BAB 15 - Calon Menantu

Dengan nama besar keluarganya, bukan hal sulit bagi Ameera menyelesaikan masalah Cakra. Bukan hanya karena uang dan kekuasaan yang Ameera miliki saja sebenarnya, tapi keyakinan jika Cakra tidak bersalah adalah alasan kenapa Ameera rela membela Cakra mati-matian.

Bersama Mahendra, sang kuasa hukum yang juga percaya bahwa Cakra tidak bersalah, mereka bertindak secepat mungkin demi bisa membebaskan Cakra. Sama seperti Ameera yang yakin jika ada yang tidak beres, Mahen juga demikian.

Tidak butuh waktu lama bagi mereka membuka tabir kebohongan dari tuduhan yang tiba-tiba dilayangkan pada Cakra. Tidak lain dan tidak bukan semua ini adalah rencana jahat Julio, agaknya ancaman yang sempat dia lontarkan pada Ameera semalam bukan hanya isapan jempol belaka.

Tidak sendiri, mengingat barang bukti ditemukan di kamar Cakra maka tentu saja melibatkan orang-orang terdekat, entah teman atau pemilik kost tersebut. Benar saja dugaan Ameera, dalam waktu singkat Mahen sudah berhasil membuat wanita bak toko emas berjalan itu pucat pasi ketika mereka hampiri.

"Anda tahu siapa yang sedang Anda celakai? Cakra Darwangsa adalah calon suami Ameera Hatma, cucu Ibrahim Mengantara ... mengusik Cakra sama halnya mengusik keluarga Megantara, Anda yakin bisa hidup tenang setelah ini?"

Ameera tersenyum tipis menatap wajah pucat ibu kost yang turut terlibat dalam rencana busuk Julio kemarin. Hanya dengan diiming-imingi uang yang tidak seberapa, wanita itu tega menjebak Cakra.

"Saya tidak tahu apa yang diberikan pria itu, sungguh."

"Bohong, Anda pikir saya bodoh? Dari penampilan, Anda terlihat bukan orang awam soal itu." Ameera yang sejak tadi hanya memantau Mahen bicara dengan wanita itu lama-lama muak juga.

Sudah Ameera serang sedemikian rupa, wanita itu masih saja berkilah. Malas terlalu banyak bicara, Ameera segera meminta anak buah Mahen meringkusnya untuk menyerahkan diri dan memberi kesaksian kepada pihak kepolisian.

Tadi pagi penghuni Romania Kost dikejutkan dengan penangkapan Cakra atas tuduhan penyalahgunaan narkoba. Kini, tepat siang hari, mereka kembali dikejutkan dengan ibu kost yang berontak karena dipaksa ikut dengan tujuan yang sama.

Status janda yang melekat dalam diri wanita itu sama sekali tidak membuat hati Ameera melemah. Bersama Mahen, dia masih terus menatap ke depan dengan tangan yang mengepal sempurna.

"Tenanglah, seperti yang Anda katakan semua akan baik-baik saja, Nona." Sejak tadi Mahen fokus, perhatian pria itu kini tertuju pada Ameera di sampingnya.

"Hm, tapi apa kau tidak berlebihan menyebut Cakra calon menantu?" Ameera memang tenang, tapi mendadak ingat dengan pernyataan asal Mahen beberapa waktu lalu.

Mahen yang mendengar pertanyaan Ameera hanya tertawa sumbang. "Kenapa? Bukankah memang benar begitu, Nona?"

"Ya begitu, tapi ...."

"Jika saya sebut kekasih, posisi Cakra tidak terlalu kuat dan tidak bisa dianggap keluarga, tapi jika saya sebut calon menantu jelas saja beda cerita," jelas Mahen panjang lebar, sementara Ameera hanya menghela napas panjang.

Mahen tidak mengerti status mereka sebenarnya, Ameera juga tidak bercerita. Menurut Ameera, yang tahu jika Cakra adalah kekasih bayarannya cukup Ricko dan Jihan saja. Bukan tanpa alasan, dia hanya khawatir pandangan buruk terhadap Cakra dan dirinya semakin mencuat dan justru akan kembali menjadi masalah.

"Benar begitu, Nona?" Jawaban Ameera agaknya kurang puas sampai Mahen bertanya lagi, tepatnya menggoda wanita mandiri yang sejak dahulu terkenal mampu hidup tanpa sosok pria.

"Hm, anggap saja begitu."

"Dia sepertinya anak baik, apa Tuan sudah memberikan restu?" tanya Mahen kemudian, pembicaraan mereka sejenak beralih pada hal yang lebih dalam lagi.

"Menurutmu bagaimana?"

"Pasti, seperti yang kita tahu Tuan sangat mempercayaimu dalam hal apapun ... jika hanya karena siapa Cakra, saya rasa tidak masalah."

Ameera tidak segera menjawab, dia berdecak dan agak tidak suka bagian ini. Mahen sudah menyinggung siapa Cakra, agaknya pria itu sudah mengawasi mereka sejak lama.

"Kau mengawasiku?"

Mahen mengangguk pelan "Kewajiban saya."

"Siapa yang memintamu? Papa? Atau om Babas?"

Sudah bisa diterka siapa yang menjadi dalangnya. Yang bisa memerintahkan Mahen selain Ameera dan ayahnya adalah Papa Mikhail, majikan sekaligus seseorang yang begitu berjasa dalam hidupnya.

"Huft, jadi benar Papa?"

Mahen hanya mengangguk, dia tersenyum tipis melihat Ameera yang frustrasi mendengar penjelasannya. Setelah ini mungkin Ameera akan risih dan Mahen akan bernasib sama seperti Ricko, dipulangkan ke tempat asal masing-masing.

"Santai saja, saya bisa menjaga rahasia ... termasuk tentang bayaran Cakra," sambung Mahen yang membuat wanita itu membeliak seketika.

"Mahen kau!!" Tidak hanya bicara, Ameera juga melayangkan pukulan tepat di pundak Mahen usai mendengar pernyataan pria itu.

Jelas saja Mahen mendesis, sakit dan sempat terkejut lantaran tangan semungil ternyata tidak dapat dianggap lemah. "Sssh, sakit juga ternyata."

"Dengarkan aku baik-baik Irzan Prada Mahendra!! Kalau sampai papa tahu, maka kau akan kukembalikan pada kak Zean dan mengabdi seumur hidup sebagai asisten pribadi laki-laki cerewet itu, mau?" ancam Ameera seketika membuat pria itu menggeleng seketika.

"Ja-jangan, Nona!! Menjadi kuasa hukum Anda adalah impian saya dan saya juga nyaman karena sesuai dengan bidang keilmuan saya."

"Maka dari itu, baik-baik ya ... simpan rahasianya dalam hati, dan segera tuntaskan masalah ini. Penjarakan Julio atas fitnah yang dia lakukan pada Cakra, mengerti?" Ameera berucap sangat lembut seraya mengusap pundak Mahen yang sempat dia pukul beberapa saat lalu.

.

.

Dua hari Ameera sampai tidak tidur demi menunggu kabar baik dari Mahen. Bukan hanya membebaskan Cakra saja, tapi membuat semua tuduhan itu berbalik pada Julio. Semua yang awalnya mungkin terasa rumit nyatanya tidak demikian kala Mahen bekerja dengan sungguh-sungguh.

Usai Cakra dibebaskan, keesokan harinya berita penangkapan Julio tersebar dengan kasus yang tidak jauh berbeda, dan justru bertambah lantaran fitnah yang dia lakukan pada Cakra.

Jangan ditanya semarah apa Julio pada Ameera, ketika di kantor polisi sorot tajam penuh dendam itu sangat terbaca. Mata Ameera dan Julio sempat bertemu, mungkin kali terakhir Ameera sudi menatapnya, itu juga karena tidak sengaja.

Kendati demikian, terserah bagaimana ke depannya. Yang terpenting saat ini Cakra sudah baik-baik saja dan berdiri di hadapan Ameera, dengan mata membola dan mulut yang menganga begitu melihat apa yang ada di hadapannya.

"Ra, apa ini tidak berlebihan? Kostku sudah lunas hingga tiga bulan ke depan? Kenapa harus pindah?" tanya Cakra bingung.

Cakra percaya jika Tuhan akan membalas segala sesuatu dengan yang lebih baik, tapi yang kali ini terlalu baik. Setelah sempat merasakan dinginnya penjara, ketika pulang Ameera justru membawanya ke sebuah unit apartemen yang sejak dahulu menjadi kamar impiannya.

"Iya tahu, tapi setidaknya kamu lebih nyaman di sini," jawab Ameera mendekat, melihat Cakra yang sempat terpukau hati Ameera seolah mendapat kepuasan dan semua yang dia lakukan tidak sia-sia.

"Tetap saja, jangan terlalu banyak mengeluarkan uang untuk laki-laki sepertiku, Ra ... aku tidak akan bisa menggantinya," tutur Cakra menatap Ameera begitu lekat. Dia bukan tidak berterima kasih, tapi semua yang Ameera berikan terlalu berat untuk Cakra terima.

"Aku tidak memintamu menggantinya, Cakra ... cara kamu menghargaiku tidak bisa dinilai dari apapun dan itu sudah cukup."

Ameera mengulas senyum, menatap lekat wajah Cakra yang terlihat sendu. Sialnya, pandangan Ameera justru beralih pada bibir Cakra hingga dia sempat terpaku sampai tidak sadar jika mereka sudah sedekat itu.

"Cakra," tutur Ameera menahan dada Cakra, detak jantung Ameera semakin tak karu-karuan seiring dengan jarak mereka yang kian dekat.

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

Om babas juga sehat2

2024-11-13

1

Telik sandi Megantara

Telik sandi Megantara

nah... mahendra anak om babas

2024-11-13

1

Yuliana Purnomo

Yuliana Purnomo

cie cie cie SDH ada debaran 2 kh jantung nya neng Meera??

2024-08-07

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2 BAB 02 - He's My Choice
3 BAB 03 - Deal!!
4 BAB 04 - First Date?
5 BAB 05 - Dia Milikku
6 BAB 06 - Kontrak Hati?
7 BAB 07 - Tidak Bercanda
8 BAB 08 - Cuma Tidur
9 BAB 09 - Pengakuan Resmi
10 BAB 10 - Beautiful Sky
11 BAB 11 - With Beautiful Girl
12 BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13 BAB 13 - Mimpi Buruk
14 BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15 BAB 15 - Calon Menantu
16 BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17 BAB 17 - Pamit
18 BAB 18 - Sadar Diri
19 BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20 BAB 20 - Terlambat
21 BAB 21 - Susah Sinyal
22 BAB 22 - Dia Terkenal?
23 BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24 BAB 24 - Sudah Semuanya?
25 BAB 25 - Tidak Menyesal
26 BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27 BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28 BAB 28 - Pesan Papa
29 BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30 BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31 BAB 31 - Tertangkap Basah
32 BAB 32 - Nikahi!!
33 BAB 33 - Orang Yang Sama
34 BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35 BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36 BAB 36 - Kualat?
37 BAB 37 - Harus Jodoh
38 BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39 BAB 39 - Semua Demi Ameera
40 BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41 BAB 41 - Jangan Berisik
42 BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43 BAB 43 - Tawaran Ayumi
44 BAB 44 - Kamu Takut?
45 BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46 BAB 46 - Pengakuan Cakra
47 BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48 BAB 48 - Satu Atap
49 BAB 49 - Latihan
50 BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51 BAB 51 - Tidak Peka
52 BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53 BAB 53 - Izin Papa
54 BAB 54 - Ancaman Ameera
55 BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56 BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57 BAB 57 - Pulang
58 BAB 58 - Long Distance Relationship
59 BAB 59 - Cakra Dewasa
60 BAB 60 - Menantu Pilihan
61 BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62 BAB 62 - Demi Kamu
63 BAB 63 - Bukan Akting
64 BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65 BAB 65 - Mustahil
66 BAB 66 - He's My Hero
67 BAB 67 - Kamu Saja
68 BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69 BAB 69 - Andai
70 BAB 70 - Tidak Tertarik
71 BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72 BAB 72 - Salah Sangka
73 BAB 73 - Penegasan Cakra
74 BAB 74 - Familiar
75 BAB 75 - Kandas
76 BAB 76 - Dejavu
77 BAB 77 - Budeg
78 BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79 BAB 79 - Turut Mengundang
80 BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81 BAB 81 - Salah Sangka
82 BAB 82 - Pas
83 BAB 83 - Tidak Bercanda
84 BAB 84 - Pepatah Cakra
85 BAB 85 - Teman Hidup
86 BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87 BAB 87 - Tutup Telingamu
88 Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89 BAB 88 - After Marriage
90 BAB 89 - Orang Asing
91 BAB 90 - Darah Biru
92 BAB 91 - Penolakan Cakra
93 BAB 92 - Benang Merah
94 BAB 94 - Anaconda
95 BAB 95 - Kaya Buanget
96 BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97 BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98 BAB 98 - 5 Minggu
99 BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100 BAB 100 - Maunya Apa?
101 BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102 BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103 103 - Kadaluwarsa
104 BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105 BAB 105 - Kali Kedua
106 106 - Cakra Dengar, Kak
107 BAB 107 - Ahli Waris
108 BAB 108 - Kau Yang Berhak
109 BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110 BAB 110 - Godaan Sang Suami
111 BAB 111 - Salah Sasaran
112 BAB 112 - Dilabrak
113 BAB 113 - End
114 BAB 114 - Sidang Akhir
115 Visual Cast - Berondong Bayaran
116 BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117 BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118 BAB 117 - Sambilan
119 BAB 118 - Beda Jam Terbang
120 BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121 BAB 120 - Dunia Cakra
122 BAB 121 - Urusan Anak Muda
123 BAB 122 - Kangen, Ra
124 BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125 BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126 BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127 BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128 BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129 BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130 BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131 Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132 BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133 BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134 BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135 BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136 BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137 BAB 136 - S2 - Genit
138 Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139 BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140 BAB 138 - S2 - Belisik
141 BAB 139 - S2 - Ngamuk
142 BAB 140 - S2 - Cemburu
143 Bab 141 - Final Episode
144 PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145 Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146 Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 146 Episodes

1
BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2
BAB 02 - He's My Choice
3
BAB 03 - Deal!!
4
BAB 04 - First Date?
5
BAB 05 - Dia Milikku
6
BAB 06 - Kontrak Hati?
7
BAB 07 - Tidak Bercanda
8
BAB 08 - Cuma Tidur
9
BAB 09 - Pengakuan Resmi
10
BAB 10 - Beautiful Sky
11
BAB 11 - With Beautiful Girl
12
BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13
BAB 13 - Mimpi Buruk
14
BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15
BAB 15 - Calon Menantu
16
BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17
BAB 17 - Pamit
18
BAB 18 - Sadar Diri
19
BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20
BAB 20 - Terlambat
21
BAB 21 - Susah Sinyal
22
BAB 22 - Dia Terkenal?
23
BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24
BAB 24 - Sudah Semuanya?
25
BAB 25 - Tidak Menyesal
26
BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27
BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28
BAB 28 - Pesan Papa
29
BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30
BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31
BAB 31 - Tertangkap Basah
32
BAB 32 - Nikahi!!
33
BAB 33 - Orang Yang Sama
34
BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35
BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36
BAB 36 - Kualat?
37
BAB 37 - Harus Jodoh
38
BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39
BAB 39 - Semua Demi Ameera
40
BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41
BAB 41 - Jangan Berisik
42
BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43
BAB 43 - Tawaran Ayumi
44
BAB 44 - Kamu Takut?
45
BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46
BAB 46 - Pengakuan Cakra
47
BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48
BAB 48 - Satu Atap
49
BAB 49 - Latihan
50
BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51
BAB 51 - Tidak Peka
52
BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53
BAB 53 - Izin Papa
54
BAB 54 - Ancaman Ameera
55
BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56
BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57
BAB 57 - Pulang
58
BAB 58 - Long Distance Relationship
59
BAB 59 - Cakra Dewasa
60
BAB 60 - Menantu Pilihan
61
BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62
BAB 62 - Demi Kamu
63
BAB 63 - Bukan Akting
64
BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65
BAB 65 - Mustahil
66
BAB 66 - He's My Hero
67
BAB 67 - Kamu Saja
68
BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69
BAB 69 - Andai
70
BAB 70 - Tidak Tertarik
71
BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72
BAB 72 - Salah Sangka
73
BAB 73 - Penegasan Cakra
74
BAB 74 - Familiar
75
BAB 75 - Kandas
76
BAB 76 - Dejavu
77
BAB 77 - Budeg
78
BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79
BAB 79 - Turut Mengundang
80
BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81
BAB 81 - Salah Sangka
82
BAB 82 - Pas
83
BAB 83 - Tidak Bercanda
84
BAB 84 - Pepatah Cakra
85
BAB 85 - Teman Hidup
86
BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87
BAB 87 - Tutup Telingamu
88
Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89
BAB 88 - After Marriage
90
BAB 89 - Orang Asing
91
BAB 90 - Darah Biru
92
BAB 91 - Penolakan Cakra
93
BAB 92 - Benang Merah
94
BAB 94 - Anaconda
95
BAB 95 - Kaya Buanget
96
BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97
BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98
BAB 98 - 5 Minggu
99
BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100
BAB 100 - Maunya Apa?
101
BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102
BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103
103 - Kadaluwarsa
104
BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105
BAB 105 - Kali Kedua
106
106 - Cakra Dengar, Kak
107
BAB 107 - Ahli Waris
108
BAB 108 - Kau Yang Berhak
109
BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110
BAB 110 - Godaan Sang Suami
111
BAB 111 - Salah Sasaran
112
BAB 112 - Dilabrak
113
BAB 113 - End
114
BAB 114 - Sidang Akhir
115
Visual Cast - Berondong Bayaran
116
BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117
BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118
BAB 117 - Sambilan
119
BAB 118 - Beda Jam Terbang
120
BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121
BAB 120 - Dunia Cakra
122
BAB 121 - Urusan Anak Muda
123
BAB 122 - Kangen, Ra
124
BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125
BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126
BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127
BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128
BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129
BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130
BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131
Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132
BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133
BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134
BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135
BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136
BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137
BAB 136 - S2 - Genit
138
Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139
BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140
BAB 138 - S2 - Belisik
141
BAB 139 - S2 - Ngamuk
142
BAB 140 - S2 - Cemburu
143
Bab 141 - Final Episode
144
PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145
Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146
Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!