Setelah hanna menyelesaikan home schoolingnya tiba-tiba temannya wei telepon.
“halo wei,ada apa?”kata hanna.
“aku kangen, sudah lama kita tidak bertemu!”kata wei.
“hari ini aku baru selesai menyelesaikan home schoolingku”kata hanna.
“bagaimana kalau kita nonton bioskop,lalu kita makan di cafe?”kata wei.
“ok,jam berapa?”kata hanna.
“jam 12 siang gimana?”kata wei.
“baik kita bertemu di bioskop ya!”kata hanna.
Hanna pun lalu menutup telepon.
“nona dari siapa?”kata jun.
“dari wei temenku”jawab hanna.
“nona mau pergi ya!”kata jun.
“iya!”jawab hanna.
“apa sudah izin tuan?”kata jun.
“kakak kan ada di luar negeri,mana mungkin dia tau kalau aku pergi”kata hanna.
“tuan kemarin baru pulang”kata jun.
“apa..!”teriak hanna.
“gimana nih?”pikir hanna.
“aku sudah janji pada wei”pikir hanna.
“kakak longwei di mana?”kata hanna.
“sepertinya tuan belum keluar kamar dari tadi!”kata jun.
Hanna yang mendengar penjelasaan jun langsung berlari ke kamar longwei.
Hanna pun berdiri di depan pintu kamar longwei.
“tok..!”suara pintu kamar longwei.
“sudah jam sembilan ,kenapa masih tidur?”kata hanna.
Hanna pun mencoba membuka pintunya,dan ternyata pintunya tidak di kunci.
"kakak hanna masuk ya!"kata hanna dengan pelan.
Hanna pun masuk ke kamar longwei dan melihat longwei sedang tidur.
“kak, fang boleh pergi ke bioskop dengan wei?”kata hanna.
Longwei hanya tidur saja tanpa merespon.
Kak..!”panggil hanna sambil memegang tubuhnya.
Tiba-tiba longwei mengerutkan dahinya sambil berkeringat banyak.
Hanna yang melihat itu,jadi merasa kahwatir.
Dia pun menyentuh dahi longwei dengan tangannya.
“ya ampun kakak demam!”kata hanna.
“sebentar aku panggil pak zimo!”kata hanna.
Hanna pun berlari memanggil pak zimo.
“pak zimo kak longwei sakit bisa panggilkan dokter!”kata hanna.
“baik nona saya akan panggilkan dokter keluarga zhao”kata pak zimo.
"Apa lama?”kata hanna.
“mungkin sekitar setengah jam nona”kata pak zimo.
“terlalu lama “pikir hanna.
“saya akan jaga kak longwei,sebelum dokter datang!”kata hanna.
“saya minta handuk kecil dan baskom ada!”kata hanna.
“ada nona,saya akan ambilkan”kata pak zimo.
Tak beberapa lama pak zimo datang membawa yang di minta hanna.
“ini nona!”kata pak zimo.
“terima kasih”kata hanna.
Hanna pun langsung berlari ke kamar longwei.
Setelah sampai dia langsung membuka tirai dan jendela kamarnya biar udaranya masuk.
Lalu dia berlari di kamar mandi di kamar longwei lalu mengisi baskom itu dengan air.
“kak, biar hanna kompres badan kakak dulu! ”kata hanna.
Hanna dengan telaten mengusap wajah sampai leher dengan handuk basah yang sudah diperas.
tak beberapa lama longwei membuka matanya dan melihat fang sedang merawatnya.
"kenapa kamu bisa kesini? " kata longwei.
saat longwei mau berusaha bangun, Hanna melarangnya.
"kakak gak usah bangun, kakak ini masih sakit! " kata Hanna.
"kakak, mau apa biar fang ambilkan? " kata Hanna.
"aku mau minum" kata longwei.
Hanna pun bergegas mengambilkan minum yang ada di meja kamar longwei.
"ini kak! " kata Hanna.
"Terima kasih! " kata longwei.
longwei pun meminum air itu dengan perlahan.
"kamu kenapa bisa masuk? " kata longwei.
"karena pintu kamar kakak tidak di kunci" kata Hanna.
"pak zimo juga sudah panggil dokter, sebentar lagi juga datang" kata Hanna.
saat longwei menaruh gelas minumnya, Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar longwei.
"tok..! " suara pintu kamar longwei.
"masuk!"kata longwei.
"itu seperti nya pak zimo dan dokter kakak sudah datang! " kata Hanna.
"aku mau balik ke kamar dulu" kata Hanna.
"tunggu jangan pergi!" kata longwei.
"bisakah kamu temani aku dulu! " kata longwei.
"baiklah, tapi aku boleh telepon dengan temanku sebentar" kata Hanna.
"boleh, tapi jangan jauh-jauh dari pandanganku" kata longwei.
"baiklah aku ada di balkon kamar kakak! " kata Hanna.
longwei menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya.
lalu dokter dan pak zimo datang, dokter pun memeriksa longwei dengan teliti.
sedangkan longwei hanya memandangi balkon kamarnya yang ada fang yang sedang menelepon temannya.
"dia itu bicara dengan siapa sih? "pikir longwei.
" tersenyum kayak gitu! "pikir longwei.
sampai-sampai dokter yang dari tadi menjelaskan kondisinya, tidak diperdulikan oleh longwei.
" tuan harus di suntik dan di infus sebentar"kata dokternya longwei.
"terserah dokter! " kata longwei.
"tuan nanti di suntik pakai jarum, tuan baik-baik saja! " kata pak zimo.
"ya! " kata longwei.
longwei yang dari tadi hanya memandangi fang, lalu tersadar setelah melihat dokternya memegang jarum suntik.
longwei yang dari dulu paling takut dengan jarum suntik, merasa kaget setelah dokter mengeluarkan suntik dari tasnya.
"tunggu dok! " kata longwei.
"dokter sedang apa? " kata longwei.
"kan tadi sudah saya jelaskan! " kata dokter longwei.
"anda harus di suntik lalu di pasang infus, anda tadi bilang terserah saya! " kata dokter longwei dengan tegas.
"dokter kan tau sendiri, saya takut jarum suntik" kata longwei.
"tapi ini harus tuan longwei biar anda segera sembuh!"kata dokter longwei.
"pak zimo bawa dokter ini pergi! " kata longwei.
"maaf, tuan tapi ini demi kebaikan anda! " kata pak zimo.
"tunggu.. dok! " teriak longwei.
Hanna yang selesai menelepon sahabatnya wei, melihat longwei yang merontah dia langsung masuk kedalam.
"ada apa ini pak zimo? " tanya Hanna.
"tuan takut sama jarum suntik, tapi dokter mengharuskan tuan di pasang infus" kata zimo.
"kelihatannya saja pria dingin tapi takut dengan jarum suntik" pikir Hanna.
"mungkin cara yang biasa mamaku gunakan untuk memenangkan aku saat aku ketakutan pasti bisa" pikir Hanna.
tiba-tiba saja Hanna berjalan kearah longwei, lalu dia memeluk longwei yang merontah ketakutan.
"tidak apa-apa anak baik, semua akan baik-baik saja" kata Hanna sambil mengelus rambut longwei.
seketika itu juga longwei langsung terdiam dipelukan Hanna.
"sekarang kakak longwei tutup matanya, semua akan selesai" kata Hanna sambil memberi kode pada dokter untuk memasangkan infus nya.
"sekarang kakak buka matanya" kata Hanna.
saat longwei membuka mata, infus sudah terpasang di tangannya,dia pun terkejut setelah melihatnya.
"kapan infus ini terpasang kenapa aku tidak merasakannya" kata longwei.
"nona benar-benar pintar bisa menenangkan tuan longwei, dulu kami harus panggil empat pelayan laki-laki bahkan lebih memegang tuan" kata pak zimo.
"saya kira kami tidak bisa memasangkan infus sama tuan longwei" kata dokter itu.
"Terima kasih nona, nona bisa minta bantuan sekali lagi? " kata dokter.
"bisa! " kata Hanna.
"apa maksudmu dengan bisa? kata longwei yang mulai ketakutan.
Hanna pun duduk diranjang longwei.
" kak longwei ini kayaknya saja pria dingin tapi dengan suntikan saja takut"kata Hanna sambil senyum.
"jangan senyam senyum, kayak gitu aku tidak suka! " kata longwei.
"saat kakak takut tutup saja mata kakak dan bayangkan orang yang kakak sukai! " kata Hanna.
longwei pun menutup matanya, saat menutup matanya dokter menyanyikan obat pada longwei.
saat longwei menutup matanya dia melihat wajah fang yang tersenyum.
"sekarang sudah selesai saya mau balik kekamar dulu! " kata Hanna.
"baik nona! " kata pak zimo.
Hanna pun berjalan kembali ke kamarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments