BAB 18 - Sadar Diri

"Selamat tidur, mimpi indah, Sayang."

Sama seperti malam kemarin, Cakra masih berharap Ameera menjawab pesannya. Satu jam, bahkan dua jam berlalu Cakra masih terus memandangi ponselnya dengan tatapan yang terlampau sendu.

Apa yang dia harapkan, sebuah balasan selamat malam dari wanita merepotkan dan menjadi temannya selama tiga bulan terakhir. Mengingat hal itu, Cakra tersenyum tipis, nyaris tidak terlihat.

Dia mendongak, menatap langit kelam tak berbintang yang seolah mengerti kegelisahan hatinya. Kopi hitam yang menemaninya kini terasa dingin, pertama kali dalam hidup Cakra sampai menerima tawaran Alan untuk mencari ketenangan dengan zat nikotin yang membuat Cakra sampai terbatuk.

"Jangan paksain, lu nggak terbiasa, Cakra."

Cakra tidak melawan kala Jovan merampas sebatang rokok yang baru dia hisap beberapa kali itu, agaknya sahabatnya khawatir jika Cakra mengalami gangguan pernafasan.

"Lu suka sama dia?"

Tanpa berucap, Cakra menggangguk pelan hingga membuat Alan menghela napas panjang. Sudah terduga jika hubungan sandiwara yang Cakra jalani akan menjebak Cakra sendiri, sayang Alan baru mengetahui jika mereka hanya bersandiwara baru-baru ini, bukan sejak awal.

"Nikmatin, salah sendiri terjun ke lapangan gitu aja. Harusnya belajar dulu sama suhunya, baru ikut-ikutan. Lagian lu ngapain sih pakek acara jadi cowok bayaran, bukannya dulu paling anti ya?"

"Kasusnya beda, Van, gue bukan Alan."

Cakra berdecak, niat hati datang untuk mencari kelegaan, nyatanya justru disemprot habis-habisan karena dianggap tidak profesional dalam melakukan pekerjaan. "Sama, bedanya lu nggak naik ranjang aja ... eh, atau udah sampai san_"

"Kagak setan!! Gue cium bibirnya aja nggak berani, mau naik ranjang gimana!" Sejak tadi terlihat hidup segan mati tak mau, setelah mendengar ucapan Jovan darah Cakra seolah naik seketika.

Bukan main marahnya, sama seperti Ameera yang tersinggung kala Cakra direndahkan, dia juga begitu. Tiga bulan berjalan Cakra sebisa mungkin menjaganya dengan sangat baik, bahkan mencuri kesempatan untuk mengusap wajah Ameera dia tidak memiliki keberanian, lantas Jovan dengan santainya melayangkan tuduhan semacam itu.

"Masa iya? Kuat juga, tiga bulan sama modelan begitu nggak ngapa-ngapain? Kalau gue mah beda cerita, iya nggak, Lan?" Jovan melempar pertanyaan pada Alan yang sejak tadi hanya diam, termenung seakan tengah terlilit hutang.

Ucapan Jovan mungkin terdengar lucu andai suasana hati Cakra sedang baik-baik saja. Namun, kali ini dia tidak ada gairah sedikit saja untuk tertawa, apalagi terbahak seperti biasa. "Papanya serem, Van, gue bisa mati muda sampai lancang nyentuh dia," lanjut Cakra kemudian walau sebenarnya sedikit saja memang tidak ada niat Cakra merasakan tubuh Ameera.

"Oh iya, ngomong-ngomong soal papanya gue pernah baca di artikel dan agak kaget sih pas tahu ... saat itu gue mikir, kenapa lu gak manfaatin keadaan aja? Kapan lagi jadi mantu keluarga Megantara, Bro?"

"Ngaco lu!! Mata duitan, wajar aja Venny minta putus," timpal Alan yang sejak tadi menjadi pendengar di antara mereka, melihat Cakra dia merasa bersalah karena menutup mata tentang keadaan Cakra yang terlihat baik-baik saja sejak lama.

"Jangan diingetin, gue udah ikhlas dia nikah ... kalau sama gue dia mau makan apa, kaya enggak, mapan apalagi."

Setelah memberikan ide paling briliannya, kini Jovan turut melemah di samping Cakra dan mereka memandang langit yang sama. Agaknya, langkah Cakra untuk mencari ketenangan bersama mereka bukanlah hal yang tepat. Bagaimana tidak? Belum juga Cakra menemukan solusi, Jovan justru adu nasib dan membuat Cakra semakin sadar diri.

Jovan menghela napas kasar, pria itu berbaring tanpa mengalihkan pandangan dari langit kelam, suram bak masa depan yang ada di pikiran mereka. "Pada akhirnya yang beruang akan selalu jadi pemenangnya," ucap Jovan seketika menarik perhatian Cakra.

"Uang," gumam Cakra kemudian menghela napas panjang, kedua sahabatnya juga turut melakukan hal yang sama.

"Cakra, setelah ini lu mau gimana?"

"Gimana apanya?"

"Ya si Ameera ... apa nggak punya rencana ungkapin perasaan atau gimana gitu? Maksud gue sebelum dia sibuk, gue khawatir ntar dia lupa sama lu beneran."

Cakra tersenyum kecut, sudah dia duga jika Jovan akan menanyakan hal itu, dan jawabannya jelas "Enggak."

"What? Bisa-bisanya bilang enggak ... dari yang gue lihat kalian suka sama suka, karena dulu dia sampe bela-belain nyamperin lu di rumah sakit dalam keadaan begitu, kalau bukan karena suka lalu apa?"

"Sependapat, bisa jadi dia juga suka."

"Lucu kalian, apa alasannya suka sama gue?" Cakra terkekeh, dia sampai menggeleng pelan mendengar pendapat kedua orang ini.

"Gue takut dibilang nggak normal, tapi jujur gue akui lu ganteng banget, Cakra serius ... tampang lu udah cukup buat modal dapetin aktris papan atas sekelas Ameera."

"Modal tampang mana bisa, Lan."

Bagi Cakra, Ameera adalah bulan dan dia pungguknya. Terlalu jauh perbedaan, mereka jauh dari kata seimbang dan andai saat ini nekat mengakui perasaan, dia merasa seakan tidak tahu diri. "Pantaskan diri dulu, salah-satu caranya itu ... lu masih punya pegangan, bangun usaha dan kita akan selalu dukung lu," tutur Alan berbalut canda, sebuah saran yang membuat mata Cakra sedikit lebih terbuka.

.

.

Jika Cakra telah berbagi kisah bersama kedua sahabatnya, Ameera hanya memendam dan menutup mulut rapat-rapat. Satu tekadnya, dia tidak ingin terlihat hancur dan membuat Ricko mengejeknya.

Tidak hanya itu, Cakra yang tidak lagi menghubunginya setelah malam itu membuat Ameera berpikir jika perasaannya bertepuk sebelah tangan dan semua perhatian Cakra hanya sebatas memenuhi tanggung jawab sesuai perjanjian semata.

"Hujannya tidak akan reda, apa tidak sebaiknya aku antar saja?"

"Hah? Pak Kam_"

"Kama saja, ini di luar jam kerja," jawab pria yang masih setia memegang payungnya.

"Ehm, tidak usah ... aku tunggu kak Ricko saja, mungkin sebentar lagi datang," tolak Ameera sopan, sikap Kama yang terkadang lebih bersahabat tidak membuat Ameera melupakan batasnya.

Sayang, meski dia sudah menolak agaknya takdir tidak memihak karena beberapa saat setelah Ameera memberikan penolakan, Ricko justru mengatakan mobil yang dia kendarai mogok di perjalanan. "Ayo, kebetulan tujuan kita searah ... tidak masalah, 'kan?"

Jujur Ameera sangat ingin menolak, tapi cuaca buruk dan ponselnya yang mendadak mati sebelum sempat membalas pesan Ricko membuat Ameera melemah, tidak mungkin dia bertahan lebih lama sementara hujan semakin lebat saja.

Tanpa dia ketahui, jika interaksi mereka terlampau manis di mata pria yang berdiam diri dari jarak tak jauh dari di sana, Cakra. Senyumnya pudar, bunga dan cokelat yang sudah dia siapkan lepas dari genggaman kala menyaksikan pundak Ameera dirangkul seseorang pria yang menjadi payungnya.

Cakra tertawa hambar, dengan baju yang terasa lembab itu dia menyesal telah berubah pikiran hanya karena motivasi dari Alan, sungguh dia benar-benar ditampar kenyataan hingga tak berani mengukir harapan.

Jika Alan mengatakan salah-satu caranya adalah memantaskan diri, maka Cakra akan mengambil langkah dari salah-satu yang lainnya, yakni sadar diri. "Aku pergi, Ra ... detik ini aku mengerti bahwa sampai mati aku memang tidak akan pantas jadi pelindungmu."

.

.

- To Be Continued -

Mohon jangan lupakan ritualnya ya bond, tabur kembang, lempar vote, siram kopi atau yang lainnya, sarangheo ❣️

Terpopuler

Comments

Juan Sastra

Juan Sastra

sadar diri dan memantaskan diri lalu percaya diri yakinkan bisa berdiri sendiri baru hampiri lamar deh dengan hati ..😂😂

2025-01-25

1

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

percaya diri pasti
tapi sadar diri harus
cakra die tau dimana berdiri bisa bisa bagai jarum dalam jerami ya cakra ngumpet kowe diantara keluarga megantara

2024-08-13

1

Yuliana Purnomo

Yuliana Purnomo

Cakra jgn patah semangat,,,kejar cinta mu

2024-08-07

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2 BAB 02 - He's My Choice
3 BAB 03 - Deal!!
4 BAB 04 - First Date?
5 BAB 05 - Dia Milikku
6 BAB 06 - Kontrak Hati?
7 BAB 07 - Tidak Bercanda
8 BAB 08 - Cuma Tidur
9 BAB 09 - Pengakuan Resmi
10 BAB 10 - Beautiful Sky
11 BAB 11 - With Beautiful Girl
12 BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13 BAB 13 - Mimpi Buruk
14 BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15 BAB 15 - Calon Menantu
16 BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17 BAB 17 - Pamit
18 BAB 18 - Sadar Diri
19 BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20 BAB 20 - Terlambat
21 BAB 21 - Susah Sinyal
22 BAB 22 - Dia Terkenal?
23 BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24 BAB 24 - Sudah Semuanya?
25 BAB 25 - Tidak Menyesal
26 BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27 BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28 BAB 28 - Pesan Papa
29 BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30 BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31 BAB 31 - Tertangkap Basah
32 BAB 32 - Nikahi!!
33 BAB 33 - Orang Yang Sama
34 BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35 BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36 BAB 36 - Kualat?
37 BAB 37 - Harus Jodoh
38 BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39 BAB 39 - Semua Demi Ameera
40 BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41 BAB 41 - Jangan Berisik
42 BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43 BAB 43 - Tawaran Ayumi
44 BAB 44 - Kamu Takut?
45 BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46 BAB 46 - Pengakuan Cakra
47 BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48 BAB 48 - Satu Atap
49 BAB 49 - Latihan
50 BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51 BAB 51 - Tidak Peka
52 BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53 BAB 53 - Izin Papa
54 BAB 54 - Ancaman Ameera
55 BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56 BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57 BAB 57 - Pulang
58 BAB 58 - Long Distance Relationship
59 BAB 59 - Cakra Dewasa
60 BAB 60 - Menantu Pilihan
61 BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62 BAB 62 - Demi Kamu
63 BAB 63 - Bukan Akting
64 BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65 BAB 65 - Mustahil
66 BAB 66 - He's My Hero
67 BAB 67 - Kamu Saja
68 BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69 BAB 69 - Andai
70 BAB 70 - Tidak Tertarik
71 BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72 BAB 72 - Salah Sangka
73 BAB 73 - Penegasan Cakra
74 BAB 74 - Familiar
75 BAB 75 - Kandas
76 BAB 76 - Dejavu
77 BAB 77 - Budeg
78 BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79 BAB 79 - Turut Mengundang
80 BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81 BAB 81 - Salah Sangka
82 BAB 82 - Pas
83 BAB 83 - Tidak Bercanda
84 BAB 84 - Pepatah Cakra
85 BAB 85 - Teman Hidup
86 BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87 BAB 87 - Tutup Telingamu
88 Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89 BAB 88 - After Marriage
90 BAB 89 - Orang Asing
91 BAB 90 - Darah Biru
92 BAB 91 - Penolakan Cakra
93 BAB 92 - Benang Merah
94 BAB 94 - Anaconda
95 BAB 95 - Kaya Buanget
96 BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97 BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98 BAB 98 - 5 Minggu
99 BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100 BAB 100 - Maunya Apa?
101 BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102 BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103 103 - Kadaluwarsa
104 BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105 BAB 105 - Kali Kedua
106 106 - Cakra Dengar, Kak
107 BAB 107 - Ahli Waris
108 BAB 108 - Kau Yang Berhak
109 BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110 BAB 110 - Godaan Sang Suami
111 BAB 111 - Salah Sasaran
112 BAB 112 - Dilabrak
113 BAB 113 - End
114 BAB 114 - Sidang Akhir
115 Visual Cast - Berondong Bayaran
116 BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117 BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118 BAB 117 - Sambilan
119 BAB 118 - Beda Jam Terbang
120 BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121 BAB 120 - Dunia Cakra
122 BAB 121 - Urusan Anak Muda
123 BAB 122 - Kangen, Ra
124 BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125 BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126 BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127 BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128 BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129 BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130 BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131 Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132 BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133 BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134 BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135 BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136 BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137 BAB 136 - S2 - Genit
138 Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139 BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140 BAB 138 - S2 - Belisik
141 BAB 139 - S2 - Ngamuk
142 BAB 140 - S2 - Cemburu
143 Bab 141 - Final Episode
144 PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145 Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146 Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 146 Episodes

1
BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2
BAB 02 - He's My Choice
3
BAB 03 - Deal!!
4
BAB 04 - First Date?
5
BAB 05 - Dia Milikku
6
BAB 06 - Kontrak Hati?
7
BAB 07 - Tidak Bercanda
8
BAB 08 - Cuma Tidur
9
BAB 09 - Pengakuan Resmi
10
BAB 10 - Beautiful Sky
11
BAB 11 - With Beautiful Girl
12
BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13
BAB 13 - Mimpi Buruk
14
BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15
BAB 15 - Calon Menantu
16
BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17
BAB 17 - Pamit
18
BAB 18 - Sadar Diri
19
BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20
BAB 20 - Terlambat
21
BAB 21 - Susah Sinyal
22
BAB 22 - Dia Terkenal?
23
BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24
BAB 24 - Sudah Semuanya?
25
BAB 25 - Tidak Menyesal
26
BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27
BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28
BAB 28 - Pesan Papa
29
BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30
BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31
BAB 31 - Tertangkap Basah
32
BAB 32 - Nikahi!!
33
BAB 33 - Orang Yang Sama
34
BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35
BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36
BAB 36 - Kualat?
37
BAB 37 - Harus Jodoh
38
BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39
BAB 39 - Semua Demi Ameera
40
BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41
BAB 41 - Jangan Berisik
42
BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43
BAB 43 - Tawaran Ayumi
44
BAB 44 - Kamu Takut?
45
BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46
BAB 46 - Pengakuan Cakra
47
BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48
BAB 48 - Satu Atap
49
BAB 49 - Latihan
50
BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51
BAB 51 - Tidak Peka
52
BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53
BAB 53 - Izin Papa
54
BAB 54 - Ancaman Ameera
55
BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56
BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57
BAB 57 - Pulang
58
BAB 58 - Long Distance Relationship
59
BAB 59 - Cakra Dewasa
60
BAB 60 - Menantu Pilihan
61
BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62
BAB 62 - Demi Kamu
63
BAB 63 - Bukan Akting
64
BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65
BAB 65 - Mustahil
66
BAB 66 - He's My Hero
67
BAB 67 - Kamu Saja
68
BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69
BAB 69 - Andai
70
BAB 70 - Tidak Tertarik
71
BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72
BAB 72 - Salah Sangka
73
BAB 73 - Penegasan Cakra
74
BAB 74 - Familiar
75
BAB 75 - Kandas
76
BAB 76 - Dejavu
77
BAB 77 - Budeg
78
BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79
BAB 79 - Turut Mengundang
80
BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81
BAB 81 - Salah Sangka
82
BAB 82 - Pas
83
BAB 83 - Tidak Bercanda
84
BAB 84 - Pepatah Cakra
85
BAB 85 - Teman Hidup
86
BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87
BAB 87 - Tutup Telingamu
88
Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89
BAB 88 - After Marriage
90
BAB 89 - Orang Asing
91
BAB 90 - Darah Biru
92
BAB 91 - Penolakan Cakra
93
BAB 92 - Benang Merah
94
BAB 94 - Anaconda
95
BAB 95 - Kaya Buanget
96
BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97
BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98
BAB 98 - 5 Minggu
99
BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100
BAB 100 - Maunya Apa?
101
BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102
BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103
103 - Kadaluwarsa
104
BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105
BAB 105 - Kali Kedua
106
106 - Cakra Dengar, Kak
107
BAB 107 - Ahli Waris
108
BAB 108 - Kau Yang Berhak
109
BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110
BAB 110 - Godaan Sang Suami
111
BAB 111 - Salah Sasaran
112
BAB 112 - Dilabrak
113
BAB 113 - End
114
BAB 114 - Sidang Akhir
115
Visual Cast - Berondong Bayaran
116
BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117
BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118
BAB 117 - Sambilan
119
BAB 118 - Beda Jam Terbang
120
BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121
BAB 120 - Dunia Cakra
122
BAB 121 - Urusan Anak Muda
123
BAB 122 - Kangen, Ra
124
BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125
BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126
BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127
BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128
BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129
BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130
BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131
Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132
BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133
BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134
BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135
BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136
BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137
BAB 136 - S2 - Genit
138
Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139
BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140
BAB 138 - S2 - Belisik
141
BAB 139 - S2 - Ngamuk
142
BAB 140 - S2 - Cemburu
143
Bab 141 - Final Episode
144
PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145
Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146
Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!