Hanna yang berjalan ke kamarnya , mengomel sendiri.
“Apa-apa itu tadi? “ Kata Hanna.
“Buat aku kaget saja, seharusnya dia lakukan itu pada liling bukan padaku! “ Kata Hanna.
“Buat aku kaget saja! “ Kata Hanna.
Tiba-tiba dibelakang Hanna jun datang.
“Siapa yang bikin nona kaget? “ Kata jun.
Hanna pun langsung menoleh kearah jun.
“Kamu jun, aku kira siapa? “ Kata Hanna.
“Saya bawa pesanan nona tadi! “ Kata jun.
Tiba-tiba saja Hanna terpikirkan adegan romantis untuk ceritanya.
“Jun aku ke kamar duluan ya..! “ Kata Hanna.
Hanna pun langsung berlari meninggalkan jun.
Saat di kamar Hanna fokus menggambar webtoon nya, dia tidak sadar jun masuk ke kamarnya.
“Nona saya taruh minumannya disini! “kata jun.
“Jangan bawa sini saja! “kata Hanna.
Jun pun membawa minumannya ke samping Hanna.
“Terima kasih jun baik! “kata Hanna.
“Iya..sama-sama nona! “kata jun.
Jun pun melihat gambar yang di buat Hanna, dia merasa tertarik dengan cerita yang dibuat Hanna.
“kenapa kamu tertarik dengan ceritaku? “kata Hanna.
“Iya nona, dimana saya bisa melihatnya? “tanya jun.
Hanna pun memberi tahu jun, dimana dia bisa mengikuti ceritanya. Jun pun duduk di kursi samping Hanna sambil melihat webtoon yang Hanna buat.
Tak beberapa lama Hanna selesai membuat webtoon nya, Hanna yang melihat jun yang senyam-senyum sendiri merasa senang kalau webtoon nya begitu menarik.
“Jun.. “panggil Hanna.
“Ya nona!”jawab jun.
“Dari tadi aku panggil gak di jawab! “kata Hanna.
“maaf nona lagi asyik lihat webtoon yang nona bikin”kata jun.
“Kenapa menarik bukan! “kata Hanna.
“iya, nona! “kata jun.
“kamu bisa baca di kamar, sekarang sudah malem! “kata Hanna.
“ya ampun, maaf nona”kata jun.
“saya sampai lupa waktu! “kata jun.
“Gak apa-apa, aku mau tidur bisa kamu matikan lampunya saat keluar! “kata Hanna.
“Iya nona! “Kata jun.
Jun akhirnya keluar dari kamar Hanna dan mematikan lampunya, lalu dia menutup pintu kamar Hanna.
Keesokan harinya seperti biasa, Hanna selesai homeschooling dia langsung ke kamarnya, tiba-tiba dari pintu kamarnya ada yang mengetuk.
“tok.. ! “suara pintu kamar Hanna.
“siapa? “tanya Hanna.
“Saya pak zimo nona! “suara zimo.
“jun tolong buka pintunya siapa tau penting! “kata Hanna.
“Baik nona”kata jun.
Pak zimo pun masuk ke kamar Hanna.
“Ada apa pak? “kata Hanna.
“Bisa tolong saya membujuk tuan muda untuk makan dan istirahat”kata pak zimo.
“dari kemarin tuan makannya dikit dan tidur Cuma dua jam saja, jika seperti ini terus tuan bisa sakit lagi? “kata pak zimo.
“Dasar si longwei ini buat orang khawatir saja”pikir Hanna.
“dimana kakak? “kata Hanna.
“Dia ada di kamarnya sedang kerja”kata pak zimo.
Hanna lalu mengemas barangnya yang dia gunakan untuk menggambar webtoon.
“jun bawa ini semua ke kamar kak longwei, mulai sekarang aku akan mengerjakan webtoon ku disana”kata Hanna.
“Baik nona! “kata jun.
Hanna pun berjalan ke kamar longwei bersama jun dan pak zimo.
Tiba-tiba Hanna membuka kamar longwei.
“kakak ini kan sedang sakit, kenapa masih bekerja terus? “kata Hanna.
“Lihat mata kakak kayak panda”kata Hanna.
“Kenapa kamu kesini? “kata longwei.
“Jun bawa masuk barangku dan taruh di sana! “kata Hanna.
“Baik nona! “kata jun.
“Kamu mau apa? “kata longwei.
“mulai hari ini aku juga mengerjakan webtoon disini”kata Hanna.
“Tunggu apa maksudmu? “kata longwei.
“Aku akan mengawasi kakak mulai hari ini, sampai kakak sembuh! “kata Hanna.
“pak zimo apa kakak sudah makan? “kata Hanna.
“Belum nona! “kata pak zimo.
“Bisa bawakan bubur untuk kakak! “kata Hanna.
“mulai hari ini aku akan tetap disini sampai kak longwei sembuh”kata Hanna.
“Baik nona! “kata pak zimo.
“nona saya sudah selesai “kata jun.
“Kamu boleh pergi jun! “kata Hanna.
Pak zimo dan jun pun keluar kamar longwei, Hanna dan longwei berduaan di kamar longwei.
Hanna pun berjalan mendekati longwei, longwei yang di hampiri Hanna merasa cemas.
“kamu ma..u apa? “kata longwei.
Hanna lalu memegang dahi longwei dan dahinya untuk membandingkan suhu tubuh mereka.
“lihat-lihat kakak masih panas! “kata Hanna.
“jangan perdulikan aku, kembali saja ke kamarmu!”kata longwei sambil tangan memegang laptop kerjanya.
Hanna yang merasa kesal dengan sikap longwei, dia menaruh kedua tangannya di pinggang.
“Ini penyebabnya dari kemarin tidak sembuh-sembuh”pikir Hanna.
Hanna lalu menutup laptop kerja longwei.
“Apaa-apaan kamu, jangan ganggu aku kerja! “kata longwei dengan kesal.
Hanna tidak perduli pada ucapan longwei dan menaruh laptop kerjanya dimeja samping tempat tidurnya.
“kakak ini tipe pria gila kerja tanpa perduli kesehatan sendiri! “kata Hanna.
“Jangan urusin aku, pergi saja dari kamarku! “kata longwei.
“kalau aku gak boleh urusin kakak terus siapa? “kata Hanna.
“Hanya kakak yang aku punya di dunia ini, seperti itu juga kakak hanya punya aku di dunia ini! “kata Hanna sambil pura-pura sedih.
“Hanna.. Manis sekali itu mulut! “pikir Hanna.
Longwei yang mendengar perkataan Hanna hanya terdiam.
“baiklah, terserah kamu saja! “kata longwei.
“berhasil! “pikir Hanna.
“sekarang kakak istirahat dulu, jika besok sudah membaik kakak boleh pegang laptopnya! “kata Hanna sambil tersenyum.
Longwei hanya diam saja menuruti keinginan hanna. Tiba-tiba pak zimo mengetuk pintu kamar longwei.
“tok..tuan ini saya zimo! “kata pak zimo.
“Masuk! “kata longwei.
Pak zimo pun masuk membawa makanan dan di belakang pak zimo ada bolin.
“pak bolin ingin menemui tuan! “kata pak zimo.
Hanna pun mengambil nampan di tangan pak zimo.
“Ada apa kamu kemari? “kata longwei.
“Ada documen yang harus ditanda tangani! “kata bolin.
“apa kamu tidak lihat bosmu sedang sakit, dan kamu membawa documen sebanyak itu! “kata Hanna dengan kesal.
“bagaimana dia bisa istirahat kamu bawakan documen sebanyak ini! “kata Hanna.
Bolin yang merasa di marahi fang merasa bersalah.
“kalau gitu saya bawa kembali saja dulu pak! “kata bolin.
“Jangan hiraukan fang, dia hanya menghawatirkan diriku saja! “kata longwei.
“kalau gitu, saya bawa separuh saja yang harus di tanda tangani hari ini saya taruh di meja “kata bolin.
Saat menaruh documen di meja samping ranjang longwei, Hanna menatap bolin dengan tatapan marah.
“Menakutkan sekali kalau buat wanita marah! “pikir bolin.
“kalau gitu saya kembali dulu ke kantor! “kata bolin.
Bolin pun pergi meninggalkan kamar longwei, sebelum pergi dia lihat fang sedang menyuapi longwei dan longwei membaca documen yang dibawa Bolin.
“jika saja mereka bukan saudara, mereka terlihat serasih”pikir Bolin.
“Lihat tuan longwei menurut sekali dengan nona fang! “pikir Bolin.
Di dalam kamar longwei mereka berdua mulai berdebat.
“sikapmu jangan seperti itu pada bolin, dia hanya menjalankan tugasnya saja”kata longwei.
“Biarin walaupun dia menjalankan tugas tapi dia kan harus tau bosnya sedang sakit seharusnya dia lebih pengertian”kata Hanna dengan kesal.
“Iya.. Nona fang! “kata longwei.
“Lihat habis bukan buburnya, kenapa tadi gak mau makan? “kata Hanna.
“Tadi gak enak, sekarang rasanya lebih lezat karena ada yang menyuapi! “seru longwei.
“dasar manja! “kata Hanna sambil senyum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments