BAB DELAPAN

"Aisha Aisha Aisha!" Guru matematika paling killer menyerukan mana Aisha di hadapan banyak siswa.

Gadis berjilbab itu menunduk, menerima omelan dari Pak Taka. Lagi-lagi nilai Aisha buruk, bukan lima atau empat lagi melainkan nol yang Aisha dapatkan di ulangan kemarin.

Mata Aisha berkaca-kaca, jujur dia minder berada di sekolah elit yang begitu banyak anak-anak pintarnya.

Di sekolah lama nilai Aisha bagus, itu karena dia bisa bekerja keras tanpa perlu memikirkan perceraian ayah ibunya. Di sini, Aisha cukup pusing dengan urusan Abi dan Ummi yang tak kunjung usai.

"Gaiss... Cantiknya perempuan nggak menjamin isi otak ternyata."

Celetukan pemuda itu mengundang gelak tawa yang lebih keras dari sebelumnya, bahkan ada yang menggebrak gebrakan tangan di meja.

Melihat siswa yang mendapat nilai nol, tentu fenomena langka di sekolah elit ini. Mereka yang bersekolah di sini, mereka yang punya otak di atas rata-rata sekolah lainnya.

Gemuruh riuh yang sangat bising kali ini membuat pemuda yang tidur di bangku paling belakang mengernyit dahinya.

Seketika kelas menjadi hening setelah King mengangkat kepalanya. King menggeliat kecil sebelum melepas headset bluetooth dari telinganya.

Barusan tawa teman temannya berhasil bersaing dengan musik yang dia dengarkan sambil tertidur. Di depan sana, Aisha masih berdiri menunduk dengan wajah yang ingin menangis; benar King hapal raut itu.

Pak Taka tampak memijat kening lantas berpaling ke meja. "Kamu hormat di bawah tiang bendera sana. Minta maaf sama bangsa mu. Sebagai generasi penerus kamu malah punya nilai nol begini."

King tampak mengernyit. Aisha mengangguk, lalu berjalan pelan. -Punya nyali juga ni guru kontrak, berani bener hukum bini Gue...

"Pak Taka..." King mengangkat tangan, sontak hal itu membuat Aisha memberhentikan langkahnya. Gadis itu seolah tahu akan King apakan gurunya ini setelah menghukumnya.

"King..."

Aisha menggeleng pelan, dengan tatapan tersirat menyuruh suaminya agar tidak memarahi Pak Taka hanya karena kesalahan Aisha yang memang pantas mendapatkan hukuman.

"Ada apa King?" tanya Pak Taka.

King yang tahu Aisha tidak suka dengan aksi dominannya di sekolah ini, pemuda itu lebih memilih meralat rencananya. "Barusan saya tidur."

"I-iya, King, kenapa memang?"

Taka menelan ludah sambil berpikir. Apa yang akan diperbuat oleh pemuda paling killer di sekolah ini.

Taka berkeringat di ruangan ber AC, terakhir kali, King membuatnya terkurung di kamar mandi setelah menghukum Aisha.

Taka pikir, hukuman kali ini King takkan tahu karena biasanya King akan tidur selama jam pelajarannya berlangsung. Meski demikian Taka mengaku kalau King cukup genius.

Selama ini King menyerap ilmu pengetahuan hanya dengan membaca buku saja, dan itu pun dilakukan setiap kali akan diadakannya ulangan. Lalu, hari ini nasibnya sial, gemuruh siswa membangunkan anak nakal itu.

"Kenapa saya tidak dihukum juga?" Pak Taka mendelik terkejut. "A-apa?" -Apa tidak salah dengar?

King bangkit dari duduk, kemudian berjalan menuju Pak Taka yang rajin menelan ludah. Aisha masih di depan demi memastikan King tak macam-macam pada gurunya.

"Hukum saya juga. Gaji bapak naik dua kali lipat dari sebelumnya." King berbisik di telinga Pak Taka yang terkejut, bahkan saking shock jantungnya napasnya sempat bergemuruh.

"T-tapi..." Pak Taka curiga. Sebenarnya ada rencana apa di balik ini?

Kenapa tiba-tiba King minta dihukum? Selama ini meski anak itu sering tidur di kelas, Pak Taka tak berani marah atau sekedar menegur, mengingat anak ini pemilik sekolah elit ini.

"Atau mau saya pecat?" King mengancam pada akhirnya. Dan di sini Pak Taka baru melihat sisi asli anak badung ini.

"Kalau Pak Taka berani hukum saya. Saya jamin. Bapak akan dapat reward dari Daddy. Percayalah, Pak Taka bisa cepat jadi guru tetap di sekolah ini. Masa depan Pak Taka cerah!" Hanya demi sebuah hukuman King mengiming-imingi gurunya.

Pak Taka membulat matanya yang berbinar-binar seketika. "Benarkah, King? Bapak bisa jadi guru tetap di sini?"

"Tentu saja." King berdiri dengan posisi sempurna.

"Jadi nggak apa-apa nih Bapak hukum?" Kali ini Pak Taka yang berbisik di telinga King.

Pemuda itu mengedip mata sebagai pertanda bahwa dirinya serius dengan ucapannya barusan. "Okay, King!" Pak Taka lekas teriak.

"Hmm." King sigap walau hanya berpura-pura di depan Aisha dan murid lainnya.

"Karena kamu tidur di kelas di jam pelajaran saya. Kamu juga dihukum!" tegas Pak Taka sekencang-kencangnya. -Kapan lagi bisa hukum anak badung ini...

"Baik." King hendak menyusul Aisha yang masih bergeming di depan sana. Lagi, Pak Taka memanggilnya. "Eit, sebentar King!"

"Apa lagi?" King mulai kesal.

"Kamu harus sit up dulu lima kali sebelum keluar dan hormat di tiang bendera!" -Ini balasan Bapak setelah kemarin kamu kunciin Bapak di kamar mandi... Hahahaha.

King menatap tajam gurunya yang tampak tertawa jahat dalam batinnya. Diberikan hak menghukum kenapa jadi seenaknya begini nih guru.

"Ini hanya akting." Pak Taka berbisik sebelum King marah padanya dan memecat dirinya.

-Guru sialan...

Apa pun itu, King terlanjur meminta dihukum, maka dia terpaksa harus sit up di depan semua teman temannya termasuk di depan Aisha istri rahasianya..

Aisha tampak tersenyum, dia berpikir King laki-laki yang hebat. Mau dihukum meski memiliki kekuasaan di sekolah ini.

Selesai dengan lima kali sit up, King keluar bersama Aisha. Mereka menuju ke lapangan untuk hormat bersama.

"Kenapa lagi Lu?" King bertanya, dan Aisha tersenyum, ternyata perlakuan King di sekolah sangat berbeda dengan di rumah.

Aisha menyukainya. Setidaknya King lebih terlihat cool dan tidak terasa menjengkelkan.

"Gue tanya... Sayang." Lirih sekali panggilan sayang itu namun berhasil menyentuh Aisha.

"Nilai matematika ku nol."

King memutar matanya, lagi-lagi itu alasan Aisha dihukum. Hanya karena nilai ulangan yang sangat buruk. "Nanti malem Gue ajarin!"

"Iya..." Aisha berdiri di depan tiang bendera untuk hormat.

Detik berikutnya, bibir Aisha tersenyum ketika tubuh tinggi King menghalau sinar panas matahari yang menyoroti matanya.

Aisha rasa kedatangan King ke sini bukan untuk menerima hukuman, melainkan menemaninya bahkan melindunginya dari terik matahari yang sangat panas.

Terpopuler

Comments

Yuyu sri Rahayu

Yuyu sri Rahayu

hebatnya king jadi suami dah melindungi istri dr panasnya matahari dan mau nemenin istrinya d hukum oleh guru sampai aisha meleleh hatinya sama kamu king

2025-01-24

0

RahaYulia

RahaYulia

totuit bner c engkong ini, aisyah bntar lg pingsan kyaknya, bukan krn hukuman tp krn sikap engkong bikin hati aisyah klepek2 manja😁

2025-01-10

1

RahaYulia

RahaYulia

ya Allahu robbi....... aisyah kmu kya nobita amat nilainya ckckck....
padahal mtk mh dr jaman pnjajah rumusnya gtu2 aja gda yg berubah ning...

2025-01-10

0

lihat semua
Episodes
1 BAB SATU
2 BAB DUA
3 BAB TIGA
4 BAB EMPAT
5 BAB LIMA
6 BAB ENAM
7 BAB TUJUH
8 BAB DELAPAN
9 BAB SEMBILAN
10 BAB SEPULUH
11 BAB SEBELAS
12 BAB DUA BELAS
13 BAB TIGA BELAS
14 BAB EMPAT BELAS
15 BAB LIMA BELAS
16 BAB ENAM BELAS
17 BAB TUJUH BELAS
18 BAB DELAPAN BELAS
19 BAB SEMBILAN BELAS
20 BAB DUA-PULUH
21 BAB DUA-SATU
22 BAB DUA-DUA
23 BAB DUA-TIGA
24 BAB DUA-EMPAT
25 BAB DUA-LIMA
26 BAB DUA-ENAM
27 BAB DUA-TUJUH
28 BAB DUA-DELAPAN
29 BAB DUA SEMBILAN
30 BAB TIGA PULUH
31 BAB TIGA SATU (Revisi)
32 BAB TIGA DUA
33 BAB TIGA TIGA
34 BAB TIGA EMPAT
35 BAB TIGA LIMA
36 BAB TIGA ENAM
37 BAB TIGA TUJUH
38 BAB TIGA DELAPAN
39 BAB TIGA SEMBILAN
40 BAB EMPAT PULUH
41 BAB EMPAT SATU
42 BAB EMPAT DUA
43 KATA PASHA
44 BAB EMPAT TIGA
45 BAB EMPAT EMPAT
46 BAB EMPAT LIMA
47 BAB EMPAT ENAM
48 BAB EMPAT TUJUH
49 BAB EMPAT DELAPAN
50 BAB EMPAT SEMBILAN
51 BAB LIMA PULUH
52 BAB LIMA SATU
53 BAB LIMA DUA
54 BAB LIMA TIGA
55 BAB LIMA EMPAT
56 BAB LIMA LIMA.
57 BONUS CHAPTER 1
58 BONUS CHAPTER 2
59 BONUS CHAPTER 3
60 BONUS CHAPTER 4
61 BONUS CHAPTER 5
62 BONUS CHAPTER 6
63 BONUS CHAPTER 7
64 BONUS CHAPTER 8
65 BONUS CHAPTER 9
66 BONUS CHAPTER 10
67 BONUS CHAPTER 11
68 BONUS CHAPTER 12
69 BONUS CHAPTER 13
70 The final session: 1
71 The final session 2
72 BONUS CHAPTER LAGI
73 CHAPTER CHAPTER
74 BONUS CHAPTER LAGI
75 BONUS CHAPTER LAGI
76 BONUS CHAPTER LAGI
77 BONUS CHAPTER LAGI
78 BONUS CHAPTER LAGI
79 PROMOSI KARYA BARU
Episodes

Updated 79 Episodes

1
BAB SATU
2
BAB DUA
3
BAB TIGA
4
BAB EMPAT
5
BAB LIMA
6
BAB ENAM
7
BAB TUJUH
8
BAB DELAPAN
9
BAB SEMBILAN
10
BAB SEPULUH
11
BAB SEBELAS
12
BAB DUA BELAS
13
BAB TIGA BELAS
14
BAB EMPAT BELAS
15
BAB LIMA BELAS
16
BAB ENAM BELAS
17
BAB TUJUH BELAS
18
BAB DELAPAN BELAS
19
BAB SEMBILAN BELAS
20
BAB DUA-PULUH
21
BAB DUA-SATU
22
BAB DUA-DUA
23
BAB DUA-TIGA
24
BAB DUA-EMPAT
25
BAB DUA-LIMA
26
BAB DUA-ENAM
27
BAB DUA-TUJUH
28
BAB DUA-DELAPAN
29
BAB DUA SEMBILAN
30
BAB TIGA PULUH
31
BAB TIGA SATU (Revisi)
32
BAB TIGA DUA
33
BAB TIGA TIGA
34
BAB TIGA EMPAT
35
BAB TIGA LIMA
36
BAB TIGA ENAM
37
BAB TIGA TUJUH
38
BAB TIGA DELAPAN
39
BAB TIGA SEMBILAN
40
BAB EMPAT PULUH
41
BAB EMPAT SATU
42
BAB EMPAT DUA
43
KATA PASHA
44
BAB EMPAT TIGA
45
BAB EMPAT EMPAT
46
BAB EMPAT LIMA
47
BAB EMPAT ENAM
48
BAB EMPAT TUJUH
49
BAB EMPAT DELAPAN
50
BAB EMPAT SEMBILAN
51
BAB LIMA PULUH
52
BAB LIMA SATU
53
BAB LIMA DUA
54
BAB LIMA TIGA
55
BAB LIMA EMPAT
56
BAB LIMA LIMA.
57
BONUS CHAPTER 1
58
BONUS CHAPTER 2
59
BONUS CHAPTER 3
60
BONUS CHAPTER 4
61
BONUS CHAPTER 5
62
BONUS CHAPTER 6
63
BONUS CHAPTER 7
64
BONUS CHAPTER 8
65
BONUS CHAPTER 9
66
BONUS CHAPTER 10
67
BONUS CHAPTER 11
68
BONUS CHAPTER 12
69
BONUS CHAPTER 13
70
The final session: 1
71
The final session 2
72
BONUS CHAPTER LAGI
73
CHAPTER CHAPTER
74
BONUS CHAPTER LAGI
75
BONUS CHAPTER LAGI
76
BONUS CHAPTER LAGI
77
BONUS CHAPTER LAGI
78
BONUS CHAPTER LAGI
79
PROMOSI KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!