웃음없는 날은 쓸모없는 날입니다. 미소 짓고 하루를 즐기는 것을 잊지 마세요,
us-eum-eobsneun nal-eun sseulmo-eobsneun nal-ibnida. miso jisgo haluleul jeulgineun geos-eul ij-ji maseyo
(Hari tanpa tertawa adalah hari yang tidak berguna. Jangan lupa tersenyum dan menikmati harimu)
🌼🌼🌼
" Siapkan pesawat ku" pinta Maxim
" anda ingin kemana pak?" tanya pegawainya
" Paris " jawab Maxim singkat
Maxim berangkat menuju ke Hanggar Pesawat Pribadinya .
Dia akan melakukan penerbangan pada malam ini.
" kau harus membawaku secepatnya ke Paris " perintah Maxim
" paling cepat 14 jam Tuan" jawab Pilot tersebut.
" lakukan semaksimal mungkin, lebih ceper lebih baik kalau kau masih mau bekerja denganku " perintah Max
Didalam pikirannya hanya memikirkan Javier, dia ingat Briana pernah memadu kasih dengan pengusaha di Negara Perancis.
"excuse me Sir do you want something? or want to drink something" tanya Salah satu pramugari pada Maxim
" Toraja Coffe " jawab Maxim
"OK, I'll bring it right away, sir" jawab Pramugari tersebut lalu undur diri
Tak berapa lama kopi Maxim diantarkan, dia mencoba menenangkan dirinya.
" aku bisa gila karena wanita itu" umpat Maxim
🌼🌼🌼
Sedangkan di Kota Paris
Briana dan Clara sedang menikmati pemandangan Menara Eiffel dari jendela hotel mereka.
" kau masih memendam perasaan pada Javier Bi?" tanya Clara
" aku rasa tidak Ra, perasaanku padanya sudah seperti teman yang lama tak bertemu" jawab Briana
" sepertinya dia masih memendam perasaannya padamu Bi" kata Clara
" atau kau CLBK Dengan Maxim?" sindir Clara
" apa aku sudah tak waras?" ejek Briana
" karena dia tak mungkin menyuruh Bram mengikutimu" tanya Clara
" aku sudah menyelamatkan putrinya, dia ingin membalas budiku" jelas Briana
"Apa kau yakin?" tanya Clara
" tentu saja, dia adik ipar ku" jelas Briana menekankan.
" Baiklah Bi, ayo kita tidur" ajak Clara
" ya, besok aku akan sibuk sekali" ejek Briana
Clara dan Briana sudah terlelap dengan mimpi masing masing.
🌼🌼🌼
Pukul 05.00 Paris
Seseorang mengetuk pintu kamar hotel Clara dan Briana.
" Siapa pagi pagi sudah berisik?" umpat Clara
Briana masih terlelap dalam tidurnya.
Mau tak mau Clara yang keluar membuka pintu.
" Bram... " kata Clara dengan Kesal
" maafkan saya sudah menggangu istirahat Anda " kata Bram
Clara diam saja, yang lebih mengejutkan lagi dia melihat lelaki yang gak asing baginya.
" Max.." kata Clara
" lama tak jumpa Nona Clara " sindir Maxim
Clara buru buru ingin menutup pintu, dia tak ingin mereka masuk ke dalam kamar karena kondisi kamar sedang kacau balau.
" kalian tunggu lah, kami akan keluar beberapa menit lagi" bujuk Clara
" Nenek siapa yang datang, kalian berisik sekali" Umpat Briana baru bangun tidur
Briana bangun dari tempat tidur dengan setengah sadar serta masih memakai baju tidurnya yang lumayan menggoda.
Maxim Memukul kepalanya Bram dengan frustasi karena ulah Briana.
" Briana Rodriguez..." Maxim meneriakinya
Mendadak Briana membuka matanya dengan jelas setelah mendengar teriakan lelaki yang tak asing baginya.
" jadi lelaki sialan ini yang sejak tadi berisik di kamar ku" pikirnya
" Ganti bajumu sekarang!" perintah Max
" kenapa kau berisik sekali Tuan" gerutu Briana
" kenapa kau memakai baju menggelikan seperti itu? kau tak lihat disini ada lelaki?" bentak Maxim.
" ini kamarku, terserah aku kalau anda tak suka silahkan keluar" perintah Briana
Clara tak ingin melihat pertengkaran antara Maxim dan Briana, dia lalu menggandeng briana ke kamar mandi untuk mengganti baju mereka.
" kau ini apa apaan ? kenapa mengalah demi lelaki sialan itu?" ejek Briana
" aku tak ingin berdebat dengan mereka Bi, kau lihat saja pandangan mata Maxim td seperti apa" jelas Clara.
" lalu? kau ingin aku mandi lebih awal?" tanya Briana
Briana dan Clara mandi bergantian, setelah itu mereka berencana sarapan .
Maxim dan Bram masih mengunggu mereka.
" Ra kenapa mereka masih disini ?" tanya Briana sambil berbisik
" aku tak tahu "bisik Clara
" apa yang kalian lakukan disini tuan tuan? "tanya Briana
" aku hanya mampir, Keana menitipkan salam untukmu. kau pikir aku mencarimu?" ejek Maxim
Mendengar penuturan Maxim, Briana sedikit kesal.
" ayo Ra, kita keluar daripada aku kesal" ajak Briana
" ayo " ajak Clare.
Mereka keluar tanpa memperdulikan Maxim dan Bram.
" kenapa dulu kau betah dengannya Bi ?" tanya Clara
" aku juga tak tahu" jawab Briana
Briana dan Clara menikmati breakfast servis dari hotel mereka.
Maxim dan Bram mengikuti mereka dan duduk dalam satu meja yang sama.
" aku kehilangan nafsu makanku" batin Briana
" hubungi fotografer nya Ra, aku ingin dimajukan photoshoot nya " pinta Briana
" kau akan bencana kemana?" tanya Clara
" jalan jalan, aku sudah lama tak ke Paris" jawab Briana
" kau ada janji dengan Javier ?" tanya Clara memanasi Maxim
" memang dengan siapa lagi " jawab Briana
Mendengar hal itu membuat Maxim naik darah.
" apa wanita itu sengaja mencari gara gara dengan ku? apa dia tak tahu alasan aku kesini?" umpat Maxim dalam hati
" tak bisa " kata Maxim tiba tiba
" kenapa ?" tanya Clara.
" kita akan pulang hari ini, aku sudah mengatakan pada Sam" kata Maxim
" kami bisa pulang sendiri" jawab Briana
" tak bisa, Keana ingin bertemu denganmu" bujuk Maxim
" kenapa? aku bukan Baby sitternya " jawab Briana
" kau sudah janji padanya Bi" sindir Maxim
" aku kenyang, ayo Ra kita pergi " ajak Briana
🌼🌼🌼
Hai readers tersayang minta dukungannya
like, share , komen dan Vote
Terimakasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Inna Wati
suka dgn karya author ni..crta y ringkas padat GK berbelit dan banyak hal yg lain dri yg lain
2020-10-24
2
i'm
woh di sensor😂😂😂😂
2020-09-18
3
[AIANA]
si Max itu nggak laki amat sih
menggunakan anaknya untuk kepentingannya sendiri
aku kaum yg menolah mereka balikan
2020-08-10
2