Part 14

Ruang keluarga kini berubah suasana jadi tegang ketika Mama Ola mulai menanyakan perihal pembicaraan antara Edgar dengan papanya Tamara.

"Aku bilang, aku akan menikahi Tamara. Jadi, aku harap kalian semua bisa membantu aku untuk melamar Tamara."

Mama Ola yang mendengar berita bahagia yang selama ini ia idam-idamkan langsung berteriak kegirangan. Berbeda dengan Oma Deli, yang hanya tersenyum tipis seperti mengetahui sesuatu sementara Papa Daniel hanya bisa mendukung apapun keputusan putranya karena bagaimana pun juga yang menjalaninya nanti adalah Edgar sendiri.

"Jadi kapan kamu mau melamar Tamara, Gar? Lusa? Minggu depan atau kapan?" tanya Mama Ola yang begitu antusias.

"Aku sih berencana dalam waktu dekat ini Ma. Sebulan lagi mungkin," jawab Edgar.

"Oke, baiklah, Mama akan persiapkan semuanya dengan baik. Pokoknya kamu serahkan saja semuanya ke Mama."

"Iya Ma."

Selesai membicarakan hal penting itu ke keluarganya, seharunya Edgar senang kan? Tapi kenapa seperti masih ada yang kosong? Harusnya sudah terisi kan?

*

*

Di kantor, Edgar di datangi sahabat-sahabatnya, karena mendengar tentang rencana pertunangan Edgar dan Tamara lewat pesan dari Edgar. Mereka sungguh tak percaya akan secepat itu, padahal sebelum-sebelumnya Edgar masih terlihat ragu.

"Gar, beneran kamu sudah ambil keputusan? Beneran udah yakin? Pernikahan itu bukan untuk main-main loh! Kamu sudah pernah mengalami kegagalan sekali. Jadi, aku harap yang sekarang tidak gagal lagi Gar, supaya kami pun jadi tidak takut untuk melangkah ke jenjang pernikahan," ucap Levi sambil menyerahkan Edgar.

"Iya beneran, masa iya aku bohong sih sama kalian."

"Itu artinya, aku akan mulai mengejar Raisa. Aku akan mencarinya walaupun terjebak di lubang semut."

Ketika mendengar nama Raisa disebut, masih ada getaran-getaran di hatinya dan ketika itu, Levi melihatnya.

Aku tidak yakin, kamu akan menikah dengan Tamara, Gar. Aku harap nantinya kamu tidak akan menyesalinya.

"Sudah ah, kalian pergi saja. Aku banyak pekerjaan tahu," usir Edgar.

"Dih, dasar! Kita berdua udah bela-belain nunda pekerjaan cuma mau memastikan pesan yang kamu kirim itu bukan hoax. Eh, malah dapat sambutan yang tidak mengenakan. Menyebalkan sekali!" kesal Bimo.

Tapi ya mau bagaimana lagi, pada akhirnya keduanya pun pergi dari kantor Edgar ke kantor mereka masing-masing.

Tanpa terasa, waktu berjalan begitu cepatnya. Sebulan pun sudah berlalu. Waktu pertunangan antara Edgar dan Tamara pun tiba. Keduanya tampak serasi mengenakan gaun dan kemeja dengan warna yang senada. Saling memasangkan cincin bergantian lalu diakhiri dengan suara riuh tepukan tangan sebagai tanda keduanya telah resmi bertunangan.

Tamara terus memandangi cincin yang sudah tersemat di jari manis tangan kirinya. Senyumnya terus terpancar. Kebahagiannya seolah tak akan pernah memudar. Apalagi dipeluk dengan hangat oleh calon mertuanya.

"Selamat ya sayang, sebentar lagi kalian akan segera menikah. Untuk tanggal pernikahannya, akan dibicarakan lagi nanti. Kami masih mencari tanggal baiknya."

"Terima kasih ya Tante."

"Sama-sama sayang."

Mama Ola pun pergi menjauh dari Tamara dan mendekat ke orang tua Tamara. Tamara didekati oleh kedua sahabat Edgar.

"Congrats ya, Tam. Semoga lancar sampai hari H."

"Thanks you Bim."

"Selamat ya Tam."

"Thank you Lev. Semoga kalian berdua juga cepat menyusul."

"Doakan saja, semoga kami juga segera melepas status lajang ini. Doakan juga semoga aku berhasil mengejar wanita yang aku incar," ujar Bimo.

"Iya, semoga ya Bim."

Keduanya pun menjauh lagi, kini giliran Edgar yang mendekat setelah tadi berbincang dengan beberapa kenalannya.

"Are you happy?" tanya Edgar.

"I'm very happy honey. Thank you so much," ungkap Tamara sambil mengecup pipi Edgar, kemudian dia mengaitkan tangannya di tangan Edgar dan bersandar di lengan Edgar. Semuanya masih terasa mimpi baginya.

"Ini bukan mimpi Tam. Ini nyata," ucap Edgar agar Tamara tersadar.

"Pokoknya setelah ini, kita harus merencanakan pernikahan seindah mungkin. Aku ingin mewujudkan impian pernikahanku di waktu kecil."

"As you wish, Tam."

Tamara pun memeluk Edgar dengan erat. Ia tak ingin melepasnya, ia ingin terus begitu.

*

*

Keesokan harinya, berita tentang pertunangan Edgar dan Tamara jadi trending topik di media sosial. Apalagi acaranya berada di hotel bintang lima. Hal tersebut pun tak luput dari pencarian Rani yang memang sangat mengidolakan Tamara.

"Aaaa, akhirnya mereka akan menikah juga. Senang sekali rasanya aku mendengar beritanya. Dasar paparazi, mereka pintar sekali curi-curi informasi sedetail ini. Padahal sepertinya, acaranya sangat tertutup dengan hanya mengundang kenalan terdekat. Tapi aku benar-benar bersyukur, dan berterimakasih pada paparazi itu juga karena dia telah menyebarkan berita baik ini ke media."

"Kamu kenapa sih, Ran?" Raisa yang baru datang ke restoran malah dibuat keheranan dengan Rani yang bicara sendirian dan ngomel-ngomel tapi anehnya malah terlihat bahagia.

"Ini Mba, aktris yang bernama Tamara Angela itu udah resmi tunangan dengan Edgar Gautama. Ah, pokonya aku senang sekali mendengar berita bahagia ini. Mereka berdua sama-sama beruntung memiliki satu sama lain."

Untuk sesaat, Raisa terdiam. Dia harusnya bahagia kan kalau Edgar telah menemukan pengganti dirinya?

"Mba, mba kenapa? Kok diam?" tanya Rani.

"Nggak papa kok, aku turut senang mendengar idola kamu akan segera menikah."

"Ah, iya Mba. Aku juga senang sekali."

Rasa senang Rani sudah seperti dirinya yang akan menikah saja. Bahkan ketika mau berganti seragam saja, Rani bersenandung saking senangnya.

Raisa merasa bersyukur karena selama 5 tahun ia bekerja di restoran ini, tak ada satu pun orang yang tahu siapa mantan suaminya dan nama mantan suaminya sekalipun. Karena kalau mereka sampai tahu siapa mantan istri dari Edgar, mungkin dirinya akan jadi objek hinaan lagi karena dibanding-bandingkan dengan calon istri Edgar yang sekarang yang jauh segala-galanya dari dia.

Raisa pun segera mengganti pakaiannya dengan seragam dan mulai bekerja. Setelah berada kurang lebih 3 jam di dapur, Raisa pun keluar untuk menghirup udara segar.

Tiba-tiba, namanya dipanggil oleh seseorang, ketika ia menoleh, betapa terkejutnya ia ketika melihat Pak Baskoro dengan dengan seorang pria yang tampan dan terlihat muda.

"Raisa cepat kemari!" panggil Pak Baskoro.

Mau tak mau Raisa pun berjalan menghampiri Pak Baskoro. Pak Baskoro langsung mengenalkan pria tampan yang datang bersamanya. Bian Anugerah, namanya, dialah putra dari Pak Baskoro yang waktu itu dipromosikan oleh beliau.

"Ah, jadi kamu yang terus diceritakan oleh papa. Salam kenal ya. Rupanya aslinya jauh lebih cantik."

"Ahaha, nggak kok. Pak Baskoro dan kamu terlalu berlebihan. Apa kalian mau makan siang?"

"Iya, kami mau makan siang. Kalau ada waktu, bisakah kamu menemani kami?" tawar Bian.

"Kalau itu, saya tidak bisa sepertinya, karena saya harus segera kembali bekerja. Permisi."

Raisa pamit dengan sopan pada keduanya.

"Gimana? Pilihan Papa tidak salah, kan?"

"Kenapa Papa nggak bilang dari dulu sih! Ini mah tipe aku banget, Pa. Auranya, sorotan matanya, semuanya penuh dengan ketenangan. Dia tidak seperti orang yang sudah jadi ibu. Masih terlihat awet muda."

"Iya, emang begitu mukanya. Apalagi kalau kamu sudah melihat anak-anaknya, pasti kamu langsung suka. Anaknya kembar dan cantik-cantik semua, mereka juga pintar."

"Haruskah aku coba mendekatinya, Pa?"

*

*

TBC

Terpopuler

Comments

leahlaurance

leahlaurance

semoga suda nikah baru ketemu mantan.

2025-03-13

0

Regita Adelesmana

Regita Adelesmana

semoga Edgar tak berubah pikiran untuk menikahi Tamara

2024-11-30

2

Erni Fitriana

Erni Fitriana

bian bukanya teman edgar y????

2024-08-02

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1
2 Part 2
3 Part 3
4 Part 4
5 Part 5
6 Part 6
7 Part 7
8 Part 8
9 Part 9
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Part 1
2
Part 2
3
Part 3
4
Part 4
5
Part 5
6
Part 6
7
Part 7
8
Part 8
9
Part 9
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!