BAB 20 - Terlambat

"Pilihanmu hanya dua, Cakra atau Kama."

Belum usai kegelisahannya, Ameera tiba-tiba dihadapkan dengan pilihan yang sama sekali tidak bisa dia hindari. Jika ditanya siapa, antara dua nama itu jelas saja hatinya dengan mantap memilih Cakra. Sayangnya, untuk menyampaikan hal itu Ameera memiliki keraguan tentu saja.

Ragu andai perasaannya memang bertepuk sebelah tangan, alangkah malu dirinya karena dengan jelas melanggar perjanjian yang dia ciptakan sendiri. Sebagai wanita, jelas saja dia gengsi dianggap menjilat ludah sendiri karena kekalahan dan berakhir melibatkan perasaan.

Kendati demikian, ketidakjujuran Ameera pada sang papa membuatnya tidak punya pilihan lain, satu-satunya cara adalah menghubungi Cakra. Bukan tanpa alasan sebenarnya, selain perihal hati dia juga enggan andai harus dipersatukan dengan Kama dalam ikatan pernikahan.

"Tidak ada salahnya menghubungi lebih dulu, Ameera ... ayo telpon apa susahnya!!" kesal Ameera pada diri sendiri, dia seakan frustrasi seraya menatap layar ponsel lantaran berperang dengan kata hatinya.

Setelah malam itu Cakra memang tidak menghubungi sama sekali, bahkan hanya untuk membalas statusnya sekalipun, padahal Ameera mengunggah segala sesuatu hanya untuk Cakra seorang. Kepekaan Cakra yang benar-benar menghilang sangat wajar membuat Ameera yakin jika Cakra tidak memiliki perasaan yang sama.

Cukup lama dia berperang dengan egonya, hingga Ameera benar-benar memantapkan niat untuk menghubungi Cakra. Wajahnya tampak tegang, seolah akan bicara empat mata, gugupnya memang sama. Hingga, ketegangan dan rasa gugup itu berganti dengan kebingungan dan raut wajahnya bak menelan kekecewaan.

Kalimat yang sudah Ameera persiapkan beberapa saat lalu agaknya percuma. Entah kemana saja Ameera sampai tidak sadar dari kemarin, baru dia ketahui detik ini jika nomor ponsel Cakra tidak lagi dapat dihubungi. Bukan hanya diluar jangkauan, tapi justru tidak lagi terdaftar.

Pertanyaan tentang kemana dan kenapa terus memenuhi pikiran Ameera. Berbagai dugaan menyerbu hingga wanita itu bahkan sukar untuk menyimpulkan. Tidak bersedia dihubungi atau sedang terjadi sesuatu hingga tidak bisa dihubungi seolah berperang dalam benaknya.

Tidak selesai di sana, Ameera memastikan Cakra lewat akun sosial medianya. Namun, yang dia saksikan sama bahkan tidak ada aktivitas apa-apa di akun Cakra sejak beberapa waktu lalu, tepatnya ketika mereka masih bersama.

Unggahan terakhir pria itu masih sama, foto berdua setelah Cakra kelewatan dalam bercanda. Masih Ameera ingat betul alasannya mengunggah foto tersebut, sebuah permintaan maaf lengkap dengan keterangan terlampau manis yang membuat Ameera tidak bisa tidur nyenyak karena terbawa perasaan hanya dengan kalimat "Bahkan dalam keadaan marah, cantikku masih sama gemesnya."

Jika kemarin Ameera tersenyum dan salah tingkah tiap kali membacanya, kali ini dadanya justru terasa sesak hingga tanpa sadar air mata membasah di pipinya. Pertama kali dalam hidup Ameera, dia menangis padahal tidak sedang disakiti, tidak pula dikhianati dan bukan karena tidak dihargai.

"Cakra ...."

Sejak kemarin selalu ditahan, nama itu akhirnya lolos di antara isakan tangis yang kini benar-benar pecah. Ameera menggenggam erat ponselnya sebelum kemudian kembali mencoba menghubungi Cakra dengan berbagai cara, tangan Ameera bergetar dan tatapannya bahkan terhalang genangan air mata.

Sadar jika usahanya akan sia-sia, Ameera memilih jalan pasti. Tidak peduli sekalipun sudah mulai larut, wanita itu beranjak dan meraih jaketnya segera. Seperti biasa, jika sedang dalam keadaan tergesa Ameera seolah tidak peduli siapa yang dia lewati.

"Astaga, Ameera!! Jalan pakai mata!!"

Pikirannya kacau, pandangan Ameera juga tidak terlalu jelas jadi mana tahu dia jika Zean ingin naik tangga dengan membawa air hangat ke lantai dua. Bahkan, untuk menolong Zean yang terkapar di lantai dia juga tidak sempat, toh tidak terlalu tinggi juga.

Ameera berlalu dengan sangat tergesa, penjaga gerbang utama bahkan dibuat mengelus dada kala dia melaju dengan kecepatan tinggi seakan tengah mendapati malapetaka. "Ayolah, cepat sedikit."

Ameera sudah melaju dengan kecepatan paling tinggi yang pernah dia coba, tapi wanita itu seakan merasa tetap lambat juga. Waktu beberapa menit seakan berjam-jam, bahkan ketika tiba di apartemen Cakra dia juga tetap berlari dengan begitu cepatnya.

Napas Ameera tampak terburu, dadanya naik turun lantaran jantung yang kini berdegub tak karu-karuan. Tiba di unit apartemen Cakra, wanita itu segera membuka pintu utama mengingat dia juga mengetahui akses masuknya.

"Cakra!!"

Sejak tadi firasatnya sudah tidak baik-baik saja, ada sesuatu yang aneh dan tidak bisa Ameera mengerti sebabnya. Dan detik ini, keadaan di dalam seakan menjadi jawaban atas pertanyaan yang membelenggu hati Ameera.

Lututnya lemas, Ameera masih terus berteriak memanggil Cakra sembari tidak berhenti melangkah dan menelusuri tempat itu dengan tatapan sendunya. Tidak ada yang hilang, semua masih terlihat sama, tapi jantung Ameera seakan remuk begitu melihat lemari pakaian Cakra bersih tanpa sisa, tidak ada satupun pakaian yang dia biarkan berada di sana.

"Kamu benar-benar pergi? Tanpa pamit sama sekali?" Ameera bermonolog dalam kesendirian seraya menghapus kasar air matanya.

Dia pernah diselingkuhi, bahkan melihat dengan nyata Julio bercinta dengan wanita yang juga dia kenali. Namun, tidak sesakit ini, sakitnya ditinggal Cakra terasa berbeda hingga dia sempat kehilangan arah.

Sama sekali dia tidak menduga, jika pamitnya Cakra bukan pamit biasa, melainkan benar-benar pergi tanpa Ameera tahu tujuannya. Wajar saja sebelum berpisah Cakra menghabiskan waktu sebaik mungkin dengannya, bahkan sempat memotong kuku Ameera dengan alasan tidak suka melihatnya.

"Aaaaarrrggghhh!!!"

.

.

"Hah? Masa iya? Beberapa hari lalu masih ketemu, Kak ... kami bahkan baru tahu saat ini."

Setelah semalam dia mencari keberadaan Cakra ke apartemen, pagi ini Ameera nekat mendatangi teman kost Cakra dahulu. Dia sempat menduga jika Cakra kembali lantaran tidak suka di apartemen pemberiannya, tapi tetap sama saja, nihil.

Bahkan, baik Alan maupun Jovan justru sama terkejutnya begitu mendengar pertanyaan Ameera. Wajah Ameera semakin lesu saja, terlebih lagi tadi pagi Papa Mikhail kembali mendesak dan mengharapkan kedatangan Cakra segera, jika tidak sudah tentu Ameera harus menerima resikonya.

"Apa kalian punya nomor keluarga atau ...." Ameera memejamkan mata, dia lupa jika Cakra tidak punya sanak saudara, dia juga tidak bercerita tentang asal usul hingga Ameera benar-benar bingung dibuatnya.

Sesuai dugaan, kedua teman Cakra tidak bisa memberikan informasi lebih tekait Cakra. Tidak ada cara lain, untuk saat ini Ameera harus tetap pulang mengingat project baru yang sudah direncanakan jauh-jauh hari akan segera dimulai.

"Bagaimana? Dia benar-benar pergi, Nona?"

Ameera tersenyum kecut, dia menatap ke arah Mahendra yang tampak prihatin melihatnya. "Iya, aku ditinggal bocah, Mahendra."

"Lalu bagaimana? Apa Nona bersedia menikah dengan Kama?"

Tanpa pertimbangan, Ameera menggeleng pelan, sampai kapanpun dia tidak akan mau karena baginya Kama hanya nyaman sebagai rekan kerja, bukan pasangan. Walau sedikit lucu dan mungkin terkesan gampangan, dia masih berharap Cakra kembali datang padanya untuk mendengar sendiri apa yang tengah dia rasa.

"Aku terlambat, seharusnya langsung saja kuakui, 'kan?"

Tidak ada yang bisa Mahendra ucapkan untuk membuat Ameera sedikit lebih tenang, tapi jelas dia tidak akan diam saja. "Jika saya mengantarkan Anda pada Cakra bagaimana?" tanya Mahendra seketika membuat Ameera menoleh. "Tapi ... saya tidak yakin Anda mampu menghadapi kenyataannya, Nona," lanjut Mahendra dan kali ini dada Ameera panas seketika.

"Ma-maksudnya?"

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Umiati Ati

Umiati Ati

wow....ada apa dengan Cakra,yg diketahui Mahendra??

2024-08-23

1

Nendah Wenda

Nendah Wenda

Mahendra kaya tau Cakra di mana

2024-08-05

0

Putri Cawi

Putri Cawi

di cilik pak Mikhail mungkin

2024-07-20

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2 BAB 02 - He's My Choice
3 BAB 03 - Deal!!
4 BAB 04 - First Date?
5 BAB 05 - Dia Milikku
6 BAB 06 - Kontrak Hati?
7 BAB 07 - Tidak Bercanda
8 BAB 08 - Cuma Tidur
9 BAB 09 - Pengakuan Resmi
10 BAB 10 - Beautiful Sky
11 BAB 11 - With Beautiful Girl
12 BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13 BAB 13 - Mimpi Buruk
14 BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15 BAB 15 - Calon Menantu
16 BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17 BAB 17 - Pamit
18 BAB 18 - Sadar Diri
19 BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20 BAB 20 - Terlambat
21 BAB 21 - Susah Sinyal
22 BAB 22 - Dia Terkenal?
23 BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24 BAB 24 - Sudah Semuanya?
25 BAB 25 - Tidak Menyesal
26 BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27 BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28 BAB 28 - Pesan Papa
29 BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30 BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31 BAB 31 - Tertangkap Basah
32 BAB 32 - Nikahi!!
33 BAB 33 - Orang Yang Sama
34 BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35 BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36 BAB 36 - Kualat?
37 BAB 37 - Harus Jodoh
38 BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39 BAB 39 - Semua Demi Ameera
40 BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41 BAB 41 - Jangan Berisik
42 BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43 BAB 43 - Tawaran Ayumi
44 BAB 44 - Kamu Takut?
45 BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46 BAB 46 - Pengakuan Cakra
47 BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48 BAB 48 - Satu Atap
49 BAB 49 - Latihan
50 BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51 BAB 51 - Tidak Peka
52 BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53 BAB 53 - Izin Papa
54 BAB 54 - Ancaman Ameera
55 BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56 BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57 BAB 57 - Pulang
58 BAB 58 - Long Distance Relationship
59 BAB 59 - Cakra Dewasa
60 BAB 60 - Menantu Pilihan
61 BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62 BAB 62 - Demi Kamu
63 BAB 63 - Bukan Akting
64 BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65 BAB 65 - Mustahil
66 BAB 66 - He's My Hero
67 BAB 67 - Kamu Saja
68 BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69 BAB 69 - Andai
70 BAB 70 - Tidak Tertarik
71 BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72 BAB 72 - Salah Sangka
73 BAB 73 - Penegasan Cakra
74 BAB 74 - Familiar
75 BAB 75 - Kandas
76 BAB 76 - Dejavu
77 BAB 77 - Budeg
78 BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79 BAB 79 - Turut Mengundang
80 BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81 BAB 81 - Salah Sangka
82 BAB 82 - Pas
83 BAB 83 - Tidak Bercanda
84 BAB 84 - Pepatah Cakra
85 BAB 85 - Teman Hidup
86 BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87 BAB 87 - Tutup Telingamu
88 Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89 BAB 88 - After Marriage
90 BAB 89 - Orang Asing
91 BAB 90 - Darah Biru
92 BAB 91 - Penolakan Cakra
93 BAB 92 - Benang Merah
94 BAB 94 - Anaconda
95 BAB 95 - Kaya Buanget
96 BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97 BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98 BAB 98 - 5 Minggu
99 BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100 BAB 100 - Maunya Apa?
101 BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102 BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103 103 - Kadaluwarsa
104 BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105 BAB 105 - Kali Kedua
106 106 - Cakra Dengar, Kak
107 BAB 107 - Ahli Waris
108 BAB 108 - Kau Yang Berhak
109 BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110 BAB 110 - Godaan Sang Suami
111 BAB 111 - Salah Sasaran
112 BAB 112 - Dilabrak
113 BAB 113 - End
114 BAB 114 - Sidang Akhir
115 Visual Cast - Berondong Bayaran
116 BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117 BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118 BAB 117 - Sambilan
119 BAB 118 - Beda Jam Terbang
120 BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121 BAB 120 - Dunia Cakra
122 BAB 121 - Urusan Anak Muda
123 BAB 122 - Kangen, Ra
124 BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125 BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126 BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127 BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128 BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129 BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130 BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131 Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132 BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133 BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134 BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135 BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136 BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137 BAB 136 - S2 - Genit
138 Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139 BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140 BAB 138 - S2 - Belisik
141 BAB 139 - S2 - Ngamuk
142 BAB 140 - S2 - Cemburu
143 Bab 141 - Final Episode
144 PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145 Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146 Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 146 Episodes

1
BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2
BAB 02 - He's My Choice
3
BAB 03 - Deal!!
4
BAB 04 - First Date?
5
BAB 05 - Dia Milikku
6
BAB 06 - Kontrak Hati?
7
BAB 07 - Tidak Bercanda
8
BAB 08 - Cuma Tidur
9
BAB 09 - Pengakuan Resmi
10
BAB 10 - Beautiful Sky
11
BAB 11 - With Beautiful Girl
12
BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13
BAB 13 - Mimpi Buruk
14
BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15
BAB 15 - Calon Menantu
16
BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17
BAB 17 - Pamit
18
BAB 18 - Sadar Diri
19
BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20
BAB 20 - Terlambat
21
BAB 21 - Susah Sinyal
22
BAB 22 - Dia Terkenal?
23
BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24
BAB 24 - Sudah Semuanya?
25
BAB 25 - Tidak Menyesal
26
BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27
BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28
BAB 28 - Pesan Papa
29
BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30
BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31
BAB 31 - Tertangkap Basah
32
BAB 32 - Nikahi!!
33
BAB 33 - Orang Yang Sama
34
BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35
BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36
BAB 36 - Kualat?
37
BAB 37 - Harus Jodoh
38
BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39
BAB 39 - Semua Demi Ameera
40
BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41
BAB 41 - Jangan Berisik
42
BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43
BAB 43 - Tawaran Ayumi
44
BAB 44 - Kamu Takut?
45
BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46
BAB 46 - Pengakuan Cakra
47
BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48
BAB 48 - Satu Atap
49
BAB 49 - Latihan
50
BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51
BAB 51 - Tidak Peka
52
BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53
BAB 53 - Izin Papa
54
BAB 54 - Ancaman Ameera
55
BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56
BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57
BAB 57 - Pulang
58
BAB 58 - Long Distance Relationship
59
BAB 59 - Cakra Dewasa
60
BAB 60 - Menantu Pilihan
61
BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62
BAB 62 - Demi Kamu
63
BAB 63 - Bukan Akting
64
BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65
BAB 65 - Mustahil
66
BAB 66 - He's My Hero
67
BAB 67 - Kamu Saja
68
BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69
BAB 69 - Andai
70
BAB 70 - Tidak Tertarik
71
BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72
BAB 72 - Salah Sangka
73
BAB 73 - Penegasan Cakra
74
BAB 74 - Familiar
75
BAB 75 - Kandas
76
BAB 76 - Dejavu
77
BAB 77 - Budeg
78
BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79
BAB 79 - Turut Mengundang
80
BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81
BAB 81 - Salah Sangka
82
BAB 82 - Pas
83
BAB 83 - Tidak Bercanda
84
BAB 84 - Pepatah Cakra
85
BAB 85 - Teman Hidup
86
BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87
BAB 87 - Tutup Telingamu
88
Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89
BAB 88 - After Marriage
90
BAB 89 - Orang Asing
91
BAB 90 - Darah Biru
92
BAB 91 - Penolakan Cakra
93
BAB 92 - Benang Merah
94
BAB 94 - Anaconda
95
BAB 95 - Kaya Buanget
96
BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97
BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98
BAB 98 - 5 Minggu
99
BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100
BAB 100 - Maunya Apa?
101
BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102
BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103
103 - Kadaluwarsa
104
BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105
BAB 105 - Kali Kedua
106
106 - Cakra Dengar, Kak
107
BAB 107 - Ahli Waris
108
BAB 108 - Kau Yang Berhak
109
BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110
BAB 110 - Godaan Sang Suami
111
BAB 111 - Salah Sasaran
112
BAB 112 - Dilabrak
113
BAB 113 - End
114
BAB 114 - Sidang Akhir
115
Visual Cast - Berondong Bayaran
116
BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117
BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118
BAB 117 - Sambilan
119
BAB 118 - Beda Jam Terbang
120
BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121
BAB 120 - Dunia Cakra
122
BAB 121 - Urusan Anak Muda
123
BAB 122 - Kangen, Ra
124
BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125
BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126
BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127
BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128
BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129
BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130
BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131
Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132
BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133
BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134
BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135
BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136
BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137
BAB 136 - S2 - Genit
138
Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139
BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140
BAB 138 - S2 - Belisik
141
BAB 139 - S2 - Ngamuk
142
BAB 140 - S2 - Cemburu
143
Bab 141 - Final Episode
144
PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145
Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146
Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!