BAB 09 - Pengakuan Resmi

"Pelan-pelan."

"Hm, terima kasih, Meera."

Walau sempat dibuat ketar-ketir tadi malam, keesokan harinya Ameera berusaha menyembunyikan perasaan itu sebaik mungkin. Dia tetap berada di sisi Cakra dan membantu pria itu hingga pulang ke kost, jelas Cakra menjadi topik pembicaraan teman-temannya.

Kendati demikian, sama sekali Ameera tidak peduli. Dia terlihat biasa saja walau sejak awal masuk gerbang kost Cakra telinganya sudah mendengar seruan teman-teman Cakra yang menyambut kedatangan mereka.

Sementara Cakra kini serba salah dengan kehadiran Ameera. Bukan karena tidak suka kamarnya dimasuki wanita, tapi dia khawatir Ameera tidak nyaman berada di kostnya.

Bagaimana tidak Cakra khawatir, dia sudah menyaksikan istana megah milik keluarga Ameera, jika dia pikir-pikir mungkin tempat tinggal sepetaknya ini tidak lebih luas dari kamar mandi pembantu di sana.

"Meera mau minum?" Cakra kaku sekali, dia bingung sekali hendak bagaimana kala Ameera tampak memandangi sekeliling kamarnya.

"Hm? Iya, aku ambil sendiri saja nanti ... kamu istirahat saja."

Terlihat santai, tapi sebenarnya Ameera tersayat sejak awal memasuki tempat itu. Panas, sempit dan Ameera tidak dapat menemukan cara untuk bisa nyaman di ruangan sesempit itu.

Ditambah lagi, Cakra yang mungkin terlalu banyak waktu untuk bekerja membuat tempat itu sedikit berantakan. Pakaian kotornya menumpuk di keranjang dekat kamar mandi, bekas sarapan kemarin juga masih ada hingga Ameera gemas sendiri untuk membersihkan tempat tinggal Cakra.

"Ra," panggil Cakra lagi, mata lelahnya menatap Ameera dengan tatapan tak terbaca yang membuat wanita itu mendekat.

"Kenapa? Apa masih ada yang sakit? Kita balik lagi kalau masih," ucap Ameera memastikan keadan Cakra, bahkan tak segan mengusap kepala Cakra karena memang pria itu sempat mengeluh sakit di kepala bagian kirinya.

"Bu-bukan, aku cuma butuh tidur ... rumah sakit bau obat. Kamu pulang saja, ini sudah sore." Cakra beralasan rumah sakit bau obat, tapi sebenarnya yang dia takutkan adalah biaya rumah sakit dan kembali merepotkan Ameera.

"Kenapa memangnya kalau sore?"

"Orang tuamu nanti khawatir, Ra, lagian buat apa di sini? Dari semalam dijaga sudah cukup, sumpah."

"Papa tahu aku di sini, katanya boleh ... nih buktinya," jawab Ameera tidak lupa menunjukkan bukti berupa pesan singkat dimana dia meminta izin untuk menemani Cakra.

Tidak lupa dia menyertakan foto Cakra yang tengah terbaring lemah hingga Papa Mikhail memberikan jawaban iya. Bukan hanya itu, yang membuat mata Cakra semakin membola ialah kala membaca kalimat Lekas membaik anak baik, jangan macam-macam kalau tidak mau papa pukul pakai palu godam dari papa Ameera untuknya.

"Gimana? Sudah bacanya?"

"I-iya, papamu seram," jawab Cakra terbata, bayangan dipukul menggunakan palu sebesar itu membuat Cakra panas dingin.

"Aslinya tidak, papa sangat baik."

Ameera menyakinkan bahwa Papa Mikhail adalah sosok yang baik. Jujur saja Cakra percaya, tapi ketakutan dalam dirinya juga tetap ada. Terlebih lagi, di pertemuan pertama dia sudah mendapati tatapan tajam Papa Mikhail yang tertuju ke arahnya.

Selesai menunjukkan bukti itu, Ameera benar-benar tidak memiliki pikiran untuk meninggalkan Cakra. Bukan karena tengah cari kesempatan agar bisa bersama, tapi melihat kacaunya kost Cakra dan keadaan pria itu hati Ameera jelas tidak bisa diam saja.

Tidak peduli bagaimana Cakra melarang, Ameera tetap nekad merapikan kost Cakra tanpa khawatir tangan lembut dan kuku cantiknya akan terluka. Melihat Ameera terus bergerak, Cakra jelas tidak terlena dan justru memanfaatkan keadaan.

"Kamu tidur saja, aku bisa sendiri, cuma sedikit in_"

Prank

Belum kering bibirnya, gelas milik ibu kost yang Cakra pinjam dua hari lalu pecah menjadi dua kala Ameera hendak mencucinya. "Hihi sabunnya licin, Cak, besok kuganti selusin."

Bukan masalah itu, tapi yang Cakra takutkan jemari Ameera terluka. Melihat cara Ameera memegang spons cuci piring dapat disimpulkan wanita itu tidak terbiasa, bahkan cara duduknya saja begitu.

"Aku saja, nanti jarimu luka."

Satu hal yang membuat Ameera lemah, cara Cakra bicara dan menatapnya. Tidak memaksa dan sedikit pun tidak membentak, Cakra bahkan tersenyum hangat walau tahu Bu Romani mungkin akan membahas masalah itu hingga lebaran tahun depan.

"Terus aku ngapain?"

"Nyapu bisa?" tantang Cakra penasaran sekaligus mencari cara agar Ameera beranjak dari kamar mandi sesempit ini.

"Bisa, ngepel juga bisa!!" Dia berbangga diri, padahal nyapu kamarnya saja harus diulangi asisten rumah tangga karena tidak bisa sebersih itu.

"Ya sudah sana."

Hanya sekali Cakra berucap, detik itu juga Ameera melakukan perintahnya. Pria itu tersenyum simpul, entah apa yang dia rasakan, tapi tidak bisa simpulkan. Yang jelas, apa yang dia lihat saat ini adalah pemandangan paling menenangkan dalam hidup Cakra selama 23 tahun hidup di dunia.

.

.

Bukan hanya Cakra yang merasa tenang di posisi ini, tapi Ameera juga menikmati. Bisa dibilang, beres-beres kali ini adalah yang paling niat dan dia berusaha sebisa mungkin agar tidak kentara jika tidak bisa melakukan pekerjaan rumah.

"Huh selesai juga."

Hanya sepetak kamar kecil, tapi keringat Ameera sampai bercucuran. Dia yang merasa lelah, memilih istirahat lebih dahulu walau Cakra masih sibuk dengan pakaian kotornya. Untuk hal itu, dia hanya bisa memandangi karena merasa terlalu lancang jika memaksakan diri untuk ikut campur.

Semakin lama dia memandangi Cakra, Ameera justru kembali teringat akan gosip yang tengah panas tentang dirinya dan Cakra. Ya, dia lupa jika masalah itu belum tuntas. Oleh karena itu, tanpa pikir panjang Ameera merogoh ponsel dan berniat menyelesaikan masalahnya.

Dalam diam Ameera begitu fokus bahkan rahangnya sampai mengeras. Cukup lama dia menyibukkan diri dengan benda pipih di tangannya, hingga Ameera tersenyum tipis sebelum kemudian berkata "Beres!!"

"Apanya yang beres?"

"Hah? Bikin kaget, sejak kapan kamu disana?" Ameera mengelus dada, dia benar-benar terkejut lantaran Cakra sudah duduk manis seraya bertopang dagu di hadapannya.

"Sejak tadi ... cepat jawab, apanya yang beres?" tanya Cakra mengullum senyum, wajah Ameera yang memerah benar-benar menggemaskan di matanya.

"Ini."

Tanpa basa-basi, Ameera menyerahkan ponselnya pada Cakra. Raut wajah Cakra yang awalnya terlihat penasaran kini terpaku bahkan lidahnya mendadak kelu. Entah harus bersyukur atau bagaimana, tapi jantung Cakra berdegub tak karu-karuan kala membaca klarifikasi Ameera di akun pribadinya terkait hubungan mereka.

Dia memberikan penjelasan yang sebenar-benarnya tentang mereka dan membongkar perselingkuhan Julio dan Anita. Tidak hanya itu, Ameera juga dengan tegas mengaku jika telah menjalin hubungan baru bersama Cakra. Tanpa terduga, hubungan keduanya justru mendapat dukungan dari para penggemar Ameera dan kini mereka berbalik menghujat Julio.

"Secepat ini?" tanya Cakra mengerjap pelan, dapat dia lihat jika kekuasaan Ameera bukan hanya sebatas isapan jempol belaka.

"Aku Ameera Hatma, masalah apa yang tidak bisa aku selesaikan," jawab Ameera kemudian mengedipkan mata, sementara Cakra hanya tertawa pelan dan tanpa sadar menggigit punggung tangan wanita itu hingga jeritan Ameera terdengar keluar kamar.

"Shuut, jangan teriak!! Nanti mereka pikir diapa-apain," desis Cakra panik dan membekap mulut Ameera yang tadi sempat membuat telinganya sakit. "Dasar keji!! Dia lupa atau bagaimana?!"

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Siti Indayanti

Siti Indayanti

kalo boleh tau papa Mikail novelnya yg mana ya

2024-12-18

0

Halimah As Sa'diyah

Halimah As Sa'diyah

gemes ya Cakra😍

2025-01-03

0

Nendah Wenda

Nendah Wenda

Ameera ada aja tingkah mu

2024-08-05

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2 BAB 02 - He's My Choice
3 BAB 03 - Deal!!
4 BAB 04 - First Date?
5 BAB 05 - Dia Milikku
6 BAB 06 - Kontrak Hati?
7 BAB 07 - Tidak Bercanda
8 BAB 08 - Cuma Tidur
9 BAB 09 - Pengakuan Resmi
10 BAB 10 - Beautiful Sky
11 BAB 11 - With Beautiful Girl
12 BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13 BAB 13 - Mimpi Buruk
14 BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15 BAB 15 - Calon Menantu
16 BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17 BAB 17 - Pamit
18 BAB 18 - Sadar Diri
19 BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20 BAB 20 - Terlambat
21 BAB 21 - Susah Sinyal
22 BAB 22 - Dia Terkenal?
23 BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24 BAB 24 - Sudah Semuanya?
25 BAB 25 - Tidak Menyesal
26 BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27 BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28 BAB 28 - Pesan Papa
29 BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30 BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31 BAB 31 - Tertangkap Basah
32 BAB 32 - Nikahi!!
33 BAB 33 - Orang Yang Sama
34 BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35 BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36 BAB 36 - Kualat?
37 BAB 37 - Harus Jodoh
38 BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39 BAB 39 - Semua Demi Ameera
40 BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41 BAB 41 - Jangan Berisik
42 BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43 BAB 43 - Tawaran Ayumi
44 BAB 44 - Kamu Takut?
45 BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46 BAB 46 - Pengakuan Cakra
47 BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48 BAB 48 - Satu Atap
49 BAB 49 - Latihan
50 BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51 BAB 51 - Tidak Peka
52 BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53 BAB 53 - Izin Papa
54 BAB 54 - Ancaman Ameera
55 BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56 BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57 BAB 57 - Pulang
58 BAB 58 - Long Distance Relationship
59 BAB 59 - Cakra Dewasa
60 BAB 60 - Menantu Pilihan
61 BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62 BAB 62 - Demi Kamu
63 BAB 63 - Bukan Akting
64 BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65 BAB 65 - Mustahil
66 BAB 66 - He's My Hero
67 BAB 67 - Kamu Saja
68 BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69 BAB 69 - Andai
70 BAB 70 - Tidak Tertarik
71 BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72 BAB 72 - Salah Sangka
73 BAB 73 - Penegasan Cakra
74 BAB 74 - Familiar
75 BAB 75 - Kandas
76 BAB 76 - Dejavu
77 BAB 77 - Budeg
78 BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79 BAB 79 - Turut Mengundang
80 BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81 BAB 81 - Salah Sangka
82 BAB 82 - Pas
83 BAB 83 - Tidak Bercanda
84 BAB 84 - Pepatah Cakra
85 BAB 85 - Teman Hidup
86 BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87 BAB 87 - Tutup Telingamu
88 Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89 BAB 88 - After Marriage
90 BAB 89 - Orang Asing
91 BAB 90 - Darah Biru
92 BAB 91 - Penolakan Cakra
93 BAB 92 - Benang Merah
94 BAB 94 - Anaconda
95 BAB 95 - Kaya Buanget
96 BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97 BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98 BAB 98 - 5 Minggu
99 BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100 BAB 100 - Maunya Apa?
101 BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102 BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103 103 - Kadaluwarsa
104 BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105 BAB 105 - Kali Kedua
106 106 - Cakra Dengar, Kak
107 BAB 107 - Ahli Waris
108 BAB 108 - Kau Yang Berhak
109 BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110 BAB 110 - Godaan Sang Suami
111 BAB 111 - Salah Sasaran
112 BAB 112 - Dilabrak
113 BAB 113 - End
114 BAB 114 - Sidang Akhir
115 Visual Cast - Berondong Bayaran
116 BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117 BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118 BAB 117 - Sambilan
119 BAB 118 - Beda Jam Terbang
120 BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121 BAB 120 - Dunia Cakra
122 BAB 121 - Urusan Anak Muda
123 BAB 122 - Kangen, Ra
124 BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125 BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126 BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127 BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128 BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129 BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130 BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131 Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132 BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133 BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134 BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135 BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136 BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137 BAB 136 - S2 - Genit
138 Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139 BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140 BAB 138 - S2 - Belisik
141 BAB 139 - S2 - Ngamuk
142 BAB 140 - S2 - Cemburu
143 Bab 141 - Final Episode
144 PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145 Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146 Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 146 Episodes

1
BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2
BAB 02 - He's My Choice
3
BAB 03 - Deal!!
4
BAB 04 - First Date?
5
BAB 05 - Dia Milikku
6
BAB 06 - Kontrak Hati?
7
BAB 07 - Tidak Bercanda
8
BAB 08 - Cuma Tidur
9
BAB 09 - Pengakuan Resmi
10
BAB 10 - Beautiful Sky
11
BAB 11 - With Beautiful Girl
12
BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13
BAB 13 - Mimpi Buruk
14
BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15
BAB 15 - Calon Menantu
16
BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17
BAB 17 - Pamit
18
BAB 18 - Sadar Diri
19
BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20
BAB 20 - Terlambat
21
BAB 21 - Susah Sinyal
22
BAB 22 - Dia Terkenal?
23
BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24
BAB 24 - Sudah Semuanya?
25
BAB 25 - Tidak Menyesal
26
BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27
BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28
BAB 28 - Pesan Papa
29
BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30
BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31
BAB 31 - Tertangkap Basah
32
BAB 32 - Nikahi!!
33
BAB 33 - Orang Yang Sama
34
BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35
BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36
BAB 36 - Kualat?
37
BAB 37 - Harus Jodoh
38
BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39
BAB 39 - Semua Demi Ameera
40
BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41
BAB 41 - Jangan Berisik
42
BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43
BAB 43 - Tawaran Ayumi
44
BAB 44 - Kamu Takut?
45
BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46
BAB 46 - Pengakuan Cakra
47
BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48
BAB 48 - Satu Atap
49
BAB 49 - Latihan
50
BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51
BAB 51 - Tidak Peka
52
BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53
BAB 53 - Izin Papa
54
BAB 54 - Ancaman Ameera
55
BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56
BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57
BAB 57 - Pulang
58
BAB 58 - Long Distance Relationship
59
BAB 59 - Cakra Dewasa
60
BAB 60 - Menantu Pilihan
61
BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62
BAB 62 - Demi Kamu
63
BAB 63 - Bukan Akting
64
BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65
BAB 65 - Mustahil
66
BAB 66 - He's My Hero
67
BAB 67 - Kamu Saja
68
BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69
BAB 69 - Andai
70
BAB 70 - Tidak Tertarik
71
BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72
BAB 72 - Salah Sangka
73
BAB 73 - Penegasan Cakra
74
BAB 74 - Familiar
75
BAB 75 - Kandas
76
BAB 76 - Dejavu
77
BAB 77 - Budeg
78
BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79
BAB 79 - Turut Mengundang
80
BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81
BAB 81 - Salah Sangka
82
BAB 82 - Pas
83
BAB 83 - Tidak Bercanda
84
BAB 84 - Pepatah Cakra
85
BAB 85 - Teman Hidup
86
BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87
BAB 87 - Tutup Telingamu
88
Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89
BAB 88 - After Marriage
90
BAB 89 - Orang Asing
91
BAB 90 - Darah Biru
92
BAB 91 - Penolakan Cakra
93
BAB 92 - Benang Merah
94
BAB 94 - Anaconda
95
BAB 95 - Kaya Buanget
96
BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97
BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98
BAB 98 - 5 Minggu
99
BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100
BAB 100 - Maunya Apa?
101
BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102
BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103
103 - Kadaluwarsa
104
BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105
BAB 105 - Kali Kedua
106
106 - Cakra Dengar, Kak
107
BAB 107 - Ahli Waris
108
BAB 108 - Kau Yang Berhak
109
BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110
BAB 110 - Godaan Sang Suami
111
BAB 111 - Salah Sasaran
112
BAB 112 - Dilabrak
113
BAB 113 - End
114
BAB 114 - Sidang Akhir
115
Visual Cast - Berondong Bayaran
116
BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117
BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118
BAB 117 - Sambilan
119
BAB 118 - Beda Jam Terbang
120
BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121
BAB 120 - Dunia Cakra
122
BAB 121 - Urusan Anak Muda
123
BAB 122 - Kangen, Ra
124
BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125
BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126
BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127
BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128
BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129
BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130
BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131
Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132
BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133
BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134
BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135
BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136
BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137
BAB 136 - S2 - Genit
138
Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139
BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140
BAB 138 - S2 - Belisik
141
BAB 139 - S2 - Ngamuk
142
BAB 140 - S2 - Cemburu
143
Bab 141 - Final Episode
144
PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145
Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146
Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!