Hidup tak pernah lepas dari masalah, karena masalah adalah salah satu cara Tuhan menjadikanmu pribadi yg lebih kuat dan dewasa.
🌼🌼🌼
Clara menyiapkan semua kebutuhan Briana selama di Paris.
Tepat Pukul 11.00 waktu Paris mereka datang ke kantor Majalah Elle.
" Bonjour, mademoiselle Briana. ça fait longtemps ( Selamat siang nona Briana , sudah Lama kita tak bertemu) sapa Manager Pihak Elle
" Madame Tamara, je vous en supplie. nous nous sommes rencontrés il y a un an ( Nyonya Tamara lama kita tak bertemu, terakhir kali kita bertemu setahun yang lalu)" sapa Briana
" Your French accent is still pretty good miss, I guess after failing to be a French you will forget it" sindir Tamara
"I will not forget the good memories while in Paris" jawab Briana
Setelah percakapan basa basi, Tamara mengantar Briana untuk Wawancara .
Adam dan Clara menunggunya didepan.
" Apa anda tak bosan mengikuti kami Tuan ?" tanya Clara
" ini pekerjaan, aku lebih bosan bila menjadi pengangguran bila tak mengikuti kalian " sindir Bram
"kelihatannya kau tak betah ikut bosmu" ejek Clara
" siapa bilang, aku sudah bertahun tahun ikut Beliau" kilah Bram
" untuk pria brengs*k seperi Maxim?" tanya Clara mengejek Bram
Mereka tertawa bersama hingga Briana menyindir mereka
" kelihatannya kalian sudah lebih akrab" sindir Briana
" kalau kedua Bos kita tak bisa bersama kenapa kami assisten tidak boleh bersama " ejek Clara
" Oya, aku turut senang melihat kalian bersama" goda Briana
" Anda terlalu banyak memuji Bu" kata Bram
" ayo kita pergi, apa kalian tak lapar?" ajak Briana
Mereka memesan Taxi ke sebuah restoran.
" Bu apa saya bisa bertanya ?" tanya Bram
" tolong jangan panggil aku Bu, aku belum tua Bram" pinta Briana
" saya bisa dipenggal pak Maxim bila tak menuruti beliau" goda Bram
" ya sudah Bram, terserah kau saja" jawab Briana
" Bu, apa maksudnya anda gagal jadi orang Paris ?" tanya Bram
" jadi kau belum tahu gosip itu dulu" ejek Clara
" Ra, hubungan antara aku dan Javier sudah lama sekali" jelas Briana
" maksudnya ?" tanya Bram
" aku dulu pernah memiliki hubungan dengan seorang pria Disini" jelas Briana
" Benarkah ?" selidik Bram
"Kau tak liat pesonaku ?" tanya Briana dengan Narsis
Mereka bertiga tertawa bersama sama.
Briana dan Clara tak menyangka bila Bram tak se nyebelin Maxim.
Saat mereka sedang asyik ngobrol sambil menunggu makanan datang, seseorang menghampiri meja Merka
" Javier... !!" sebut Briana tegas
Clara dan Bram lalu menoleh ke belakang.
" Dan tebakan Briana benar " ucap Clara lirih melihat pria Paris tersebut
" Kau masih mengingatku Ana" kata Javier
Briana membalikan badannya melihat mantan kekasihnya yang dulu.
" aku bisa mengetahuimu dari wangi parfummu" jawab Briana
" kau tak berubah Ana" goda Javier
" apa aku boleh gabung dengan kalian" pinta Javier
Clara mengangguk mengiyakan. Terlihat raut wajah Bram tak menyukai Javier.
" bagaimanapun juga ini rival bos" pikirnya
" kau masih saja bisa berbahasa Indonesia Jav" sindir Briana.
Bram ingin segera melaporkan hal ini kepada Maxim, tapi momennya tidak tepat.
" kau sudah memiliki kekasih baru Ana?" tanya Javier melirik Bram
" dia assistennya temanku" jawab Briana
" kenalkan aku Javier " sapa Javier sambil mengulurkan tangan pada Bram
" saya Bram, " jawab Bram sambil menjabat tangan Javier
" Bos rivalmu kali ini cukup sempurna dari semuanya" batin Bram
Mereka berempat lalu memutuskan jalan jalan bersama.
Meski masih ada rasa canggung antara Javier dan Briana. Untung ada Clara yang menengahi.
" Besok kita lanjutkan ini sudah petang" jelas Javier setelah mengantar mereka kembali ke hotel
" Oke terimakasih " jawab Clara
Briana tersenyum kepada Javier.
Bram berusaha mengubungi Maxim saat sampai kamar hotel. Tapi Maxim tak mengangkat telponnya.
Lalu Bram mengirimi pesan pada Maxim
" Bos, ada kabar buruk. Wanitamu tadi bertemu mantan kekasihnya " tulis Bram
🌼🌼
Maxim sedang memimpin rapat tak mengetahui bila Bram menelponnya.
Baru setelah meeting selesai dia membuka handphone nya
Dia melihat berkali kali Bram mencoba menghubunginya. Bram mengirim pesan untuknya
"Bos, ada kabar buruk. Wanitamu tadi bertemu mantan kekasihnya " tulis Bram
" Batalkan semua jadwalku hingga sore Diana" pinta Maxim pada Diana
Lalu dia menghubungi Maria.
" Ma, bisakah kau menjemput Keana pulang dari rumah sakit?" tanya Maxim
" mama sekarang sedang bersamanya" jawab Maria
" aku tak bisa menjemput kalian, aku ada urusan " kata Maxim lalu memutuskan telponya.
Max menghubungi pegawainya. Sam belum pulang dia masih menunggu Briana dan Bram di paris.
" Siapkan pesawat ku" pinta Maxim
" anda ingin kemana pak?" tanya pegawainya
" Paris " jawab Maxim singkat
Bersambung..
🍁🍁🍁
Hai readers tersayang minta dukungannya
like, share , komen dan Vote
Terimakasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Jingga
orang kaya ma bebas tinggal terbang🤣🤣🤣🤣
2021-01-01
1
Thenri Angga
semangat briana tentukan pilihanmu, lanjut thour😅💪💪💪
2020-12-03
0
elvi nopricha
aduh..model byk banget y pacar..
2020-09-27
1