liat cowok ganteng beli pembalut?"

Gadis berseragam kasir KO-mart itu menggeleng sambil menahan tawa melihat pemandangan langka di mini market tempatnya bekerja.

Bule blasteran tampan, cool, kuda besi Harley, pakaian yang melekat jelas merek branded, dan pemuda itu justru menyodorkan pembalut wanita bersayap, beberapa bungkus permen, dan sekotak pengaman.

King membayar dengan debit. Lalu keluar toko dan langsung menunggangi motornya menuju hotel kembali.

Sebenarnya bisa saja dia meminta bantuan pada staf hotel. Namun, staf hotel tidak boleh tahu kalau King dan Aisha datang bersama.

Demi tak membuat huru hara, King memesan satu kamar dan Aisha memesan satu kamar lagi dengan pesanan dari akun apeka yang berbeda. Meski nyatanya King dan Aisha tidur di kamar yang sama.

Pernikahan dini mereka harus selalu terjaga kerahasiaannya. Mengingat, sekolah Millers corpora akan mendapat kecaman jika berita ini sampai bocor ke media.

Masalah cctv yang merekam King masuk kamar Aisha, biar Daddy Axel yang akan mengatasinya sebab sebelumnya, King sempat menelepon ayahnya terlebih dahulu.

Tiba lagi di kamar, Aisha yang masih menunggu sudah melongok secuil dari balik celah pintu kamar mandi. Sambil tersenyum nyengir, Aisha mengulur tangan meraih kresek putih darinya.

King duduk melipat kaki di sofa, sedang Aisha kembali menutup pintu kamar mandinya. Dan disaat yang sama, King mulai berhitung pasti, satu, dua, tiga..... Camera, rolling, action!

"Kiiiing!!"

King terkikik geli mendengar teriakan Aisha yang sudah dia prediksikan. "Kamu ngapain beli pengaman?!"

Aisha membuka pintu kembali dan melempar sebungkus kotak piesta padanya. "Jangan ngarep ya! Aku masih datang bulan!"

King hanya asyik terkikik di sofanya. Pintu kamar mandi kembali tertutup dengan hentakan keras. Jangankan buka segel, hanya sekedar ciuman saja sulitnya minta tolong.

Ada saja alasan Aisha mengelak. Pura-pura sakit perut lah, tidak suka bau rokok lah dan setelah dia menyikat gigi, Aisha bilang harus ganti pem-balut.

Bodohnya, King tak pernah bisa memaksa jika Aisha menolaknya. Bahkan, rela membelikan pem-balut wanita demi istri bawelnya.

King yang selama ini menganggap Daddy Axel bucin tingkat dewa, rupanya dia terkena kutukan bucin tingkat amor: dewa erotis.

Diusianya yang masih sangat muda, King harus mengalami kalah dan kalah dari wanita yang lebih lemah. Definisi buah jatuh tak jauh dari pohon.

🖋️~

^^^🖋️~^^^

-Aisha Humaira...

Aisha selesai dengan bersih-bersih. Tubuh didominasi wangi skincare ala hotel, rambut dia ikat ke atas dan tersisa anak rambut yang memenuhi tepi-tepi pelipisnya.

Sambil menatap bayangan wajah cantiknya di cermin, Aisha menggigit jarinya resah. Walau sudah berkali-kali dicium, rasanya, getar jantungnya masih sama kencangnya.

Bukan ingin menolak, hanya takut dia ingin lebih, karena dia sendiri yakin, tidak mudah mengontrol keinginan tubuhnya jika sudah terlarut dalam sentuhan yang melayang.

"Udah?" King membuka pintu kamar mandi, dan Aisha beringsut menatapnya. "Nanti kamu masuk angin di sini terus!"

Aisha menghela napas panjang dan mengangguk tegas. "Jangan takut Aisha!" semangatnya pada diri sendiri.

Aisha berjalan lambat keluar dari kamar mandi, mengikuti langkah kaki King yang menuju ke sofa. Maniknya fokus menatap setiap gerak tubuh King saat duduk di sana.

Pemuda itu menepuk paha yang merentang dengan wajah maskulin. Dan Aisha menuruti saran suaminya.

Sudah berapa alasan yang dia buat hanya untuk menghindar, dan dia yakin semua hanya akan sia-sia.

King berfokus memandangi leher jenjang yang jarang terlihat. King menyentuhnya, dan Aisha yakin King akan membuat jejak di sana.

Aisha pejamkan mata erat-erat ketika King mengikis jarak. Dua tangannya terkepal kuat. Bersiap menahan getaran raga yang sudah seperti ingin meledak.

Dua, tiga, empat, lima, sampai berdetik detik kemudian Aisha membuka kembali matanya dan King baru selesai membuka kalung polos dari lehernya.

Aisha terpaku gagu, begitu King memindah kalung putih mengkilat itu ke lehernya yang tak berlapis satupun perhiasan.

Aisha menatap dadanya. Terjuntai indah kalung itu di sana. "Kamu tau kan, laki-laki haram pakai emas."

Aisha beralih menatap suaminya. Pemuda itu hanya diam menatapnya secara lekat. Aisha sampai berdehem untuk lari dari canggung.

"Gunanya istri itu untuk memisahkan suami dari kejahatan dunia, Ning. Sekarang, kalung ini sudah berpindah ke orang yang tepat."

Aisha memutar bola mata dengan keyakinan tinggi, jika ujung dari kata-kata gombal itu akan bersambung pada area modus.

"Makanya, jadi istri itu harus mau disentuh, digerayangi, di ehm, biar suaminya nggak jadi penjahat di luar rumah."

Aisha mengudarakan keluhan. Prediksi yang barusan sangat tepat ternyata. Gimana jika dia mendaftar jadi cenayang saja?

"Jadi kapan mulainya? Jadi cium enggak?"

"Kamu nggak sabar?" King meledek Aisha dengan cengiran giginya.

"Bukan itu!" Mata Aisha sudah kantuk, dan King masih saja mengajaknya bicara basa basi.

"Kesepakatannya kan Ning yang bilang mau cium King, so, aku yang diem!" Pemuda itu bersandar pasrah lalu pejamkan matanya.

Aisha sempat meneguk saliva yang tiba-tiba terproduksi tanpa sadar. Wajah King, kenapa harus setampan ini? Aisha jadi geregetan!

Aisha berdoa, semoga dirinya tidak sampai bablas dalam menghadapi perfect husband miliknya. Ya, semoga...

Pelan dan hati-hati sekali gadis itu memutus jarak, hingga embusan napas King mulai dia rasa menabrak wajahnya.

Baru mulai menempel bibir meronanya, lantas matanya terbelalak ketika disambut pagutan pemuda itu.

King yakin Aisha takkan pernah mau membuka mulutnya, mungkin hanya akan menempel selama dua jam tanpa pertukaran saliva, dia anggap selesai.

Mana bisa begitu? King menggigit bibir atas Aisha dan ketika gadis itu membuka mulut karena terkejut, uluran benda tak bertulang masuk ke dalam sana.

Aisha bergetar. Setiap hari terbangun di sisi pemuda tampan, terkadang Aisha mendapati dirinya dalam pelukan hangat King.

Sebisa yang dia mampu, Aisha beranjak dari tempatnya tanpa membuat King terbangun sebelum dia shalat dan mengenakan pakaian yang rapi.

Namun, malam ini, tidak, pagi ini, dia kalah oleh keinginan tubuhnya. Aisha bahkan tak kenal dengan dirinya yang sekarang.

Ya..., dirinya yang tiba-tiba berani menarik tengkuk suaminya untuk menuntut kecup mabuk kembali.

King tersenyum, gadisnya ini menggemaskan sekali. Muka merahnya semakin merona dan kian padam. "Kamu suka, Ning?"

Kembali mereka beradu. Namun....

"Cukup, Ning..." King melerai pertikaian sengit bibir mereka. King mengecup kening gadis itu lalu berbaring di sisinya.

Aisha berpindah pada ketiak dengan aroma maskulin itu. Mendongak dan mendapat satu buah kecup lembut lagi.

Masih banyak waktu untuk ini. King lalu merapikan tatanan rambut Aisha yang acak-acakan karenanya.

Pemuda itu lantas menatap Aisha dengan lembut. Sejenak dia ingin menyelami siapa wanita mungil di hadapannya ini.

Ada banyak pertanyaan yang tiba-tiba saja ingin dia lontarkan setelah melihat seberapa intens Aisha melayani dirinya.

"Aku mencintaimu, Ning." Pelukan lembut yang menghangatkan King berikan. "Masih ada satu jam lagi yang kita pending."

"Aku takut bablas," kata King terkekeh. Sakit dan pening juga, tapi tidak mungkin meminta Aisha disaat begini.

Aisha beri pelukan manja. Dan King membalasnya dengan usapan di kepala lalu turun ke punggung gadis itu.

Mendadak, King melankolis di waktu yang cukup lama, ia terdiam memahami arti Aisha di hidupnya yang penuh warna.

"Boleh King tanya Ning?" Aisha mengangguk di dada bidang pemuda itu. "Apa alasan kamu, mau aku kalah? Kamu suka Liam?"

Aisha menggeleng tanpa bersuara. Binar mata itu, King yakin Aisha tak berdusta.

"Terus?"

"Aku takut kamu pergi sama Glo lagi."

King bisa merasakan posesifnya Aisha lewat pelukan yang tiba-tiba erat. "Dia mau bawa kamu ke suatu tempat kalo kamu menang. Aku nggak mau, aku nggak suka kamu pergi."

Terpopuler

Comments

Yuyu sri Rahayu

Yuyu sri Rahayu

ning cemburu makanya ngomong k king untuk kalah dan ning jujur k king apa yang de dengar dari mulut glo /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2025-01-25

0

Tuti Tyastuti

Tuti Tyastuti

nah gitu dong jujur ajj

2024-12-20

2

Sweet Girl

Sweet Girl

Ciiieeee kembang kempis tu idung King.... dipocecipin gituuuu

2025-03-15

0

lihat semua
Episodes
1 BAB SATU
2 BAB DUA
3 BAB TIGA
4 BAB EMPAT
5 BAB LIMA
6 BAB ENAM
7 BAB TUJUH
8 BAB DELAPAN
9 BAB SEMBILAN
10 BAB SEPULUH
11 BAB SEBELAS
12 BAB DUA BELAS
13 BAB TIGA BELAS
14 BAB EMPAT BELAS
15 BAB LIMA BELAS
16 BAB ENAM BELAS
17 BAB TUJUH BELAS
18 BAB DELAPAN BELAS
19 BAB SEMBILAN BELAS
20 BAB DUA-PULUH
21 BAB DUA-SATU
22 BAB DUA-DUA
23 BAB DUA-TIGA
24 BAB DUA-EMPAT
25 BAB DUA-LIMA
26 BAB DUA-ENAM
27 BAB DUA-TUJUH
28 BAB DUA-DELAPAN
29 BAB DUA SEMBILAN
30 BAB TIGA PULUH
31 BAB TIGA SATU (Revisi)
32 BAB TIGA DUA
33 BAB TIGA TIGA
34 BAB TIGA EMPAT
35 BAB TIGA LIMA
36 BAB TIGA ENAM
37 BAB TIGA TUJUH
38 BAB TIGA DELAPAN
39 BAB TIGA SEMBILAN
40 BAB EMPAT PULUH
41 BAB EMPAT SATU
42 BAB EMPAT DUA
43 KATA PASHA
44 BAB EMPAT TIGA
45 BAB EMPAT EMPAT
46 BAB EMPAT LIMA
47 BAB EMPAT ENAM
48 BAB EMPAT TUJUH
49 BAB EMPAT DELAPAN
50 BAB EMPAT SEMBILAN
51 BAB LIMA PULUH
52 BAB LIMA SATU
53 BAB LIMA DUA
54 BAB LIMA TIGA
55 BAB LIMA EMPAT
56 BAB LIMA LIMA.
57 BONUS CHAPTER 1
58 BONUS CHAPTER 2
59 BONUS CHAPTER 3
60 BONUS CHAPTER 4
61 BONUS CHAPTER 5
62 BONUS CHAPTER 6
63 BONUS CHAPTER 7
64 BONUS CHAPTER 8
65 BONUS CHAPTER 9
66 BONUS CHAPTER 10
67 BONUS CHAPTER 11
68 BONUS CHAPTER 12
69 BONUS CHAPTER 13
70 The final session: 1
71 The final session 2
72 BONUS CHAPTER LAGI
73 CHAPTER CHAPTER
74 BONUS CHAPTER LAGI
75 BONUS CHAPTER LAGI
76 BONUS CHAPTER LAGI
77 BONUS CHAPTER LAGI
78 BONUS CHAPTER LAGI
79 PROMOSI KARYA BARU
Episodes

Updated 79 Episodes

1
BAB SATU
2
BAB DUA
3
BAB TIGA
4
BAB EMPAT
5
BAB LIMA
6
BAB ENAM
7
BAB TUJUH
8
BAB DELAPAN
9
BAB SEMBILAN
10
BAB SEPULUH
11
BAB SEBELAS
12
BAB DUA BELAS
13
BAB TIGA BELAS
14
BAB EMPAT BELAS
15
BAB LIMA BELAS
16
BAB ENAM BELAS
17
BAB TUJUH BELAS
18
BAB DELAPAN BELAS
19
BAB SEMBILAN BELAS
20
BAB DUA-PULUH
21
BAB DUA-SATU
22
BAB DUA-DUA
23
BAB DUA-TIGA
24
BAB DUA-EMPAT
25
BAB DUA-LIMA
26
BAB DUA-ENAM
27
BAB DUA-TUJUH
28
BAB DUA-DELAPAN
29
BAB DUA SEMBILAN
30
BAB TIGA PULUH
31
BAB TIGA SATU (Revisi)
32
BAB TIGA DUA
33
BAB TIGA TIGA
34
BAB TIGA EMPAT
35
BAB TIGA LIMA
36
BAB TIGA ENAM
37
BAB TIGA TUJUH
38
BAB TIGA DELAPAN
39
BAB TIGA SEMBILAN
40
BAB EMPAT PULUH
41
BAB EMPAT SATU
42
BAB EMPAT DUA
43
KATA PASHA
44
BAB EMPAT TIGA
45
BAB EMPAT EMPAT
46
BAB EMPAT LIMA
47
BAB EMPAT ENAM
48
BAB EMPAT TUJUH
49
BAB EMPAT DELAPAN
50
BAB EMPAT SEMBILAN
51
BAB LIMA PULUH
52
BAB LIMA SATU
53
BAB LIMA DUA
54
BAB LIMA TIGA
55
BAB LIMA EMPAT
56
BAB LIMA LIMA.
57
BONUS CHAPTER 1
58
BONUS CHAPTER 2
59
BONUS CHAPTER 3
60
BONUS CHAPTER 4
61
BONUS CHAPTER 5
62
BONUS CHAPTER 6
63
BONUS CHAPTER 7
64
BONUS CHAPTER 8
65
BONUS CHAPTER 9
66
BONUS CHAPTER 10
67
BONUS CHAPTER 11
68
BONUS CHAPTER 12
69
BONUS CHAPTER 13
70
The final session: 1
71
The final session 2
72
BONUS CHAPTER LAGI
73
CHAPTER CHAPTER
74
BONUS CHAPTER LAGI
75
BONUS CHAPTER LAGI
76
BONUS CHAPTER LAGI
77
BONUS CHAPTER LAGI
78
BONUS CHAPTER LAGI
79
PROMOSI KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!