BAB 11 - With Beautiful Girl

"Fotoin."

Cakra terlalu jauh berpikir, dia mengira Ameera akan meminta sesuatu yang akan membuatnya terpaku, ternyata minta foto. Agaknya, Cakra berharap terlalu jauh tentang permintaan Ameera sore ini.

"Cakra ...."

"Hm? Bisa, gampang kalau begini doang mah."

Usai beberapa saat terpaku, Cakra berusaha mengendalikan dirinya secepat mungkin. Jika hanya menjadi fotografer dadakan jelas saja Cakra bisa, hal itu sangatlah mudah dan sejak dahulu dia memang suka mengabadikan berbagai objek dalam kenangan, dan sore ini Ameera yang menjadi objeknya.

Sudah tentu tidak perlu diminta harus bagaimana, Ameera adalah jagonya. Siapapun tahu bahwa dia juga cukup lama berkecimpung di dunia modeling, jelas saja tidak akan mati gaya.

Tidak butuh waktu lama baginya untuk mendapat beberapa foto dengan hasil yang memuaskan dan layak untuk dipamerkan, bahkan sang fotografer dadakannya tampak bingung kala Ameera mengatakan cukup dan kini perlahan mendekat ke arahnya.

"Yakin sudah?" tanya Cakra mengerutkan dahi, menurut sepengetahuannya wanita agak sedikit ribet dan banyak mau jika berkaitan tentang foto, tapi Ameera tidak begitu.

Ameera mengangguk dan mempertegas jika memang benar yakin dengan jawabannya. "Coba lihat hasilnya?"

Begitu dekat jarak mereka, Ameera yang hanya sebatas pundak Cakra membuat mereka terlihat lucu, terlebih lagi kala Ameera harus berjinjit sebelum Cakra menunduk demi memudahkan perjuangan Ameera.

"Cantik," jawab Cakra kemudian.

"Benar, belum pernah aku temukan senja di Jakarta seindah sore ini ... apa mungkin aku melewatkannya ya?"

Kata cantik yang Cakra utarakan agaknya berbeda makna dengan yang Ameera maksud. Bagi Cakra, kata itu hanya tertuju untuk Ameera, berbeda dengan Ameera yang tiada habisnya mengagumi senja sore ini.

"Lagi dong, tapi foto berdua." Ameera mendongak, sejenak tatapan mereka terkunci hingga keduanya semakin tidak baik-baik saja.

"Boleh."

Begitu mendengar kata boleh, Ameera menghabiskan banyak waktu untuk mengabadikan kenangan mereka. Layaknya pasangan lain yang saling mencintai, mereka mengekspresikan perasaan lewat foto tersebut dengan tujuan semua percaya jika hubungan mereka bukan sandiwara.

"Kurang manyun, yang ikhlas, Cakra jangan tertekan begitu mukanya."

"Apa iya harus begitu? Pegal bibirku, Meera."

"Sekali lagi, mau kuposting, Cakra ayolah." Ameera mengeluarkan jurus andalannya, merayu dengan suara lembut dan mata yang mengerjap pelan di sana.

Sesuai dugaan, hal itu berhasil dan Cakra menurut. Keduanya benar-benar terlihat manis hanya dengan sebuah foto, foto yang akan Ameera gunakan sebagai bahan bakar untuk membakar Julio hingga ke otaknya.

Tindakan Ameera sama sekali tidak Cakra permasalahkan, toh memang begitu awal perjanjian mereka. Namun, melihat keterangan yang Ameera sematkan di foto mereka berdua membuat Cakra tanpa sadar mulai besar kepala.

- Tiada yang lebih indah, selain memandang kemilau senja bersama jiwa yang kau cinta ... terima kasih untuk hari ini, Cakra -

"I love you-nya mana? Kok cuma begitu?" protes Cakra lantaran merasa ada yang kurang ketika dia membacanya.

"Memang harus ada? Berlebihan nanti kalau ditambah begitu," celetuk Ameera kemudian menghela napas kasar. Sudah telanjur diunggah, bahkan Penggemarnya mulai meramaikan kolom komentar, Ameera malas jika harus mengubah caption-nya.

"Biasanya sih begitu, aku lihat postingan Jovan dan Alan kalau post foto berdua sama pacarnya pasti begitu."

"Hm, kalau gitu kamu saja yang posting gimana? Biar adil, nanti aku repost siapa tahu followers-mu melejit jadi 1 juta." Ameera melontarkan ide brilian yang membuat Cakra tertawa sumbang.

Sedikit saja Cakra tidak butuh kepopuleran, andai benar dia menuruti kemauan Ameera semua murni sebatas itu saja, tidak berharap hal lainnya. "Harus?"

"Haruslah, kamu tahu tidak? Bahagiain cewek tu sederhana, tidak harus pakai harta, tapi diposting sama pacar tu bahagianya luar biasa."

Entah dalam keadaan sadar atau tidak, tapi cara Ameera bicara agaknya mulai terkesan berbeda. Cakra dapat memahaminya, setelah Ameera berucap demikian tanpa pikir panjang pria itu mengikuti kemauan Ameera.

- Beautiful Sky with beautiful girl ... I love you, Ameera -

"Hihi gitu dong, kan orang tahu kalau kamu ada yang punya," ucap Ameera dengan wajah yang bersemu merah lantaran masih dibuat porak-poranda setelah melihat keterangan di foto yang Cakra unggah.

"Ck, tapi kok fotonya banyakan aku sendiri? Kenapa yang berdua cuma satu?"

Cakra tertawa sumbang, baru juga terlihat puas, Ameera kembali mengeluh juga kala melihat foto berikutnya. Fakta bahwa Ameera tetap wanita biasa tidak bisa Cakra bantah, dia tetap si banyak mau dan protes dengan wajah cemberutnya.

"Katanya bahagia kalau diposting pacar, aku ikuti kata-kata kamu padahal," tutur Cakra dengan senyum teduhnya, sedikit pun dia tidak merasa Ameera menyebalkan walau bagi pria lain sudah pasti iya.

.

.

"Pulang yuk, sudah mulai gelap ... kita lumayan jauh, Ra."

"Apa tidak bisa nanti sa_"

"No, pulang sekarang," tegas Cakra tidak lagi memberikan kelonggaran walau Ameera masih terlihat begitu betah.

"Ya sudah iya!! Besok-besok ke sini lagi tapi ya?"

"Hm, besok kita pergi lagi, sekarang pulang dulu," ucap Cakra begitu lembut seraya memasangkan helm Ameera. Dia bukan tidak suka berdua bersama wanita itu, tapi yang dia takutkan Ameera justru menjadi sasaran amarah orang tuanya.

Sayang, niat baik Cakra agaknya tidak direstui semesta. Dalam keadaan terdesak, motornya mendadak tidak bisa dihidupkan walau sudah dicoba berkali-kali. Kesal sekali Cakra rasanya, jika tahu bahwa motor butut ini akan membuat malu, agaknya dia lebih baik menerima tawaran Jovan untuk meminjam motornya.

"Kenapa? Habis bensin ya?"

"Bukan," jawab Cakra menghela napas kasar, dia tahu penyakit motornya dan jika sudah kambuh maka hanya bengkel jalan pintasnya.

"Aku beliin baru mau?" Semudah itu Ameera bertanya, dia bukan menyarankan Cakra membeli dengan uang pribadi, tapi memberikan penawaran dan jelas dia yang akan tanggung jawab.

"Tidak usah, uangku masih cukup buat beli motor," jawab Cakra kemudian.

Sejak awal dia menerima uang itu sebenarnya sudah terpikirkan untuk membeli motor baru. Namun, mengingat hutang mendiang ayahnya tersebar dimana-mana terpaksa dia mendahulukan hal itu lebih dahulu.

Sialnya, ayah Cakra berurusan dengan renternir dan jelas berbunga hingga membuat 1 Milyar yang Cakra terima hanya menyisakan sedikit, tidak sampai dua ratus juta. Sisa uang tersebut akan dia gunakan untuk modal usaha nantinya, karena itu Cakra masih berpikir dua kali walau ingin memiliki kuda besi itu.

"Jangan dipakai, tabung saja buat yang lain ... lanjut kuliah atau sebagainya," timpal Ameera kemudian, seketika Cakra mendongak dan menatap Ameera yang berdiri tidak jauh darinya.

Beberapa saat dia terdiam, hingga kini bernapas lega kala motornya kembali bisa diajak kerja sama. "Hidup, 'kan? Ayo naik," ajak Cakra dan memutus pembicaraan tentang motor baru yang Ameera katakan.

Terpaksa, mau tidak mau Ameera harus tunduk. Bukan hanya tatapan Cakra yang membuat hatinya lemah, tapi hari kian petang juga menjadi pertimbangan Ameera.

"Cakra."

"Kenapa, Ra?"

"Jalannya pelan-pelan, dingin." Belum juga setengah perjalanan, Ameera sudah mengeluh.

"Dingin?"

Detik itu Ameera bicara, detik itu juga Cakra berhenti dan turun dari motornya hingga membuat Ameera ketar-ketir lantaran bingung apa yang akan pria itu lakukan padanya.

"Please jangan peluk, aku bisa gila, Cakra!!"

.

.

- To Be Continued -

Hai ... Senin pertama di Cakra, hayu lempar votenya dan dukung dua gulali ini bertabur bunga🥀🤗 Terima kasih

Terpopuler

Comments

Yus Anwar

Yus Anwar

so sweet banget si Cakra,,,

2024-10-15

1

Nendah Wenda

Nendah Wenda

meleleh aku lihat perlakuan cakra

2024-08-05

1

Ida Faridah

Ida Faridah

Cakra sweet bgt 🥰

2024-06-24

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2 BAB 02 - He's My Choice
3 BAB 03 - Deal!!
4 BAB 04 - First Date?
5 BAB 05 - Dia Milikku
6 BAB 06 - Kontrak Hati?
7 BAB 07 - Tidak Bercanda
8 BAB 08 - Cuma Tidur
9 BAB 09 - Pengakuan Resmi
10 BAB 10 - Beautiful Sky
11 BAB 11 - With Beautiful Girl
12 BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13 BAB 13 - Mimpi Buruk
14 BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15 BAB 15 - Calon Menantu
16 BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17 BAB 17 - Pamit
18 BAB 18 - Sadar Diri
19 BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20 BAB 20 - Terlambat
21 BAB 21 - Susah Sinyal
22 BAB 22 - Dia Terkenal?
23 BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24 BAB 24 - Sudah Semuanya?
25 BAB 25 - Tidak Menyesal
26 BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27 BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28 BAB 28 - Pesan Papa
29 BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30 BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31 BAB 31 - Tertangkap Basah
32 BAB 32 - Nikahi!!
33 BAB 33 - Orang Yang Sama
34 BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35 BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36 BAB 36 - Kualat?
37 BAB 37 - Harus Jodoh
38 BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39 BAB 39 - Semua Demi Ameera
40 BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41 BAB 41 - Jangan Berisik
42 BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43 BAB 43 - Tawaran Ayumi
44 BAB 44 - Kamu Takut?
45 BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46 BAB 46 - Pengakuan Cakra
47 BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48 BAB 48 - Satu Atap
49 BAB 49 - Latihan
50 BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51 BAB 51 - Tidak Peka
52 BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53 BAB 53 - Izin Papa
54 BAB 54 - Ancaman Ameera
55 BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56 BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57 BAB 57 - Pulang
58 BAB 58 - Long Distance Relationship
59 BAB 59 - Cakra Dewasa
60 BAB 60 - Menantu Pilihan
61 BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62 BAB 62 - Demi Kamu
63 BAB 63 - Bukan Akting
64 BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65 BAB 65 - Mustahil
66 BAB 66 - He's My Hero
67 BAB 67 - Kamu Saja
68 BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69 BAB 69 - Andai
70 BAB 70 - Tidak Tertarik
71 BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72 BAB 72 - Salah Sangka
73 BAB 73 - Penegasan Cakra
74 BAB 74 - Familiar
75 BAB 75 - Kandas
76 BAB 76 - Dejavu
77 BAB 77 - Budeg
78 BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79 BAB 79 - Turut Mengundang
80 BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81 BAB 81 - Salah Sangka
82 BAB 82 - Pas
83 BAB 83 - Tidak Bercanda
84 BAB 84 - Pepatah Cakra
85 BAB 85 - Teman Hidup
86 BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87 BAB 87 - Tutup Telingamu
88 Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89 BAB 88 - After Marriage
90 BAB 89 - Orang Asing
91 BAB 90 - Darah Biru
92 BAB 91 - Penolakan Cakra
93 BAB 92 - Benang Merah
94 BAB 94 - Anaconda
95 BAB 95 - Kaya Buanget
96 BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97 BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98 BAB 98 - 5 Minggu
99 BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100 BAB 100 - Maunya Apa?
101 BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102 BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103 103 - Kadaluwarsa
104 BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105 BAB 105 - Kali Kedua
106 106 - Cakra Dengar, Kak
107 BAB 107 - Ahli Waris
108 BAB 108 - Kau Yang Berhak
109 BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110 BAB 110 - Godaan Sang Suami
111 BAB 111 - Salah Sasaran
112 BAB 112 - Dilabrak
113 BAB 113 - End
114 BAB 114 - Sidang Akhir
115 Visual Cast - Berondong Bayaran
116 BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117 BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118 BAB 117 - Sambilan
119 BAB 118 - Beda Jam Terbang
120 BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121 BAB 120 - Dunia Cakra
122 BAB 121 - Urusan Anak Muda
123 BAB 122 - Kangen, Ra
124 BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125 BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126 BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127 BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128 BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129 BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130 BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131 Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132 BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133 BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134 BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135 BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136 BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137 BAB 136 - S2 - Genit
138 Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139 BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140 BAB 138 - S2 - Belisik
141 BAB 139 - S2 - Ngamuk
142 BAB 140 - S2 - Cemburu
143 Bab 141 - Final Episode
144 PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145 Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146 Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 146 Episodes

1
BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2
BAB 02 - He's My Choice
3
BAB 03 - Deal!!
4
BAB 04 - First Date?
5
BAB 05 - Dia Milikku
6
BAB 06 - Kontrak Hati?
7
BAB 07 - Tidak Bercanda
8
BAB 08 - Cuma Tidur
9
BAB 09 - Pengakuan Resmi
10
BAB 10 - Beautiful Sky
11
BAB 11 - With Beautiful Girl
12
BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13
BAB 13 - Mimpi Buruk
14
BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15
BAB 15 - Calon Menantu
16
BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17
BAB 17 - Pamit
18
BAB 18 - Sadar Diri
19
BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20
BAB 20 - Terlambat
21
BAB 21 - Susah Sinyal
22
BAB 22 - Dia Terkenal?
23
BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24
BAB 24 - Sudah Semuanya?
25
BAB 25 - Tidak Menyesal
26
BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27
BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28
BAB 28 - Pesan Papa
29
BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30
BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31
BAB 31 - Tertangkap Basah
32
BAB 32 - Nikahi!!
33
BAB 33 - Orang Yang Sama
34
BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35
BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36
BAB 36 - Kualat?
37
BAB 37 - Harus Jodoh
38
BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39
BAB 39 - Semua Demi Ameera
40
BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41
BAB 41 - Jangan Berisik
42
BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43
BAB 43 - Tawaran Ayumi
44
BAB 44 - Kamu Takut?
45
BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46
BAB 46 - Pengakuan Cakra
47
BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48
BAB 48 - Satu Atap
49
BAB 49 - Latihan
50
BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51
BAB 51 - Tidak Peka
52
BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53
BAB 53 - Izin Papa
54
BAB 54 - Ancaman Ameera
55
BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56
BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57
BAB 57 - Pulang
58
BAB 58 - Long Distance Relationship
59
BAB 59 - Cakra Dewasa
60
BAB 60 - Menantu Pilihan
61
BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62
BAB 62 - Demi Kamu
63
BAB 63 - Bukan Akting
64
BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65
BAB 65 - Mustahil
66
BAB 66 - He's My Hero
67
BAB 67 - Kamu Saja
68
BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69
BAB 69 - Andai
70
BAB 70 - Tidak Tertarik
71
BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72
BAB 72 - Salah Sangka
73
BAB 73 - Penegasan Cakra
74
BAB 74 - Familiar
75
BAB 75 - Kandas
76
BAB 76 - Dejavu
77
BAB 77 - Budeg
78
BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79
BAB 79 - Turut Mengundang
80
BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81
BAB 81 - Salah Sangka
82
BAB 82 - Pas
83
BAB 83 - Tidak Bercanda
84
BAB 84 - Pepatah Cakra
85
BAB 85 - Teman Hidup
86
BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87
BAB 87 - Tutup Telingamu
88
Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89
BAB 88 - After Marriage
90
BAB 89 - Orang Asing
91
BAB 90 - Darah Biru
92
BAB 91 - Penolakan Cakra
93
BAB 92 - Benang Merah
94
BAB 94 - Anaconda
95
BAB 95 - Kaya Buanget
96
BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97
BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98
BAB 98 - 5 Minggu
99
BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100
BAB 100 - Maunya Apa?
101
BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102
BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103
103 - Kadaluwarsa
104
BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105
BAB 105 - Kali Kedua
106
106 - Cakra Dengar, Kak
107
BAB 107 - Ahli Waris
108
BAB 108 - Kau Yang Berhak
109
BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110
BAB 110 - Godaan Sang Suami
111
BAB 111 - Salah Sasaran
112
BAB 112 - Dilabrak
113
BAB 113 - End
114
BAB 114 - Sidang Akhir
115
Visual Cast - Berondong Bayaran
116
BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117
BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118
BAB 117 - Sambilan
119
BAB 118 - Beda Jam Terbang
120
BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121
BAB 120 - Dunia Cakra
122
BAB 121 - Urusan Anak Muda
123
BAB 122 - Kangen, Ra
124
BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125
BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126
BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127
BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128
BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129
BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130
BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131
Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132
BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133
BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134
BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135
BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136
BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137
BAB 136 - S2 - Genit
138
Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139
BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140
BAB 138 - S2 - Belisik
141
BAB 139 - S2 - Ngamuk
142
BAB 140 - S2 - Cemburu
143
Bab 141 - Final Episode
144
PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145
Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146
Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!