BAB 10 - Beautiful Sky

Bukan hanya sesaat Cakra membekap mulutnya, tapi beberapa menit hingga Ameera lama-lama sebal juga. Hanya karena teriakan Ameera, Cakra sampai setakut itu diciduk ibu kost padahal mereka tidak sedang berbuat asusila.

Merasa tidak punya cara lain, Ameera balas menggigit telapak tangan Cakra begitu kuatnya hingga pria itu menjerit kesakitan. Bukan berniat jahat atau bagaimana, tapi Ameera sangat terpaksa lantaran tidak bisa menunggu terlalu lama.

"Sssh gigimu tajam juga ternyata," tutur Cakra seraya mengibaskan telapak tangannya.

"Kamu yang duluan."

Ameera merapikan rambutnya yang sempat acak-acakan akibat ulah Cakra. Tidak ada kata maaf dari Cakra sementara punggung tangannya terasa sedikit sakit bahkan memerah. Ameera yang memang sejak dahulu begitu disayang dan dimanja seketika ingin menangis dan matanya perlahan membasah.

Perubahan raut wajah Ameera jelas saja tertangkap mata Cakra, bukannya panik pria itu justru tertawa pelan melihatnya. Entah lupa usia atau bagaimana, seketika Cakra merasa yang ada di hadapannya bukan wanita dewasa, melainkan balita.

"Cengeng banget sih, baru juga digigit," cetus Cakra menarik tangan Ameera yang sejak tadi dia sembunyikan di antara lutut dan dadanya.

"Baru kamu bilang, gigitnya sekeras itu ya sakit," balas Ameera membela diri.

Dia bukan cengeng, bukan pula dibuat-buat, tapi memang gigitan Cakra sakitnya luar biasa. Jika ditanya dia terbiasa atau tidak, sebagian tubuh Ameera sudah memang kerap kali jadi sasaran gigi keponakannya, tapi tidak sekeras Cakra.

"Kulitmu tipis sekali sampai berdarah begini."

"Gigimu yang tajam," kesal Ameera segera menarik tangannya, dia pikir Cakra akan seperti sang papa yang mengusap lembut luka Ameera sekecil apapun itu.

Lagi, di kali kedua Cakra belum juga berpikir untuk membujuknya, semakin membuat Ameera kesal iya. Hingga, tidak berselang lama Cakra bangkit dan berjalan ke arah lemari pakaiannya, meraih helm dan membuat Ameera mengerutkan dahi.

"Kamu mau kemana?" tanya Ameera seakan tidak rela ditinggal sendiri, terlebih di tempat ini.

"Apotek, nanti rabies bisa mati aku di tangan papamu," jawabnya setengah bercanda, sontak Ameera turut beranjak dan mengekor di belakang Cakra.

Cakra yang berpikir jika Ameera hanya ingin melihatnya pergi juga diam saja, sama sekali tidak protes walau sebenarnya sedikit aneh. Namun, keanehan itu semakin nyata kala Ameera tidak hanya mengekor hingga ambang pintu, melainkan parkiran.

"Kenapa? Mau titip sesuatu?" tanya Cakra kala dia sudah naik di atas motor bututnya, tidak lupa dengan helm tanpa kaca tersebut.

"Mau ikut, masa ditinggal di sini, takut lah," bisik Ameera begitu pelan. Sorot matanya menatap ke arah teman-teman Cakra yang tampak mencuri pandang ke arah mereka, Bahkan salah-satu di antara mereka tidak sengaja menabrak kotak sampah.

"Takut apanya, Ra, siang begini ... lagian deket kok, cuma di_ okay ikut."

Bagaimana Cakra hendak melarangnya, belum selesai bicara dan Ameera sudah duduk manis di belakang. Bukan Cakra tidak suka, tapi dengan kendaraannya begini dia malu luar biasa.

"Van, pinjam helm ... cewek gue mau ikut," teriak Cakra cukup keras, Jovan yang mengerti maksud Cakra sontak berlari menghampiri dengan membawa helm cadangannya.

"Mau pinjem motor gue sekalian, Cak?" Jovan memberikan penawaran, setidaknya jika dengan motor Jovan dia akan terlihat lebih keren.

"Nggak, cuma ke apotek doang," jawab Cakra serius, akan lebih malu lagi jika dia sampai minjam motor.

Jovan yang bingung sontak mengerutkan dahi, "Kenapa? Bukannya baru pulang dari rumah sakit?"

"Cewek gue, tangannya luka takut dibacok papanya ntar."

Jovan tergelak, sementara Ameera hanya tersenyum tipis mendengar pembicaraan dua pria itu hingga mereka meninggalkan tempat itu. Mengingat cara mereka mereka bercanda, Ameera merasa sekali jika mereka beda usia.

Kendati demikian, dapat Ameera simpulkan jika bersamanya, Cakra akan membawa diri dan mampu mengimbangi. Sementara waktu, Ameera tidak akan bicara pada Cakra karena perjalanan sore ini akan lebih menarik baginya.

Namun, dibalik tenangnya Ameera ada hati yang terus berperang dengan keresahan dalam dirinya. Diam-diam Cakra mencuri pandang wajah Ameera di spion, memastikan bagaimana ekspresinya.

"Cakra rem!!"

"Hah?"

Terlena akan kecantikan Ameera, dia sampai tidak sadar jika di depan sana ada kendaraan lain hingga Cakra terpaksa berhenti mendadak, alhasil keduanya kini tidak lagi berjarak dan Cakra memerah seketika.

"Maaf, Ra, tidak sengaja sumpah!!"

Cakra menunduk dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Demi Tuhan Cakra takut jika Ameera berpikir bahwa dia tengah curi kesempatan, tapi sama sekali tidak demikian.

"Tidak masalah, ayo jalan lagi." Suara Ameera terdengar pelan, mungkin dia sama malunya seperti Cakra.

"Tapi kamu baik-baik saja? Apa ada yang sakit?" tanya Cakra menoleh, walau dia malu setengah mati, tapi dia masih berusaha untuk menutupi dan mengutamakan keselamatan Ameera.

"Fine, buruan, bentar lagi hujan."

"Hujan apanya?"

Cakra tertawa, sudah jelas secerah ini dan Ameera mengatakan khawatir akan hujan. Agaknya efek salah tingkah membuat Ameera buta dan tidak bisa membaca cuaca. "Kenapa ketawa? Ada yang lucu memang?"

Tanpa menjawab, Cakra hanya menggeleng dengan gelak tawa yang tidak bisa berhenti juga. Ameera yang duduk di belakang dan tidak sadar dimana salahnya lama-lama terbawa suasana dan tertawa juga padahal dia lah penyebab Cakra tertawa.

Sudah lama dia tertawa sebebas ini, mengendarai motor tanpa khawatir kejaran wartawan yang bertanya banyak hal. Ya, di balik pencapaian Ameera yang luar biasa, dia juga merindukan kehidupan sebagai manusia biasa seperti beberapa tahun lalu. Dan, hadirnya Cakra membuat hari Ameera yang selalu serius seolah kembali berwarna.

.

.

Niat hati Cakra ke apotek membeli obat untuk luka di tangan Ameera. Nyatanya, begitu melewati tempat itu Ameera menolak dan baru mengatakan jika dia tidak butuh obat luka, tapi obat yang lainnya.

"Kemana saja, aku ingin hidup sehidup-hidupnya, Cakra."

Begitulah permintaan Ameera pada Cakra sebelum pria itu melajukan kendaraannya. Tanpa terduga, Cakra justru membawa Ameera menelusuri jalanan ibu kota hingga suasana langit biru mulai berganti kemilau senja di atas sana.

"Cakra lihat, indah sekali," puji Ameera kala memandang jauh langit sore ini, mereka sengaja berhenti lantaran Ameera ingin mengabadikan momen sebentar saja.

Di bawah langit yang indah, bersama seseorang yang luar biasa indahnya, Cakra tidak pernah menduga jika kisahnya akan semenarik ini setelah sekian lama bertarung dengan kerasnya ibu kota.

"Hm, beautiful sky," timpal Cakra dengan mata yang terus menatap lekat Ameera. Tidak peduli meski wanita itu sejak tadi hanya mendongak bahkan mungkin lehernya terasa sakit. "With beautiful girl," lanjut Cakra dalam hati sebelum kemudian menundukkan pandangan tepat kala Ameera balik menatapnya.

"Cakra, boleh aku minta sesuatu?"

"Ya, Sayang? Minta apa?" sahut Cakra secepat mungkin, sontak Ameera mengerjap pelan karena panggilan sayang Cakra kali ini berhasil membuat jiwanya porak-poranda.

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Rafinsa

Rafinsa

yg baca juga ikut mesem2 thor . tanggung jawab...

2025-02-27

0

Halimah As Sa'diyah

Halimah As Sa'diyah

aku ikut salting teh 😍

2025-01-03

0

Nendah Wenda

Nendah Wenda

Cakra sweet juga walau pura pura tapi kaya nyata

2024-08-05

3

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2 BAB 02 - He's My Choice
3 BAB 03 - Deal!!
4 BAB 04 - First Date?
5 BAB 05 - Dia Milikku
6 BAB 06 - Kontrak Hati?
7 BAB 07 - Tidak Bercanda
8 BAB 08 - Cuma Tidur
9 BAB 09 - Pengakuan Resmi
10 BAB 10 - Beautiful Sky
11 BAB 11 - With Beautiful Girl
12 BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13 BAB 13 - Mimpi Buruk
14 BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15 BAB 15 - Calon Menantu
16 BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17 BAB 17 - Pamit
18 BAB 18 - Sadar Diri
19 BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20 BAB 20 - Terlambat
21 BAB 21 - Susah Sinyal
22 BAB 22 - Dia Terkenal?
23 BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24 BAB 24 - Sudah Semuanya?
25 BAB 25 - Tidak Menyesal
26 BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27 BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28 BAB 28 - Pesan Papa
29 BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30 BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31 BAB 31 - Tertangkap Basah
32 BAB 32 - Nikahi!!
33 BAB 33 - Orang Yang Sama
34 BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35 BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36 BAB 36 - Kualat?
37 BAB 37 - Harus Jodoh
38 BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39 BAB 39 - Semua Demi Ameera
40 BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41 BAB 41 - Jangan Berisik
42 BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43 BAB 43 - Tawaran Ayumi
44 BAB 44 - Kamu Takut?
45 BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46 BAB 46 - Pengakuan Cakra
47 BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48 BAB 48 - Satu Atap
49 BAB 49 - Latihan
50 BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51 BAB 51 - Tidak Peka
52 BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53 BAB 53 - Izin Papa
54 BAB 54 - Ancaman Ameera
55 BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56 BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57 BAB 57 - Pulang
58 BAB 58 - Long Distance Relationship
59 BAB 59 - Cakra Dewasa
60 BAB 60 - Menantu Pilihan
61 BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62 BAB 62 - Demi Kamu
63 BAB 63 - Bukan Akting
64 BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65 BAB 65 - Mustahil
66 BAB 66 - He's My Hero
67 BAB 67 - Kamu Saja
68 BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69 BAB 69 - Andai
70 BAB 70 - Tidak Tertarik
71 BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72 BAB 72 - Salah Sangka
73 BAB 73 - Penegasan Cakra
74 BAB 74 - Familiar
75 BAB 75 - Kandas
76 BAB 76 - Dejavu
77 BAB 77 - Budeg
78 BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79 BAB 79 - Turut Mengundang
80 BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81 BAB 81 - Salah Sangka
82 BAB 82 - Pas
83 BAB 83 - Tidak Bercanda
84 BAB 84 - Pepatah Cakra
85 BAB 85 - Teman Hidup
86 BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87 BAB 87 - Tutup Telingamu
88 Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89 BAB 88 - After Marriage
90 BAB 89 - Orang Asing
91 BAB 90 - Darah Biru
92 BAB 91 - Penolakan Cakra
93 BAB 92 - Benang Merah
94 BAB 94 - Anaconda
95 BAB 95 - Kaya Buanget
96 BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97 BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98 BAB 98 - 5 Minggu
99 BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100 BAB 100 - Maunya Apa?
101 BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102 BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103 103 - Kadaluwarsa
104 BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105 BAB 105 - Kali Kedua
106 106 - Cakra Dengar, Kak
107 BAB 107 - Ahli Waris
108 BAB 108 - Kau Yang Berhak
109 BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110 BAB 110 - Godaan Sang Suami
111 BAB 111 - Salah Sasaran
112 BAB 112 - Dilabrak
113 BAB 113 - End
114 BAB 114 - Sidang Akhir
115 Visual Cast - Berondong Bayaran
116 BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117 BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118 BAB 117 - Sambilan
119 BAB 118 - Beda Jam Terbang
120 BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121 BAB 120 - Dunia Cakra
122 BAB 121 - Urusan Anak Muda
123 BAB 122 - Kangen, Ra
124 BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125 BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126 BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127 BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128 BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129 BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130 BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131 Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132 BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133 BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134 BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135 BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136 BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137 BAB 136 - S2 - Genit
138 Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139 BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140 BAB 138 - S2 - Belisik
141 BAB 139 - S2 - Ngamuk
142 BAB 140 - S2 - Cemburu
143 Bab 141 - Final Episode
144 PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145 Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146 Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 146 Episodes

1
BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2
BAB 02 - He's My Choice
3
BAB 03 - Deal!!
4
BAB 04 - First Date?
5
BAB 05 - Dia Milikku
6
BAB 06 - Kontrak Hati?
7
BAB 07 - Tidak Bercanda
8
BAB 08 - Cuma Tidur
9
BAB 09 - Pengakuan Resmi
10
BAB 10 - Beautiful Sky
11
BAB 11 - With Beautiful Girl
12
BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13
BAB 13 - Mimpi Buruk
14
BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15
BAB 15 - Calon Menantu
16
BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17
BAB 17 - Pamit
18
BAB 18 - Sadar Diri
19
BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20
BAB 20 - Terlambat
21
BAB 21 - Susah Sinyal
22
BAB 22 - Dia Terkenal?
23
BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24
BAB 24 - Sudah Semuanya?
25
BAB 25 - Tidak Menyesal
26
BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27
BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28
BAB 28 - Pesan Papa
29
BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30
BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31
BAB 31 - Tertangkap Basah
32
BAB 32 - Nikahi!!
33
BAB 33 - Orang Yang Sama
34
BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35
BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36
BAB 36 - Kualat?
37
BAB 37 - Harus Jodoh
38
BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39
BAB 39 - Semua Demi Ameera
40
BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41
BAB 41 - Jangan Berisik
42
BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43
BAB 43 - Tawaran Ayumi
44
BAB 44 - Kamu Takut?
45
BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46
BAB 46 - Pengakuan Cakra
47
BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48
BAB 48 - Satu Atap
49
BAB 49 - Latihan
50
BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51
BAB 51 - Tidak Peka
52
BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53
BAB 53 - Izin Papa
54
BAB 54 - Ancaman Ameera
55
BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56
BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57
BAB 57 - Pulang
58
BAB 58 - Long Distance Relationship
59
BAB 59 - Cakra Dewasa
60
BAB 60 - Menantu Pilihan
61
BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62
BAB 62 - Demi Kamu
63
BAB 63 - Bukan Akting
64
BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65
BAB 65 - Mustahil
66
BAB 66 - He's My Hero
67
BAB 67 - Kamu Saja
68
BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69
BAB 69 - Andai
70
BAB 70 - Tidak Tertarik
71
BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72
BAB 72 - Salah Sangka
73
BAB 73 - Penegasan Cakra
74
BAB 74 - Familiar
75
BAB 75 - Kandas
76
BAB 76 - Dejavu
77
BAB 77 - Budeg
78
BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79
BAB 79 - Turut Mengundang
80
BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81
BAB 81 - Salah Sangka
82
BAB 82 - Pas
83
BAB 83 - Tidak Bercanda
84
BAB 84 - Pepatah Cakra
85
BAB 85 - Teman Hidup
86
BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87
BAB 87 - Tutup Telingamu
88
Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89
BAB 88 - After Marriage
90
BAB 89 - Orang Asing
91
BAB 90 - Darah Biru
92
BAB 91 - Penolakan Cakra
93
BAB 92 - Benang Merah
94
BAB 94 - Anaconda
95
BAB 95 - Kaya Buanget
96
BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97
BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98
BAB 98 - 5 Minggu
99
BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100
BAB 100 - Maunya Apa?
101
BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102
BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103
103 - Kadaluwarsa
104
BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105
BAB 105 - Kali Kedua
106
106 - Cakra Dengar, Kak
107
BAB 107 - Ahli Waris
108
BAB 108 - Kau Yang Berhak
109
BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110
BAB 110 - Godaan Sang Suami
111
BAB 111 - Salah Sasaran
112
BAB 112 - Dilabrak
113
BAB 113 - End
114
BAB 114 - Sidang Akhir
115
Visual Cast - Berondong Bayaran
116
BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117
BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118
BAB 117 - Sambilan
119
BAB 118 - Beda Jam Terbang
120
BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121
BAB 120 - Dunia Cakra
122
BAB 121 - Urusan Anak Muda
123
BAB 122 - Kangen, Ra
124
BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125
BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126
BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127
BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128
BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129
BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130
BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131
Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132
BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133
BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134
BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135
BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136
BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137
BAB 136 - S2 - Genit
138
Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139
BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140
BAB 138 - S2 - Belisik
141
BAB 139 - S2 - Ngamuk
142
BAB 140 - S2 - Cemburu
143
Bab 141 - Final Episode
144
PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145
Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146
Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!