BAB 12 - Aku Sudah Memulainya

"Please jangan peluk, aku bisa gila, Cakra."

Ameera sampai memejamkan mata, dia pikir Cakra akan berbuat sejauh itu. Nyatanya, pria itu hanya memakaian jaket untuk Ameera. Malu bukan main, terlebih lagi kini Cakra tersenyum tipis seolah tahu isi otaknya.

"Kenapa? Mau dipeluk?" tanya Cakra membuat Ameera semakin malu hingga wajahnya memerah.

"Apasih? Tidak sama sekali."

Ameera mencebik, entah sengaja atau bagaimana, yang jelas kali ini dia merasa seolah tengah Cakra lucuti satu persatu. Meski sudah membuat Ameera seakan tidak punya muka, Cakra tetap santai saja memasangkan jaketnya.

"Cakra, kamu tidak perlu begini. Maksudku cukup pelan-pelan, kalau begini kamu yang dingin."

"Anginnya tetap berasa walau pelan. Besok-besok bajunya jangan pendek gini ya cantiknya, Cakra," ucap Cakra lembut hingga wanita itu hanya bungkam dibuatnya.

Bukannya menjawab, Ameera hanya terdiam dan terus menatap lekat wajah Cakra. Begitu banyak pertanyaan yang membelenggu benak Ameera setiap kali menatapnya, salah-satu yang paling tertanam ialah kenapa bisa Cakra meratukan seseorang begitu lembut sementara dunia saja begitu keras padanya.

"Hei, Sayang!"

"Hah? I-iya kenapa?" Ameera terpranjat kala Cakra memanggil dengan suara sedikit meninggi seraya menyentuh dagunya.

"Melamun ternyata, dengar tidak?"

"Dengar, siapa juga yang melamun."

Bukan putri Mikhail jika tidak pernah membohongi hatinya, saat ini jelas saja dia berkhianat. Secepat mungkin dia bersikap seolah baik-baik saja, berharap Cakra tidak akan menerka apa yang dia pikirkan.

"Oh iya? Coba ulangi aku bilang apa," pinta Cakra kemudian, gelagat Ameera terlalu kentara hingga siapapun bisa membaca pikirannya.

Ameera yang terjebak keadaan terpaksa asal menjawab dan berpikir jawaban yang sekiranya paling mendekati walau mungkin tidak tepat. "Lain kali bawa jaket."

Detik itu Ameera menjawab, detik itu juga Cakra tertawa sumbang kemudian mencubit pipinya. "Ngaco," tandas Cakra sebelum kemudian kembali duduk di depan Ameera.

"Cakra!! Jangan asal cubit, jerawatan nanti."

Mulutnya protes, tapi tangannya kini balas dendam mencubit perut Cakra hingga pria itu tergelak dan menahan tangan Ameera. "Kalau mau peluk tinggal peluk, Ra, pakai acara nyubit segala."

Ameera lupa jika ada istilah senjata makan tuan. Niat hati hanya untuk mencubit, kini justru terjebak dan Cakra tidak memberikan izin untuknya agar bisa lepas. Baru saja berhasil mundur, tepat di depan lampu merah Cakra berhenti mendadak hingga Ameera keduanya benar-benar tidak berjarak.

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini Cakra tidak meminta maaf, melainkan meraih kedua tangan Ameera agar melingkar di perutnya. Tidak selesai di sana, Cakra juga meletakkan tangannya di atas lutut Ameera.

"Apa begini pacaran yang sesungguhnya?"

Ameera mengullum senyum, dia yang tadinya begitu terpaksa melingkarkan tangan di perut Cakra perlahan bisa mengendalikan perasaan. Ada beberapa hal yang tidak pernah dia rasakan sebelum mengenal Cakra, termasuk hal-hal semacam ini.

"Sssh Cakra!!"

Belum selesai lamunan Ameera, dia merasakan sakit di lututnya. Sudah tentu hal itu karena kuku tajam Cakra. Ameera yang baru saja terlena dengan suasana yang belum pernah dia alami tersebut, kini fokus dengan lututnya.

"Kenapa? Perih?"

"Tajam banget sih, itu kuku atau belati, Cak," gerutu Ameera seraya mengusap lututnya berkali-kali.

Sementara Cakra yang merasa bersalah jelas tidak tinggal diam. Demi Tuhan Cakra lupa, kukunya memang belum sempat dipotong dan sama sekali tidak menduga jika akan menyakiti Ameera malam ini.

Suasana romantis tersebut buyar sudah. Beruntung saja Ameera bukan tipe wanita yang memperpanjang masalah, mungkin karena dia juga membatasi diri hingga tidak bertindak seolah pasangan Cakra sungguhan.

Karena hal itulah dia tidak mungkin akan marah dan meminta Cakra membujuknya seperti wanita kebanyakan. Tidak ada yang bisa dia lakukan, selain menegaskan jika baik-baik saja dan menerima permintaan maaf dari Cakra.

Walau sesederhana itu, tetap saja Cakra merasa bersalah. Bahkan ketika tiba di kediaman keluarga Megantara, pria itu masih terus memastikan keadaan Ameera.

"Serius, Ra, masih sakit tidak?"

"Tidak, Cakra, tadi aku terkejut makanya sampai teriak."

Andai tahu Cakra akan sekhawatir ini, mungkin Ameera tidak akan bereaksi berlebihan seperti tadi. Hanya karena tidak sengaja menggores lutut Ameera dengan kuku tajamnya, Cakra sampai sepanik ini.

Setelah berkali-kali dia pastikan, pada akhirnya Cakra menyerah juga. "Semoga," timpal Cakra seraya melempar senyum hangat ke arah Ameera.

"Ehm, pulanglah ... jangan begadang, nanti pulang kalau bisa langsung tidur ya."

"Kebalik, aku yang harusnya bilang begitu," jawab Cakra tidak segera mengiyakan, respon Ameera lebih dulu membuat jiwanya tergelitik.

Tanpa menjawab, Ameera hanya menunduk seraya meremas ujung jemarinya. Jujur Ameera tidak suka bagian ini, dia seolah bingung dengan diri sendiri yang seakan hilang kendali. Sadar betul jika dia sudah dewasa, tapi anehnya wanita itu seolah betah berhadapan dengan pria yang jauh lebih muda darinya.

"Dah sana pulang, kalau sampai kabarin."

"Kamu masuk dulu, baru aku pulang," ucap Cakra bersedekap dada, sebuah permintaan sekaligus perintah yang harus Ameera turuti saat ini juga.

Keduanya sama-sama mendominasi jika sudah menjalin hubungan, tapi untuk beberapa hal Cakra akan bersikap egois dan enggan mengalah, termasuk kali ini. Dia masih terus memandangi Ameera yang meninggalkan dirinya, hingga kala Ameera menoleh Cakra sontak melambaikan tangannya.

"Love you."

Cakra berguman sebelum melayangkan ciuman jarak jauh pada Ameera. Sebuah ungkapan yang mungkin tidak akan terbaca oleh Ameera karena jarak mereka cukup jauh dan Cakra juga begitu pelan kala mengutarakannya.

.

.

Dibalik hubungan Cakra dan Ameera yang kian manis, masih ada satu jiwa yang terus terbakar, Julio. Dari kejauhan dia pandangi, hingga setelah usai memastikan tidak ada lagi Cakra di sana barulah Julio mengambil kesempatan.

Tidak peduli sekalipun harus memicu keributan lebih dahulu, Julio dengan tanpa malunya berteriak memanggil Ameera di depan gerbang utama. Tidak hanya berteriak, dia bahkan meraung dan mengutarakan kegilaannya demi membuat Ameera menemuinya.

"Kamu tidak punya malu, Julio?"

"Meera, tolong kasih kesempatan ... aku ingin bicara, Sayang, kumohon," lirih Julio bahkan rela berlutut di hadapan Ameera, sebuah cara paling basi yang dia gunakan demi memohon agar Ameera bersedia untuk kembali.

"Kita sudah selesai, tolong ingat itu."

Dahulu mungkin Ameera tidak akan tega membiarkannya berdiri di luar pagar, tapi kini untuk menatapnya saja dia malas. Sudah bulat tekad Ameera untuk pergi dari Julio, sekalipun pria itu menangis darah dia tidak akan sudi kembali apapun alasannya.

"Ameera, aku sudah putus dengan Anita ... kembalilah, kita mulai semua dari awal, Sayang."

"Aku sudah memulai semuanya dari awal, tapi tidak bersamamu," balas Ameera tegas. Sekecil air mata semut sekalipun tidak ada rasa iba di dalam hatinya, yang ada hanya sakit dan dendam di sana.

Julio tertawa hambar, dia bangkit berdiri dengan perasaan kacau dan mengepal kuat-kuat. "Lalu? Bersama cowok miskin itu? Apa yang bisa kamu banggakan darinya, Ameera? Cowok semacam itu tidak lebih dari beb_"

Plak

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Juan Sastra

Juan Sastra

emang cara cakra memegang seperti mencakar gitu sampai luka segala,,ada ada aja

2025-01-24

0

Borahe 🍉🧡

Borahe 🍉🧡

Sudah thor gw yg selalu meleyot dgn si brondong satu ini

2024-12-10

0

Halimah As Sa'diyah

Halimah As Sa'diyah

terus meera lanjut kan bakat mu🤣

2025-01-03

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2 BAB 02 - He's My Choice
3 BAB 03 - Deal!!
4 BAB 04 - First Date?
5 BAB 05 - Dia Milikku
6 BAB 06 - Kontrak Hati?
7 BAB 07 - Tidak Bercanda
8 BAB 08 - Cuma Tidur
9 BAB 09 - Pengakuan Resmi
10 BAB 10 - Beautiful Sky
11 BAB 11 - With Beautiful Girl
12 BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13 BAB 13 - Mimpi Buruk
14 BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15 BAB 15 - Calon Menantu
16 BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17 BAB 17 - Pamit
18 BAB 18 - Sadar Diri
19 BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20 BAB 20 - Terlambat
21 BAB 21 - Susah Sinyal
22 BAB 22 - Dia Terkenal?
23 BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24 BAB 24 - Sudah Semuanya?
25 BAB 25 - Tidak Menyesal
26 BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27 BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28 BAB 28 - Pesan Papa
29 BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30 BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31 BAB 31 - Tertangkap Basah
32 BAB 32 - Nikahi!!
33 BAB 33 - Orang Yang Sama
34 BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35 BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36 BAB 36 - Kualat?
37 BAB 37 - Harus Jodoh
38 BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39 BAB 39 - Semua Demi Ameera
40 BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41 BAB 41 - Jangan Berisik
42 BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43 BAB 43 - Tawaran Ayumi
44 BAB 44 - Kamu Takut?
45 BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46 BAB 46 - Pengakuan Cakra
47 BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48 BAB 48 - Satu Atap
49 BAB 49 - Latihan
50 BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51 BAB 51 - Tidak Peka
52 BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53 BAB 53 - Izin Papa
54 BAB 54 - Ancaman Ameera
55 BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56 BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57 BAB 57 - Pulang
58 BAB 58 - Long Distance Relationship
59 BAB 59 - Cakra Dewasa
60 BAB 60 - Menantu Pilihan
61 BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62 BAB 62 - Demi Kamu
63 BAB 63 - Bukan Akting
64 BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65 BAB 65 - Mustahil
66 BAB 66 - He's My Hero
67 BAB 67 - Kamu Saja
68 BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69 BAB 69 - Andai
70 BAB 70 - Tidak Tertarik
71 BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72 BAB 72 - Salah Sangka
73 BAB 73 - Penegasan Cakra
74 BAB 74 - Familiar
75 BAB 75 - Kandas
76 BAB 76 - Dejavu
77 BAB 77 - Budeg
78 BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79 BAB 79 - Turut Mengundang
80 BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81 BAB 81 - Salah Sangka
82 BAB 82 - Pas
83 BAB 83 - Tidak Bercanda
84 BAB 84 - Pepatah Cakra
85 BAB 85 - Teman Hidup
86 BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87 BAB 87 - Tutup Telingamu
88 Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89 BAB 88 - After Marriage
90 BAB 89 - Orang Asing
91 BAB 90 - Darah Biru
92 BAB 91 - Penolakan Cakra
93 BAB 92 - Benang Merah
94 BAB 94 - Anaconda
95 BAB 95 - Kaya Buanget
96 BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97 BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98 BAB 98 - 5 Minggu
99 BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100 BAB 100 - Maunya Apa?
101 BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102 BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103 103 - Kadaluwarsa
104 BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105 BAB 105 - Kali Kedua
106 106 - Cakra Dengar, Kak
107 BAB 107 - Ahli Waris
108 BAB 108 - Kau Yang Berhak
109 BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110 BAB 110 - Godaan Sang Suami
111 BAB 111 - Salah Sasaran
112 BAB 112 - Dilabrak
113 BAB 113 - End
114 BAB 114 - Sidang Akhir
115 Visual Cast - Berondong Bayaran
116 BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117 BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118 BAB 117 - Sambilan
119 BAB 118 - Beda Jam Terbang
120 BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121 BAB 120 - Dunia Cakra
122 BAB 121 - Urusan Anak Muda
123 BAB 122 - Kangen, Ra
124 BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125 BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126 BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127 BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128 BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129 BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130 BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131 Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132 BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133 BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134 BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135 BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136 BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137 BAB 136 - S2 - Genit
138 Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139 BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140 BAB 138 - S2 - Belisik
141 BAB 139 - S2 - Ngamuk
142 BAB 140 - S2 - Cemburu
143 Bab 141 - Final Episode
144 PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145 Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146 Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 146 Episodes

1
BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2
BAB 02 - He's My Choice
3
BAB 03 - Deal!!
4
BAB 04 - First Date?
5
BAB 05 - Dia Milikku
6
BAB 06 - Kontrak Hati?
7
BAB 07 - Tidak Bercanda
8
BAB 08 - Cuma Tidur
9
BAB 09 - Pengakuan Resmi
10
BAB 10 - Beautiful Sky
11
BAB 11 - With Beautiful Girl
12
BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13
BAB 13 - Mimpi Buruk
14
BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15
BAB 15 - Calon Menantu
16
BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17
BAB 17 - Pamit
18
BAB 18 - Sadar Diri
19
BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20
BAB 20 - Terlambat
21
BAB 21 - Susah Sinyal
22
BAB 22 - Dia Terkenal?
23
BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24
BAB 24 - Sudah Semuanya?
25
BAB 25 - Tidak Menyesal
26
BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27
BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28
BAB 28 - Pesan Papa
29
BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30
BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31
BAB 31 - Tertangkap Basah
32
BAB 32 - Nikahi!!
33
BAB 33 - Orang Yang Sama
34
BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35
BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36
BAB 36 - Kualat?
37
BAB 37 - Harus Jodoh
38
BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39
BAB 39 - Semua Demi Ameera
40
BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41
BAB 41 - Jangan Berisik
42
BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43
BAB 43 - Tawaran Ayumi
44
BAB 44 - Kamu Takut?
45
BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46
BAB 46 - Pengakuan Cakra
47
BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48
BAB 48 - Satu Atap
49
BAB 49 - Latihan
50
BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51
BAB 51 - Tidak Peka
52
BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53
BAB 53 - Izin Papa
54
BAB 54 - Ancaman Ameera
55
BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56
BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57
BAB 57 - Pulang
58
BAB 58 - Long Distance Relationship
59
BAB 59 - Cakra Dewasa
60
BAB 60 - Menantu Pilihan
61
BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62
BAB 62 - Demi Kamu
63
BAB 63 - Bukan Akting
64
BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65
BAB 65 - Mustahil
66
BAB 66 - He's My Hero
67
BAB 67 - Kamu Saja
68
BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69
BAB 69 - Andai
70
BAB 70 - Tidak Tertarik
71
BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72
BAB 72 - Salah Sangka
73
BAB 73 - Penegasan Cakra
74
BAB 74 - Familiar
75
BAB 75 - Kandas
76
BAB 76 - Dejavu
77
BAB 77 - Budeg
78
BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79
BAB 79 - Turut Mengundang
80
BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81
BAB 81 - Salah Sangka
82
BAB 82 - Pas
83
BAB 83 - Tidak Bercanda
84
BAB 84 - Pepatah Cakra
85
BAB 85 - Teman Hidup
86
BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87
BAB 87 - Tutup Telingamu
88
Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89
BAB 88 - After Marriage
90
BAB 89 - Orang Asing
91
BAB 90 - Darah Biru
92
BAB 91 - Penolakan Cakra
93
BAB 92 - Benang Merah
94
BAB 94 - Anaconda
95
BAB 95 - Kaya Buanget
96
BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97
BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98
BAB 98 - 5 Minggu
99
BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100
BAB 100 - Maunya Apa?
101
BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102
BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103
103 - Kadaluwarsa
104
BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105
BAB 105 - Kali Kedua
106
106 - Cakra Dengar, Kak
107
BAB 107 - Ahli Waris
108
BAB 108 - Kau Yang Berhak
109
BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110
BAB 110 - Godaan Sang Suami
111
BAB 111 - Salah Sasaran
112
BAB 112 - Dilabrak
113
BAB 113 - End
114
BAB 114 - Sidang Akhir
115
Visual Cast - Berondong Bayaran
116
BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117
BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118
BAB 117 - Sambilan
119
BAB 118 - Beda Jam Terbang
120
BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121
BAB 120 - Dunia Cakra
122
BAB 121 - Urusan Anak Muda
123
BAB 122 - Kangen, Ra
124
BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125
BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126
BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127
BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128
BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129
BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130
BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131
Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132
BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133
BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134
BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135
BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136
BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137
BAB 136 - S2 - Genit
138
Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139
BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140
BAB 138 - S2 - Belisik
141
BAB 139 - S2 - Ngamuk
142
BAB 140 - S2 - Cemburu
143
Bab 141 - Final Episode
144
PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145
Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146
Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!