BAB 04 - First Date?

"Hati-hati, Sayang, kabarin kalau sudah sampai."

Sederhana, tapi begitu membekas dalam benak Ameera. Selama proses syuting berjalan, dia senyam-senyum tanpa alasan yang jelas. Tidak hanya itu, Ameera bahkan harus dibantu dengan obat tetes mata agar adegan menangisnya bisa terlihat sempurna.

Perubahan itu jelas saja menjadi tanya banyak orang. Bagaimana tidak? Ameera yang biasanya professional, kini harus menghabiskan banyak waktu hanya untuk satu adegan.

Beberapa orang di antara mereka mulai berasumsi, entah karena tidak terbiasa mendapat peran istri pertama yang tertindas, atau memang dia sudah malas menjadi lawan main Anita dan Julio dalam serial Misteri Susuk Marwa tersebut.

Sudah jelas yang kena getahnya adalah Jihan, tidak terkecuali Ricko. Memang bukan Ameera yang ditegur, tapi Ricko sakit kepala mendengar ocehan Pak Rizal, sang sutradara. Sungguh Ricko kesal sekali, lebih kesal lagi Ameera terlihat santai saja seakan tidak ada masalah.

"Ameera sehat?" tanya Ricko membuka pembicaraan.

"Sehat dong! Kenapa, Kak?"

Ricko menghela napas kasar, kemarin dunia seakan runtuh, wajahnya kusut bak korban pencurian. Kini, Ameera terlihat berbinar dan ceria seperti biasa. Memang benar, salah-satu hal yang percuma di dunia ini adalah mengkhawatirkan kesedihan Ameera.

Putri Mikhail Abercio yang satu ini memang berbeda. Mungkin terbiasa menikmati hidup sendiri sejak lama, maka dari itu ketika hubungannya kandas, Ameera menemukan cara cepat untuk menghapus lukanya.

"Tanya saja, sepertinya kepalaku yang sakit, Ra," jawab Ricko hidup segan mati tak mau, agaknya hari ini adalah hari dimana dia malas sekali menjadi sopir sekaligus bodyguard Ameera.

"Sakit? Oh aku punya obat, bentar."

Bukan hanya tidak professional, tapi hari ini otak Ameera agaknya kurang berfungsi. Ricko hanya bercanda, tapi dia dengan sigap merogoh tasnya. Hingga, beberapa saat dia menyerahkan obat yang membuat Ricko semakin sakit kepala.

"Kenapa? Oh mau air? Jihan tolong air_"

"Ameera, apa matamu tidak bisa baca?"

"Kenapa memangnya? Belum expired kok, tuh masih lama malah," ungkapnya merasa paling benar, sungguh Ricko menyerah untuk kali ini.

"Sejak kapan aku mengalami nyeri haid, Ameera! Simpan sana!!"

Yang putus cinta Ameera, tapi yang sakit kepala justru dua orang di sisinya. Jika saja bukan karena gaji dan permintaan kedua kakaknya, mungkin Ricko dan Jihan sudah menyerah dan memilih kembali ke profesi pertama.

"Kalau gitu ke rumah sakit saja ya? Tapi sebelum itu antar aku ke bengkel Cakra."

"No, aku tidak mau diamuk Sean, jangan cari kesempatan."

Sejak di lokasi syuting Ameera sudah sibuk sendiri. Rencana makan malam bersama produser yang bekerja sama dalam project baru mereka membuat Ameera ketar-ketir dan mempersiapkan banyak hal agar Cakra menjadi pusat perhatian nanti malam.

Sudah pasti tujuannya tidak mau kalah saing seperti yang sempat Ameera katakan pada mereka sebelum menemui Cakra kemarin. Awalnya dia ingin pergi sendiri, tapi tidak akan Ricko izinkan, tidak mengapa jika turut jadi sopir Cakra siang ini.

"Fine!! Tapi tolong jaga mulutmu, jangan menghinanya lagi," tegas Ameera seraya menghela napas pelan.

Dia tidak ingin mulut Ricko asal bicara seperti kemarin. Cukup telinganya yang mendengar Ricko menganggap remeh Cakra hanya karena profesi dan usianya. "Bukan menghina, Ra, tapi maksudku kenapa harus dia? Yakin Julio merasa tersaingi? Diketawain iya!"

"Lihat saja nanti."

.

.

Tak berselang lama, mobil yang Ameera tumpangi tiba di bengkel Cakra. Berbeda dengan kemarin, hari ini dia turun tanpa menunggu perintah, bahkan Ricko sampai memejamkan mata lantaran cara Ameera menutup pintu sekeras-kerasnya.

"Masih sibuk ya?"

"Hm? Sebenarnya iya, tapi barusan sudah izin sama bos."

Cakra menundukkan pandangan, dia mengatupkan bibir seraya meremmas jemarinya. Kemarin Cakra biasa saja, tapi kali ini dia merasa begitu kecil di hadapan Ameera.

Terlebih lagi dia tidak lagi menggunakan pakaian kerja, melainkan jeans hitam dan kaos oblong berwarna putih yang sudah mulai menguning, bisa dibilang sudah seharusnya dibuang.

Tidak hanya itu yang membuat Cakra malu, tapi sepatu juga demikian. Sebenarnya Cakra agak tidak siap kala mendapat pesan Ameera tentang tugas pertamanya, menemani makan malam bersama orang-orang penting dan dia memiliki ketakutan akan membuat Ameera malu setelahnya.

"Baguslah, ayo pergi ... waktu kita tidak banyak."

Entah kemana Ameera membawanya, Cakra hanya ikut saja. Sempat gugup kala memasuki mobil mewah itu, terlebih lagi wajah sopirnya seperti tak suka membuat Cakra hanya diam sepanjang perjalanan.

"Kamu kenapa nunduk begitu? Santai, anggap saja first date," ucap Ameera memecah keheningan yang membuat Ricko mual seketika.

"Tidak apa-apa, Kak."

Cakra tidak bisa melatih kemampuan jika bukan sedang berduaan. Hingga, kecanggungan itu berakhir setelah mereka memasuki salah-satu pusat perbelanjaan di ibu kota. Mata Cakra dibuat membola kala menyaksikan cara Ameera memilih perlengkapan pribadi demi menunjang penampilannya.

"Tunggu, apa tidak ada acara lihat harga dulu? Diskon atau apa begitu?" Cakra tidak bisa berkata-kata. Jika dia hitung-hitung, gajinya satu bulan tidak akan mampu membayar kemeja yang Ameera pilih.

"Ukuran sepatumu berapa?"

"43," jawab Cakra cepat, jujur saja dia agak malu, tapi kembali lagi Cakra ingat semua yang Ameera lakukan juga demi kepentingannya.

Cakra pikir agendanya selesai di sana, nyatanya masih banyak. Belum apa-apa, Cakra sudah dimanjakan Ameera, potong rambut bahkan kuku Cakra turut dirawat hingga pria itu merasakan apa yang dahulu hanya dia dengar dari teman-temannya.

Dari kejauhan Cakra menatap Ameera yang begitu sabar menunggunya. Entah bagaimana dia menyimpulkan hal ini, hendak dianggap sugar mommy, tapi wajahnya masih seimut itu. Jika bukan melihat surat perjanjian itu, Cakra pasti percaya andai Ameera mengaku 18 tahun.

.

.

Tidak sia-sia usaha Ameera, setelah menghabiskan beberapa jam tadi siang, Ameera dibuat terpana tepat malam harinya. Melebihi ekspetasi, penampilan Cakra sempat membuatnya terpaku, dengan pakaian yang melekat di tubuhnya malam ini, Cakra terlihat bak putra konglomerat yang sama sekali tidak pernah merasakan penderitaan.

Bukan hanya Ameera, tapi beberapa orang yang ada di ruangan tersebut menatap Cakra dengan tatapan tak biasa, termasuklah Julio. Terlebih lagi, mereka datang terlambat dan jelas saja menjadi pusat perhatian. Tentu saja kesempatan itu Ameera gunakan sebaik-baiknya, tanpa basa-basi dia mengenalkan Cakra sebagai kekasihnya.

"Hah? Cepat sekali, bukannya kemarin ... Julio? Wah aku ketinggalan berita ternyata." Kama, sang produser yang dimaksud tampak terkejut melihat aktris kebanggaannya menggandeng kekasih baru.

"Tidak perlu lama-lama, Pak, kebetulan memang banyak yang antri," jawab Ameera seketika membuat beberapa orang di sana tergelak, sementara Cakra hanya tersenyum tipis mendengar pengakuan Ameera.

"Aku kalah cepat ternyata, tapi sekali lagi selamat. Titip Ameera, dia aset kami yang paling berharga, Cakra."

Sambutan hangat Kama pada Cakra membuat sepasang mata yang sejak tadi memandang ke arahnya mulai merah padam demi memendam kekesalan. "Berani sekali kau memeluknya, kau bisa tersenyum malam ini, tapi tidak besok pagi."

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

վօօղíҽ̀࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅

վօօղíҽ̀࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅

😂😂😂😂😂😂😂...
Bikin woh geleng kepala judulnya 😂😂😂😂...

2024-12-28

1

վօօղíҽ̀࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅

վօօղíҽ̀࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅

Pak Kamaaaa 😂😂😂😂😂...
Merindukanmu dan mbah Joko loh 😂😂😂...
Wah tapi di sini masih single tong tong nih, keknya belum kenal mbah Joko 😂😂😂...

2024-12-29

3

pipi gemoy

pipi gemoy

judul horor Mer🤣🤣🤣🤣🤣🤣👻

2024-11-01

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2 BAB 02 - He's My Choice
3 BAB 03 - Deal!!
4 BAB 04 - First Date?
5 BAB 05 - Dia Milikku
6 BAB 06 - Kontrak Hati?
7 BAB 07 - Tidak Bercanda
8 BAB 08 - Cuma Tidur
9 BAB 09 - Pengakuan Resmi
10 BAB 10 - Beautiful Sky
11 BAB 11 - With Beautiful Girl
12 BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13 BAB 13 - Mimpi Buruk
14 BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15 BAB 15 - Calon Menantu
16 BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17 BAB 17 - Pamit
18 BAB 18 - Sadar Diri
19 BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20 BAB 20 - Terlambat
21 BAB 21 - Susah Sinyal
22 BAB 22 - Dia Terkenal?
23 BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24 BAB 24 - Sudah Semuanya?
25 BAB 25 - Tidak Menyesal
26 BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27 BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28 BAB 28 - Pesan Papa
29 BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30 BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31 BAB 31 - Tertangkap Basah
32 BAB 32 - Nikahi!!
33 BAB 33 - Orang Yang Sama
34 BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35 BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36 BAB 36 - Kualat?
37 BAB 37 - Harus Jodoh
38 BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39 BAB 39 - Semua Demi Ameera
40 BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41 BAB 41 - Jangan Berisik
42 BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43 BAB 43 - Tawaran Ayumi
44 BAB 44 - Kamu Takut?
45 BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46 BAB 46 - Pengakuan Cakra
47 BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48 BAB 48 - Satu Atap
49 BAB 49 - Latihan
50 BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51 BAB 51 - Tidak Peka
52 BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53 BAB 53 - Izin Papa
54 BAB 54 - Ancaman Ameera
55 BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56 BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57 BAB 57 - Pulang
58 BAB 58 - Long Distance Relationship
59 BAB 59 - Cakra Dewasa
60 BAB 60 - Menantu Pilihan
61 BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62 BAB 62 - Demi Kamu
63 BAB 63 - Bukan Akting
64 BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65 BAB 65 - Mustahil
66 BAB 66 - He's My Hero
67 BAB 67 - Kamu Saja
68 BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69 BAB 69 - Andai
70 BAB 70 - Tidak Tertarik
71 BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72 BAB 72 - Salah Sangka
73 BAB 73 - Penegasan Cakra
74 BAB 74 - Familiar
75 BAB 75 - Kandas
76 BAB 76 - Dejavu
77 BAB 77 - Budeg
78 BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79 BAB 79 - Turut Mengundang
80 BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81 BAB 81 - Salah Sangka
82 BAB 82 - Pas
83 BAB 83 - Tidak Bercanda
84 BAB 84 - Pepatah Cakra
85 BAB 85 - Teman Hidup
86 BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87 BAB 87 - Tutup Telingamu
88 Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89 BAB 88 - After Marriage
90 BAB 89 - Orang Asing
91 BAB 90 - Darah Biru
92 BAB 91 - Penolakan Cakra
93 BAB 92 - Benang Merah
94 BAB 94 - Anaconda
95 BAB 95 - Kaya Buanget
96 BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97 BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98 BAB 98 - 5 Minggu
99 BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100 BAB 100 - Maunya Apa?
101 BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102 BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103 103 - Kadaluwarsa
104 BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105 BAB 105 - Kali Kedua
106 106 - Cakra Dengar, Kak
107 BAB 107 - Ahli Waris
108 BAB 108 - Kau Yang Berhak
109 BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110 BAB 110 - Godaan Sang Suami
111 BAB 111 - Salah Sasaran
112 BAB 112 - Dilabrak
113 BAB 113 - End
114 BAB 114 - Sidang Akhir
115 Visual Cast - Berondong Bayaran
116 BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117 BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118 BAB 117 - Sambilan
119 BAB 118 - Beda Jam Terbang
120 BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121 BAB 120 - Dunia Cakra
122 BAB 121 - Urusan Anak Muda
123 BAB 122 - Kangen, Ra
124 BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125 BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126 BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127 BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128 BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129 BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130 BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131 Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132 BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133 BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134 BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135 BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136 BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137 BAB 136 - S2 - Genit
138 Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139 BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140 BAB 138 - S2 - Belisik
141 BAB 139 - S2 - Ngamuk
142 BAB 140 - S2 - Cemburu
143 Bab 141 - Final Episode
144 PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145 Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146 Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 146 Episodes

1
BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2
BAB 02 - He's My Choice
3
BAB 03 - Deal!!
4
BAB 04 - First Date?
5
BAB 05 - Dia Milikku
6
BAB 06 - Kontrak Hati?
7
BAB 07 - Tidak Bercanda
8
BAB 08 - Cuma Tidur
9
BAB 09 - Pengakuan Resmi
10
BAB 10 - Beautiful Sky
11
BAB 11 - With Beautiful Girl
12
BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13
BAB 13 - Mimpi Buruk
14
BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15
BAB 15 - Calon Menantu
16
BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17
BAB 17 - Pamit
18
BAB 18 - Sadar Diri
19
BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20
BAB 20 - Terlambat
21
BAB 21 - Susah Sinyal
22
BAB 22 - Dia Terkenal?
23
BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24
BAB 24 - Sudah Semuanya?
25
BAB 25 - Tidak Menyesal
26
BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27
BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28
BAB 28 - Pesan Papa
29
BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30
BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31
BAB 31 - Tertangkap Basah
32
BAB 32 - Nikahi!!
33
BAB 33 - Orang Yang Sama
34
BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35
BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36
BAB 36 - Kualat?
37
BAB 37 - Harus Jodoh
38
BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39
BAB 39 - Semua Demi Ameera
40
BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41
BAB 41 - Jangan Berisik
42
BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43
BAB 43 - Tawaran Ayumi
44
BAB 44 - Kamu Takut?
45
BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46
BAB 46 - Pengakuan Cakra
47
BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48
BAB 48 - Satu Atap
49
BAB 49 - Latihan
50
BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51
BAB 51 - Tidak Peka
52
BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53
BAB 53 - Izin Papa
54
BAB 54 - Ancaman Ameera
55
BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56
BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57
BAB 57 - Pulang
58
BAB 58 - Long Distance Relationship
59
BAB 59 - Cakra Dewasa
60
BAB 60 - Menantu Pilihan
61
BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62
BAB 62 - Demi Kamu
63
BAB 63 - Bukan Akting
64
BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65
BAB 65 - Mustahil
66
BAB 66 - He's My Hero
67
BAB 67 - Kamu Saja
68
BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69
BAB 69 - Andai
70
BAB 70 - Tidak Tertarik
71
BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72
BAB 72 - Salah Sangka
73
BAB 73 - Penegasan Cakra
74
BAB 74 - Familiar
75
BAB 75 - Kandas
76
BAB 76 - Dejavu
77
BAB 77 - Budeg
78
BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79
BAB 79 - Turut Mengundang
80
BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81
BAB 81 - Salah Sangka
82
BAB 82 - Pas
83
BAB 83 - Tidak Bercanda
84
BAB 84 - Pepatah Cakra
85
BAB 85 - Teman Hidup
86
BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87
BAB 87 - Tutup Telingamu
88
Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89
BAB 88 - After Marriage
90
BAB 89 - Orang Asing
91
BAB 90 - Darah Biru
92
BAB 91 - Penolakan Cakra
93
BAB 92 - Benang Merah
94
BAB 94 - Anaconda
95
BAB 95 - Kaya Buanget
96
BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97
BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98
BAB 98 - 5 Minggu
99
BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100
BAB 100 - Maunya Apa?
101
BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102
BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103
103 - Kadaluwarsa
104
BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105
BAB 105 - Kali Kedua
106
106 - Cakra Dengar, Kak
107
BAB 107 - Ahli Waris
108
BAB 108 - Kau Yang Berhak
109
BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110
BAB 110 - Godaan Sang Suami
111
BAB 111 - Salah Sasaran
112
BAB 112 - Dilabrak
113
BAB 113 - End
114
BAB 114 - Sidang Akhir
115
Visual Cast - Berondong Bayaran
116
BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117
BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118
BAB 117 - Sambilan
119
BAB 118 - Beda Jam Terbang
120
BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121
BAB 120 - Dunia Cakra
122
BAB 121 - Urusan Anak Muda
123
BAB 122 - Kangen, Ra
124
BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125
BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126
BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127
BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128
BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129
BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130
BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131
Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132
BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133
BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134
BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135
BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136
BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137
BAB 136 - S2 - Genit
138
Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139
BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140
BAB 138 - S2 - Belisik
141
BAB 139 - S2 - Ngamuk
142
BAB 140 - S2 - Cemburu
143
Bab 141 - Final Episode
144
PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145
Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146
Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!