BAB 06 - Kontrak Hati?

Tidak ingin ambil pusing dengan ancaman Julio, Cakra berlalu tanpa dosa dan berlagak layaknya pria kaya yang akan menjemput kekasihnya. Walau Ameera bukan minta ditemani ke acara penting atau semacamnya, Cakra tetap memerhatikan penampilan.

Berbekal barang yang Ameera beli kemarin, Cakra kembali tampil mempesona agar Ameera tidak merasa rugi membayarnya. Sepanjang perjalanan Cakra sudah membayangkan wajah Ameera yang terpanah melihatnya, sayang hal itu harus patah kala Cakra menghentikan mobil tepat di kediaman keluarga Megantara.

Tidak ada Ameera, yang ada hanya pria gagah dengan sarung melilit di perut buncitnya. Sorot tajam itu membuat Cakra sedikit gugup, dari penampilannya Cakra menyimpulkan jika pria itu adalah pemilik istana yang ada di depannya.

"Selamat pagi, Om," sapa Cakra sopan, tubuhnya terasa dingin bahkan merasa lebih gugup dibandingkan berhadapan dengan Ameera secara langsung.

Terlebih lagi, sapaan Cakra tidak segera dia tanggapi. Hanya tatapan tajam yang dia layangkan, sementara mulutnya fokus dengan es krim cokelat yang tertinggal setengah itu. "Pagi-pagi makan ice cream, apa tidak ngilu?"

Pertanyaan itu tidak akan Cakra lontarkan, jelas saja hanya dipendam. Beberapa saat pria itu menunggu, Cakra sampai menunduk lantaran takut disemprot pagi-pagi begini.

"Papa!!"

Cakra mendongak, suara itu sejenak menenangkannya. Satu hal yang Cakra ketahui, pria tua yang masih terlihat gagah itu adalah orangtua Ameera, demi Tuhan Cakra bernapas lega lantaran tidak asal bicara tadinya.

"Ini temanmu?"

"Iya, Pa ... Cakra namanya," jelas Ameera terlihat gugup, dia sedikit bingung dan mendekat ke arah Cakra yang menunggu tak jauh darinya.

"Cakra? Cakrawala?" tanya Papa Mikhail seketika membuat Cakra susah payah menahan tawa. Setelah diam sejak tadi, sekalinya bicara berhasil membuat perut Cakra tergelitik.

"Cakra Darmawangsa, Pa."

"Namanya bagus, pasti keturunan bangsawan," jawab Papa Mikhail, sontak Cakra menunduk dalam dan gurat senyumnya pudar seketika.

Paham jika ucapan papanya mungkin tidak nyaman di telinga Cakra, secepat mungkin Ameera mengalihkan pembicaraan dan mengajak Cakra berlalu segera. Papa Mikhail yang tidak tahu apa yang terjadi jelas iya-iya saja, terpenting ada yang menggantikan Ricko lantaran sopir Ameera itu pulang ke Bandung tanpa alasan.

"Hati-hati sayangnya papa, jangan telat makan ya."

Interaksi semanis itu Cakra saksikan dengan matanya. Mata yang terbiasa menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga dan keluarga yang jauh dari kata harmonis beberapa tahun lamanya. Jangankan diingatkan makan, diberikan nafkah agar bisa makan saja hampir tidak pernah, sekeji itu dunia jika dia ingat-ingat.

Baru pertama melihat sosok orangtua Ameera, dia tertampar dan mulai paham jika harta memang berperan penting dalam membentuk sebuah keluarga. Jujur saja sempat iri, Tuhan memberikannya hidup serba kekurangan, tidak hanya harta, tapi juga kasih sayang.

"Cakra."

Lamunan Cakra buyar, jika Ameera tidak menepuk bahunya mungkin dia akan terus melamun sampai bahaya menghantam mereka. "Iya, Kak? Ada apa?"

"Apa yang kamu pikirkan? Kalau ngantuk biar aku saja," tutur Ameera kemudian, dia merasa Cakra terlihat berbeda pagi ini.

"Papanya lucu, pagi-pagi makan ice cream apa tidak ngilu?"

Mana mungkin Cakra jujur, dia bukan pria yang suka menjual kesedihan demi mendapat belas kasih. Cakra mengalihkan pembicaraan yang sekiranya akan terdengar lucu di telinga Ameera, dan benar saja pertanyaan tersebut berhasil mencairkan suasana.

"Tidak, paling sakit gigi," jawab Ameera singkat seraya menatap wajahnya di cermin, memastikan lagi apa mungkin mata pandanya akibat begadang semalam tertutup dengan sempurna atau tidak.

"Lebih parah dong, aneh banget jawabannya."

Cakra tertawa sumbang, sama sekali tidak dia duga jika Ameera akan menjawab seperti itu. Entah karena hati Cakra yang telanjur membayangkan penampakan Papa Mikhail atau bagaimana, tapi hanya karena hal sepele dia mudah sekali tertawa.

"Aku serius, malah ketawa gimana sih ... ehm, ngomong-ngomong maaf ya." Setelah sejak tadi merasa tak enak hati, Ameera pada akhirnya berhasil meloloskan kata maaf pada Cakra.

"Maaf? Maaf untuk apa, Kak?"

"Andai papa membuatmu tidak nyaman, biasanya di pertemuan pertama memang begitu. Nanti tidak lagi," jelas Ameera kemudian, entah waktu yang dimaksud nanti itu ada atau tidak, tapi Ameera sudah menegaskan pada Cakra lebih dahulu.

"Tidak masalah, Kak, dari tatapan matanya beliau terlihat baik," ujar Cakra, sedikit berbohong rasanya tidak masalah.

"Ck, bisa kamu berhenti memanggilku Kakak, Cakra? Tua sekali rasanya," tutur Ameera terlihat malas sekali dipanggil Kakak, padahal memang nyata dan tindakan Cakra tidak salah.

"Lupa, harusnya panggil sayang ya?" tanya Cakra berlagak lupa, padahal dia sengaja lakukan karena memang suka saja memanggil Ameera dengan panggilan itu.

"Hm." Singkat, padat dan tidak jelas apa maunya, jangan lupakan Ameera tetap wanita.

"Hm apa, Sayang?"

"Ter-terserah," jawab Ameera sedikit tak jelas, wajahnya tertutup rambut lantaran menunduk sebelum kemudian menatap ke luar jendela.

.

.

Selang beberapa lama, keduanya tiba di lokasi syuting dan kembali menjadi pusat perhatian seperti tadi malam. Persetan dengan tatapan Julio, yang Cakra lakukan adalah bentuk tanggung jawabnya atas perjanjian tersebut.

Jika sedang berdua dia bersikap seadanya, di hadapan publik Cakra benar-benar meratukan Ameera. Dia yang awalnya hanya perlu mengantar, kini memilih menemani Ameera. Tas dan peralatan Ameera dia jaga sebaik mungkin, bahkan Jihan yang menyusul merasa tidak berguna dibuatnya.

"Cut ... ulangi!! Tamparnya kurang keras, Anita!!"

Sudah kesekian kali, adegan tersebut selalu diulang dan Cakra mulai naik darah. Dari kejauhan dia memantau Ameera, tapi bisa dipastikan wajah Ameera sudah memerah dan dia terlihat lelah.

Tanpa aba-aba, Cakra menghampiri sutradara hingga membuat pria berkacamata itu bingung seketika. "Ada apa? Jangan mengganggu pekerjaan_"

Belum selesai ucapan pria itu, telapak tangan Cakra mendarat tepat di wajah Pak Rizal. Lagi dan lagi, Cakra menjadi pusat perhatian dan kali ini lebih menarik lagi. "Kau? Mau ap_"

Plak

Tidak puas sekali, Cakra kembali menampar pria itu untuk kedua kali. Dia melakukannya bukan tanpa alasan, tapi dia sudah menghitung berapa kali telapak tangan Anita mendarat di pipi mulus Ameera demi memenuhi keinginan sutradara tersebut.

"Ganti aktrismu, atau jika tidak ajarkan cara menampar yang baik lebih dulu," bisik Cakra dengan suara pelan dan tatapan dingin ke arah Pak Rizal hingga pria itu mendadak membubarkan para pemain dengan alasan sudah saatnya makan siang.

Selesai membuat Pak Rizal malu, Cakra menghampiri Ameera yang sudah duduk di sisi Jihan. Dia menghela napas kasar, Cakra berjongkok dan menepis tangan Ameera yang menutupi wajahnya.

"Sakit, Sayang? Coba lihat," pinta Cakra meraih dagu Ameera agar wanita itu benar-benar menghadap ke arahnya.

Bukan hanya Ameera yang gugup, tapi Jihan yang duduk di sisi Ameera seketika memerah dan memilih berlalu pergi. Tidak dapat dipungkiri, kedekatan mereka terlalu alami untuk kategori kekasih kontrak seperti yang Ameera katakan. "Kontrak apanya kalau begitu? Kontrak hati kali ya."

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Juan Sastra

Juan Sastra

sutradara abis di keloni anita makanya chuutt melulu biar anita namparnya

2025-01-24

0

Halimah As Sa'diyah

Halimah As Sa'diyah

Jihan iri tanda tak mampu🤣

2025-01-03

0

Ida Miswanti

Ida Miswanti

Kontrakan Jihan 🤣

2024-12-22

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2 BAB 02 - He's My Choice
3 BAB 03 - Deal!!
4 BAB 04 - First Date?
5 BAB 05 - Dia Milikku
6 BAB 06 - Kontrak Hati?
7 BAB 07 - Tidak Bercanda
8 BAB 08 - Cuma Tidur
9 BAB 09 - Pengakuan Resmi
10 BAB 10 - Beautiful Sky
11 BAB 11 - With Beautiful Girl
12 BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13 BAB 13 - Mimpi Buruk
14 BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15 BAB 15 - Calon Menantu
16 BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17 BAB 17 - Pamit
18 BAB 18 - Sadar Diri
19 BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20 BAB 20 - Terlambat
21 BAB 21 - Susah Sinyal
22 BAB 22 - Dia Terkenal?
23 BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24 BAB 24 - Sudah Semuanya?
25 BAB 25 - Tidak Menyesal
26 BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27 BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28 BAB 28 - Pesan Papa
29 BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30 BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31 BAB 31 - Tertangkap Basah
32 BAB 32 - Nikahi!!
33 BAB 33 - Orang Yang Sama
34 BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35 BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36 BAB 36 - Kualat?
37 BAB 37 - Harus Jodoh
38 BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39 BAB 39 - Semua Demi Ameera
40 BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41 BAB 41 - Jangan Berisik
42 BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43 BAB 43 - Tawaran Ayumi
44 BAB 44 - Kamu Takut?
45 BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46 BAB 46 - Pengakuan Cakra
47 BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48 BAB 48 - Satu Atap
49 BAB 49 - Latihan
50 BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51 BAB 51 - Tidak Peka
52 BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53 BAB 53 - Izin Papa
54 BAB 54 - Ancaman Ameera
55 BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56 BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57 BAB 57 - Pulang
58 BAB 58 - Long Distance Relationship
59 BAB 59 - Cakra Dewasa
60 BAB 60 - Menantu Pilihan
61 BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62 BAB 62 - Demi Kamu
63 BAB 63 - Bukan Akting
64 BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65 BAB 65 - Mustahil
66 BAB 66 - He's My Hero
67 BAB 67 - Kamu Saja
68 BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69 BAB 69 - Andai
70 BAB 70 - Tidak Tertarik
71 BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72 BAB 72 - Salah Sangka
73 BAB 73 - Penegasan Cakra
74 BAB 74 - Familiar
75 BAB 75 - Kandas
76 BAB 76 - Dejavu
77 BAB 77 - Budeg
78 BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79 BAB 79 - Turut Mengundang
80 BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81 BAB 81 - Salah Sangka
82 BAB 82 - Pas
83 BAB 83 - Tidak Bercanda
84 BAB 84 - Pepatah Cakra
85 BAB 85 - Teman Hidup
86 BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87 BAB 87 - Tutup Telingamu
88 Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89 BAB 88 - After Marriage
90 BAB 89 - Orang Asing
91 BAB 90 - Darah Biru
92 BAB 91 - Penolakan Cakra
93 BAB 92 - Benang Merah
94 BAB 94 - Anaconda
95 BAB 95 - Kaya Buanget
96 BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97 BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98 BAB 98 - 5 Minggu
99 BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100 BAB 100 - Maunya Apa?
101 BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102 BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103 103 - Kadaluwarsa
104 BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105 BAB 105 - Kali Kedua
106 106 - Cakra Dengar, Kak
107 BAB 107 - Ahli Waris
108 BAB 108 - Kau Yang Berhak
109 BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110 BAB 110 - Godaan Sang Suami
111 BAB 111 - Salah Sasaran
112 BAB 112 - Dilabrak
113 BAB 113 - End
114 BAB 114 - Sidang Akhir
115 Visual Cast - Berondong Bayaran
116 BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117 BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118 BAB 117 - Sambilan
119 BAB 118 - Beda Jam Terbang
120 BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121 BAB 120 - Dunia Cakra
122 BAB 121 - Urusan Anak Muda
123 BAB 122 - Kangen, Ra
124 BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125 BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126 BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127 BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128 BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129 BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130 BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131 Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132 BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133 BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134 BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135 BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136 BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137 BAB 136 - S2 - Genit
138 Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139 BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140 BAB 138 - S2 - Belisik
141 BAB 139 - S2 - Ngamuk
142 BAB 140 - S2 - Cemburu
143 Bab 141 - Final Episode
144 PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145 Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146 Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 146 Episodes

1
BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2
BAB 02 - He's My Choice
3
BAB 03 - Deal!!
4
BAB 04 - First Date?
5
BAB 05 - Dia Milikku
6
BAB 06 - Kontrak Hati?
7
BAB 07 - Tidak Bercanda
8
BAB 08 - Cuma Tidur
9
BAB 09 - Pengakuan Resmi
10
BAB 10 - Beautiful Sky
11
BAB 11 - With Beautiful Girl
12
BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13
BAB 13 - Mimpi Buruk
14
BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15
BAB 15 - Calon Menantu
16
BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17
BAB 17 - Pamit
18
BAB 18 - Sadar Diri
19
BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20
BAB 20 - Terlambat
21
BAB 21 - Susah Sinyal
22
BAB 22 - Dia Terkenal?
23
BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24
BAB 24 - Sudah Semuanya?
25
BAB 25 - Tidak Menyesal
26
BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27
BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28
BAB 28 - Pesan Papa
29
BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30
BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31
BAB 31 - Tertangkap Basah
32
BAB 32 - Nikahi!!
33
BAB 33 - Orang Yang Sama
34
BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35
BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36
BAB 36 - Kualat?
37
BAB 37 - Harus Jodoh
38
BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39
BAB 39 - Semua Demi Ameera
40
BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41
BAB 41 - Jangan Berisik
42
BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43
BAB 43 - Tawaran Ayumi
44
BAB 44 - Kamu Takut?
45
BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46
BAB 46 - Pengakuan Cakra
47
BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48
BAB 48 - Satu Atap
49
BAB 49 - Latihan
50
BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51
BAB 51 - Tidak Peka
52
BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53
BAB 53 - Izin Papa
54
BAB 54 - Ancaman Ameera
55
BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56
BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57
BAB 57 - Pulang
58
BAB 58 - Long Distance Relationship
59
BAB 59 - Cakra Dewasa
60
BAB 60 - Menantu Pilihan
61
BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62
BAB 62 - Demi Kamu
63
BAB 63 - Bukan Akting
64
BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65
BAB 65 - Mustahil
66
BAB 66 - He's My Hero
67
BAB 67 - Kamu Saja
68
BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69
BAB 69 - Andai
70
BAB 70 - Tidak Tertarik
71
BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72
BAB 72 - Salah Sangka
73
BAB 73 - Penegasan Cakra
74
BAB 74 - Familiar
75
BAB 75 - Kandas
76
BAB 76 - Dejavu
77
BAB 77 - Budeg
78
BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79
BAB 79 - Turut Mengundang
80
BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81
BAB 81 - Salah Sangka
82
BAB 82 - Pas
83
BAB 83 - Tidak Bercanda
84
BAB 84 - Pepatah Cakra
85
BAB 85 - Teman Hidup
86
BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87
BAB 87 - Tutup Telingamu
88
Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89
BAB 88 - After Marriage
90
BAB 89 - Orang Asing
91
BAB 90 - Darah Biru
92
BAB 91 - Penolakan Cakra
93
BAB 92 - Benang Merah
94
BAB 94 - Anaconda
95
BAB 95 - Kaya Buanget
96
BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97
BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98
BAB 98 - 5 Minggu
99
BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100
BAB 100 - Maunya Apa?
101
BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102
BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103
103 - Kadaluwarsa
104
BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105
BAB 105 - Kali Kedua
106
106 - Cakra Dengar, Kak
107
BAB 107 - Ahli Waris
108
BAB 108 - Kau Yang Berhak
109
BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110
BAB 110 - Godaan Sang Suami
111
BAB 111 - Salah Sasaran
112
BAB 112 - Dilabrak
113
BAB 113 - End
114
BAB 114 - Sidang Akhir
115
Visual Cast - Berondong Bayaran
116
BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117
BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118
BAB 117 - Sambilan
119
BAB 118 - Beda Jam Terbang
120
BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121
BAB 120 - Dunia Cakra
122
BAB 121 - Urusan Anak Muda
123
BAB 122 - Kangen, Ra
124
BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125
BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126
BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127
BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128
BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129
BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130
BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131
Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132
BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133
BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134
BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135
BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136
BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137
BAB 136 - S2 - Genit
138
Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139
BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140
BAB 138 - S2 - Belisik
141
BAB 139 - S2 - Ngamuk
142
BAB 140 - S2 - Cemburu
143
Bab 141 - Final Episode
144
PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145
Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146
Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!