BAB 08 - Cuma Tidur

"Cak_ ya, Tuhan!!"

Belum sempat Ameera mendengar pengakuan Cakra, sambungan teleponnya terputus. Sebelum itu, Ameera dapat mendengar sedikit kericuhan yang tidak dapat dia simpulkan untuk saat ini, tapi yang pasti dia sudah berpikir jika Cakra sedang tidak baik-baik saja.

Tanpa pikir panjang, dan tanpa lihat keadaan lebih dahulu Ameera bersiap menuju kediaman Cakra. Entah ada atau tidaknya dia di sana, tapi firasat Ameera mengatakan hanya itu jalannya. Busa di rambutnya bahkan belum bersih sempurna, tapi Ameera tak lagi bisa menunda.

Bukan lagi melangkah cepat, Ameera sudah berlari kala menuruni anak tangga hingga membuat penghuni setia ruang keluarga bingung seketika.Tatapan mereka bertemu, sama-sama bingung dan ketika hendak bertanya Ameera melewati mereka begitu saja.

"Ameera mau kemana?"

"Ada urusan, Pa!!"

Papa Mikhail turut berlari mengikuti langkah putrinya ke luar rumah. Memang kebiasaan Ameera kerap kali pergi dadakan, tapi baru kali ini dia pergi pakai kimono. Bisa dipastikan urusan Ameera sangat mendesak hingga Papa Mikhail juga santai saja, toh dia juga sudah dewasa dan sudah sewajarnya menyelesaikan masalah sendiri.

"Ada apa, Mas?"

"Entahlah, mungkin putri kita jatuh cinta lagi atau semacamnya."

Bukannya panik atau berpikiran macam-macam, Papa Khail justru tersenyum penuh makna. Sungguh, tidak ada kekhawatiran lain tentang Ameera bagi Papa Khail kecuali jodoh, dan gosip terbaru tentang putrinya membuat hati pria itu bersorak kegirangan.

"Lagi? Terus Julio bagaimana? Papa beneran berharap gosip itu benar?"

"Namanya jodoh, apa salahnya kalau Meera suka," jawab Papa Mikhail kembali melanjutkan debat mereka yang sempat terhenti akibat kedatangan Ameera buru-buru beberapa saat lalu.

"Ya Tuhan, Pa? Putri kita selingkuh loh, masa diduk_"

"Shuut, mama juga selingkuh dari Zidan dulu ... sebelum menikah boleh saja selingkuh, namanya juga seleksi," jawab Papa Mikhail seraya mengedipkan mata dan membuat Mama Zia terbatuk seketika.

Selingkuh katanya? Sama seperti Julio yang memutarbalikkan fakta, Papa Khail juga demikian. "Selingkuh? Mama tidak pernah selingkuh!! Kita tidak pacaran waktu itu ya, Pa."

"Memang tidak, tapi tidur bareng." Papa Mikhail menjulurkan lidah dan tergelak begitu istrinya memerah bak udang panggang, seketika keduanya lupa usia hanya karena mengulik kisah lama.

Meninggalkan keharmonisan Papa Mikhail dan Mama Zia malam ini, di sisi lain ada hati yang begitu gelisah dan tengah memacu kecepatannya. Tidak ada yang Ameera pikirkan selain tiba di kost Cakra, selama itu pula dia mencoba menghubungi Cakra berkali-kali dan hasilnya masih sama, nihil.

"Ayolah, Cakra ... angkat teleponnya."

Ameera mengusap kasar wajahnya, dia benar-benar khawatir terlebih lagi perjalanan menuju kost Cakra baru setengah jalan. Malam ini semua terasa lambat dan Ameera ingin meledak rasanya lantaran tidak sampai juga, hingga di kali terakhir menghubungi Cakra dia menemukan titik terang.

"Hallo, Cakra!! Kamu baik-baik saja? Katakan padaku, dimana sekarang?"

Sayang, suara yang Ameera dengar untuk menjawab pertanyaannya bukanlah Cakra, melainkan orang lain dan membuat Ameera menghentikan mobil seketika. Kekhawatiran yang sejak tadi membelenggu Ameera benar-benar beralasan hingga mata wanita itu membola. "Rumah sakit?"

Begitu mendapat keterangan jelas dimana Cakra berada, Ameera segera berbalik arah. Sudah dia duga ada yang tidak beres, sejak dahulu firasat Ameera tidak pernah salah.

Perjalanan yang seharusnya membutuhkan waktu lama, dapat dipersingkat lantaran kepanikannya. Tidak hanya di jalan saja, Ameera juga tergesa begitu melewati koridor rumah sakit.

Sudah jelas dia menjadi pusat perhatian. Bukan hanya karena status Ameera, tapi penampilannya yang tidak biasa. Bertahun-tahun Ameera dikenal dengan sosok wanita yang begitu memperhatikan penampilan, malam ini dia terlihat seperti wanita kacau seolah akan kehilangan separuh nyawanya.

.

.

"Cakra."

Tidak peduli siapa yang menemani Cakra di sana. Begitu tiba, Ameera menghampirinya dan melemparkan pertanyaan beruntun yang membuat Cakra mengullum senyum. Khawatir sungguhan atau termasuk dalam sandiwara, tapi siapapun yang melihat paniknya Ameera jelas saja menyimpulkan jika memang benar demikian.

"Satu-satu nanyanya, Sayang."

Jawaban Cakra seketika membuat Ameera bernapas lega. Dia pikir pria itu tidak lagi bisa bicara, mengingat lebam di wajahnya terlihat menyiksa Ameera benar-benar takut jika pria itu celaka.

"Katakan padaku, siapa orangnya?"

"Aku tidak tahu, bangun-bangun sudah di sini ... jika tidak ada Alan dan anak-anak lain, mungkin aku mati," jelasnya sedikit hiperbola, hingga membuat kedua pria yang menjaganya sejak tadi sontak saling menatap.

Jawaban Cakra sontak membuat Ameera tersadar jika di dalam ruangan tersebut tidak hanya ada mereka, melainkan ada dua orang lain yang merupakan saksi mata sekaligus tetangga kost Cakra.

Sejenak Ameera beralih pada mereka, dia bertanya banyak hal dan kebetulan Alan menjelaskan dengan runtut tanpa dilebih-lebihkan. Sedikit pun tidak berbohong karena memang Alan melihat sendiri bagaimana Cakra dihajar tiga orang yang lebih dewasa darinya.

"Terus orangnya bagaimana?"

"Beres, ada di UGD semua," jawab Alan seketika membuat dahi Ameera berkerut seketika.

"Hah? Kenapa bisa?"

"Dihajar balik sama anak-anak, kalau tidak ada pak RT habis mereka."

Ameera berdecak kagum, sungguh sebuah pengakuan luar biasa. Dua orang yang menemani Cakra di ruangan ternyata hanya perwakilan, sementara teman-temannya yang lain ada di luar.

Memang nyali anak muda berbeda, Cakra anak baik yang berada di lingkungan orang baik. Jelas saja ketika Alan memberitahukan Cakra dikeroyok anak-anak lain segera bertindak bahkan menghentikan acara mereka.

"Terima kasih sudah jaga Cakra, titip salam buat anak-anak lain," tutur Ameera begitu sopan kala Alan dan Jovan pamit pergi, sementara Cakra hanya memejamkan mata dan siap dikeroyok pertanyaan oleh teman-temannya andai pulang nantinya.

Usai kepergian mereka, Ameera kini di kursi yang tersedia hingga jarak mereka terasa lebih dekat. Cakra bilang tidak apa-apa, tapi dia tahu sebenarnya tidak demikian dan juga sendirian. Oleh karena itu, dia memilih untuk tetap di samping Cakra selama pria itu menjalani perawatan.

"Pulang saja, Meera, kamu harus istirahat," ucap Cakra masih lemas, bukan dibuat-buat, tapi memang begitu adanya.

"Lalu kamu bagaimana?"

"Aku tidak apa-apa, besok pagi pasti sudah diizinkan pulang."

"Ya sudah, aku pulang besok juga," jawabnya santai, terlihat biasa saja dan sama sekali tidak masalah walau harus menunggu.

"Ck, pakaianmu masih begitu ... apa papamu tidak khawatir?"

"Gampang, aku sudah minta bibi antar pakaianku." Ada saja alasannya, Cakra berhenti menjawab karena berdebat dengan Ameera sama sekali tidak akan ada garis finishnya.

Dia kembali terpejam dan tidak berselang lama dapat dia dengar seseorang memanggil Ameera, sudah pasti bibi yang dimaksud akan memberikan pakaian padanya. Satu hal yang Cakra dapat simpulkan, wanita itu sedikit keras kepala dan tidak suka diperintah.

"Selamat tidur, Cakra."

Suara itu terdengar lembut, tapi Cakra yang memang belum tidur perlahan membuka mata dan melihat dengan jelas Ameera sudah berganti pakaian dan perlahan menjauh darinya.

"Meera."

"Iya? Butuh sesuatu? Haus atau apa?"

Cakra tersenyum tipis, dia tidak menjawab pertanyaan Ameera segera melainkan sedikit bergeser hingga menyisakan ruang kosong di sebelahnya. "Sini," titahnya seraya menepuk sisi kosong tersebut, jelas saja Ameera terpaku seraya susah payah meneguk salivanya.

"Hah?"

"Tidur di sini, masih muat."

"Tidak, aku di sana saja," tolak Ameera dengan jantung yang kembali memanas seketika.

"Dingin, Sayang ... jangan membantah sekali saja bisa?"

Ameera menggigit bibirnya, seketika dia malu dan bingung hendak menjawab apa. Tatapan Cakra terlihat berbeda, bukan tatapan penuh damba atau semacamnya, melainkan tatapan tajam yang membuat Ameera seolah tidak punya kuasa untuk menolak perintahnya. "Maafin Meera, Pa, cuma tidur kok beneran!!"

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Rinawati Esyabil

Rinawati Esyabil

berhubung aku bacanya dari cerita Anet jd penasaran ke sini😁
penasaran kisah Papa Cakra dan mama Meera😀

2024-11-21

3

pipi gemoy

pipi gemoy

astoge, yg ngajakin selingkuh malah nuduh😆😆😆😆😆😆😆😆👻

2024-11-01

2

Nendah Wenda

Nendah Wenda

ternyata seru juga kisah mereka

2024-08-04

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2 BAB 02 - He's My Choice
3 BAB 03 - Deal!!
4 BAB 04 - First Date?
5 BAB 05 - Dia Milikku
6 BAB 06 - Kontrak Hati?
7 BAB 07 - Tidak Bercanda
8 BAB 08 - Cuma Tidur
9 BAB 09 - Pengakuan Resmi
10 BAB 10 - Beautiful Sky
11 BAB 11 - With Beautiful Girl
12 BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13 BAB 13 - Mimpi Buruk
14 BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15 BAB 15 - Calon Menantu
16 BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17 BAB 17 - Pamit
18 BAB 18 - Sadar Diri
19 BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20 BAB 20 - Terlambat
21 BAB 21 - Susah Sinyal
22 BAB 22 - Dia Terkenal?
23 BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24 BAB 24 - Sudah Semuanya?
25 BAB 25 - Tidak Menyesal
26 BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27 BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28 BAB 28 - Pesan Papa
29 BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30 BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31 BAB 31 - Tertangkap Basah
32 BAB 32 - Nikahi!!
33 BAB 33 - Orang Yang Sama
34 BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35 BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36 BAB 36 - Kualat?
37 BAB 37 - Harus Jodoh
38 BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39 BAB 39 - Semua Demi Ameera
40 BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41 BAB 41 - Jangan Berisik
42 BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43 BAB 43 - Tawaran Ayumi
44 BAB 44 - Kamu Takut?
45 BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46 BAB 46 - Pengakuan Cakra
47 BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48 BAB 48 - Satu Atap
49 BAB 49 - Latihan
50 BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51 BAB 51 - Tidak Peka
52 BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53 BAB 53 - Izin Papa
54 BAB 54 - Ancaman Ameera
55 BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56 BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57 BAB 57 - Pulang
58 BAB 58 - Long Distance Relationship
59 BAB 59 - Cakra Dewasa
60 BAB 60 - Menantu Pilihan
61 BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62 BAB 62 - Demi Kamu
63 BAB 63 - Bukan Akting
64 BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65 BAB 65 - Mustahil
66 BAB 66 - He's My Hero
67 BAB 67 - Kamu Saja
68 BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69 BAB 69 - Andai
70 BAB 70 - Tidak Tertarik
71 BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72 BAB 72 - Salah Sangka
73 BAB 73 - Penegasan Cakra
74 BAB 74 - Familiar
75 BAB 75 - Kandas
76 BAB 76 - Dejavu
77 BAB 77 - Budeg
78 BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79 BAB 79 - Turut Mengundang
80 BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81 BAB 81 - Salah Sangka
82 BAB 82 - Pas
83 BAB 83 - Tidak Bercanda
84 BAB 84 - Pepatah Cakra
85 BAB 85 - Teman Hidup
86 BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87 BAB 87 - Tutup Telingamu
88 Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89 BAB 88 - After Marriage
90 BAB 89 - Orang Asing
91 BAB 90 - Darah Biru
92 BAB 91 - Penolakan Cakra
93 BAB 92 - Benang Merah
94 BAB 94 - Anaconda
95 BAB 95 - Kaya Buanget
96 BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97 BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98 BAB 98 - 5 Minggu
99 BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100 BAB 100 - Maunya Apa?
101 BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102 BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103 103 - Kadaluwarsa
104 BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105 BAB 105 - Kali Kedua
106 106 - Cakra Dengar, Kak
107 BAB 107 - Ahli Waris
108 BAB 108 - Kau Yang Berhak
109 BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110 BAB 110 - Godaan Sang Suami
111 BAB 111 - Salah Sasaran
112 BAB 112 - Dilabrak
113 BAB 113 - End
114 BAB 114 - Sidang Akhir
115 Visual Cast - Berondong Bayaran
116 BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117 BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118 BAB 117 - Sambilan
119 BAB 118 - Beda Jam Terbang
120 BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121 BAB 120 - Dunia Cakra
122 BAB 121 - Urusan Anak Muda
123 BAB 122 - Kangen, Ra
124 BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125 BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126 BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127 BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128 BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129 BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130 BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131 Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132 BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133 BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134 BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135 BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136 BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137 BAB 136 - S2 - Genit
138 Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139 BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140 BAB 138 - S2 - Belisik
141 BAB 139 - S2 - Ngamuk
142 BAB 140 - S2 - Cemburu
143 Bab 141 - Final Episode
144 PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145 Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146 Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 146 Episodes

1
BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2
BAB 02 - He's My Choice
3
BAB 03 - Deal!!
4
BAB 04 - First Date?
5
BAB 05 - Dia Milikku
6
BAB 06 - Kontrak Hati?
7
BAB 07 - Tidak Bercanda
8
BAB 08 - Cuma Tidur
9
BAB 09 - Pengakuan Resmi
10
BAB 10 - Beautiful Sky
11
BAB 11 - With Beautiful Girl
12
BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13
BAB 13 - Mimpi Buruk
14
BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15
BAB 15 - Calon Menantu
16
BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17
BAB 17 - Pamit
18
BAB 18 - Sadar Diri
19
BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20
BAB 20 - Terlambat
21
BAB 21 - Susah Sinyal
22
BAB 22 - Dia Terkenal?
23
BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24
BAB 24 - Sudah Semuanya?
25
BAB 25 - Tidak Menyesal
26
BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27
BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28
BAB 28 - Pesan Papa
29
BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30
BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31
BAB 31 - Tertangkap Basah
32
BAB 32 - Nikahi!!
33
BAB 33 - Orang Yang Sama
34
BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35
BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36
BAB 36 - Kualat?
37
BAB 37 - Harus Jodoh
38
BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39
BAB 39 - Semua Demi Ameera
40
BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41
BAB 41 - Jangan Berisik
42
BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43
BAB 43 - Tawaran Ayumi
44
BAB 44 - Kamu Takut?
45
BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46
BAB 46 - Pengakuan Cakra
47
BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48
BAB 48 - Satu Atap
49
BAB 49 - Latihan
50
BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51
BAB 51 - Tidak Peka
52
BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53
BAB 53 - Izin Papa
54
BAB 54 - Ancaman Ameera
55
BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56
BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57
BAB 57 - Pulang
58
BAB 58 - Long Distance Relationship
59
BAB 59 - Cakra Dewasa
60
BAB 60 - Menantu Pilihan
61
BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62
BAB 62 - Demi Kamu
63
BAB 63 - Bukan Akting
64
BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65
BAB 65 - Mustahil
66
BAB 66 - He's My Hero
67
BAB 67 - Kamu Saja
68
BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69
BAB 69 - Andai
70
BAB 70 - Tidak Tertarik
71
BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72
BAB 72 - Salah Sangka
73
BAB 73 - Penegasan Cakra
74
BAB 74 - Familiar
75
BAB 75 - Kandas
76
BAB 76 - Dejavu
77
BAB 77 - Budeg
78
BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79
BAB 79 - Turut Mengundang
80
BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81
BAB 81 - Salah Sangka
82
BAB 82 - Pas
83
BAB 83 - Tidak Bercanda
84
BAB 84 - Pepatah Cakra
85
BAB 85 - Teman Hidup
86
BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87
BAB 87 - Tutup Telingamu
88
Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89
BAB 88 - After Marriage
90
BAB 89 - Orang Asing
91
BAB 90 - Darah Biru
92
BAB 91 - Penolakan Cakra
93
BAB 92 - Benang Merah
94
BAB 94 - Anaconda
95
BAB 95 - Kaya Buanget
96
BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97
BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98
BAB 98 - 5 Minggu
99
BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100
BAB 100 - Maunya Apa?
101
BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102
BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103
103 - Kadaluwarsa
104
BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105
BAB 105 - Kali Kedua
106
106 - Cakra Dengar, Kak
107
BAB 107 - Ahli Waris
108
BAB 108 - Kau Yang Berhak
109
BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110
BAB 110 - Godaan Sang Suami
111
BAB 111 - Salah Sasaran
112
BAB 112 - Dilabrak
113
BAB 113 - End
114
BAB 114 - Sidang Akhir
115
Visual Cast - Berondong Bayaran
116
BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117
BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118
BAB 117 - Sambilan
119
BAB 118 - Beda Jam Terbang
120
BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121
BAB 120 - Dunia Cakra
122
BAB 121 - Urusan Anak Muda
123
BAB 122 - Kangen, Ra
124
BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125
BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126
BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127
BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128
BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129
BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130
BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131
Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132
BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133
BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134
BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135
BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136
BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137
BAB 136 - S2 - Genit
138
Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139
BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140
BAB 138 - S2 - Belisik
141
BAB 139 - S2 - Ngamuk
142
BAB 140 - S2 - Cemburu
143
Bab 141 - Final Episode
144
PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145
Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146
Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!