Part 7

Raisa, Roni, dan si kembar sudah tiba di danau. Mereka bahu-membahu menggelar tikar di tepian danau. Tak lupa berbagai aneka makanan dan cemilan sudah tersusun rapi di atas tikar yang sudah digelar itu.

"Wah, seger banget Mi," ungkap Mia sambil merentangkan kedua tangannya.

"Iya sayang, disini kan masih alami, tidak seperti di area sekitar tempat tinggal kita yang padat dan banyak polusi udara."

"Mia ingin setiap Minggu kesini, Mi."

"Mami nggak bisa janji sayang. Tapi Mami janji kalau ada waktu luang kita akan kesini lagi."

"Thanks Mami."

Mia pun berlarian di tepian danau dengan Roni. Berbeda dengan Kia yang duduk tenang sambil meluruskan kakinya.

"Kamu suka?" tanya Raisa.

"Suka Mi. Disini tenang, damai, nggak berisik."

Raisa tersenyum senang ketika putri sulungnya menyukainya. Karena menyenangkan Kia lebih sulit daripada menyenangkan Mia.

"Besok Om Roni akan kembali ke luar kota. Mami harap kamu bisa bekerja sama dengan Mami untuk menjaga diri sendiri dan kembaran kamu."

"Iya Mi, aku tahu. Tapi kadang aku suka sebel, soalnya Mia suka banget buat aku kesal Mi. Dia lelet sama terlalu cerewet, buat kepalaku jadi pusing."

Raisa mendekat ke Kia. Merangkul bahu putrinya dan menasehatinya.

"Kamu tahu kan, setiap orang punya karakter yang berbeda-beda? Mami mengerti kamu tidak suka dengan sikap Mia yang seperti itu. Tapi, walaupun kamu tidak suka, jangan perlihatkan di depannya. Itu akan membuat hatinya sakit. Ini berlaku bukan hanya ke Mia aja tapi ke semua orang nantinya. Kita tidak tahu sekuat apa hati seseorang, jadi jangan sesekali membuatnya bersedih. Kamu paham kan, maksud Mami?"

"Iya Mi, Kia paham kok. Makasih ya Mi. Mami selalu menjelaskan sebab akibat dari sesuatu yang kita lakukan. I love you Mami," ucap Kia sambil memeluk Raisa.

"Love you too sayang."

Terima kasih sudah jadi penguat Mami selama ini. Mami akan berusaha yang terbaik untuk kalian.

Dua jam telah berlalu, Roni terus bercanda tawa dengan si kembar. Si kembar pun terlihat begitu senang kalau bermain dengan paman mereka. Andaikan, Roni bekerja tidak di luar kota, mungkin sosok ayah bisa Roni berikan tiap harinya. Tapi, saat ini bukan waktunya untuk mengeluh.

Raisa selalu bersyukur atas kebahagian yang terus ia dapatnya setiap harinya. Yang dulunya ia lebih suka kesunyian, kini ia menyukai keramaian berkat kehadiran si kembar.

Benar, semuanya memang sudah berubah. Raisa bukan lagi Raisa yang dulu. Dia harus menjadi kuat agar anak-anak kuat. Harus bahagia agar anak-anaknya pun merasakan kebahagian itu. Sebisa mungkin, ia tak ingin memperlihatkan kesedihannya di depan anak-anak langsung. Kalaupun terlihat, itu pasti atas unsur ketidaksengajaan.

"Om, nanti kalau Om ada waktu cuti kerja lagi, pulang ya. Rasanya 5 hari ini cuma sebentar aja kita mainnya. Soalnya kalau sama Kia, mana bisa kami main barbie-barbie-an."

"Iya, doakan ya, semoga permintaan Om yang mau dipindah tugasnya kesini diterima. Kalau diterima kan, kita bisa tinggal sama-sama."

"Mia akan selalu berdoa."

"Kia juga," ucap Kia meski hanya dua kata, tapi membuat Roni tersenyum senang.

"Ayok kita makan, mami kalian udah siapin kita makanan yang banyak. Yang makanannya abis pertama nantinya akan Om kasih hadiah. Tapi kalau Om yang menang, kalian yang harus kasih Om hadiah."

"Ayok!" jawab Mia yang sudah mulai makan duluan padahal belum ada aba-aba dari Roni.

"Mia! Kamu curang!" Kos pun jadi ikut-ikutan makan padahal Roni belum memberikan aba-aba.

Raisa yang sejak tadi hanya menjadi pengamat cuma bisa geleng-geleng kepala. Kalau begini jadinya, ia seperti sedang mengasuh tiga anak sekaligus.

*

*

Dengan mata yang masih mengantuk, Mia terbangun karena ingin melihat kepergian pamannya begitu juga dengan Kia.

"Padahal kalian tidak usah bangun pagi-pagi buta begini."

"Nggak papa Om Ron. Hati-hati di jalan Om. Kalau sudah sampai disana, kabari ya, Om."

"Iya Kimi, Om berangkat ya. Jadi anak baik dan nurut sama mami."

"Aku selalu nurut Om, cuma Mia aja yang suka rewel dan banyak tingkah."

"Heh! Enak aja, mana ada aku begitu!"

"Dimana-mana, nggak ada tuh maling yang mau ngaku!"

"Sudah, sudah, kalian ini, suka banget berdebat. Itu liat Om Roni jadi geleng-geleng kepala lihat kelakuan kalian," sahut Raisa yang mulai ikut bicara.

"Aku sudah biasa dengan kelakuan mereka Mba. Aku berangkat ya. Kalau ada apa-apa, langsung kabari aku pokoknya Mba. Jangan suka dipendam sendiri, nggak bagus."

"Iya Ron."

"Janji loh Mba?"

"Iya."

Roni pun akhirnya melambaikan tangannya dan melajukan mobilnya menjauh dari halaman rumah Raisa.

Raisa dan si kembar pun masuk kembali ke dalam rumah. Karena waktu masih pukul jam 4 pagi, Raisa pun meminta si kembar untuk tidur lagi. Nanti ketika pukul 06.00, dia akan membangunkan mereka lagi. Tapi ternyata, keduanya tak mau tidur lagi. Mereka ingin menonton kartun bersama maminya. Raisa pun tak menolak ajakan si kembar itu.

Dua jam pun berlalu, mereka sudah menghabiskan dua film kartun sepanjang waktu itu. Raisa pun menyuruh si kembar untuk mandi, sementara dirinya akan menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya.

"Mi, boleh nggak kalau aku mau lihat foto papi yang baru?" tanya Mia tiba-tiba yang membuat Raisa diam ditempat.

"Mi, Mami," ucap Mia sambil melambaikan tangannya di depan Raisa.

"Ah, iya sayang. Mami usahakan, tapi tidak janji."

"Makasih ya Mi."

Mereka pun sarapan bersama lalu diantar ke sekolah bersama. Di sepanjang jalan menuju ke restoran, Raisa terus berpikir, bagaimana cara dia mendapatkan foto terbaru dari Edgar untuk si kembar. Sementara, foto Edgar di sosial media laki-laki itu sudah Raisa perlihatkan semua ke si kembar. Bahkan Raisa sampai membuat second account untuk jadi stalker Edgar.

Walaupun masih ada luka di hatinya, Raisa tetap tidak mau egois dengan tidak menceritakan tentang papi si kembar. Ia menceritakan tentang pekerjaan Edgar begitu juga dengan fotonya. Raisa ingin, mereka mengenal Edgar meski tidak secara langsung. Karena selama ini, belum ada keinginan dari si kembar yang ingin bertemu langsung dengan Edgar. Jadi, Raisa pun tak ingin memaksa.

Motor Raisa sudah terparkir di parkiran khusus karyawan, selagi ia melepas helmnya, ia masih terus memikirkan cara untuk mendapatkan foto terbaru, ataupun foto yang belum pernah ia berikan ke si kembar.

Sampai ketika, Rani datang dan tiba-tiba bergosip di hadapannya tentang aktris terkenal yang kedapatan kencan privat dengan kekasihnya. Ketika nama aktris tersebut disebut, Raisa langsung penasaran dan melihat ke media sosialnya.

Sudah menjadi makanan publik sebenarnya. Raisa pun tahu kalau Edgar sudah memiliki kekasih. Melihat foto tersebut yang begitu jelas terlihat wajah Edgarnya, Raisa langsung mengunduhnya dan menyimpan di ponselnya selagi ingat.

Tanpa harus bersusah payah, Raisa pun mendapatkan apa yang diinginkan oleh anak-anaknya.

*

*

TBC

Terpopuler

Comments

Yaa Yhot

Yaa Yhot

bgus

2024-09-19

0

Erni Fitriana

Erni Fitriana

keep strong momi raisa..kimi😘😘😘

2024-08-01

0

Agus Agus

Agus Agus

semangat kk

2024-03-13

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1
2 Part 2
3 Part 3
4 Part 4
5 Part 5
6 Part 6
7 Part 7
8 Part 8
9 Part 9
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Part 1
2
Part 2
3
Part 3
4
Part 4
5
Part 5
6
Part 6
7
Part 7
8
Part 8
9
Part 9
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!