BAB 13 - Mimpi Buruk

"Jaga bicaramu!!"

Belum selesai Julio bicara, telapak tangan Ameera mendarat tepat di wajahnya. Sakit, panas dan malu jelas saja Julio rasakan saat ini. Bagaimana tidak, tak jauh dari mereka dua penjaga rumah itu memantau nona mudanya.

"Kamu sampai hati menamparku hanya demi dia?"

"Oh tentu, aku sangat mencintainya dan ucapanmu membuatku marah."

"Men_"

"Jika kamu berpikir Cakra adalah beban, lalu kamu apa? Coba ingat Julio, namamu dikenal sejak kita menjalin hubungan dua tahun lalu ... satu lagi, sewaktu bayaranmu belum seberapa, bahkan potong rambut saja menggunakan uangku, lupa?"

Ameera bersedekap dada, wanita itu tersenyum sinis dengan mata tajam yang tengah merendahkan Julio serendah-rendahnya. Jika ditanya apa alasan Ameera sampai berani bersikap santai bahkan menyakiti Julio, jelas jawabannya adalah Cakra.

Dia tidak terima, sekalipun hal itu bisa dibilang fakta, tapi hati Ameera benar-benar tidak rela Cakra dianggap rendah. Bukan hanya Julio saja sebenarnya, sebelum ini Ricko yang merupakan bodyguard sekaligus supir pribadinya juga sudah kena getahnya.

Bahkan, Ameera memintanya pulang ke Bandung akibat terlalu banyak bicara tentang Cakra sejak awal pertemuan. Padahal, ucapan Ricko masih masuk kategori normal, jelas ketika menghadapi Julio marahnya lebih gila.

"Hahah tapi mana mungkin ingat, aku lupa bahwa kamu sejenis kacang lupa kulit." Setelah sempat membuat Julio terdiam, dia kembali melontarkan pernyataan sarkas yang begitu menusuk relung jiwanya hingga dada pria itu seolah akan meledak.

"Ah iya, semoga mampu bertahan di posisimu ya, jika Cakra mau ... hanya dengan menjadi figuran tanpa dialog saja bisa menggeser popularitasmu, Julio. Jadi sebelum merendahkan pacarku ada baiknya dipikir dulu."

Ameera menyerang Julio secara bertubi. Tidak hanya sebatas mendaratkan tamparan, tapi dia juga melempar serangan beruntut yang membuat Julio mendadak bungkam.

Tanpa kata dan memang sudah enggan bicara, Ameera berlalu meninggalkan Julio yang masih terus memanggilnya. Belum sempat Julio berlari mengejar Ameera, dengan cepat penjaga menutup pintu gerbang hingga membuat pria itu kembali berontak demi mendapat perhatian Ameera.

Sayang, hati Ameera telanjur mati untuk Julio. Terserah mau apa, yang jelas Ameera tidak akan tersentuh sekalipun Julio menggila seperti sebelumnya.

"Meera tunggu, Sayang!! Maafkan aku, Ra!!"

"Baik, jika memang ini maumu aku pastikan kamu akan menyesal, Ameera!!

Setelah sempat memohon dengan sejuta kalimat manis, kini Julio melayangkan ancaman dengan suara tegasnya. Sempat berhenti beberapa langkah, Ameera tersenyum tipis kemudian mengedikkan bahu seolah tak peduli sedikit pun.

Terlalu banyak yang harus dia selesaikan, dan Ameera hanya ingin merasakan ketenangan. Salah-satu caranya ialah melepas Julio dan membalaskan semua dendam agar tidak terlalu sakit, dia sudah berada di titik itu dan keberhasilannya untuk berdamai dengan luka adalah Cakra.

Ya, Cakra Darmawangsa. Mengingat namanya saja membuat Ameera tersenyum simpul, dia sampai bersandar di pintu kala pertama kali masuk kamarnya. Seolah lupa tentang Julio, wanita itu sontak meraih ponsel dan menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur demi menunggu sebuah kabar dari Cakra.

Satu menit, dua menit dan kini beberapa menit terlewati Cakra belum juga menghubunginya. Pasca kejadian kemarin, Ameera memiliki kekhawatiran berlebih hingga dia tidak bisa sesabar itu untuk menanti.

"Apa aku telepon saj_"

~ Cakra Is Calling ~

Belum selesai Ameera bicara, beruntung saja belum dia hubungi. Setepat itu waktu mempertemukan, Cakra menghubunginya via panggilan video. "Tahan, Ameera, jangan diangkat dulu."

Walau dia juga begitu menanti, jelas saja gengsinya masih tinggi. Beberapa waktu Ameera menunggu barulah dia menggeser ikon hijau tersebut. Sengaja dia pindah ke meja rias demi bisa terlihat tidak sedang begitu menunggu.

"Hai, Sayang ... kok lama? Lagi sibuk ya?"

"Tidak juga, baru kelar bersihin make-up."

Baru kelar katanya? Cakra tersenyum simpul melihatnya. Jelas-jelas baru mulai, bibirnya saja masih terlihat merona. Sungguh pandai sekali berbohong sampai terlampau kentara begini.

"Kamu baru sampe?" tanya Ameera belum juga sadar jika Cakra tengah menertawakan dirinya.

"Iya, ini mau mandi, setelah itu tidur ... kata pacarku tidak boleh begadang tadi." Cakra mengedipkan mata sebelum kemudian tergelak hingga Ameera seketika memerah.

"Makan dulu, terus obatnya jangan lupa," tambah Ameera lagi, dia masih bisa bicara walau sebenarnya sempat salah tingkah.

"Masih kenyang, kamu lupa aku makannya satu setengah porsi tadi?"

Ameera terbahak, demi apapun dia tidak bisa menahan tawa kali ini. Seumur hidup, Cakra adalah pria asing pertama yang rela menghabiskan makanannya seperti sang papa. Bukan karena Ameera sengaja, tapi memang porsi makanan di warteg yang Cakra pilih tadi sore terlalu banyak hingga dia hanya bisa menghabiskan setengahnya.

Cukup lama Cakra pandangi, Ameera yang tertawa bahkan sampai menitikkan air mata terlalu menggemaskan di mata Cakra. Hingga, pria itu sampai menunda acara mandinya demi bisa bicara lebih lama.

"Cak, kapan kamu mandinya?"

"Nanti saja, masih kangen."

Seenteng itu Cakra bicara, sementara Ameera susah payah menahan diri agar tidak terlalu kentara. Agaknya, bakat Cakra sebagai kekasih bayaran memang sudah mengalir dalam dirinya.

"Sudah malam, aku juga mau mandi, Cakra."

"Oh iya? Kalau begitu mandi sama-sama saja gimana?"

Mata Ameera seketika membulat sempurna. "Heh?!"

"Maksudnya kamu mandi, aku juga mandi ... hpnya jangan dimatiin."

Jawaban Cakra semakin membuat Ameera menerka-nerka. Matanya mengerjap pelan dan mulai bingung hendak bicara apa. "Cak, di perjanjian tidak ada yang begituan ya? Kamu mau ngapain mandi sambil vc hah?!"

Seketika Cakra tertawa sumbang, pikiran Ameera terlalu jauh. Padahal, berpikir untuk meminta Ameera mengirimkan foto macam-macam juga tidak, mana mungkin dia berani sampai bertindak sejauh itu. "Hpnya ditinggal, kitanya mandi ... nanti lanjut lagi. Kamu pasti mikir macam-macam ya? Aku masih polos,Tante, jangan messum ih."

"CAKRA!!"

.

.

Terlalu bahagia memang tidak begitu baik. Setelah tadi malam menghabiskan malam bersama Ameera via telepon, pagi ini Cakra dibuat bingung dengan kehadiran beberapa pria dengan seragam yang kerap dia hindari di jalanan.

Sama sekali tidak pernah Cakra impikan, di usia semuda ini dia akan diringkus aparat kepolisian atas dugaan penyalahgunaan narkoba. Cakra yang tidak merasa bersalah jelas saja berontak, dia berusaha membela diri karena memang bukan salahnya.

Sayangnya, tidak peduli sekuat apapun Cakra berontak, pria itu berakhir bungkam ketika barang bukti ditemukan di bawah tempat tidurnya. "Demi Tuhan, benda itu bukan milikku!!"

Semua terjadi begitu cepat, Cakra berharap jika dia belum terbangun dari mimpi, tapi sayang semua terlampau nyata untuk dikatakan mimpi belaka. Tetangga kostnya menyaksikan Cakra diringkus, mereka tampak bingung dan bertanya satu sama lain.

"Nggak nyangka, lo sejauh ini, Cak?" Kekecewaan begitu nyata di mata Alan kala Cakra melewati pria itu.

"Nggak, Lan!! Gue nggak salah!!" Cakra masih membela diri di hadapan teman-temannya, sayang tidak ada waktu banyak untuk bicara panjang lebar pada mereka.

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Halimah As Sa'diyah

Halimah As Sa'diyah

cakraaaa udah sakit perut ey

2025-01-03

0

Efratha

Efratha

pasti pagawean si ontohod Julio eta teh

2024-10-24

0

Umiati Ati

Umiati Ati

main licik Julio, dasar jahat

2024-08-22

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2 BAB 02 - He's My Choice
3 BAB 03 - Deal!!
4 BAB 04 - First Date?
5 BAB 05 - Dia Milikku
6 BAB 06 - Kontrak Hati?
7 BAB 07 - Tidak Bercanda
8 BAB 08 - Cuma Tidur
9 BAB 09 - Pengakuan Resmi
10 BAB 10 - Beautiful Sky
11 BAB 11 - With Beautiful Girl
12 BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13 BAB 13 - Mimpi Buruk
14 BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15 BAB 15 - Calon Menantu
16 BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17 BAB 17 - Pamit
18 BAB 18 - Sadar Diri
19 BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20 BAB 20 - Terlambat
21 BAB 21 - Susah Sinyal
22 BAB 22 - Dia Terkenal?
23 BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24 BAB 24 - Sudah Semuanya?
25 BAB 25 - Tidak Menyesal
26 BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27 BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28 BAB 28 - Pesan Papa
29 BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30 BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31 BAB 31 - Tertangkap Basah
32 BAB 32 - Nikahi!!
33 BAB 33 - Orang Yang Sama
34 BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35 BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36 BAB 36 - Kualat?
37 BAB 37 - Harus Jodoh
38 BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39 BAB 39 - Semua Demi Ameera
40 BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41 BAB 41 - Jangan Berisik
42 BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43 BAB 43 - Tawaran Ayumi
44 BAB 44 - Kamu Takut?
45 BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46 BAB 46 - Pengakuan Cakra
47 BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48 BAB 48 - Satu Atap
49 BAB 49 - Latihan
50 BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51 BAB 51 - Tidak Peka
52 BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53 BAB 53 - Izin Papa
54 BAB 54 - Ancaman Ameera
55 BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56 BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57 BAB 57 - Pulang
58 BAB 58 - Long Distance Relationship
59 BAB 59 - Cakra Dewasa
60 BAB 60 - Menantu Pilihan
61 BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62 BAB 62 - Demi Kamu
63 BAB 63 - Bukan Akting
64 BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65 BAB 65 - Mustahil
66 BAB 66 - He's My Hero
67 BAB 67 - Kamu Saja
68 BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69 BAB 69 - Andai
70 BAB 70 - Tidak Tertarik
71 BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72 BAB 72 - Salah Sangka
73 BAB 73 - Penegasan Cakra
74 BAB 74 - Familiar
75 BAB 75 - Kandas
76 BAB 76 - Dejavu
77 BAB 77 - Budeg
78 BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79 BAB 79 - Turut Mengundang
80 BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81 BAB 81 - Salah Sangka
82 BAB 82 - Pas
83 BAB 83 - Tidak Bercanda
84 BAB 84 - Pepatah Cakra
85 BAB 85 - Teman Hidup
86 BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87 BAB 87 - Tutup Telingamu
88 Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89 BAB 88 - After Marriage
90 BAB 89 - Orang Asing
91 BAB 90 - Darah Biru
92 BAB 91 - Penolakan Cakra
93 BAB 92 - Benang Merah
94 BAB 94 - Anaconda
95 BAB 95 - Kaya Buanget
96 BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97 BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98 BAB 98 - 5 Minggu
99 BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100 BAB 100 - Maunya Apa?
101 BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102 BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103 103 - Kadaluwarsa
104 BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105 BAB 105 - Kali Kedua
106 106 - Cakra Dengar, Kak
107 BAB 107 - Ahli Waris
108 BAB 108 - Kau Yang Berhak
109 BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110 BAB 110 - Godaan Sang Suami
111 BAB 111 - Salah Sasaran
112 BAB 112 - Dilabrak
113 BAB 113 - End
114 BAB 114 - Sidang Akhir
115 Visual Cast - Berondong Bayaran
116 BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117 BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118 BAB 117 - Sambilan
119 BAB 118 - Beda Jam Terbang
120 BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121 BAB 120 - Dunia Cakra
122 BAB 121 - Urusan Anak Muda
123 BAB 122 - Kangen, Ra
124 BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125 BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126 BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127 BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128 BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129 BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130 BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131 Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132 BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133 BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134 BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135 BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136 BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137 BAB 136 - S2 - Genit
138 Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139 BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140 BAB 138 - S2 - Belisik
141 BAB 139 - S2 - Ngamuk
142 BAB 140 - S2 - Cemburu
143 Bab 141 - Final Episode
144 PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145 Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146 Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 146 Episodes

1
BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2
BAB 02 - He's My Choice
3
BAB 03 - Deal!!
4
BAB 04 - First Date?
5
BAB 05 - Dia Milikku
6
BAB 06 - Kontrak Hati?
7
BAB 07 - Tidak Bercanda
8
BAB 08 - Cuma Tidur
9
BAB 09 - Pengakuan Resmi
10
BAB 10 - Beautiful Sky
11
BAB 11 - With Beautiful Girl
12
BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13
BAB 13 - Mimpi Buruk
14
BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15
BAB 15 - Calon Menantu
16
BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17
BAB 17 - Pamit
18
BAB 18 - Sadar Diri
19
BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20
BAB 20 - Terlambat
21
BAB 21 - Susah Sinyal
22
BAB 22 - Dia Terkenal?
23
BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24
BAB 24 - Sudah Semuanya?
25
BAB 25 - Tidak Menyesal
26
BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27
BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28
BAB 28 - Pesan Papa
29
BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30
BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31
BAB 31 - Tertangkap Basah
32
BAB 32 - Nikahi!!
33
BAB 33 - Orang Yang Sama
34
BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35
BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36
BAB 36 - Kualat?
37
BAB 37 - Harus Jodoh
38
BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39
BAB 39 - Semua Demi Ameera
40
BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41
BAB 41 - Jangan Berisik
42
BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43
BAB 43 - Tawaran Ayumi
44
BAB 44 - Kamu Takut?
45
BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46
BAB 46 - Pengakuan Cakra
47
BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48
BAB 48 - Satu Atap
49
BAB 49 - Latihan
50
BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51
BAB 51 - Tidak Peka
52
BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53
BAB 53 - Izin Papa
54
BAB 54 - Ancaman Ameera
55
BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56
BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57
BAB 57 - Pulang
58
BAB 58 - Long Distance Relationship
59
BAB 59 - Cakra Dewasa
60
BAB 60 - Menantu Pilihan
61
BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62
BAB 62 - Demi Kamu
63
BAB 63 - Bukan Akting
64
BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65
BAB 65 - Mustahil
66
BAB 66 - He's My Hero
67
BAB 67 - Kamu Saja
68
BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69
BAB 69 - Andai
70
BAB 70 - Tidak Tertarik
71
BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72
BAB 72 - Salah Sangka
73
BAB 73 - Penegasan Cakra
74
BAB 74 - Familiar
75
BAB 75 - Kandas
76
BAB 76 - Dejavu
77
BAB 77 - Budeg
78
BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79
BAB 79 - Turut Mengundang
80
BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81
BAB 81 - Salah Sangka
82
BAB 82 - Pas
83
BAB 83 - Tidak Bercanda
84
BAB 84 - Pepatah Cakra
85
BAB 85 - Teman Hidup
86
BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87
BAB 87 - Tutup Telingamu
88
Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89
BAB 88 - After Marriage
90
BAB 89 - Orang Asing
91
BAB 90 - Darah Biru
92
BAB 91 - Penolakan Cakra
93
BAB 92 - Benang Merah
94
BAB 94 - Anaconda
95
BAB 95 - Kaya Buanget
96
BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97
BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98
BAB 98 - 5 Minggu
99
BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100
BAB 100 - Maunya Apa?
101
BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102
BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103
103 - Kadaluwarsa
104
BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105
BAB 105 - Kali Kedua
106
106 - Cakra Dengar, Kak
107
BAB 107 - Ahli Waris
108
BAB 108 - Kau Yang Berhak
109
BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110
BAB 110 - Godaan Sang Suami
111
BAB 111 - Salah Sasaran
112
BAB 112 - Dilabrak
113
BAB 113 - End
114
BAB 114 - Sidang Akhir
115
Visual Cast - Berondong Bayaran
116
BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117
BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118
BAB 117 - Sambilan
119
BAB 118 - Beda Jam Terbang
120
BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121
BAB 120 - Dunia Cakra
122
BAB 121 - Urusan Anak Muda
123
BAB 122 - Kangen, Ra
124
BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125
BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126
BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127
BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128
BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129
BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130
BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131
Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132
BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133
BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134
BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135
BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136
BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137
BAB 136 - S2 - Genit
138
Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139
BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140
BAB 138 - S2 - Belisik
141
BAB 139 - S2 - Ngamuk
142
BAB 140 - S2 - Cemburu
143
Bab 141 - Final Episode
144
PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145
Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146
Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!