BAB 07 - Tidak Bercanda

"Sering begini?"

"Baru kali ini," jawab Ameera pelan, matanya sejak tadi mencuri pandang Cakra yang tengah mengompres pipinya dengan air hangat.

Pak Rizal memerintahkan para aktrisnya istirahat makan siang, tapi Cakra justru membawa Ameera pergi ke bengkel tempatnya bekerja karena tidak yakin bisa mengendalikan diri. Setelah sekian lama, perasaan marah itu muncul dan Cakra benar-benar membenci kala melihat wanita tersakiti, apapun alasannya.

"Kenapa tidak balas?"

Ameera tertawa pelan, pertanyaan Cakra sama seperti pertanyaan keponakannya kala Ameera mendapat peran teraniaya. "Akting, Cakra, masa balas."

"Kalau sekali wajar, sampai berkali-kali begitu minta hajar," tutur Cakra seraya menghela napas kasar.

Sudah jelas apa yang terjadi, bisa-bisanya Ameera masih membela seseorang yang seolah sengaja cari kesempatan agar bisa menyakitinya. Sedikit banyak dia bisa membaca keadaan walau belum lama mengenal Ameera dan lingkungannya.

Mengingat Anita adalah orang ketiga dalam hubungan Ameera dan Julio, jelas saja Cakra curiga. Terlebih lagi, dari yang Cakra lihat adegan tersebut sudah sangat baik, nyaris sempurna bahkan pipinya sampai memerah, untung saja tidak mengeluarkan darah.

Ameera tidak lagi menjawab, dia juga sedikit malas membahas hal itu. Dia berperan di serial itu hanya karena memandang Kama, produser yang dia kenal dari Yudha dan begitu terobsesi menjadikannya bintang film horor entah apa alasannya.

"Apa tidak bisa ambil job yang lain saja?" tanya Cakra kemudian duduk di sisi Ameera, lalu lalang kendaraan di depan sana adalah pemandangan ternyaman sejak beberapa tahun terakhir di mata Cakra.

"Sudah setengah jalan, Cakra, aku tidak bisa lari dari tanggung jawab ... tidak masalah, kan tidak setiap hari adegannya begitu," balas Ameera kemudian, dia tidak ingin memperpanjang masalah dan meraih botol air mineral di hadapannya.

"Tetap saja tidak masuk akal, yang nulis skenario bodoh atau bagaimana," gerutu Cakra meraih botol minum Ameera yang tampak kesulitan membukanya, sebuah tindakan sederhana dan berhasil membuat Ameera tertegun sejenak.

Seolah lupa siapa yang meminta, Ameera dibuat terkejut hampir setiap detiknya akan tindakan Cakra. Padahal di surat perjanjian tertera jelas bahwa Cakra harus bertindak sebagai kekasih sungguhan dan mendalami peran. Harusnya dia biasa saja, tapi anehnya beberapa hari berada di dekat Cakra dunia Ameera seakan terasa benar-benar berbeda.

Cara Cakra memerlakukan Ameera memang berbeda, mungkin dia tengah mendalami perannya. Bukan hanya di hadapan orang-orang yang mengenal Ameera saja, tapi juga teman-temannya sama.

Cakra tetap mengaku jika Ameera adalah kekasihnya, panggilan sayang dan semua perhatian tetap dia tunjukkan hingga Ameera mendadak malas untuk kembali ke lokasi syuting setelah ikut Cakra.

"Yakin tetap di sini?"

"Iya, tidak masalah, 'kan,?" tanya Ameera dengan tatapan penuh permohonan ke arah Cakra, terpaksa dia mengangguk karena tidak tega juga jika harus dipaksa pergi.

"Kalau butuh apa-apa bilang, aku bantuin bang Yandi dulu." Cakra menunjuk seseorang di ujung sana. Walau sebenarnya hari ini Cakra diizinkan libur oleh bosnya, tapi melihat bengkel ramai mana mungkin dia hanya berpangku tangan.

Tanpa menjawab, Ameera hanya mengangguk pelan. Sama seperti pertama kali melihat Cakra, tatapan Ameera sama sekali tidak terlepas dari pria itu. Sekalipun dia memalingkan muka ialah ketika Cakra mengganti pakaiannya, kendati demikian bentuk tubuh pria itu sempat terlihat jelas di matanya.

Semakin lama Ameera pandangi, pria itu semakin mengingatkan Ameera pada seseorang yang begitu berharga dalam hidupnya. Tanpa sadar, Ameera merogoh ponsel dan mulai mencuri kesempatan untuk mengabadikan Cakra melalui kamera ponselnya.

Tidak berbeda layaknya seorang wanita yang menemani pasangannya bekerja, Ameera begitu sabar walau duduk di tempat seperti ini bukan gayanya sama sekali. Terlebih lagi, Cakra menyiapkan tempat duduknya lebih dahulu agar nyaman untuk istirahat di sana.

Tidak berselang lama, Cakra kembali menghampirinya. Sudah jelas dengan penampilan berbeda, keringat yang membasahi wajahnya saja sudah membuat jantung Ameera tidak aman, tiba-tiba pria itu melepas baju dan memperlihatkan otot perut yang terlihat sempurna. Sialnya, Ameera tidak dapat membohongi diri dan terus memandang Cakra hingga pria itu tertawa sumbang.

"Ke-kenapa?" tanya Ameera gelagapan, bak seseorang yang tertangkap basah melakukan kejahatan, dia panik seketika.

"Lap liurmu sana," ucap Cakra asal seketika membuat Ameera mengusap dagunya, jelas saja gelak tawa Cakra semakin pecah.

"Apa sih? Cepat ganti baju, aku sudah janji pulang cepat hari ini." Telanjur malu, Ameera mengarang cerita dan minta diantar saat itu juga, padahal hanya karena hal sepele.

"Ayo," ajak Cakra hendak menarik pergelangan tangannya.

"Ayo apanya? Ganti baju dulu, masa pulang begitu?"

"Ya ganti baju, biar puas lihat_"

"Cakra!!"

Ameera seketika memerah, dia menghempas genggaman tangan pria itu sebelum kemudian menjauh beberapa langkah. Sementara Cakra hanya tersenyum tipis melihat reaksi Ameera, padahal sejak tadi mencuri pandang, lantas kenapa ketika diajak menolak mentah-mentah, pikirnya.

.

.

Hari ini terasa begitu singkat, padahal sama seperti hari kemarin. Mungkin karena mereka menghabiskan waktu berdua. Hingga, ketika hari berganti Cakra menghubungi Ameera demi membahas masalah penting terkait mereka.

"Kamu sudah lihat beritanya?"

"Sudah, biarkan saja ... nanti juga tenggelam sendiri."

Ameera mungkin biasa saja, tapi Cakra jelas saja khawatir. Agaknya ancaman Julio kemarin tidak bercanda. Tepat beberapa menit lalu, gosip tentang retaknya hubungan Julio dan Ameera memenuhi laman sosial media.

Sudah jelas isinya jauh berbeda dari apa yang terjadi. Julio memutarbalikkan fakta dan memberikan pernyataan bahwa putusnya mereka akibat perselingkuhan Ameera dengan berondong modal tampang bernama Cakra, lengkap dengan foto-foto dimana Cakra tinggal dan tempatnya bekerja.

"Biarkan bagaimana, Ra? Kamu tidak malu?"

"Malu kenapa? Justru dia yang malu-maluin ... sudahlah, kamu tenang dan biar masalah ini jadi tanggung jawabku, okay?"

Sebenarnya dia agak tidak tenang, tapi kembali Cakra ingat siapa Ameera beserta keluarganya. Bukan hal sulit baginya membuat berita semacam itu lenyap, untuk itu Cakra memilih mengikuti saran Ameera untuk tenang.

"Ya sudah kalau begitu. Ehm, kamu sedang apa?"

"Mandi," jawab Ameera membuat Cakra mengerutkan dahi.

"Mandi jam segini? Nanti pegal-pegal gimana? Masa tugasku nambah jadi tukang pijat juga," ucap Cakra kemudian menggigit bibir, sudah jam sembilan malam dan Ameera masih di kamar mandi.

"Aku tidak setua itu, ngejek apa gimana?"

"Siapa tahu, tapi jika terdesak aku bisa kok mijitin kamu," ucapnya memelankan langkah. Sejak tadi begitu Cakra begitu saja, maklum dia sengaja keluar di sekitaran gang karena tetangga kostnya dangdutan dan berisik luar biasa.

"Tidak, terima kasih atas tawarannya!!"

Semakin Ameera emosi, semakin Cakra gemas sendiri hingga dia kembali berpikir keras hendak mengusik Ameera dengan cara apa lagi. "Aku serius, Ra, kata dokter tidak baik mandi malam."

"Kalau gerah gimana, Cakra?"

"Ganti bajunya sama yang tipis, dan masih banyak cara lain tanpa harus man_"

Bugh

Ucapan Cakra terhenti kala dia merasakan sesuatu menghantam punggungnya. Sakit, sangat sakit bahkan tidak mampu mempertahankan ponselnya dalam genggaman.

Entah apa yang terjadi, tapi ketika hendak menoleh seseorang mendaratkan bogem mentah tepat di wajahnya hingga Cakra terhuyung dan mulai kehilangan keseimbangan.

"Bereskan!!"

Suara itu terdengar memerintah, Cakra sempat mendongak dan hendak melawan, tapi semua berlalu teramat cepat dan yang dia lawan tidak sendirian.

"Cakra!! Apa yang terjadi? Cakra jawab aku!!"

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Halimah As Sa'diyah

Halimah As Sa'diyah

ah Thor emang brondong semakin didepan ey

2025-01-03

0

Halimah As Sa'diyah

Halimah As Sa'diyah

🤣🤣🤣Cakra Jan buat ngakak terus

2025-01-03

0

Telik sandi Megantara

Telik sandi Megantara

dih julio kroyokan

2024-11-02

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2 BAB 02 - He's My Choice
3 BAB 03 - Deal!!
4 BAB 04 - First Date?
5 BAB 05 - Dia Milikku
6 BAB 06 - Kontrak Hati?
7 BAB 07 - Tidak Bercanda
8 BAB 08 - Cuma Tidur
9 BAB 09 - Pengakuan Resmi
10 BAB 10 - Beautiful Sky
11 BAB 11 - With Beautiful Girl
12 BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13 BAB 13 - Mimpi Buruk
14 BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15 BAB 15 - Calon Menantu
16 BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17 BAB 17 - Pamit
18 BAB 18 - Sadar Diri
19 BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20 BAB 20 - Terlambat
21 BAB 21 - Susah Sinyal
22 BAB 22 - Dia Terkenal?
23 BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24 BAB 24 - Sudah Semuanya?
25 BAB 25 - Tidak Menyesal
26 BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27 BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28 BAB 28 - Pesan Papa
29 BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30 BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31 BAB 31 - Tertangkap Basah
32 BAB 32 - Nikahi!!
33 BAB 33 - Orang Yang Sama
34 BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35 BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36 BAB 36 - Kualat?
37 BAB 37 - Harus Jodoh
38 BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39 BAB 39 - Semua Demi Ameera
40 BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41 BAB 41 - Jangan Berisik
42 BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43 BAB 43 - Tawaran Ayumi
44 BAB 44 - Kamu Takut?
45 BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46 BAB 46 - Pengakuan Cakra
47 BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48 BAB 48 - Satu Atap
49 BAB 49 - Latihan
50 BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51 BAB 51 - Tidak Peka
52 BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53 BAB 53 - Izin Papa
54 BAB 54 - Ancaman Ameera
55 BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56 BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57 BAB 57 - Pulang
58 BAB 58 - Long Distance Relationship
59 BAB 59 - Cakra Dewasa
60 BAB 60 - Menantu Pilihan
61 BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62 BAB 62 - Demi Kamu
63 BAB 63 - Bukan Akting
64 BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65 BAB 65 - Mustahil
66 BAB 66 - He's My Hero
67 BAB 67 - Kamu Saja
68 BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69 BAB 69 - Andai
70 BAB 70 - Tidak Tertarik
71 BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72 BAB 72 - Salah Sangka
73 BAB 73 - Penegasan Cakra
74 BAB 74 - Familiar
75 BAB 75 - Kandas
76 BAB 76 - Dejavu
77 BAB 77 - Budeg
78 BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79 BAB 79 - Turut Mengundang
80 BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81 BAB 81 - Salah Sangka
82 BAB 82 - Pas
83 BAB 83 - Tidak Bercanda
84 BAB 84 - Pepatah Cakra
85 BAB 85 - Teman Hidup
86 BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87 BAB 87 - Tutup Telingamu
88 Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89 BAB 88 - After Marriage
90 BAB 89 - Orang Asing
91 BAB 90 - Darah Biru
92 BAB 91 - Penolakan Cakra
93 BAB 92 - Benang Merah
94 BAB 94 - Anaconda
95 BAB 95 - Kaya Buanget
96 BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97 BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98 BAB 98 - 5 Minggu
99 BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100 BAB 100 - Maunya Apa?
101 BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102 BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103 103 - Kadaluwarsa
104 BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105 BAB 105 - Kali Kedua
106 106 - Cakra Dengar, Kak
107 BAB 107 - Ahli Waris
108 BAB 108 - Kau Yang Berhak
109 BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110 BAB 110 - Godaan Sang Suami
111 BAB 111 - Salah Sasaran
112 BAB 112 - Dilabrak
113 BAB 113 - End
114 BAB 114 - Sidang Akhir
115 Visual Cast - Berondong Bayaran
116 BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117 BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118 BAB 117 - Sambilan
119 BAB 118 - Beda Jam Terbang
120 BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121 BAB 120 - Dunia Cakra
122 BAB 121 - Urusan Anak Muda
123 BAB 122 - Kangen, Ra
124 BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125 BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126 BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127 BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128 BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129 BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130 BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131 Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132 BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133 BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134 BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135 BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136 BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137 BAB 136 - S2 - Genit
138 Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139 BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140 BAB 138 - S2 - Belisik
141 BAB 139 - S2 - Ngamuk
142 BAB 140 - S2 - Cemburu
143 Bab 141 - Final Episode
144 PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145 Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146 Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 146 Episodes

1
BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2
BAB 02 - He's My Choice
3
BAB 03 - Deal!!
4
BAB 04 - First Date?
5
BAB 05 - Dia Milikku
6
BAB 06 - Kontrak Hati?
7
BAB 07 - Tidak Bercanda
8
BAB 08 - Cuma Tidur
9
BAB 09 - Pengakuan Resmi
10
BAB 10 - Beautiful Sky
11
BAB 11 - With Beautiful Girl
12
BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13
BAB 13 - Mimpi Buruk
14
BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15
BAB 15 - Calon Menantu
16
BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17
BAB 17 - Pamit
18
BAB 18 - Sadar Diri
19
BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20
BAB 20 - Terlambat
21
BAB 21 - Susah Sinyal
22
BAB 22 - Dia Terkenal?
23
BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24
BAB 24 - Sudah Semuanya?
25
BAB 25 - Tidak Menyesal
26
BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27
BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28
BAB 28 - Pesan Papa
29
BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30
BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31
BAB 31 - Tertangkap Basah
32
BAB 32 - Nikahi!!
33
BAB 33 - Orang Yang Sama
34
BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35
BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36
BAB 36 - Kualat?
37
BAB 37 - Harus Jodoh
38
BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39
BAB 39 - Semua Demi Ameera
40
BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41
BAB 41 - Jangan Berisik
42
BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43
BAB 43 - Tawaran Ayumi
44
BAB 44 - Kamu Takut?
45
BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46
BAB 46 - Pengakuan Cakra
47
BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48
BAB 48 - Satu Atap
49
BAB 49 - Latihan
50
BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51
BAB 51 - Tidak Peka
52
BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53
BAB 53 - Izin Papa
54
BAB 54 - Ancaman Ameera
55
BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56
BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57
BAB 57 - Pulang
58
BAB 58 - Long Distance Relationship
59
BAB 59 - Cakra Dewasa
60
BAB 60 - Menantu Pilihan
61
BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62
BAB 62 - Demi Kamu
63
BAB 63 - Bukan Akting
64
BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65
BAB 65 - Mustahil
66
BAB 66 - He's My Hero
67
BAB 67 - Kamu Saja
68
BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69
BAB 69 - Andai
70
BAB 70 - Tidak Tertarik
71
BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72
BAB 72 - Salah Sangka
73
BAB 73 - Penegasan Cakra
74
BAB 74 - Familiar
75
BAB 75 - Kandas
76
BAB 76 - Dejavu
77
BAB 77 - Budeg
78
BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79
BAB 79 - Turut Mengundang
80
BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81
BAB 81 - Salah Sangka
82
BAB 82 - Pas
83
BAB 83 - Tidak Bercanda
84
BAB 84 - Pepatah Cakra
85
BAB 85 - Teman Hidup
86
BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87
BAB 87 - Tutup Telingamu
88
Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89
BAB 88 - After Marriage
90
BAB 89 - Orang Asing
91
BAB 90 - Darah Biru
92
BAB 91 - Penolakan Cakra
93
BAB 92 - Benang Merah
94
BAB 94 - Anaconda
95
BAB 95 - Kaya Buanget
96
BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97
BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98
BAB 98 - 5 Minggu
99
BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100
BAB 100 - Maunya Apa?
101
BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102
BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103
103 - Kadaluwarsa
104
BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105
BAB 105 - Kali Kedua
106
106 - Cakra Dengar, Kak
107
BAB 107 - Ahli Waris
108
BAB 108 - Kau Yang Berhak
109
BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110
BAB 110 - Godaan Sang Suami
111
BAB 111 - Salah Sasaran
112
BAB 112 - Dilabrak
113
BAB 113 - End
114
BAB 114 - Sidang Akhir
115
Visual Cast - Berondong Bayaran
116
BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117
BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118
BAB 117 - Sambilan
119
BAB 118 - Beda Jam Terbang
120
BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121
BAB 120 - Dunia Cakra
122
BAB 121 - Urusan Anak Muda
123
BAB 122 - Kangen, Ra
124
BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125
BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126
BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127
BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128
BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129
BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130
BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131
Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132
BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133
BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134
BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135
BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136
BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137
BAB 136 - S2 - Genit
138
Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139
BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140
BAB 138 - S2 - Belisik
141
BAB 139 - S2 - Ngamuk
142
BAB 140 - S2 - Cemburu
143
Bab 141 - Final Episode
144
PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145
Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146
Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!