"Kenangan tentangmu sudah seperti rumah bagiku. Sehingga setiap kali pikiranku melayang, pasti ujung-ujungnya akan selalu kembali kepadamu."
🍁🍁🍁
Papa Briana menghampiri Maxim, mereka membahas masalah proyek Super Block.
Briana memperlihatkan wajah tak suka dari kejauhan melihat keakraban mereka.
Karena sudah kesal, Briana mengajak Adam pulang. Namun Adam menerima panggilan mendadak.
Briana pun berjalan sendiri, Namun tiba tiba lampu padam.
" aaaarghhhh " suara teriakan Briana
Mendengar teriakan Briana , Maxim dan papanya berlari kearah Briana di lorong Hotel.
Dengan memakai Flashlight handphonenya Maxim dapat menemukan Tubuh Briana yang sudah terbaring di lantai hotel.
Papanya menghampirinya dan akan membawa Briana pulang.
" aku akan membawanya pulang" pinta Tomi
" kenapa tak kerumah sakit saja pah ?" tanya Maxim
" Briana. tak apa apa, dia hanya pingsan karena dia fobia kegelapan" jelas papanya sambil mengangkat tubuh Briana
" Biar saya saja pah yang melakukannya "pinta Maxim
Maxim lalu membawa Briana ke mobil Tomi.
" papah yakin dia tak apa apa ?" tanya Maxim
" tenang saja, dia hanya pingsan" jawab Tomi
Tomi dan Adam beserta sopir membawa Briana pulang kerumahnya.
🍁🍁
Besok paginya Briana sudah sehat seperti sedia kala.
Sekarang dia sedang sarapan bersama papanya dan Maria
" bagaimana keadaanmu nak ?" tanya Tomi
" always fine pa" jawab Briana
" kau lelah sejak mendonorkan darah untuk Keana Bi" jelas Maria
" aku sudah baik baik saja " jelas Briana
" apa kau mau ikut menjenguknya, ini weekend" ajak Maria
" aku ..." kata Briana terpotong
" kau pasti masih marah dengan Daddynya " tebak Maria
" itu tak benar Tante" kilah Briana
" baiklah aku dan papamu setelah ini akan kesana " kata Maria
" Titip salam saja " kata Briana
" untuk Daddy Keana?" ejek papanya
Briana memuncratkan makanan dimulutnya
" Bagaimana bisa " rengeknya
" papa hanya bercanda nak " goda Papanya
🌼🌼
Ruang VIP Rumah Sakit Pondok Indah
Maria menemani Keana di dalam ruang rawatnya, sedangkan suaminya pergi ada urusan sebentar.
Briana datang mengetuk pintu. Keana senang sekali melihat Briana menjenguk nya
" hi Princess, how about you?" tanya Briana
Keana memberikan muka masamnya.
" Aunty meninggalkan Keana " rengeknya
" im sorry, i hope you can forgive me" pinta Briana
" Dari tadi Keana tak mau makan" jelas Maria
" Makanlah, aku akan mentraktirmu makan es krim " bujuk Briana
Keana menggelengkan kepalanya,
" Keana tak mau makan " kata Keana merajuk
" Keana mau makan apa?, aunty akan memberikannya" bujuk Briana
" berjanjilah satu hal nanti Keana baru mau makan" kata Keana
Briana mengambil tempat makan Keana akan menyuapinya.
" baiklah aunty janji, setelah itu kau makan" bujuk Briana
" berjanjilah aunty mau jadi mama Keana baru keana akan makan " rengek Keana
Mendengar permintaan Keana , Briana tak dapat berfikir jernih tiba tiba dia menjatuhkan makanan keana kelantai dengan bengongnya
Keana lalu memeluknya dan sesekali merayunya.
" Bisakah Keana memanggilmu Mommy?" pinta Keana
" Keana tak bisa begitu, aunty Briana sudah memiliki pacar" bujuk Maria
Tetapi bukannya melunak, Keana makin kencang menangis. Briana binggung apa yang harus dilakukannya.
Briana lalu menenangkan keana dan memeluknya.
" aku akan menjadi mamamu, tapi kau harus makan " pintanya
Dengan perasaan gembira Keana berhambur dipelukan Briana.
" Baik mommy" kata Keana dengan tertawa
Tanpa mereka sadari Maxim sudah didepan pintu kamar rawat Keana .
Karena posisi Briana membelakangi pintu dan Maria terlalu fokus pada cucunya.
" Daddy ..." ucap Keana
" What Daddy ...!!! oh God this more complicated " lirih Briana dengan menundukkan kepalanya.
" aku akan membelikanmu makan, kau mau apa princess ?" kata Briana mengalihkan pembicaraan.
" saur Sally" ucap Keana
" what Ice cream?" tanya Briana
" mommy sudah janji tadi ?"
" Ya Tuhan, aku bisa dibunuh papamu " batinya
" No ice cream, never " pinta Maxim
" kau dengar, daddymu marah " bujuk Maria.
" Aku akan pergi membelikanmu yang lain " bujuk Briana akan pergi
" jangan lama lama, Keana menunggu mommy"
" what ??? are this joke ?" pikirnya dengan muka heran.
" oke" janji Briana dengan pergi meninggalkan mereka.
Maxim mengikutinya dari belakang,
" dengan apa yang kau janjikan pada putriku tadi kau tak ingin menjelaskannya padaku " pinta Maxim
Briana membalikan badannya begitu mendengar Maxim.
" tak perlu dipikirkan, aku hanya ingin merayunya " jawab Briana
" apa kau yakin ?" tanya Maxim lagi
" tentu saja"
" kenapa kau ingin menyenangkannya ?" tanya Maxim menggenggam tangan Brian meminta penjelasan.
" kalau kau jadi aku apa yang akan kau lakukan?" kata Briana frustasi
"aku akan melakukan yang terbaik untuk Keana " jawab Maxim dengan melotot
" Lepaskan aku, apa kau tak dengar anakmu minta dibelikan makanan" bentak Briana
" itu tugasku " jawab Maxim judes
" Baiklah, Tuan sok tahu aku berterimakasih padamu karena aku bisa gugur dari permintaan anakmu" ejek Briana
" kau ikut denganku " kata Maxim menyeret Briana pergi.
🍁🍁🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Debu Permata
semakin ke sini q mulai paham dan sukaaaa ceritanyaa....
2021-02-06
1
KARTIKA RESKY
aku suka ceritanya thorr...❤️❤️
2021-02-05
1
Mamaxe Azalah
keana nae sopo darahnya g sm sm maxim, aishh,,,
2020-12-24
0