BAB 05 - Dia Milikku

Sempat khawatir tugas pertamanya akan gagal, di luar dugaan Cakra berhasil mendalami peran. Entah karena Ameera berbakat membawanya, atau memang dia sendiri yang berbakat.

Seolah lupa jika sedang bersandiwara, interaksi mereka terlihat begitu alami dan membuat Julio justru berpikir bahwa hubungan mereka sudah dimulai jauh sebelum putus dengannya.

Hampir jam sepuluh malam, mereka baru meninggalkan restaurant lantaran terlalu banyak yang mereka bicarakan. Atas permintaan Ameera, malam ini dia tidak ditemani Ricko maupun Jihan, melainkan benar-benar bersama Cakra seorang.

"Sejak kapan?"

Sejak tadi mereka tenggelam dalam keheningan, Ameera mulai membuka pembicaraan. Sebenarnya bukan gaya Ameera sama sekali mengajak bicara lebih dahulu, tapi melihat Cakra yang hanya diam dia resah juga.

"Apanya?" Cakra balik bertanya, dia menatap Ameera sekilas sebelum kemudian kembali fokus mengemudikan mobil mewah milik Ameera, khawatir andai lecet Cakra jelas takkan mampu menggantinya.

"Kamu begini." Jujur saja Ameera agak sedikit ragu untuk mengatakannya. Khawatir juga akan menyakiti, tapi memang Ameera penasaran karena dari cara Cakra bersandiwara seakan sudah memiliki jam terbang tinggi.

Tanpa menjawab, Cakra hanya tersenyum tipis. Sebuah respon yang membuat Ameera bingung, apa maksudnya. "Tidak perlu dijawab kalau malu, aku memaklumimu."

Cakra tersenyum bukan karena malu, melainkan geli mendengar pertanyaan Ameera. Seketika Cakra berpikir, apa mungkin kemampuannya jelek dan mengecewakan? Atau justru sebaliknya.

"Apa aku mengecewakan?"

"Tidak, nyaris sempurna ... makanya kutanya sejak kapan? Jam terbangmu pasti sudah tinggi ya?"

Setelah tadi hanya tersenyum, kali ini Cakra benar-benar tertawa sumbang. Lucu sekali, jangankan jam terbang tinggi, pacaran saja tidak pernah dan Ameera adalah wanita pertama yang dia genggam tangannya.

Jika ditanya darimana Cakra belajar, sudah jelas dia menghabiskan banyak waktu untuk berlatih secara mandiri usai bertemu Ameera pertama kali. Cakra mencaritahu di beberapa artikel dan adegan romantis di beberapa drama demi memaksimalkan skillnya.

"Aku serius, Cakra, dimana lucunya?"

"Kamu," jawab Cakra kemudian berhenti tertawa, seketika Ameera terpaku dan terdiam dengan mata yang terus mengerjap pelan.

Hingga tiba di persimpangan, Cakra mengurangi kecepatannya. "Kita kemana?"

"KUA, Cakra."

Cakra mengerutkan dahi, dia terkekeh melihat wajah Ameera yang memerah entah apa sebabnya. "Kanan atau kiri? Rumahmu dimana?" tanya Cakra kemudian, dia memang tidak tahu karena ketika pergi Ameera yang menjemput Cakra di depang gang kostnya.

"Ke kostmu saja duluan, rumahku jauh, biar aku pulang sendiri nanti."

"Ini sudah malam, wanita mana yang pulang sendirian?"

Penolakan Cakra berhasil membuat Ameera menghangat. Sekian lama menjalin hubungan bersama Julio agaknya tidak pernah dia mengkhawatirkan perjalanan Ameera sekalipun mesra di saat berdua.

Ameera buru-buru memperbaiki posisi duduknya. Malam kian larut, tapi anehnya wajah Ameera terasa panas bersamaan dengan detak jantung yang kini berdegub tak karu-karuan. Agaknya sedikit alkohol yang tidak sengaja dia tenggak tadi berpengaruh hingga saat ini, tapi jika dia ingat lagi sangat sedikit dan tidak mungkin membuat mabuk.

Hati Ameera yang biasanya keras tanpa perlu dirayu menurut saja kala Cakra hendak mengantarnya. Niat hati mencairkan suasana, Ameera justru dibuat malu akibat salah bicara dan membuatnya salah tingkah hingga mobil terhenti di depan gerbang utama.

"Kenapa kamu yang turun?" tanya Ameera menahan pergelangan tangan Cakra yang hendak turun setelah penjaga membukakan pintu gerbang untuk Ameera.

"Pulang, kan sudah sampai."

"Bawa saja mobilnya, kamu mau pulang dengan cara apa memangnya?" tanya Ameera menatap lekat Cakra.

"Oj_"

"Pulanglah, besok jemput jam delapan kalau bisa."

Belum selesai Cakra menjawab, Ameera sudah melontarkan sebuah pernyataan tegas yang sama-sekali tidak bisa Cakra tolak. Dalam keadaan panik, Cakra bingung dan berusaha menolak permintaan Ameera.

"Kenapa? Kan aku yang kasih izin, bukan curian."

"Ibu kostku galak, nanti aku dituduh jadi cowok bayaran gimana?" tanya Cakra begitu serius, dia lupa sebelum tuduhan itu terdengar, faktanya memang sudah terjadi. Dan hal itu, jelas membuat Ameera tertawa.

"Sudah pulang sana, anak kecil tidak boleh begadang."

Cakra mengullum senyum, anak kecil katanya? Padahal sudah termasuk dewasa, bahkan mungkin bisa lebih dewasa dibandingkan Ameera. Usai mengatakan hal itu, Ameera berlari kecil meninggalkan Cakra yang tidak melepaskannya dari pandangan.

"Sayang!" panggil Cakra seketika turun dan membuat langkah Ameera terhenti, wajahnya terlihat panik dan kembali menghampiri Cakra seraya menempelkan jemarinya ke bibir.

"Jangan teriak, nanti ketahuan papa," desis Ameera ketakutan, sudah jelas siapa yang dewasa di sini.

"Katanya sudah dewasa, belum boleh pacaran memang?"

"Bukannya gitu, tapi tidak perlu teriak juga, Cakra."

Wajah Ameera terlihat kusut, dia memang panik dan khawatir pemimpin dinasti melihatnya. "Ada apa? Minta uang bensin?"

"Bukan, mau kutelpon sebelum tidur?" tanya Cakra begitu lembut, tatapannya terfokus pada manik indah Ameera.

"Tidak usah, kamu istirahat saja ... malam ini cukup, terima kasih, Cakra."

"Yakin?"

Ameera mengangguk, dia tersenyum kaku dan mendadak beku kala Cakra justru mendekat dan mengecup keningnya tanpa aba-aba. Sejak tadi jantung Ameera sudah tak karu-karuan, kini seakan hendak meledak.

"Selamat malam, tidur yang nyenyak, besok aku jemput," ucapnya tak lupa mengacak rambut Ameera. Setelah memastikan semua sudah persis seperti adegan romantis di drama yang dia tonton kemarin, barulah Cakra berlalu pergi.

.

.

Tadi malam Cakra berpesan agar Ameera tidur nyenyak, tapi faktanya dia sendiri tidak bisa tidur demi menjaga mobil Ameera. Setakut itu dia ada lecet sampai sengaja tidur dengan pintu terbuka, padahal sebenarnya kost Cakra cukup aman.

Menderitanya jelas keesokan hari, Cakra terus menguap dan menggosok matanya. Kendati demikian, dia harus tetap memenuhi janji untuk menjemput Ameera. Sebelum itu, Cakra tidak lupa untuk sarapan lebih dahulu, berbeda dengan sebelumnya, pagi ini segelas susu hangat dan dua lembar roti dengan selai kacang di tengahnya.

Dalam waktu sekejab kehidupan Cakra terasa berbeda. Pagi ini dia tidak menyaksikan wajah masam ibu kos, tidak pula merasakan sakit di perut lantaran tidak mampu untuk sarapan. Dan semua berkat Ameera, oleh karena itu dia benar-benar berusaha sebaik mungkin agar tidak mengecewakan Ameera.

Namun, keberhasilannya jelas saja membawa bencana. Ketika hendak pergi menjemput Ameera, Cakra dikejutkan dengan sosok pria yang turun dari mobil hitam dengan wajah angkuhnya.

"Tahu siapa aku?"

Tidak perlu diperjelas, Cakra sangat mengenal pria itu, seseorang yang menyakiti Ameera sampai rela merogoh kocek dalam-dalam demi membalaskan dendamnya.

"Mau apa? Bukankah kalian sudah selesai?" tanya Cakra kembali berperan sebagai kekasih sungguhan Ameera, jelas hal itu membuat Julio panas dingin.

Tanpa menjawab, Julio mengepalkan tangan dan berdecih usai menatap sekeliling. "Miskin ternyata," gumamnya pelan, tapi terdengar jelas oleh Cakra.

"Aku miskin saja bisa membuat Ameera berpaling, bagaimana jika aku kaya?"

"Cih, angkuh sekali ... aku ingatkan baik-baik, jauhi Ameera!! Aku tidak akan tinggal diam andai kau terus bersamanya, camkan itu," ancam Julio penuh penekanan, hanya karena kecemburuan Julio sampai mengintai Cakra sejak tadi malam.

"Apa hakmu mengancamku? Bahkan tetesan keringat Ameera adalah milikku, paham?"

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Rafinsa

Rafinsa

kirain inisiatif sendiri ternyataaaa..🤣🤣🤣🤣

2025-02-27

0

Halimah As Sa'diyah

Halimah As Sa'diyah

ih benci benci,gemeeeeezzzzz pakek z🤣🤣😭

2025-01-03

0

Borahe 🍉🧡

Borahe 🍉🧡

Buehhh calon" cuami pocecip nih

2024-12-10

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2 BAB 02 - He's My Choice
3 BAB 03 - Deal!!
4 BAB 04 - First Date?
5 BAB 05 - Dia Milikku
6 BAB 06 - Kontrak Hati?
7 BAB 07 - Tidak Bercanda
8 BAB 08 - Cuma Tidur
9 BAB 09 - Pengakuan Resmi
10 BAB 10 - Beautiful Sky
11 BAB 11 - With Beautiful Girl
12 BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13 BAB 13 - Mimpi Buruk
14 BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15 BAB 15 - Calon Menantu
16 BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17 BAB 17 - Pamit
18 BAB 18 - Sadar Diri
19 BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20 BAB 20 - Terlambat
21 BAB 21 - Susah Sinyal
22 BAB 22 - Dia Terkenal?
23 BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24 BAB 24 - Sudah Semuanya?
25 BAB 25 - Tidak Menyesal
26 BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27 BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28 BAB 28 - Pesan Papa
29 BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30 BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31 BAB 31 - Tertangkap Basah
32 BAB 32 - Nikahi!!
33 BAB 33 - Orang Yang Sama
34 BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35 BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36 BAB 36 - Kualat?
37 BAB 37 - Harus Jodoh
38 BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39 BAB 39 - Semua Demi Ameera
40 BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41 BAB 41 - Jangan Berisik
42 BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43 BAB 43 - Tawaran Ayumi
44 BAB 44 - Kamu Takut?
45 BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46 BAB 46 - Pengakuan Cakra
47 BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48 BAB 48 - Satu Atap
49 BAB 49 - Latihan
50 BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51 BAB 51 - Tidak Peka
52 BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53 BAB 53 - Izin Papa
54 BAB 54 - Ancaman Ameera
55 BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56 BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57 BAB 57 - Pulang
58 BAB 58 - Long Distance Relationship
59 BAB 59 - Cakra Dewasa
60 BAB 60 - Menantu Pilihan
61 BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62 BAB 62 - Demi Kamu
63 BAB 63 - Bukan Akting
64 BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65 BAB 65 - Mustahil
66 BAB 66 - He's My Hero
67 BAB 67 - Kamu Saja
68 BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69 BAB 69 - Andai
70 BAB 70 - Tidak Tertarik
71 BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72 BAB 72 - Salah Sangka
73 BAB 73 - Penegasan Cakra
74 BAB 74 - Familiar
75 BAB 75 - Kandas
76 BAB 76 - Dejavu
77 BAB 77 - Budeg
78 BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79 BAB 79 - Turut Mengundang
80 BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81 BAB 81 - Salah Sangka
82 BAB 82 - Pas
83 BAB 83 - Tidak Bercanda
84 BAB 84 - Pepatah Cakra
85 BAB 85 - Teman Hidup
86 BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87 BAB 87 - Tutup Telingamu
88 Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89 BAB 88 - After Marriage
90 BAB 89 - Orang Asing
91 BAB 90 - Darah Biru
92 BAB 91 - Penolakan Cakra
93 BAB 92 - Benang Merah
94 BAB 94 - Anaconda
95 BAB 95 - Kaya Buanget
96 BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97 BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98 BAB 98 - 5 Minggu
99 BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100 BAB 100 - Maunya Apa?
101 BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102 BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103 103 - Kadaluwarsa
104 BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105 BAB 105 - Kali Kedua
106 106 - Cakra Dengar, Kak
107 BAB 107 - Ahli Waris
108 BAB 108 - Kau Yang Berhak
109 BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110 BAB 110 - Godaan Sang Suami
111 BAB 111 - Salah Sasaran
112 BAB 112 - Dilabrak
113 BAB 113 - End
114 BAB 114 - Sidang Akhir
115 Visual Cast - Berondong Bayaran
116 BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117 BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118 BAB 117 - Sambilan
119 BAB 118 - Beda Jam Terbang
120 BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121 BAB 120 - Dunia Cakra
122 BAB 121 - Urusan Anak Muda
123 BAB 122 - Kangen, Ra
124 BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125 BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126 BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127 BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128 BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129 BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130 BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131 Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132 BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133 BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134 BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135 BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136 BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137 BAB 136 - S2 - Genit
138 Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139 BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140 BAB 138 - S2 - Belisik
141 BAB 139 - S2 - Ngamuk
142 BAB 140 - S2 - Cemburu
143 Bab 141 - Final Episode
144 PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145 Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146 Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 146 Episodes

1
BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2
BAB 02 - He's My Choice
3
BAB 03 - Deal!!
4
BAB 04 - First Date?
5
BAB 05 - Dia Milikku
6
BAB 06 - Kontrak Hati?
7
BAB 07 - Tidak Bercanda
8
BAB 08 - Cuma Tidur
9
BAB 09 - Pengakuan Resmi
10
BAB 10 - Beautiful Sky
11
BAB 11 - With Beautiful Girl
12
BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13
BAB 13 - Mimpi Buruk
14
BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15
BAB 15 - Calon Menantu
16
BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17
BAB 17 - Pamit
18
BAB 18 - Sadar Diri
19
BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20
BAB 20 - Terlambat
21
BAB 21 - Susah Sinyal
22
BAB 22 - Dia Terkenal?
23
BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24
BAB 24 - Sudah Semuanya?
25
BAB 25 - Tidak Menyesal
26
BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27
BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28
BAB 28 - Pesan Papa
29
BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30
BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31
BAB 31 - Tertangkap Basah
32
BAB 32 - Nikahi!!
33
BAB 33 - Orang Yang Sama
34
BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35
BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36
BAB 36 - Kualat?
37
BAB 37 - Harus Jodoh
38
BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39
BAB 39 - Semua Demi Ameera
40
BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41
BAB 41 - Jangan Berisik
42
BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43
BAB 43 - Tawaran Ayumi
44
BAB 44 - Kamu Takut?
45
BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46
BAB 46 - Pengakuan Cakra
47
BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48
BAB 48 - Satu Atap
49
BAB 49 - Latihan
50
BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51
BAB 51 - Tidak Peka
52
BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53
BAB 53 - Izin Papa
54
BAB 54 - Ancaman Ameera
55
BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56
BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57
BAB 57 - Pulang
58
BAB 58 - Long Distance Relationship
59
BAB 59 - Cakra Dewasa
60
BAB 60 - Menantu Pilihan
61
BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62
BAB 62 - Demi Kamu
63
BAB 63 - Bukan Akting
64
BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65
BAB 65 - Mustahil
66
BAB 66 - He's My Hero
67
BAB 67 - Kamu Saja
68
BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69
BAB 69 - Andai
70
BAB 70 - Tidak Tertarik
71
BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72
BAB 72 - Salah Sangka
73
BAB 73 - Penegasan Cakra
74
BAB 74 - Familiar
75
BAB 75 - Kandas
76
BAB 76 - Dejavu
77
BAB 77 - Budeg
78
BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79
BAB 79 - Turut Mengundang
80
BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81
BAB 81 - Salah Sangka
82
BAB 82 - Pas
83
BAB 83 - Tidak Bercanda
84
BAB 84 - Pepatah Cakra
85
BAB 85 - Teman Hidup
86
BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87
BAB 87 - Tutup Telingamu
88
Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89
BAB 88 - After Marriage
90
BAB 89 - Orang Asing
91
BAB 90 - Darah Biru
92
BAB 91 - Penolakan Cakra
93
BAB 92 - Benang Merah
94
BAB 94 - Anaconda
95
BAB 95 - Kaya Buanget
96
BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97
BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98
BAB 98 - 5 Minggu
99
BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100
BAB 100 - Maunya Apa?
101
BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102
BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103
103 - Kadaluwarsa
104
BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105
BAB 105 - Kali Kedua
106
106 - Cakra Dengar, Kak
107
BAB 107 - Ahli Waris
108
BAB 108 - Kau Yang Berhak
109
BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110
BAB 110 - Godaan Sang Suami
111
BAB 111 - Salah Sasaran
112
BAB 112 - Dilabrak
113
BAB 113 - End
114
BAB 114 - Sidang Akhir
115
Visual Cast - Berondong Bayaran
116
BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117
BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118
BAB 117 - Sambilan
119
BAB 118 - Beda Jam Terbang
120
BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121
BAB 120 - Dunia Cakra
122
BAB 121 - Urusan Anak Muda
123
BAB 122 - Kangen, Ra
124
BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125
BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126
BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127
BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128
BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129
BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130
BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131
Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132
BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133
BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134
BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135
BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136
BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137
BAB 136 - S2 - Genit
138
Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139
BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140
BAB 138 - S2 - Belisik
141
BAB 139 - S2 - Ngamuk
142
BAB 140 - S2 - Cemburu
143
Bab 141 - Final Episode
144
PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145
Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146
Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!