BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja

Pagi hari Cakra diringkus, siang hari namanya sudah menjadi topik pembahasan beberapa stasiun televisi. Bukan hanya karena kasusnya, melainkan status Cakra sebagai kekasih Ameera.

Siapa yang tidak mengenal Ameera, siapapun yang berhubungan dengannya jelas diburu media, begitu juga dengan Cakra. Tampangnya yang memang masuk kategori sangat tampan juga turut menarik perhatian.

Namun, hal tersebut sangat disayangkan beberapa pihak. Termasuk orang-orang yang mengenal Ameera, baik dekat maupun hanya sekadar dekat saja. Rencana Ameera untuk bangun siang nyatanya kacau akibat Jihan, manager pribadi wanita itu tiba-tiba mendatangi kediamannya.

"Masa iya?" Ameera mengerutkan dahi, mata wanita itu membulat sempurna lantaran tak percaya dengan kabar yang beredar.

"Benar, Kak, polisi sudah menemukan alat bukti di bawah tempat tidur Cakra," jelas Jihan sekali lagi, dapat dia saksikan sebesar apa keraguan Ameera kala mengetahui berita tentang Cakra.

Sekali lagi Ameera pahami, dia dengar dan baca begitu hati-hati. Setelah kemarin menghabiskan waktu cukup lama, jelas saja dia terkejut bukan main dengan kejadian yang menimpa Cakra.

"Tidak, Cakra tidak mungkin bertindak sejauh ini, Jihan. Aku sangat mengenalnya," tutur Ameera seyakin itu, di matanya tidak ada celah yang memungkinkan Cakra melakukan perbuatan semacam itu.

Semetara Jihan yang mengenal Cakra sebagai kekasih bayaran Ameera jelas saja percaya dengan isu yang menimpa Cakra, sama seperti Ricko yang sempat dia hubungi beberapa saat lalu. "Tapi, Kak, kita sama-sama ketahui bahwa Cak_"

"Diam, Jihan, kamu tidak mengenal Cakra bagaimana, bahkan bicara padanya saja tidak pernah ... jadi jangan membuat semua menjadi semakin rumit."

Tidak peduli sudah serumit apa yang terjadi, simpang siur pemberitaan tentang Cakra yang juga menyeret dirinya semakin tersebar. Dapat Ameera lihat bagaimana reaksi penggemarnya, sudah jelas yang kemarin memuji kini menghakimi Cakra dan justru membenarkan tuduhan yang sempat Julio layangkan beberapa waktu lalu.

Dia yang sudah mati-matian membangun citra baik seorang Cakra sebagai kekasihnya gagal begitu saja. Hujatan dan cacian pedas yang tertuju pada Cakra membanjiri laman sosial media Ameera.

Satu hal yang saat ini Ameera pahami, dia tidak akan mampu menahan ribuan orang untuk menghakimi. Namun, yang bisa dia lakukan sekarang adalah menutup mata Cakra untuk tidak membaca komentar buruk dari penggemarnya.

Ya, hanya itu dan begitu sudah tertanam dalam benak Ameera tentang kesehatan mental Cakra. Jika dia mungkin sudah terbiasa menghadapi situasi semacam itu, tapi dia? Bagaimana bisa Cakra yang sejak dahulu tenang dengan dunianya mendadak menjadi sasaran penggemarnya.

Atas pertimbangan itulah, Ameera tanpa pikir panjang segera bersiap hingga membuat Jihan bingung harus bagaimana. Sedikit saja Ameera tidak meminta bantuan, dia melakukan segala sesuatu sendiri dan Jihan hanya menjadi saksi bagaimana Ameera bersiap untuk pergi.

"Kak, Kak Meera tunggu!! Kakak mau kemana?"

Setelah menyaksikan kesibukan Ameera, wanita itu baru berani mendekat dengan tujuan ingin menghalangi perjalanannya. Namun, lagi dan lagi Ameera memang tidak pernah bisa dihalangi.

Bukan hanya Jihan, tapi ketika melewati beberapa orang di ruang keluarga dia juga tutup telinga. Tidak peduli dengan teriakan Zean, sang kakak yang baru datang kala usai mendengar kabar terkait Cakra.

"Ra, tunggu!! Mau kemana?!"

"Ada urusan!!"

Jawabannya masih sama, sebuah jawaban yang menegaskan seolah dia bisa menyelesaikan semuanya sendiri. Papa Mikhail hanya menghela napas kasar usai mendengar jawaban Ameera, familiar dan sama seperti kemarin.

"Pa? Kenapa bisa diizinkan Ameera menjalin hubungan dengan seorang pemakai ... apa papa tidak selidiki lebih dulu?"

"Siapa?"

Zean berdecak kesal seraya menatap malas sang papa yang tidak henti menikmati jagung rebus sejak tadi. Ditanya balik nanya, padahal sudah jelas yang dimaksud Zean itu siapa. "Si tepung itu, siapa lagi memangnya?"

"Namanya Cakra, Cakra Darmawangsa."

"Iya itu maksudnya!!" Niat hati datang karena khawatir dengan keadaan adiknya, ketika tiba di kediaman utama sang papa juga tampak biasa saja.

"Ameera berhak memilih dengan siapa dia menjalani hidupnya. Kau lupa siapa Ameera? Salah-satu alasan dia hingga hari ini belum menikah juga karena terlalu selektif dan sukar membuka hati. Jika dia sudah memilih Cakra, artinya sudah melewati tahap seleksinya."

Panjang lebar Papa Mikhail bicara, sungguh sebuah fakta yang sangat sukar untuk dibantah. Memang benar apa yang dikatakan Papa Mikhail, Ameera memiliki selera tertinggi dan sangat sulit untuk Zean penuhi setiap kali mencoba mendekatkan teman atau rekan bisnisnya pada Ameera.

Sementara Cakra tiba-tiba diakui ke media sebagai kekasih, dan bahkan Papa Mikhail pernah bertemu dengannya. Zean sempat berpikir jika Cakra mungkin pria baik, tapi dengan adanya kabar ini sepercik keraguan itu muncul begitu saja.

"Dia yang ganti pasangan aku yang pusing!!"

.

.

Seperti keyakinan papanya, Ameera memang mampu melakukan segalanya tanpa bantuan. Keyakinan Ameera bahwa Cakra sama sekali tidak salah membawanya melangkah untuk menemui Cakra. Tidak sendiri, tapi Ameera juga didampingi Mahendra, kuasa hukum yang biasa membantunya sejak dahulu.

"Demi Tuhan aku tidak pernah mencobanya, Ra, aku juga tidak tahu kenapa benda itu ada di bawah tempat tidurku."

Cakra memberikan penjelasan panjang lebar, tubuhnya masih bergetar dan tangan pria itu terasa dingin karena memang belum pernah berada di posisi ini.

"Aku percaya, Cakra, jangan khawatirkan apapun ... semua akan baik-baik saja," tutur Ameera menggenggam erat jemarinya.

"Lalu kamu gimana? Fans-mu pasti ngamuk kan?"

"Tidak perlu pikirkan itu, terpenting sekarang kamu tenang ... kamu tidak akan ditindas lagi di sini." Ameera meyakinkan Cakra begitu lembut seraya mengusap pelan lebam di bagian pelipisnya, sudah jelas Cakra dipukuli.

"Sshh sakit."

Belum sembuh yang kemarin, tiba-tiba dia kembali menjadi sasaran bogem mentah dari oknum yang tidak punya hati. Sudah tentu Ameera tidak akan diam saja, belum apa-apa, wanita itu sudah memerintahkan Irzan untuk bertindak agar oknum tersebut tidak bisa hidup tenang.

"Kalau dipukul balas, kamu tidak salah, Cakra."

"Mana bisa, kalau sudah di sini artinya dianggap salah," jawab Cakra tertawa kecil. Setelah sejak tadi ketakutan, kini dia merasa lebih tenang.

"Jangan membenarkan anggapan mereka, Cakra ... jika melindungi diri sendiri saja tidak bisa, lalu bagaimana kamu mau melindungiku nanti? Hm?" tanya Ameera begitu lembut, sebuah pertanyaan dengan seribu makna yang membuat hati Cakra menghangat seketika.

Selesai bicara begitu lembut pada padanya, Ameera kini mengalihkan tatapan pada beberapa orang di ruangan tersebut. Dia melepaskan Cakra dan berdiri seraya melayangkan tatapan ke arah mereka.

"Dengarkan baik-baik!! Berani menyakitinya sedikit saja ... aku pastikan kalian akan kehilangan pekerjaan dan semua yang sudah kalian bangun sejak awal, camkan itu!!"

Bicara pada Cakra selembut itu, sementara kini dia tidak segan untuk meninggi hingga Cakra seolah melihat sisi lain dari Ameera. Situasi ini semakin menegaskan jika mereka terlampau berbeda, sebesar itu kekuasaan keluarga Ameera hingga membuat Cakra bergeming kala menatapnya.

Cukup lama Cakra bertahan dengan posisinya, bahkan kala Ameera pamit dia hanya mengangguk pelan dan mengulas senyum hangatnya "Seharusnya aku bangga, tapi apa yang terjadi hari ini membuatku semakin sadar jika perbedaan kita sejauh itu, Ameera."

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Halimah As Sa'diyah

Halimah As Sa'diyah

ah Cakra kau baik sekali 😍😭

2025-01-03

0

Ida Miswanti

Ida Miswanti

Anak didik Bogasai🤣🤣🤣

2024-12-27

1

Anonymous

Anonymous

Padahal cuma toko dalam novel tapi kok bisa saya sebagai penggemar megantara garis keras ini ikut menyayangi papa mikhail❤️

2024-11-13

7

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2 BAB 02 - He's My Choice
3 BAB 03 - Deal!!
4 BAB 04 - First Date?
5 BAB 05 - Dia Milikku
6 BAB 06 - Kontrak Hati?
7 BAB 07 - Tidak Bercanda
8 BAB 08 - Cuma Tidur
9 BAB 09 - Pengakuan Resmi
10 BAB 10 - Beautiful Sky
11 BAB 11 - With Beautiful Girl
12 BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13 BAB 13 - Mimpi Buruk
14 BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15 BAB 15 - Calon Menantu
16 BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17 BAB 17 - Pamit
18 BAB 18 - Sadar Diri
19 BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20 BAB 20 - Terlambat
21 BAB 21 - Susah Sinyal
22 BAB 22 - Dia Terkenal?
23 BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24 BAB 24 - Sudah Semuanya?
25 BAB 25 - Tidak Menyesal
26 BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27 BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28 BAB 28 - Pesan Papa
29 BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30 BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31 BAB 31 - Tertangkap Basah
32 BAB 32 - Nikahi!!
33 BAB 33 - Orang Yang Sama
34 BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35 BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36 BAB 36 - Kualat?
37 BAB 37 - Harus Jodoh
38 BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39 BAB 39 - Semua Demi Ameera
40 BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41 BAB 41 - Jangan Berisik
42 BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43 BAB 43 - Tawaran Ayumi
44 BAB 44 - Kamu Takut?
45 BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46 BAB 46 - Pengakuan Cakra
47 BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48 BAB 48 - Satu Atap
49 BAB 49 - Latihan
50 BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51 BAB 51 - Tidak Peka
52 BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53 BAB 53 - Izin Papa
54 BAB 54 - Ancaman Ameera
55 BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56 BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57 BAB 57 - Pulang
58 BAB 58 - Long Distance Relationship
59 BAB 59 - Cakra Dewasa
60 BAB 60 - Menantu Pilihan
61 BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62 BAB 62 - Demi Kamu
63 BAB 63 - Bukan Akting
64 BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65 BAB 65 - Mustahil
66 BAB 66 - He's My Hero
67 BAB 67 - Kamu Saja
68 BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69 BAB 69 - Andai
70 BAB 70 - Tidak Tertarik
71 BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72 BAB 72 - Salah Sangka
73 BAB 73 - Penegasan Cakra
74 BAB 74 - Familiar
75 BAB 75 - Kandas
76 BAB 76 - Dejavu
77 BAB 77 - Budeg
78 BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79 BAB 79 - Turut Mengundang
80 BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81 BAB 81 - Salah Sangka
82 BAB 82 - Pas
83 BAB 83 - Tidak Bercanda
84 BAB 84 - Pepatah Cakra
85 BAB 85 - Teman Hidup
86 BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87 BAB 87 - Tutup Telingamu
88 Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89 BAB 88 - After Marriage
90 BAB 89 - Orang Asing
91 BAB 90 - Darah Biru
92 BAB 91 - Penolakan Cakra
93 BAB 92 - Benang Merah
94 BAB 94 - Anaconda
95 BAB 95 - Kaya Buanget
96 BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97 BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98 BAB 98 - 5 Minggu
99 BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100 BAB 100 - Maunya Apa?
101 BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102 BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103 103 - Kadaluwarsa
104 BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105 BAB 105 - Kali Kedua
106 106 - Cakra Dengar, Kak
107 BAB 107 - Ahli Waris
108 BAB 108 - Kau Yang Berhak
109 BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110 BAB 110 - Godaan Sang Suami
111 BAB 111 - Salah Sasaran
112 BAB 112 - Dilabrak
113 BAB 113 - End
114 BAB 114 - Sidang Akhir
115 Visual Cast - Berondong Bayaran
116 BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117 BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118 BAB 117 - Sambilan
119 BAB 118 - Beda Jam Terbang
120 BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121 BAB 120 - Dunia Cakra
122 BAB 121 - Urusan Anak Muda
123 BAB 122 - Kangen, Ra
124 BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125 BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126 BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127 BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128 BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129 BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130 BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131 Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132 BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133 BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134 BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135 BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136 BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137 BAB 136 - S2 - Genit
138 Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139 BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140 BAB 138 - S2 - Belisik
141 BAB 139 - S2 - Ngamuk
142 BAB 140 - S2 - Cemburu
143 Bab 141 - Final Episode
144 PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145 Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146 Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 146 Episodes

1
BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2
BAB 02 - He's My Choice
3
BAB 03 - Deal!!
4
BAB 04 - First Date?
5
BAB 05 - Dia Milikku
6
BAB 06 - Kontrak Hati?
7
BAB 07 - Tidak Bercanda
8
BAB 08 - Cuma Tidur
9
BAB 09 - Pengakuan Resmi
10
BAB 10 - Beautiful Sky
11
BAB 11 - With Beautiful Girl
12
BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13
BAB 13 - Mimpi Buruk
14
BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15
BAB 15 - Calon Menantu
16
BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17
BAB 17 - Pamit
18
BAB 18 - Sadar Diri
19
BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20
BAB 20 - Terlambat
21
BAB 21 - Susah Sinyal
22
BAB 22 - Dia Terkenal?
23
BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24
BAB 24 - Sudah Semuanya?
25
BAB 25 - Tidak Menyesal
26
BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27
BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28
BAB 28 - Pesan Papa
29
BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30
BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31
BAB 31 - Tertangkap Basah
32
BAB 32 - Nikahi!!
33
BAB 33 - Orang Yang Sama
34
BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35
BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36
BAB 36 - Kualat?
37
BAB 37 - Harus Jodoh
38
BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39
BAB 39 - Semua Demi Ameera
40
BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41
BAB 41 - Jangan Berisik
42
BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43
BAB 43 - Tawaran Ayumi
44
BAB 44 - Kamu Takut?
45
BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46
BAB 46 - Pengakuan Cakra
47
BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48
BAB 48 - Satu Atap
49
BAB 49 - Latihan
50
BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51
BAB 51 - Tidak Peka
52
BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53
BAB 53 - Izin Papa
54
BAB 54 - Ancaman Ameera
55
BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56
BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57
BAB 57 - Pulang
58
BAB 58 - Long Distance Relationship
59
BAB 59 - Cakra Dewasa
60
BAB 60 - Menantu Pilihan
61
BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62
BAB 62 - Demi Kamu
63
BAB 63 - Bukan Akting
64
BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65
BAB 65 - Mustahil
66
BAB 66 - He's My Hero
67
BAB 67 - Kamu Saja
68
BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69
BAB 69 - Andai
70
BAB 70 - Tidak Tertarik
71
BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72
BAB 72 - Salah Sangka
73
BAB 73 - Penegasan Cakra
74
BAB 74 - Familiar
75
BAB 75 - Kandas
76
BAB 76 - Dejavu
77
BAB 77 - Budeg
78
BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79
BAB 79 - Turut Mengundang
80
BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81
BAB 81 - Salah Sangka
82
BAB 82 - Pas
83
BAB 83 - Tidak Bercanda
84
BAB 84 - Pepatah Cakra
85
BAB 85 - Teman Hidup
86
BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87
BAB 87 - Tutup Telingamu
88
Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89
BAB 88 - After Marriage
90
BAB 89 - Orang Asing
91
BAB 90 - Darah Biru
92
BAB 91 - Penolakan Cakra
93
BAB 92 - Benang Merah
94
BAB 94 - Anaconda
95
BAB 95 - Kaya Buanget
96
BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97
BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98
BAB 98 - 5 Minggu
99
BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100
BAB 100 - Maunya Apa?
101
BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102
BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103
103 - Kadaluwarsa
104
BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105
BAB 105 - Kali Kedua
106
106 - Cakra Dengar, Kak
107
BAB 107 - Ahli Waris
108
BAB 108 - Kau Yang Berhak
109
BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110
BAB 110 - Godaan Sang Suami
111
BAB 111 - Salah Sasaran
112
BAB 112 - Dilabrak
113
BAB 113 - End
114
BAB 114 - Sidang Akhir
115
Visual Cast - Berondong Bayaran
116
BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117
BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118
BAB 117 - Sambilan
119
BAB 118 - Beda Jam Terbang
120
BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121
BAB 120 - Dunia Cakra
122
BAB 121 - Urusan Anak Muda
123
BAB 122 - Kangen, Ra
124
BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125
BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126
BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127
BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128
BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129
BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130
BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131
Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132
BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133
BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134
BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135
BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136
BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137
BAB 136 - S2 - Genit
138
Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139
BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140
BAB 138 - S2 - Belisik
141
BAB 139 - S2 - Ngamuk
142
BAB 140 - S2 - Cemburu
143
Bab 141 - Final Episode
144
PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145
Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146
Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!