“Kamu itu majas, terlihat rumit dan lain. Tapi penuh keindahan.”
🍁🍁🍁
Pagi Hari Pondok Indah Golf Apartemen
Bunyi handphone membuyarkan tidur Briana.
Setelah melihat si penelpon lalu dia mengangkat nya
"Kenapa kau berisik sekali," gerutu Briana
"eh Oma kau harus bangun pagi" ejeknya
"Sialan...," umpat Briana pada Mona Managernya
"Hari ini jangan lupa kau ada pemotretan iklan," kata Mona
"iya bawel, kau sungguh merepotkan," marah Briana yang sudah terganggu waktu tidurnya
"Clara akan menjemputmu Oma,"
"aku mau tidur lagi," kata Briana menutup telpon
"Oma kau keterlaluan," pekik Mona
Briana, Mona dan Clara adalah teman dari SMA. setelah Lulus dari SMA mereka pisah karena tak kuliah di tempat yang sama.
Briana dikirim Papa ke Inggris, Briana tak protes karena itu ide tak buruk daripada dia harus serumah dengan nenek sihir Maria.
Setelah Mereka selesai Kuliah mereka kembali bertemu dan saling kerja sama.
Clara menjadi asisten pribadi Briana sekaligus menjadi seorang guru les privat.
Sedangkan Mona, dia bekerja di sebuah talent management. Karena mereka bersahabat Mona lebih memilih resign dari tempatnya bekerja dan membantu Briana.
Tepat pukul 10.00 Clara menjemput Briana di lokasi pemotretan.
"hari ini kau tak nampak fit Bi?"
"Aku suntuk, semalam nenek sihir bikin ulah," curhat Briana
"jangan bawa masalah mu di kerjaan Bi, kau harus profesional," nasehat Clara
"kau pikir aku siapa ?" bentak Mona
"model papan atas" bisik Clara
Briana melakukan proses pemotretan , dia sangat menjiwai peran dalam memasarkan produk tersebut.
Tiba tiba handphone Briana berbunyi.
Clara mengangkatnya.
"Hallo, Briana masih take" jelasnya
"aku ingin bicara dengan putriku" jawab Papa Briana di sambungan teleponnya
Clara serba salah, dia takut dengan papa Briana
"Bi papamu ingin bicara" jelas Clara mendekati Briana yang sedang pengambilan photo
Briana menerima handphone nya
"Briana sedang bekerja papa"
"Kau ke RSPP sekarang sayang" perintah papanya
Briana menutup telponnya. Seenaknya saja papanya menyuruhnya ke rumah sakit.
Mau tak mau Briana meminta ijin ke kru shooting dan bergegas ke rumah sakit.
****
Briana mencari ruangan yang disebutkan papanya
Nampak dari luar adik tirinya terbaring lemas di bad rumah sakit.
Bukan hanya ada papanya, mama tiri dan Maxim juga ada di dalam kamar VIP tersebut.
Papanya memberikan nya sebuah foto USG.
"apa ini maksudnya papah?" tanya Briana tak mengerti
"Tania hamil," jawab Maria dengan singkat namun sedikit ketus.
"Maafkan aku kakak," Isak Tania dalam tangisnya.
"kenapa?" Briana masih belum mengerti
"Tania hamil dengan Maxim," jelas papanya tak dapat menahan diri untuk tidak segera membocorkan masalah besar ini.
Briana masih mencerna kata kata papanya.
Lalu dia menunduk. Dunianya serasa runtuh seketika.
"Everything all be good," jawab Briana
"Bi, maafkan aku," pinta Max sambil berlutut dikakinya
"Aku baik baik saja," kata Briana sambil menghindari Maxim ia tak kuasa menahan kesedihan yang kini mendera sekujur tubuhnya.
"Lalu apa yang harus papa lakukan?"
"Nikahkanlah Tania dengan Maxim papah," titah Briana disela rasa dahaga yang mencegat kerongkongannya.
"lalu bagaiman denganmu?" tanya Maria
"Im have to be fine," jelas Briana sambil tersenyum
"You have been lost Bi," batin Briana
"Tapi aku sungguh mencintaimu Bi, dan aku tak mungkin bisa menikahi Tania jangan hukum aku seperti ini," rintih Pria yang kini berada dalam masalah besar.
"Apa kau memikirkan ku saat kau melakukannya?" bentak Briana, dunianya kini serasa hancur. Apa yang sudah ia idam-idamkan selama ini harus ia kubur rapat. Briana menjadi seorang istri adalah impian dari papa dan teman-teman sejawatnya.
"Aku sedang mabuk kala itu," Jawab Maxim dengan merayu Briana agar tak membatalkan rencana pernikahan antara dirinya dengan model papan atas tersebut.
"Berhenti bergurau Max, kau sudah dewasa kau harus tahu resikonya," Bentak Briana tak kalah emosi dengan sang papa.
"Aku akan menikahi Tania, namun setelah bayi ini lahir aku akan menceraikannya," jelas Maxim dengan suara bergetar.
Plaaak sebuah tamparan keras mendarat dipipi Maxim
"Kau sudah menyakiti putriku Briana, apa kau akan menyakiti putriku Tania?"
"Kalau kau lelaki kau harus bertanggung jawab," imbuh papa Briana dengan nada semakin kesal.
"Briana setuju, semakin cepat semakin baik," kata Briana sambil berlalu meninggalkan ruangan tersebut.
Bukannya Briana ingin menghindar, tapi dia tak ingin semua orang melihatnya mengeluarkan air mata yang tak pantas ini.
Sambil berjalan menyelusuri lorong rumah sakit, air mata Briana tak sanggup dibendung lagi. Ia merasa semua orang yang ia cintai pergi begitu saja dari kehidupannya dengan sendirinya.
Hatinya begitu sakit mendengar kabar ini. kabar dimana orang yang berjanji selalu menemaninya berselingkuh dengan adik tirinya.
Briana merasakan apa yang dirasakannya waktu SMP. saat ibunya meninggal, ayahnya menikah kembali dengan Maria mama dari Tania.
Sungguh ironis memang hidup Briana.
Terlahir di keluarga kaya raya, tetapi tak mendapatkan sebuah cinta yang tulus.
Briana segera mengemudikan mobilnya ke apartemen nya .
Dia tak ingin seorangpun melihatnya dalam keadaan seperti ini
Pun sama halnya dengan Maxim, dia masih memikirkan Briana .
Bagaimana bisa dia melakukan ini padanya.
"Bi, aku harus apa?" kata Maxim sambil meneguk minumannya dengan frustasi.
"Bagaimana caraku menebus semua kesalahanku padamu?"
Maxim ingin menelpon Briana. Tetapi suara mailbox yang terdengar.
"Wanita itu tak mau mengangkat telpon dari aku," umpat Maxim sambil membanting botol Whiskey ditanganya.
****
3 hari kemudian
Briana benar benar menghindari semua keluarganya, dia hanya menghabiskan waktunya bersama Clara.
Mona meng cancel semua jadwal Briana.
Memang sahabatnya sangat mengerti dengan kondisi Briana.
Briana pun tak tinggal di apartemennya, dia lebih memilih tinggal bersama Clara dirumahnya .
sedangkan keluarganya sedang sibuk mempersiapkan pernikahan Taniadengan Maxim.
Bagaiman bisa Briana melihat itu semua, pernikahan yang sudah direncanakan matang matang dengan Maxim sudah gagal.
Dan yang lebih sakit lagi Maxim akan menikahi adik tirinya.
"This pain make me strong," kata Briana bermonolog pada dirinya sendiri sambil minum minum dengan Clara
"You deserve better Bi" jawab Clara.
"Apa kau akan datang ke pernikahan mereka?" tanya Clara terlihat kesal setelah apa yang sudah mereka lakukan pada sahabatnya.
"Entahlah,," sahut Briana acuh tak acuh
"Datanglah, dan tunjukan kau bisa kuat," bujuk Clara
"Aku akan mengajak kau," jawab Briana
"Bagaimana dengan Arga, dia sudah lama menyukaimu," nasehat Clara
"Aku tak ingin membawa orang lain di masalahku," kata Briana
"Lalu apa rencanamu selanjutnya?"
"Pergi jalan jalan, kau tahu aku sudah lama tak keliling dunia," goda Briana
"kau bisa saja Bi," Clara tersenyum kecut mendengar kata-kata yang terlontar dari mulut sahabat baiknya.
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
fina eva devanti
kok sm taniaa Thor 😢😢
2021-11-22
0
ZasNov
Sedih & bener2 nyesek...
Tunangan malah hamilin adik tiri, bener2 gila..
Tania juga sepertinya cuma pura2 baik.. 😪
Briana, kamu harus kuat ya.. Tunjukkan kamu bs bahagia..
2020-12-15
0
Uswatun Khasanah
bner2 Gila d tusuk dri belakang. d jodohkan terpaksa. menerima y. malah d rebut oleh adik tiri y nyesekkkkkk bgttt ampun cerita y.
bejat bgt cwok kbykan janji aja. 😱😰😰😡😡👿👿👿👿👿👿👿
2020-12-12
1