BAB 02 - He's My Choice

"Sewa pacar?"

Berkali-kali Ameera memastikan, dan memang benar akun itu menyediakan jasa sewa pacar. Tanpa Ameera sadari rasa penasaran justru membawanya mengulik lebih dalam. Bahkan sampai memeriksa foto-foto dari para pria yang ditawarkan. Hampir sesuai dengan kategori yang Ameera cari, mereka masih muda dan cukup tampan.

Bukan hanya produk lokal yang ditawarkan, tapi juga produk luar dengan tarif berbeda, tergantung jam terbang dan kadar ketampanan yang mereka miliki. Ameera sempat terkejut sebenarnya, dia pikir jasa-jasa semacam ini hanya dilakukan oleh seorang wanita kurang dana.

Nyatanya, pria juga bisa. Dari tampang mereka sama sekali tidak terlihat aura lelaki bayaran, bahkan di antaranya justru terlihat seperti pria kaya. Bagi seseorang yang tidak mengetahui sumber penghasilan mereka, mungkin akan tertipu dan mengira bahwa para pria tampan itu adalah konglomerat berdompet tebal.

“Ganteng sih, tapi tatoan.”

"Yang ini lumayan, tapi tingginya 160 CM."

Cukup lama dia memilah para pria yang ditawarkan di sana, entah sudah pria keberapa, tapi selalu saja ada hal yang membuat Ameera tidak tertarik, entah itu dari umur, bentuk wajah, otot perut, warna kulit, postur tubuh, tinggi badan, dan lainnya.

Dia tengah mencari pria yang bisa dibayar untuk menjadi kekasihnya demi membalaskan dendam pada Julio, tapi kriteria Ameera sudah mengalahkan seseorang yang mencari calon suami. "Dari tampangnya doyan mabuk, pasti malas ibadah," gumam Ameera begitu pelan, tapi masih dapat terdengar jelas.

Tingkah Ameera membuat asisten dan sopir pribadinya berbisik-bisik. Semudah itu suasana hati Ameera berubah, beberapa saat lalu dia menangis, kini terlihat biasa saja dan justru sibuk sendiri memilah calon pasangan layaknya memilih pakaian.

"Kakak cari apa sebenarnya?"

Sejak tadi Jihan - sang asisten memilih diam lantaran khawatir Ameera semakin kalut. Setelah dirasa memungkinkan untuk bertanya, baru Jihan berani mencaritahu apa yang tengah Ameera lakukan saat ini.

"Hm? Cari pacar ... tapi tidak ada yang sesuai tipeku, sekalipun ada usianya terlalu dewasa." Ameera mulai bercerita, tanpa bermaksud merahasiakan apapun karena biasanya Jihan akan memberikan jalan keluar dibalik kesulitan yang dia alami.

"Cari pacar? Sama kak Jul_"

"Jangan sebutkan nama itu, kumohon!!" tegas Ameera yang seketika membuat Jihan mengatupkan bibir. Dia benar-benar lupa bagaimana keadaan Ameera ketika keluar dari apartemen Julio beberapa waktu lalu.

"Kalau begitu kenapa tidak download dating apps saja? Teman-temanku begitu semua, bahkan ada yang sampai nikah." Seperti biasa, jika Ameera memiliki masalah, maka Jihan akan berusaha memberikan jalan keluar walau tidak yakin akan diterima.

Benar saja, wajah Ameera berubah masam usai mendengar saran dari Jihan. Dia menatap Jihan tanpa minat, agaknya informasi yang Ameera berikan kurang lengkap hingga saran yang Jihan berikan kali ini sangat bertentangan dengan prinsip Ameera.

Semua akan dia lakukan, tapi tidak dengan cara berkenalan melalui aplikasi kencan semacam itu. Beberapa tahun lalu dia sempat mencoba, naas Ameera mendapat pengalaman buruk dari pengguna aplikasi tersebut yang membuatnya takut dan tidak ingin trauma untuk kedua kali.

"Jangan bicara jika saranmu masih itu-itu saja."

Sakit di kepala Ameera tidak berkurang sama sekali, yang ada dia malas bicara pada Jihan setelah memberikan saran semacam itu. Di saat yang sama, mobil yang mereka tumpangi tiba-tiba mengalami masalah dan mendadak mati yang membuat Ameera semakin sakit kepala.

"Ya Tuhan, kak Ricko!! Kenapa lagi sih?"

"Sudah tahu mogok masih bertanya. Mana kutahu masalahnya apa, mobil ini memang sudah waktunya diganti, Meera."

Ameera memejamkan mata, entah kenapa hari ini dia sial sekali. Setelah tadi matanya ternoda dengan pengkhianatan yang luar biasa menjijikkan, kali ini perjalanan pulangnya juga terhambat.

Padahal, dia sedang terburu-buru dan harus pulang cepat lantaran harus bersiap untuk menemui produser Wijaya Pictures demi membahas project baru mereka.

Ameera bisa pergi sendiri, tapi sejak Ricko ditugaskan menjaganya wanita itu menjadi tidak bebas dan harus tetap berada di dekatnya. Hendak dikatakan sial, tapi tidak sepenuhnya benar karena mobil yang dia tumpangi mogok di depan sebuah bengkel hingga mereka tidak begitu kesulitan.

.

.

"Turun, sepertinya akan lama, Ra."

Terpaksa, mau tidak mau Ameera harus mau untuk ikut turun dan menginjakkan kakinya di tempat itu. Wajahnya masih terlihat kusut, tidak ada senyum sama-sekali, andai saja tidak menggunakan masker, maka besar kemungkinan dia akan menjadi bahan perbincangan di beberapa akun gosip keesokan harinya.

Dia paling membenci tempat ini, selain kotor menurut Ameera juga berisik. Tidak hanya itu, orang yang dilihat juga itu-itu saja, sedikit saja tidak ada yang menarik.

"Sebentar, apa mataku salah lihat?"

Sejak tadi dia menggerutu, tapi beberapa saat kemudian matanya menangkap sesuatu yang berhasil mematahkan stigmanya tentang bengkel tersebut. Bukan hanya sesuai dengan seleranya, tapi pemilik manik cokelat dan kulit putih dengan tubuh tinggi di depan sana bahkan melampaui kriteria yang Ameera inginkan.

Tidak hanya tampan, dia juga masih terlihat sangat muda dan cara pria itu bicara pada beberapa rekannya di sana membuat Ameera terpukau, singkatnya Ameera terpikat pada pandangan pertama. "He's my choice."

Hanya dengan melihat dari jarak beberapa meter, Ameera sudah memantapkan pilihan. Diam-diam memerhatikan, sedikit pun Ameera tidak melepaskan pandangannya dari pria tampan itu. Sungguh, dia sudah tidak sabar itu menunggu kesempatan agar bisa bicara empat mata.

Cukup lama berselang, Ameera akhirnya bisa bicara empat mata bersama pria itu meski harus memohon pada pemilik bengkel itu lebih dahulu. Dan, ketika menatap dari dekat, ketampanan pria itu justru berlipat ganda.

Entah sejak kapan matanya jadi salah, biasanya dia tidak begitu suka dengan pria yang tidak rapi. Anehnya, kali ini penampilan kotor dan sedikit acak-acakan begini justru terlihat seksi di mata Ameera.

"Cakra Darmawangsa?" tanya Ameera memastikan, suaranya terdengar tegas walau hati Meera dibuat berdegub tak karu-karuan usai berhasil menemukan bongkahan berlian di antara padatnya penduduk Jakarta.

Meski yang dihadapannya adalah seorang aktris papan atas, pria itu tetap bersikap biasa "Iya, saya sendiri, ada apa, Kak?"

"Mau jadi pacarku?" Tanpa basa-basi Ameera melontarkan sebuah pertanyaan yang berhasil membuat mata Cakra membulat sempurna. Hidup sedang sulit-sulitnya, Cakra justru didatangi seorang wanita aneh yang tiba-tiba memintanya menjadi seorang kekasih.

"Maksudnya?"

"Berapa yang harus kubayar agar kamu mau jadi pacarku?" Sempat terkejut dengan pertanyaan pertama, ternyata pertanyaan kedua membuat Cakra semakin bingung saja.

Kekasih? Dan dia dibayar, pekerjaan itu adalah candaan Cakra bersama teman-teman tongkrongannya. Sama sekali tidak dia duga jika tawaran gila semacam ini akan benar-benar dia terima.

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

վօօղíҽ̀࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅

վօօղíҽ̀࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅

Asataga kagak pakai basa-basi, say hallo kek, langsung nembak /Joyful//Joyful//Facepalm/...

2024-12-28

1

Kaway 751

Kaway 751

mampir kesini mau Tau kisah nya papi Cakra

2024-12-24

0

Meliana Anjaresmi

Meliana Anjaresmi

mampir sini mau tau lebih kisahnya papi cakra

2024-11-21

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2 BAB 02 - He's My Choice
3 BAB 03 - Deal!!
4 BAB 04 - First Date?
5 BAB 05 - Dia Milikku
6 BAB 06 - Kontrak Hati?
7 BAB 07 - Tidak Bercanda
8 BAB 08 - Cuma Tidur
9 BAB 09 - Pengakuan Resmi
10 BAB 10 - Beautiful Sky
11 BAB 11 - With Beautiful Girl
12 BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13 BAB 13 - Mimpi Buruk
14 BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15 BAB 15 - Calon Menantu
16 BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17 BAB 17 - Pamit
18 BAB 18 - Sadar Diri
19 BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20 BAB 20 - Terlambat
21 BAB 21 - Susah Sinyal
22 BAB 22 - Dia Terkenal?
23 BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24 BAB 24 - Sudah Semuanya?
25 BAB 25 - Tidak Menyesal
26 BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27 BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28 BAB 28 - Pesan Papa
29 BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30 BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31 BAB 31 - Tertangkap Basah
32 BAB 32 - Nikahi!!
33 BAB 33 - Orang Yang Sama
34 BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35 BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36 BAB 36 - Kualat?
37 BAB 37 - Harus Jodoh
38 BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39 BAB 39 - Semua Demi Ameera
40 BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41 BAB 41 - Jangan Berisik
42 BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43 BAB 43 - Tawaran Ayumi
44 BAB 44 - Kamu Takut?
45 BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46 BAB 46 - Pengakuan Cakra
47 BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48 BAB 48 - Satu Atap
49 BAB 49 - Latihan
50 BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51 BAB 51 - Tidak Peka
52 BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53 BAB 53 - Izin Papa
54 BAB 54 - Ancaman Ameera
55 BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56 BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57 BAB 57 - Pulang
58 BAB 58 - Long Distance Relationship
59 BAB 59 - Cakra Dewasa
60 BAB 60 - Menantu Pilihan
61 BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62 BAB 62 - Demi Kamu
63 BAB 63 - Bukan Akting
64 BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65 BAB 65 - Mustahil
66 BAB 66 - He's My Hero
67 BAB 67 - Kamu Saja
68 BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69 BAB 69 - Andai
70 BAB 70 - Tidak Tertarik
71 BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72 BAB 72 - Salah Sangka
73 BAB 73 - Penegasan Cakra
74 BAB 74 - Familiar
75 BAB 75 - Kandas
76 BAB 76 - Dejavu
77 BAB 77 - Budeg
78 BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79 BAB 79 - Turut Mengundang
80 BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81 BAB 81 - Salah Sangka
82 BAB 82 - Pas
83 BAB 83 - Tidak Bercanda
84 BAB 84 - Pepatah Cakra
85 BAB 85 - Teman Hidup
86 BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87 BAB 87 - Tutup Telingamu
88 Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89 BAB 88 - After Marriage
90 BAB 89 - Orang Asing
91 BAB 90 - Darah Biru
92 BAB 91 - Penolakan Cakra
93 BAB 92 - Benang Merah
94 BAB 94 - Anaconda
95 BAB 95 - Kaya Buanget
96 BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97 BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98 BAB 98 - 5 Minggu
99 BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100 BAB 100 - Maunya Apa?
101 BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102 BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103 103 - Kadaluwarsa
104 BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105 BAB 105 - Kali Kedua
106 106 - Cakra Dengar, Kak
107 BAB 107 - Ahli Waris
108 BAB 108 - Kau Yang Berhak
109 BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110 BAB 110 - Godaan Sang Suami
111 BAB 111 - Salah Sasaran
112 BAB 112 - Dilabrak
113 BAB 113 - End
114 BAB 114 - Sidang Akhir
115 Visual Cast - Berondong Bayaran
116 BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117 BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118 BAB 117 - Sambilan
119 BAB 118 - Beda Jam Terbang
120 BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121 BAB 120 - Dunia Cakra
122 BAB 121 - Urusan Anak Muda
123 BAB 122 - Kangen, Ra
124 BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125 BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126 BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127 BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128 BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129 BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130 BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131 Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132 BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133 BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134 BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135 BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136 BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137 BAB 136 - S2 - Genit
138 Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139 BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140 BAB 138 - S2 - Belisik
141 BAB 139 - S2 - Ngamuk
142 BAB 140 - S2 - Cemburu
143 Bab 141 - Final Episode
144 PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145 Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146 Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)
Episodes

Updated 146 Episodes

1
BAB 01 - Bukan Sembarang Iklan
2
BAB 02 - He's My Choice
3
BAB 03 - Deal!!
4
BAB 04 - First Date?
5
BAB 05 - Dia Milikku
6
BAB 06 - Kontrak Hati?
7
BAB 07 - Tidak Bercanda
8
BAB 08 - Cuma Tidur
9
BAB 09 - Pengakuan Resmi
10
BAB 10 - Beautiful Sky
11
BAB 11 - With Beautiful Girl
12
BAB 12 - Aku Sudah Memulainya
13
BAB 13 - Mimpi Buruk
14
BAB 14 - Semua Akan Baik-Baik Saja
15
BAB 15 - Calon Menantu
16
BAB 16 - Kamu Nahkodanya
17
BAB 17 - Pamit
18
BAB 18 - Sadar Diri
19
BAB 19 - Tentukan Pilihanmu
20
BAB 20 - Terlambat
21
BAB 21 - Susah Sinyal
22
BAB 22 - Dia Terkenal?
23
BAB 23 - Malam Penuh Berkah
24
BAB 24 - Sudah Semuanya?
25
BAB 25 - Tidak Menyesal
26
BAB 26 - Tuhan Mengirimkannya
27
BAB 27 - Jangan Pikirkan Apapun
28
BAB 28 - Pesan Papa
29
BAB 29 - Pandangi Langit Sebagai Langit.
30
BAB 30 - Aku Akan Menjaganya
31
BAB 31 - Tertangkap Basah
32
BAB 32 - Nikahi!!
33
BAB 33 - Orang Yang Sama
34
BAB 34 - Dahsyatnya Tipu Daya
35
BAB 35 - Pengakuan Tak Terduga
36
BAB 36 - Kualat?
37
BAB 37 - Harus Jodoh
38
BAB 38 - Mencintai Versi Cakra
39
BAB 39 - Semua Demi Ameera
40
BAB 40 - Aku Hanya Punya Meera
41
BAB 41 - Jangan Berisik
42
BAB 42 - Jatuh Sejatuh-Jatuhnya
43
BAB 43 - Tawaran Ayumi
44
BAB 44 - Kamu Takut?
45
BAB 45 - Siapa Kamu Sebenarnya?
46
BAB 46 - Pengakuan Cakra
47
BAB 47 - Aku Menemukannya (Cakra)
48
BAB 48 - Satu Atap
49
BAB 49 - Latihan
50
BAB 50 - Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
51
BAB 51 - Tidak Peka
52
BAB 52 - Aneh, Tapi Nyata
53
BAB 53 - Izin Papa
54
BAB 54 - Ancaman Ameera
55
BAB 55 - Calon Suami Ngeyel
56
BAB 56 - Besok Yang Dimaksud
57
BAB 57 - Pulang
58
BAB 58 - Long Distance Relationship
59
BAB 59 - Cakra Dewasa
60
BAB 60 - Menantu Pilihan
61
BAB 61 - Lawan Main Yang Sebenarnya
62
BAB 62 - Demi Kamu
63
BAB 63 - Bukan Akting
64
BAB 64 - Meet Calon Kakak Ipar
65
BAB 65 - Mustahil
66
BAB 66 - He's My Hero
67
BAB 67 - Kamu Saja
68
BAB 68 - Terikat Masa Lalu
69
BAB 69 - Andai
70
BAB 70 - Tidak Tertarik
71
BAB 71 - Aku Hanya Punya Kamu
72
BAB 72 - Salah Sangka
73
BAB 73 - Penegasan Cakra
74
BAB 74 - Familiar
75
BAB 75 - Kandas
76
BAB 76 - Dejavu
77
BAB 77 - Budeg
78
BAB 78 - Kencan Calon Pengantin
79
BAB 79 - Turut Mengundang
80
BAB 80 - Usai Penantian Panjang
81
BAB 81 - Salah Sangka
82
BAB 82 - Pas
83
BAB 83 - Tidak Bercanda
84
BAB 84 - Pepatah Cakra
85
BAB 85 - Teman Hidup
86
BAB 86 - Kenang-Kenangan.
87
BAB 87 - Tutup Telingamu
88
Promo Karya Baru (Kama) - Pengasuh Majikan Impoten
89
BAB 88 - After Marriage
90
BAB 89 - Orang Asing
91
BAB 90 - Darah Biru
92
BAB 91 - Penolakan Cakra
93
BAB 92 - Benang Merah
94
BAB 94 - Anaconda
95
BAB 95 - Kaya Buanget
96
BAB 96 - Lemah Jika Tentangnya
97
BAB 97 - Bukan Mual Biasa
98
BAB 98 - 5 Minggu
99
BAB 99 - Cinta Setiap Hari
100
BAB 100 - Maunya Apa?
101
BAB 101 - Bukan Tukang Pijat Biasa
102
BAB 102 - Demi Anak Onta (Onty Tantik)
103
103 - Kadaluwarsa
104
BAB 104 - Jadilah Cucu Yang Berguna
105
BAB 105 - Kali Kedua
106
106 - Cakra Dengar, Kak
107
BAB 107 - Ahli Waris
108
BAB 108 - Kau Yang Berhak
109
BAB 109 - Gambaran Kita Suatu Hari
110
BAB 110 - Godaan Sang Suami
111
BAB 111 - Salah Sasaran
112
BAB 112 - Dilabrak
113
BAB 113 - End
114
BAB 114 - Sidang Akhir
115
Visual Cast - Berondong Bayaran
116
BAB 115 - Jangan Malu, Masuk Saja
117
BAB 116 - Gara-Gara Nanas
118
BAB 117 - Sambilan
119
BAB 118 - Beda Jam Terbang
120
BAB 119 - Bayi Punya Bayi
121
BAB 120 - Dunia Cakra
122
BAB 121 - Urusan Anak Muda
123
BAB 122 - Kangen, Ra
124
BAB 123 - Lebih Dari Cinta (Tamat)
125
BAB 124 - Season 2 - Calon Istri
126
BAB 125 - Season 2 - Mau Dua
127
BAB 126 - Season 2 - Pertemuan Kedua
128
BAB 127 - Season 2 - Kau Yakin?
129
BAB 128 - Season 2 - Penyebar Hoax
130
BAB 129 - Season 2 - Suka Yang Dewasa
131
Pemenang Give Away Berondong Bayaran
132
BAB 130 - Season 2 - Masih Balita
133
BAB 131 - Season 2 - Ayo Buat
134
BAB 132 - S2 - Lagsung Lamar Saja
135
BAB 134 - S2 - Bucin Dari Kecil
136
BAB 135 - S2 - Baru 2 Tahun
137
BAB 136 - S2 - Genit
138
Bukan Istri Sempurna - Desy Puspita
139
BAB 137 - S2 - Hamil Lagi?
140
BAB 138 - S2 - Belisik
141
BAB 139 - S2 - Ngamuk
142
BAB 140 - S2 - Cemburu
143
Bab 141 - Final Episode
144
PROMO KARYA BARU - ISTRI RAHASIA DOSEN KILLER
145
Promo Karya Unchihah Sanskeh - Lelaki Idaman
146
Promo Karya Baru - Kupinang Dengan Istighfar (Ganeeta)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!