Kepedihan Yang Mendalam

Setelah mendengar perkataan dari Bibi Jian ekspresi Lei Tian memburuk, dalam sekejap suasana hatinya berubah.

Setelah menyapa sebentar dan memberi tahu Bibi Jian tentang hewan buruan yang baru saja ia dapatkan, Lei Tian segera menuju ke dalam kamar ibunya.

Di dalam kamar, ibunya sedang berbaring lemah dengan wajah yang terlihat semakin pucat, napasnya juga mulai berat.

"Uhuk"

"Uhuk"

Lin Mei terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya.

"Bu, apa yang terjadi?" ucap Lei Tian dengan panik.

"Tian'er maafkan ibu, ibu tidak bisa menjaga dan merawat mu hingga dewasa" ucap ibunya dengan suara serak.

"Ibu akan baik-baik saja" ucap Lei Tian sambil menahan air mata.

Meskipun ini bukan yang pertama ia melihat ibunya yang seperti ini, namun kali ini ia merasakan hal yang berbeda saat mendengar perkataan ibunya barusan.

Pada saat ini tiba-tiba wajah Lin Mei tersenyum, dari sudut pandangnya dari kejauhan ia seperti melihat seberkas cahaya yang mendekat dan semakin jelas membentuk tubuh suaminya.

Lin Mei merasakan kehangatan yang selama ini tidak pernah ia rasakan, rasa rindunya kini seolah terobati. Bayangan suaminya tersebut tersenyum bangga sambil menggenggam tangannya dengan penuh kasih sayang.

Rasa cinta yang selama ini terpendam, kini seolah berpadu dan memberikan sedikit kekuatan kepada Lin Mei untuk bertahan.

"Anak kita sudah besar, dia sangat mirip seperti mu" ucap Lin Mei seolah meracau tidak jelas.

Lei Tian melihat ibunya seperti itu langsung menangis, air matanya jatuh tak tertahankan lagi. Sementara Bibi Jian yang baru saja bergabung juga tidak kuasa menahan air matanya, ia tentu saja mengerti kondisi ibu Lei Tian yang sudah berada di akhir hidupnya.

"Akhirnya setelah sekian lama, kamu datang menjemput ku" ucap Lin Mei tanpa sadar.

Lei Tian yang tidak memahami ucapan ibunya barusan merasakan kesedihan yang mendalam, hatinya seperti ditusuk pisau yang sangat tajam pada saat ini.

Ibunya masih menyadari keberadaan Lei Tian, kemudian ia membuka mulutnya dan berkata.

"Tian'er sebenarnya ayahmu bernama Lei Yun Xi dan berasal dari Klan Lei di Kota Chengdu, semua rahasianya ada di sini" ungkap ibunya sambil memberikan sebuah cincin penyimpanan kepada putranya tersebut.

"Bu, bertahanlah! Aku akan menyelamatkan ibu" ucap Lei Tian mencoba menyemangati ibunya.

"Ibu sudah tidak kuat lagi, terakhir ibu berpesan kepadamu agar bisa menjadi lelaki yang berprinsip seperti ayahmu" pungkas ibunya sebelum menutup mata untuk selamanya.

"Bu.. Bangun bu!" ucap Lei Tian sambil mengguncang-guncang tubuh ibunya.

"Bu, jangan tinggalkan aku" raung Lei Tian dengan ratapan penuh kesedihan.

Air matanya terus menetes membasahi pipinya, ia tidak siap menerima kenyataan yang baru saja terjadi di depan matanya. Baru saja ia berpikir akan menyenangkan ibunya, namun kenyataan memang tidak selalu berjalan dengan yang diharapkan.

Lei Tian mengepal erat cincin penyimpanan pemberian ibunya, Lei Tian sangat bersedih, kini orang tua satu-satunya telah meninggal di saat ia masih membutuhkan bimbingan serta perhatian. Lei Tian merasa hidupnya serasa hancur, ia seperti tidak memiliki lagi semangat untuk hidup.

"Tuan muda, kamu harus tegar" ucap bibi Jian sambil mengusap punggung Lei Tian dengan lembut.

"Terimakasih Bibi Jian" jawab Lei Tian yang masih terpukul atas peristiwa yang baru saja ia alami.

Lei Tian masih memandangi tubuh ibunya, meski tak berdaya ia harus melewati hal seperti ini juga. Tampak wajah ibunya seperti sedang tersenyum, meski ada titik darah yang terdapat di sudut bibirnya hal itu tidak mengurangi makna dari senyuman itu sendiri.

"Bu, sebenarnya apa yang terjadi antara ibu dan ayah?" ucap Lei Tian dengan ekspresi bingung.

Bibi Jian yang memahami kondisi Lei Tian segera berkata.

"Seperti yang nyonya bilang tadi, sebenarnya Tuan Muda bermarga Lei dan merupakan putra dari Tuan Lei Yun Xi Patriark Klan Lei. Tuan Lei Yun Xi dikhianati oleh adik angkatnya sendiri yang bekerja sama dengan Sekte Serigala Hitam untuk menyingkirkan Patriark. Selain itu, masalah ini juga tidak sesederhana seperti yang di lihat, ada pihak lain yang ikut terlibat. Sedangkan Nyonya adalah putri dari Patriark Klan Lin, namun hubungan pernikahan Tuan dan Nyonya tidak mendapatkan restu sehingga Nyonya rela memutuskan hubungan keluarga dengan Klan Lin" ungkap Bibi Jian dengan wajah yang berlinang airmata.

"Demi melindungi kita semua dari ancaman pembunuhan, Tuan Lei Yun Xi menyertakan Gong Dun untuk pergi ke tempat ini" sambung Bibi Jian melanjutkan ceritanya.

Setelah mendengar cerita dari Bibi Jian, wajah Lei Tian menggelap, ia tidak menduga jika perjalanan hidup ayahnya sangat menyakitkan. Ia juga baru mengetahui hubungan cinta ibunya yang rela meninggalkan keluarga demi hidup bersama ayahnya.

"Ayah, ibu.. Aku tidak akan berhenti, aku akan melanjutkan cita-cita kalian. Aku juga akan tetap hidup dan membalas orang-orang yang telah memisahkan kita" ucap Lei Tian sambil mengepalkan tangannya.

"Tuan Muda, benda yang di tangan Tuan Muda adalah Cincin Penyimpanan. Hanya orang tertentu dan memiliki identitas dari keluarga besar yang bisa memakainya" ujar Bibi Jian.

"Bagaimana cara menggunakannya?" tanya Lei Tian bingung.

" Tuan muda hanya perlu menyuntikkan tenaga dalam saja dan memfokuskan perhatian kepada benda tersebut" ujar Bibi Jian yang sedikit tahu.

Dahulu ketika masih tinggal bersama Patriark Lei Yun Xi, ia juga sering mendengar percakapan dan pembahasan tentang dunia kultivator. Apalagi sebagai kepala pelayan di kediaman Patriark Lei, ia sering mendapatkan tugas mencatat dan mengidentifikasi beberapa barang berharga.

Kepercayaan ayah Lei Tian kepadanya begitu besar, meskipun pada saat itu ia hanyalah orang yang pernah diselamatkan oleh Patriark Lei Yun Xi dari ancaman kematian.

"Benda ini mengandung ruang kecil yang unik tempat menyimpan barang-barang tak bernyawa, mungkin luas dari ruang penyimpanan di dalamnya hanya tiga sampai empat meter saja. Benda seperti ini hanya biasa dipakai oleh Pimpinan Klan, selain harganya yang sangat mahal benda ini juga merupakan identitas yang mewakili kekayaan seseorang" ucap Bibi Jian.

Cincin penyimpanan sendiri memiliki beberapa tingkatan, yaitu rendah, sedang dan tinggi. Tingkat terendah bernilai puluhan ribu koin emas, cincin penyimpanan kelas menengah bernilai setidaknya seratus ribu koin emas. Sedangkan cincin penyimpanan bermutu tinggi, cincin penyimpanan kelas ini pada dasarnya termasuk dalam kategori tidak memiliki harga dan hanya dimiliki oleh orang yang sudah berumur ribuan tahun atau biasa disebut dengan kultivator abadi.

Lei Tian kemudian mengenakan cincin tersebut di salah satu jarinya, ia mengedarkan tenaga dalam ke cincin tersebut. Segera ia melihat pemandangan tumpukan koin emas yang hampir memenuhi ruangan seluas empat meter persegi tersebut.

Terpopuler

Comments

Karya Sujana

Karya Sujana

yess booomm

2024-03-20

1

Nur Tini

Nur Tini

kaya ... untuk apa kaya bila tak ada ilmu

2024-03-13

0

Sutarwi Ahmad

Sutarwi Ahmad

hayo bangkit ttan'er brjuanglah demikluargamu dan masa depanmu sebgai pendekar pilih tanding.

2024-02-25

2

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Malam Berdarah
3 Kondisi Lin Mei
4 Lei Tian Kecil Yang Malang
5 Sebuah Keanehan
6 Kemunculan Tanda Aneh
7 Memberi Pelajaran
8 Mengetes Kemampuan Sendiri
9 Kepedihan Yang Mendalam
10 Musibah Di Desa Gunung Batu
11 Melawan Perampok
12 Keajaiban Liontin Naga Petir
13 Zhao Yusi Yang Terpesona
14 Belajar Berkultivasi
15 Mulai Berlatih Teknik Beladiri
16 Menyempurnakan Teknik Dasar
17 Lebih Hebat Belati Atau Pedang?
18 Perasaan Zhao Yusi
19 Berpamitan
20 Menuju Sekte Belati Merah
21 Menjadi Murid Sekte Belati Merah
22 Pergi Ke Perpustakaan
23 Memilih Teknik Beladiri
24 Masa Lalu Yun Zixin
25 Ginseng Spiritual
26 Kejutan Tidak Terduga
27 Kelompok Sepuluh Besar
28 Teknik Dasar Memegang Belati
29 Menyerap Energi Batu Roh
30 Melatih Teknik Tubuh Ilusi
31 Apakah Aku Akan Diam Saja?
32 Mengalahkan Peringkat Ke Sepuluh
33 Kebencian Tao Ming
34 Dua Orang Kakak Beradik
35 Kericuhan Di Aula Murid Luar
36 Sahabat Sejati
37 Pertaruhan Penatua Song
38 Kembali Menerobos
39 Pendaftaran Peserta Pertandingan
40 Keberangkatan Zhao Yusi Ke Ibukota
41 Menyerah Untuk Yang Kedua Kali
42 Lei Tian Bertemu Shui Qing Lagi
43 Melahap Buah Apel Hitam
44 Hari Pertandingan
45 Tantangan Konyol
46 Berakhirnya Daftar Murid Teratas
47 Melawan Murid Peringkat Pertama
48 Kekesalan Shui Niao
49 Menjadi Yang Pertama
50 Identitas Ibunya Zhao Yusi
51 Teknik Penguatan Tubuh
52 Tiba Di Paviliun Murid Dalam
53 Menjadi Murid Penatua Song
54 Murid Inti Terlemah
55 Memurnikan Tubuh Dan Membentuk Tulang
56 Membela Shan Yuze
57 Melawan Murid Dalam
58 Memenangkan Taruhan
59 Pelajaran Dari Penatua Song
60 Mulai Dilatih Penatua Song Gui
61 Situasi Klan Lei
62 Kekacauan Di Kota Sichuan
63 Kekuatan Baru Lei Tian
64 Membuat Tujuh Tubuh Ilusi
65 Nasib Kang Tao Gwe
66 Sikap Cuek
67 Token Akademi Kekaisaran Qin
68 Kemarahan Penatua Mu Chen
69 Situasi Yang Memanas
70 Lei Tian Melawan Penatua Mu Chen
71 Memasuki Ranah Pendekar Dewa
72 Melepaskan Dengan Bangga
73 Simbol Ketua Sekte Belati Merah
74 Lei Tian Turun Gunung
75 Bertemu Kembali Dengan Gong Dun
76 Kharisma Lei Tian
77 Naga Air
78 Sikap Liu Shuai
79 Kejadian Tidak Terduga
80 Paviliun Ungu
81 Menaklukkan Senjata Spiritual
82 Berasal Dari Sekte Yang Sama
83 Merasa Dikerjai
84 Anggota Sekte Serigala Hitam
85 Berita Yang Keliru
86 Liontin Air Abadi
87 Rencana Penyerangan
88 Kepanikan Patriark Liu
89 Kerinduan Zhao Yusi
90 Kemunculan Lei Tian
91 Pertarungan Pembuka
92 Dimulainya Sesuatu Yang Besar
93 Keputusasaan Tetua Sekte Serigala Hitam
94 Kekalahan Patriark Bho Chah
95 Bertindak Nekad
96 Musnahnya Sekte Serigala Hitam
97 Kepanikan Lei Dong
98 Keakraban Zhao Yusi Dan Lei Tian
99 Ketidakhadiran Lei Tian
100 Kemunculan Fei Hung
101 Keputusasaan Klan Lei
102 Menyelesaikan Dendam Masa Lalu
103 Menghabisi Para Pengkhianat
104 Keberadaan Pendekar Tingkat Abadi
105 Menyusun Rencana
106 Kedatangan Patriark Liu
107 Kepergian Lei Tian
108 Cerita Tentang Lei Tian Yang Sesungguhnya
109 Panglima Perang Wanita Yang Kejam
110 Tiba Di Gerbang Timur
111 Kembali Menerobos
112 Bertemu Shio Mei
113 Kekesalan Jenderal Shen Hua
114 Perubahan Situasi
115 Teknik Tubuh Ilusi Tingkat Sempurna
116 Kemenangan Yang Di Depan Mata
117 Shio Mei Yang Sebenarnya
118 Seorang Saksi Mata
119 Kabar Duka Lei Tian
120 Kondisi Tubuh Istimewa
121 Berduka Untuk Lelaki Yang Sama
122 Leluhur Akong
123 Rahasia Belati Merah
124 Ulah Konyol Patriark Sekte Belati Merah
125 Keutamaan Tulang Naga
126 Benci Jadi Cinta
127 Kepercayaan Liu Shuwan
128 Perkembangan Baru
129 Pemberontakan Shio Mei
130 Pemberontakan Shio Mei (2)
131 Pemberontakan Shio Mei (3)
132 Nasib Zhao Yusi
133 Memasuki Ranah Keabadian
134 Jiwa Pedang Spiritual
135 Menyelamatkan Putri Qin Qian
136 Rencana Jahil Kakek Akong
137 Melakukan Kultivasi Ganda
138 Malam Yang Panjang
139 Hubungan Istimewa
140 Berjalan Bersama
141 Menuju Sekte Perisai Api
142 Keinginan Patriark Sekte Perisai Api
143 Kecemburuan Zu Feng
144 Kemunculan Leluhur Sekte Perisai Api
145 Sikap Zu Kai
146 Ingin Jalan-jalan Bersama
147 Nasib Li Yifei
148 Mempelajari Kitab Pengobatan
149 Ramuan Peningkat Tenaga Dalam
150 Bertemu Di Ibukota Dalam Lima Hari
151 Keahlian Sastra Lei Tian
152 Sebuah Pengakuan
153 Ditemani Khu Ching
154 Aksi Heroik Khu Ching
155 Tiba di Paviliun Ungu
156 Lei Tian Masih Hidup?
157 Kabar Bahagia
158 Kegemparan Paviliun Murid Dalam
159 Aura Persaingan Putri Qin Qian
160 Kebahagiaan Zu Sanfeng
161 Menunggu Kekacauan
162 Kehancuran Sekte Teratai Ungu
163 Satu Orang Pendekar Keabadian Tewas
164 Tubuh Khusus Li Yifei
165 Kekuatan Karekteristik Es
166 Sikap Keras Kepala
167 Kecurigaan Yun Zixin Dan Shan Yuze
168 Keinginan Qin Qian
169 Keadaan Yang Ambigu
170 Senangnya Dalam Hati
171 Identitas Lei Tian Mulai Terbuka
172 Pernikahan Zhao Yusi
173 Berjumpa Lei Tian
174 Keterkejutan Zhao Yusi
175 Kemarahan Qin Qian
176 Kemunculan Yang Mi
177 Pertarungan Yang Mi Vs Lei Tian
178 Satu Lagi Binasa
179 Kekuatan Lain
180 Menguasai Akademi Kekaisaran
181 Bunga Alphine
182 Bakat Terpendam
183 Mulai Meningkatkan Kekuatan
184 Kejutan Untuk Kaisar Qin Lau
185 Sejarah Baru
186 Tidak Dapat Dihindari
187 Keterkejutan Para Pendekar Keabadian
188 Lei Tian Terluka
189 Memasuki Ranah Puncak Pendekar Keabadian
190 Kematian Fei Zhiwu
191 Akhir Yang Bahagia (TAMAT)
Episodes

Updated 191 Episodes

1
Prolog
2
Malam Berdarah
3
Kondisi Lin Mei
4
Lei Tian Kecil Yang Malang
5
Sebuah Keanehan
6
Kemunculan Tanda Aneh
7
Memberi Pelajaran
8
Mengetes Kemampuan Sendiri
9
Kepedihan Yang Mendalam
10
Musibah Di Desa Gunung Batu
11
Melawan Perampok
12
Keajaiban Liontin Naga Petir
13
Zhao Yusi Yang Terpesona
14
Belajar Berkultivasi
15
Mulai Berlatih Teknik Beladiri
16
Menyempurnakan Teknik Dasar
17
Lebih Hebat Belati Atau Pedang?
18
Perasaan Zhao Yusi
19
Berpamitan
20
Menuju Sekte Belati Merah
21
Menjadi Murid Sekte Belati Merah
22
Pergi Ke Perpustakaan
23
Memilih Teknik Beladiri
24
Masa Lalu Yun Zixin
25
Ginseng Spiritual
26
Kejutan Tidak Terduga
27
Kelompok Sepuluh Besar
28
Teknik Dasar Memegang Belati
29
Menyerap Energi Batu Roh
30
Melatih Teknik Tubuh Ilusi
31
Apakah Aku Akan Diam Saja?
32
Mengalahkan Peringkat Ke Sepuluh
33
Kebencian Tao Ming
34
Dua Orang Kakak Beradik
35
Kericuhan Di Aula Murid Luar
36
Sahabat Sejati
37
Pertaruhan Penatua Song
38
Kembali Menerobos
39
Pendaftaran Peserta Pertandingan
40
Keberangkatan Zhao Yusi Ke Ibukota
41
Menyerah Untuk Yang Kedua Kali
42
Lei Tian Bertemu Shui Qing Lagi
43
Melahap Buah Apel Hitam
44
Hari Pertandingan
45
Tantangan Konyol
46
Berakhirnya Daftar Murid Teratas
47
Melawan Murid Peringkat Pertama
48
Kekesalan Shui Niao
49
Menjadi Yang Pertama
50
Identitas Ibunya Zhao Yusi
51
Teknik Penguatan Tubuh
52
Tiba Di Paviliun Murid Dalam
53
Menjadi Murid Penatua Song
54
Murid Inti Terlemah
55
Memurnikan Tubuh Dan Membentuk Tulang
56
Membela Shan Yuze
57
Melawan Murid Dalam
58
Memenangkan Taruhan
59
Pelajaran Dari Penatua Song
60
Mulai Dilatih Penatua Song Gui
61
Situasi Klan Lei
62
Kekacauan Di Kota Sichuan
63
Kekuatan Baru Lei Tian
64
Membuat Tujuh Tubuh Ilusi
65
Nasib Kang Tao Gwe
66
Sikap Cuek
67
Token Akademi Kekaisaran Qin
68
Kemarahan Penatua Mu Chen
69
Situasi Yang Memanas
70
Lei Tian Melawan Penatua Mu Chen
71
Memasuki Ranah Pendekar Dewa
72
Melepaskan Dengan Bangga
73
Simbol Ketua Sekte Belati Merah
74
Lei Tian Turun Gunung
75
Bertemu Kembali Dengan Gong Dun
76
Kharisma Lei Tian
77
Naga Air
78
Sikap Liu Shuai
79
Kejadian Tidak Terduga
80
Paviliun Ungu
81
Menaklukkan Senjata Spiritual
82
Berasal Dari Sekte Yang Sama
83
Merasa Dikerjai
84
Anggota Sekte Serigala Hitam
85
Berita Yang Keliru
86
Liontin Air Abadi
87
Rencana Penyerangan
88
Kepanikan Patriark Liu
89
Kerinduan Zhao Yusi
90
Kemunculan Lei Tian
91
Pertarungan Pembuka
92
Dimulainya Sesuatu Yang Besar
93
Keputusasaan Tetua Sekte Serigala Hitam
94
Kekalahan Patriark Bho Chah
95
Bertindak Nekad
96
Musnahnya Sekte Serigala Hitam
97
Kepanikan Lei Dong
98
Keakraban Zhao Yusi Dan Lei Tian
99
Ketidakhadiran Lei Tian
100
Kemunculan Fei Hung
101
Keputusasaan Klan Lei
102
Menyelesaikan Dendam Masa Lalu
103
Menghabisi Para Pengkhianat
104
Keberadaan Pendekar Tingkat Abadi
105
Menyusun Rencana
106
Kedatangan Patriark Liu
107
Kepergian Lei Tian
108
Cerita Tentang Lei Tian Yang Sesungguhnya
109
Panglima Perang Wanita Yang Kejam
110
Tiba Di Gerbang Timur
111
Kembali Menerobos
112
Bertemu Shio Mei
113
Kekesalan Jenderal Shen Hua
114
Perubahan Situasi
115
Teknik Tubuh Ilusi Tingkat Sempurna
116
Kemenangan Yang Di Depan Mata
117
Shio Mei Yang Sebenarnya
118
Seorang Saksi Mata
119
Kabar Duka Lei Tian
120
Kondisi Tubuh Istimewa
121
Berduka Untuk Lelaki Yang Sama
122
Leluhur Akong
123
Rahasia Belati Merah
124
Ulah Konyol Patriark Sekte Belati Merah
125
Keutamaan Tulang Naga
126
Benci Jadi Cinta
127
Kepercayaan Liu Shuwan
128
Perkembangan Baru
129
Pemberontakan Shio Mei
130
Pemberontakan Shio Mei (2)
131
Pemberontakan Shio Mei (3)
132
Nasib Zhao Yusi
133
Memasuki Ranah Keabadian
134
Jiwa Pedang Spiritual
135
Menyelamatkan Putri Qin Qian
136
Rencana Jahil Kakek Akong
137
Melakukan Kultivasi Ganda
138
Malam Yang Panjang
139
Hubungan Istimewa
140
Berjalan Bersama
141
Menuju Sekte Perisai Api
142
Keinginan Patriark Sekte Perisai Api
143
Kecemburuan Zu Feng
144
Kemunculan Leluhur Sekte Perisai Api
145
Sikap Zu Kai
146
Ingin Jalan-jalan Bersama
147
Nasib Li Yifei
148
Mempelajari Kitab Pengobatan
149
Ramuan Peningkat Tenaga Dalam
150
Bertemu Di Ibukota Dalam Lima Hari
151
Keahlian Sastra Lei Tian
152
Sebuah Pengakuan
153
Ditemani Khu Ching
154
Aksi Heroik Khu Ching
155
Tiba di Paviliun Ungu
156
Lei Tian Masih Hidup?
157
Kabar Bahagia
158
Kegemparan Paviliun Murid Dalam
159
Aura Persaingan Putri Qin Qian
160
Kebahagiaan Zu Sanfeng
161
Menunggu Kekacauan
162
Kehancuran Sekte Teratai Ungu
163
Satu Orang Pendekar Keabadian Tewas
164
Tubuh Khusus Li Yifei
165
Kekuatan Karekteristik Es
166
Sikap Keras Kepala
167
Kecurigaan Yun Zixin Dan Shan Yuze
168
Keinginan Qin Qian
169
Keadaan Yang Ambigu
170
Senangnya Dalam Hati
171
Identitas Lei Tian Mulai Terbuka
172
Pernikahan Zhao Yusi
173
Berjumpa Lei Tian
174
Keterkejutan Zhao Yusi
175
Kemarahan Qin Qian
176
Kemunculan Yang Mi
177
Pertarungan Yang Mi Vs Lei Tian
178
Satu Lagi Binasa
179
Kekuatan Lain
180
Menguasai Akademi Kekaisaran
181
Bunga Alphine
182
Bakat Terpendam
183
Mulai Meningkatkan Kekuatan
184
Kejutan Untuk Kaisar Qin Lau
185
Sejarah Baru
186
Tidak Dapat Dihindari
187
Keterkejutan Para Pendekar Keabadian
188
Lei Tian Terluka
189
Memasuki Ranah Puncak Pendekar Keabadian
190
Kematian Fei Zhiwu
191
Akhir Yang Bahagia (TAMAT)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!