BAB SEMBILAN BELAS

-Asraf King Miller...

Bising knalpot berderum. Aturan permainan ditentukan, peserta harus melintasi dua kali putaran perlintasan arena.

Bendera catur ditebar, enam motor gede berbeda jenis melesat cepat meninggalkan keseksian Queen race di garis start.

Moge King berada di posisi ke dua, moge Mahesa di posisi ke tiga dan moge Roland di posisi ke empat, sementara di depan sana moge Liam memimpin pertandingan untuk sementara.

Di tikungan pertama perlintasan, King berhasil merenggut kedudukan Liam yang tertinggal hanya beberapa jengkal saja dari mogenya.

Menjadi pemenang, cita-cita semua orang, dan King justru gulana oleh permintaan Aisha yang tak masuk nalar. -Please, kalah buat Aisha...

Masih terngiang rengekan manja Aisha yang cukup membuat King resah di atas motor dan tarikan gasnya.

Pikir kian bertempur. Apakah kemarin Liam mengancam istrinya yang polos itu? Apakah demi Liam, Aisha bicara seperti itu?

Atau mungkin Aisha memang sudah memiliki empati pada calon Abangnya. Cemburu membuat King menambah kecepatan lajunya.

Saat melintasi perlintasan arena untuk yang pertama kalinya, King sempatkan maniknya melirik Aisha yang begitu tegang di bahu jalan sana.

Liam tertinggal cukup jauh, tapi kemudian Liam mencoba merebut posisi King pada tikungan berikutnya.

Ya.... Berhasil untuk sesaat, karena di beberapa detik berikutnya King kembali di depannya. Begitu pun dengan Roland dan Mahesa yang saling selip menyalip.

Semua orang di seberang sana bersorak setiap kali sampai di titik ini. King miringkan motor melewati tikungan terakhir perlintasan arena.

King akan menang, King akan sampai lebih dulu, King tak terkalahkan. Intuisi dalam benak semua orang pasti sama.

-"Sumpah, Ini tuh beneran nggak ada hubungannya sama Liam atau siapa pun mereka, ini cuma tentang King dan Ning."-

Sontak, King mengekang rem spontan hingga roda belakang terangkat sepintas, sebelum kemudian mogenya tersalip moge Liam, moge Roland, moge Mahesa dan dua moge lainnya.

Judges berseru, mereka menyatakan jika moge Liam lah yang pertama kali melintasi garis finis. Dengan artian, pemuda dingin itu yang menjadi pemenangnya.

"Argh!" Alih-alih bangga, Liam justru secara kesal mendaratkan pukulan pada tangki motornya.

Pertandingan macam apa ini? Disaat Liam berusaha menang dengan usahanya, King justru terkesan mengalah dengan sengaja menarik rem mendadak.

King menatap Glory dan anggota JAS-MC yang kecewa. Disaat yang sama, Aisha dan senyum bahagianya mekar begitu lebar.

Flory jelas senang tiada tara karena Liam idola gadis bule itu sedari awal.

Namun, jika melihat Aisha melompat-lompat kegirangan menghilangkan akal King Miller yang sehat. Sebenarnya apa yang membuat Aisha ingin dia kalah?

Wiw sirine polisi memberantas lamunan yang menyarangi kepala King. Pemuda itu refleks menendang standar motornya.

King berlari menarik Aisha yang bingung dengan suasana riuh semua orang yang satu persatu pergi menyurutkan titik arena.

King sempat mengetuk kaca mobil Aisha, Pak Dicky juga panik di dalam sana. "Bawa Glo dan Flo pulang Pak!" titahnya.

"Baik, Den."

King menarik Aisha untuk ikut lari, lantas naik ke atas motornya. Tak ada yang bisa Aisha lakukan selain menurut dan pasrah menerima helm yang King pakaikan padanya.

Segera King melangkah naik, lalu membawa motornya melesat seperti teman teman lain yang sudah lebih dulu hengkang.

Wiw sirine polisi berpencar, ada yang ke kanan, ada yang ke kiri, mengejar para muda-mudi yang melarikan diri dari arena balap liar.

Ini kali ke tiga polisi menggerebek arena balap yang berpindah pindah tempat sedari sore tadi.

King tertawa geli saat rambut tanpa helmnya dijadikan sasaran ketakutan Aisha. "Kiiiing, jangan kenceng kenceng!" teriaknya.

Ini hal seru yang King impikan bersama pasangan yang dia sayangi. Bermotor di gelapnya malam, romantis.

Pelarian itu membuat King serampangan memilih jalan. Hingga tanpa sadar, King keluar dari kota tinggalnya.

King mengamati kaca spion, setelah dengan lincahnya dia memutari jalan tikus, King berhasil terlepas dari kejaran polisi.

Harley, King melambat perlahan. Aisha sepertinya pingsan setelah tak cukup kuat menahan ketakutannya.

"Yank." Aisha membenturkan helmnya pada kepala King yang terkikik lebih geli dari sebelumnya. "Aku pikir pingsan!" kelakarnya.

Aisha mendengus. "Kamu bawa aku ke mana?"

"Nggak tahu!" King mencoba mencari jalan besar dan berakhir melintasi gapura kota tetangga. Sepertinya dia mulai tahu sedang ada di daerah mana.

"Udah malem, King!"

"Pagi Sayang!" Aisha mendengus. Sesantai itu suaminya bicara disaat dia begitu cemas.

"Kita pulang, cepetan!" rengek Aisha.

King menegakkan tubuhnya agar lebih intens dengan dada Aisha. Tangan mulai lepas dari kopling dan menggenggam tangan Aisha.

"Kita nggak mungkin pulang. Polisi masih mengincar kita. Mereka pasti masih operasi di jalanan kota."

"Kok kita sih, kan kamu yang salah!" tukas Aisha jutek.

"Kamu tega liat aku dipenjara? Emang kamu mau tidur sama siapa di rumah? Nanti nyusul kayak tadi lagi." King tertawa.

"Dih, GeEr!" Aisha menarik telinga King yang lekas menoleh sekilas pada wajah juteknya.

"Kenapa nyusulin? Kangen dipeluk?"

King raih tangan Aisha untuk ditetapkan pada perutnya. Aisha juga tersenyum tipis ketika King melabuh kecup di punggung tangannya yang dingin.

Jadi begini rasanya pacaran. Aisha mesam mesem seperti orang gila pasar baru.

"Kita ngapain?" Aisha melongo begitu King membawa dan memberhentikan motor di area parkir hotel.

King turun, kemudian melepaskan helm yang dipakai istrinya. "Ini hotel Daddy. Kita bisa menginap di sini sementara."

"Hah? Ho-hotel?" Aisha terhenyak. Seketika ia mengingat kesepakatan yang dibuat sebelum dimulainya pertandingan.

"T-tunggu, King. A-apa nggak sebaiknya..."

"Sebaiknya kamu tepati janji, Ning!" King menyelanya. Lantas, menarik tangan Aisha masuk ke dalam gedung.

Aisha mendadak pucat, sebentar saja bertaut bibir, rasanya tidak keruan, apa lagi dua jam? Belum lagi, dia masih datang tamu bulanan.

...📌 Berikan like jika suka, biar akooh bisa prediksi retensi karya ini... See you... 💋...

Terpopuler

Comments

Yuyu sri Rahayu

Yuyu sri Rahayu

hehehe nah loch gimana ning tanggung jawab dong sama apa yang kau ucapkan /NosePick//Grievance//Grievance//Grievance//Grievance//Grievance//Grievance/

2025-01-25

0

Tuti Tyastuti

Tuti Tyastuti

nah loh ning gimana tuh🤭

2024-12-20

0

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Nah lho....Tibs saat nya Aisha....

2025-03-17

0

lihat semua
Episodes
1 BAB SATU
2 BAB DUA
3 BAB TIGA
4 BAB EMPAT
5 BAB LIMA
6 BAB ENAM
7 BAB TUJUH
8 BAB DELAPAN
9 BAB SEMBILAN
10 BAB SEPULUH
11 BAB SEBELAS
12 BAB DUA BELAS
13 BAB TIGA BELAS
14 BAB EMPAT BELAS
15 BAB LIMA BELAS
16 BAB ENAM BELAS
17 BAB TUJUH BELAS
18 BAB DELAPAN BELAS
19 BAB SEMBILAN BELAS
20 BAB DUA-PULUH
21 BAB DUA-SATU
22 BAB DUA-DUA
23 BAB DUA-TIGA
24 BAB DUA-EMPAT
25 BAB DUA-LIMA
26 BAB DUA-ENAM
27 BAB DUA-TUJUH
28 BAB DUA-DELAPAN
29 BAB DUA SEMBILAN
30 BAB TIGA PULUH
31 BAB TIGA SATU (Revisi)
32 BAB TIGA DUA
33 BAB TIGA TIGA
34 BAB TIGA EMPAT
35 BAB TIGA LIMA
36 BAB TIGA ENAM
37 BAB TIGA TUJUH
38 BAB TIGA DELAPAN
39 BAB TIGA SEMBILAN
40 BAB EMPAT PULUH
41 BAB EMPAT SATU
42 BAB EMPAT DUA
43 KATA PASHA
44 BAB EMPAT TIGA
45 BAB EMPAT EMPAT
46 BAB EMPAT LIMA
47 BAB EMPAT ENAM
48 BAB EMPAT TUJUH
49 BAB EMPAT DELAPAN
50 BAB EMPAT SEMBILAN
51 BAB LIMA PULUH
52 BAB LIMA SATU
53 BAB LIMA DUA
54 BAB LIMA TIGA
55 BAB LIMA EMPAT
56 BAB LIMA LIMA.
57 BONUS CHAPTER 1
58 BONUS CHAPTER 2
59 BONUS CHAPTER 3
60 BONUS CHAPTER 4
61 BONUS CHAPTER 5
62 BONUS CHAPTER 6
63 BONUS CHAPTER 7
64 BONUS CHAPTER 8
65 BONUS CHAPTER 9
66 BONUS CHAPTER 10
67 BONUS CHAPTER 11
68 BONUS CHAPTER 12
69 BONUS CHAPTER 13
70 The final session: 1
71 The final session 2
72 BONUS CHAPTER LAGI
73 CHAPTER CHAPTER
74 BONUS CHAPTER LAGI
75 BONUS CHAPTER LAGI
76 BONUS CHAPTER LAGI
77 BONUS CHAPTER LAGI
78 BONUS CHAPTER LAGI
79 PROMOSI KARYA BARU
Episodes

Updated 79 Episodes

1
BAB SATU
2
BAB DUA
3
BAB TIGA
4
BAB EMPAT
5
BAB LIMA
6
BAB ENAM
7
BAB TUJUH
8
BAB DELAPAN
9
BAB SEMBILAN
10
BAB SEPULUH
11
BAB SEBELAS
12
BAB DUA BELAS
13
BAB TIGA BELAS
14
BAB EMPAT BELAS
15
BAB LIMA BELAS
16
BAB ENAM BELAS
17
BAB TUJUH BELAS
18
BAB DELAPAN BELAS
19
BAB SEMBILAN BELAS
20
BAB DUA-PULUH
21
BAB DUA-SATU
22
BAB DUA-DUA
23
BAB DUA-TIGA
24
BAB DUA-EMPAT
25
BAB DUA-LIMA
26
BAB DUA-ENAM
27
BAB DUA-TUJUH
28
BAB DUA-DELAPAN
29
BAB DUA SEMBILAN
30
BAB TIGA PULUH
31
BAB TIGA SATU (Revisi)
32
BAB TIGA DUA
33
BAB TIGA TIGA
34
BAB TIGA EMPAT
35
BAB TIGA LIMA
36
BAB TIGA ENAM
37
BAB TIGA TUJUH
38
BAB TIGA DELAPAN
39
BAB TIGA SEMBILAN
40
BAB EMPAT PULUH
41
BAB EMPAT SATU
42
BAB EMPAT DUA
43
KATA PASHA
44
BAB EMPAT TIGA
45
BAB EMPAT EMPAT
46
BAB EMPAT LIMA
47
BAB EMPAT ENAM
48
BAB EMPAT TUJUH
49
BAB EMPAT DELAPAN
50
BAB EMPAT SEMBILAN
51
BAB LIMA PULUH
52
BAB LIMA SATU
53
BAB LIMA DUA
54
BAB LIMA TIGA
55
BAB LIMA EMPAT
56
BAB LIMA LIMA.
57
BONUS CHAPTER 1
58
BONUS CHAPTER 2
59
BONUS CHAPTER 3
60
BONUS CHAPTER 4
61
BONUS CHAPTER 5
62
BONUS CHAPTER 6
63
BONUS CHAPTER 7
64
BONUS CHAPTER 8
65
BONUS CHAPTER 9
66
BONUS CHAPTER 10
67
BONUS CHAPTER 11
68
BONUS CHAPTER 12
69
BONUS CHAPTER 13
70
The final session: 1
71
The final session 2
72
BONUS CHAPTER LAGI
73
CHAPTER CHAPTER
74
BONUS CHAPTER LAGI
75
BONUS CHAPTER LAGI
76
BONUS CHAPTER LAGI
77
BONUS CHAPTER LAGI
78
BONUS CHAPTER LAGI
79
PROMOSI KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!