Saat merenung di taman sebuah rumah sakit dan saat itu pria ini merenungi nasibnya yang mencintai istri orang. Barlin merasa dilema dengan dirinya, wanita itu masih menjadi istri sah. Namun pria ini sudah berani mengajak istri orang untuk berselingkuh.
"Diriku merasa dilema saat ini, apakah aku akan berjodoh dengan Rinda. Dia istri orang sedangkan aku lajang," guman pria itu di dalam hatinya.
Saat merenung sambil menghisap rokoknya saat itu, pria itu mengambil hp dari saku celananya. Ada suara getaran dari saku celana dan ketika Barlin melihat notifikasi di hpnya. Ada chat masuk dan foto profil wanita itu jelas Barlin mengenalnya, wanita itu adalah Naura yang bertanya tentang kabar Barlin.
"Kamu apa kabar ...?" tanya wanita itu melalu chat.
Barlin hanya membaca chat dari Naura dan tidak membalas. Pria ini tidak ingin mencari masalah kepada suami Naura, sebagai mantan Barlin harus tahu mengambil sikap tidak boleh menghancurkan rumah tangga mantannya.
Tak ada balasan dari Barlin, wanita itu langsung menghubungi mantan kekasihnya tersebut. Barlin hanya berani menatap layar hpnya. Tidak berani untuk mengangkat telpon dari wanita itu.
"Please, angkat telpon aku. Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu." Naura mengirim chat lagi.
Ada empat kali Naura menghubungi Barlin tetapi pria ini belum merespon. Sudah terlalu capek dan pasrah, sebenarnya Barlin rindu kepada Naura. Tetapi kini ada penghalang mereka sudah berbeda, Naura sudah mempunyai suami.
"Ada apa? Kamu sudah mempunyai suami dan aku tidak merespon," balas Barlin dalam sebuah chat.
"Please, angkat telpon aku," ucap Naura memohon kepada Barlin.
Barlin mengangkat telpon wanita yang menghubunginya tersebut. Barlin tampak gemetaran ketika menyapa perempuan itu melalui telepon, sudah tak ada kedekatan lagi diantara mereka. Kini mereka bagaikan orang asing tak saling mengenal.
"Ada apa, Naura?" sapa Barlin tanpa basa basi lagi.
"Sombong banget sih, ada yang ingin aku bicarakan kepada kamu. Bisakah kita bertemu di luar?" ajak wanita itu.
"Maaf, Naura. Aku tidak bisa keluar karena kamu istri orang! Aku sedang ada urusan juga di luar," balas Barlin.
"Aku hanya mengajak kamu keluar sebentar mantan, apakah kamu tidak bisa meluangkan waktu sebentar untukku?" ucap wanita itu menahan rindu.
Kebetulan suami Naura sedang keluar kota dan kesempatan bagi Naura, untuk keluar rumah tanpa bersembunyi lagi.
"Maaf, aku tidak mau ada masalah diantara kita! Aku tidak akan keluar bersamamu untuk situasi saat ini." Barlin menepis ajakan sang mantan.
"Suami aku sedang keluar kota dan aku bisa bebas keluar. Makanya ini adalah kesempatan besar, untuk keluar minum sebentar saja sama kamu," jawab Naura.
Jam sudah menunjukan pukul tiga malam dan tak mungkin Barlin keluar dari rumah sakit. Tugasnya malam ini, bergantian menjaga anak Rinda di rumah sakit.
"Aku ada urusan! Aku tidak bisa malam ini dan mungkin bisa di lain waktu, saja," jawab pria itu.
"Ayolah ... satu jam saja, kita keluar dari rumah. Tidak lama, kok." Naura memaksa mantan untuk tetap bertemu.
Dipaksa oleh mantan, akhirnya Barlin menerima ajakan mantan. Tetapi Barlin tidak bisa menjanjikan akan lama bertemu dengan mantan, pria itu hanya bisa menemui Naura satu jam saja. Pria ini sudah berjanji akan bergantian menjaga Aldi di rumah sakit.
"Oke, kita keluar, tetapi hanya satu jam saja soalnya aku mempunya urusan," ucap Barlin menerima ajakan mantan.
Pria ini masih mengingat rasa sakitnya saat dulu, saat ditinggal oleh mantannya, ditinggal menikah. Pria ini sampai lama memperbaiki jati dirinya, sudah sulit untuk move on pada saat itu.
"Dulu aku sangat sulit move on dari kamu mantan. Kini kamu datang kembali untuk berbincang, apakah kamu ingin menyakiti hatiku lagi," gumam pria ini di dalam hati.
Pria sejati dan baik hati, akan mudah dilupakan oleh perempuan. Tetapi ingatan pria itu melekat. Jika sudah tersakiti selamanya akan tersakiti.
Pria itu sulit untuk membuka hati kepada mantan. Wanita itu sudah menjadi milik orang lain saat ini, tidak mungkin Barlin mengambil hatinya kembali.
Pria itu menyetir mobilnya, tanpa memberitahu Rinda. Pria itu menemui sosok mantan di dekat rumah sakit, disebuah restoran buka 24 jam.
Saat melangkahkan kaki ke restoran tersebut dan melihat wanita itu sedang duduk, pria ini berhenti melangkah dan enggan untuk menyapa mantan.
Tetapi Naura sudah melihat wanita itu dan langsung memanggil Barlin. Betapa girang hati Naura, saat Barlin menerima ajakan untuk bertemu.
"Barlin ...." Wanita itu memanggil dengan mengangkat tangannya.
"Ya," jawab Barlin lalu duduk.
"Terima kasih, sudah bertemu denganku mantan. Apa kabar dirimu?" tanya Naura menyapa sang mantan.
"Baik, semenjak kamu tinggal aku menikah diriku baik-baik saja. Tanpa ada luka yang membekas di hati aku." Pria itu berpura-pura menyembunyikan perasaannya.
Naura tidak suka melihat jawaban dari Barlin akan kabar itu. Wanita ini ingin mendengar Barlin patah hati, sejak ditinggalkan oleh dirinya.
Tetapi omongan itu tidak keluar dari mulut Barlin. Membuat Rinda tak mampu berkutik dengan omongan sang mantan.
"Kamu bahagia? Syukurlah, kamu menikmati hari-hari jauh menjadi lebih baik tanpa ada rasa patah hati," jawab Naura menahan sedih bercampur kesal.
"Hmmm begitulah, ternyata ditinggal menikah oleh wanita tak setia itu jauh lebih baik dan jadi bisa lebih memaknai percintaan," ujar Barlin menyindir mantan.
Barlin menyindir mantan, tetapi pertemuan ini membuat dirinya. Ingin memeluk istri orang tersebut. Namun mereka terhalang oleh status saat ini.
"Maafkan, Aku. Tidak bisa menjaga kesetiaan dan memutuskan secara sepihak," jawab Naura, menahan rasa kesedihan yang terpendam di ulu hatinya tersebut.
Pria itu hanya mengangguk, masa lalu tidak perlu diungkit lagi. Mereka berdua sudah menemukan jalan masing-masing, untuk dipaksakan bersama pun. Situasi sudah tidak memungkinkan kembali.
"Sudahlah, tidak perlu disesali. Kamu sudah menemukan kebahagiaan dan aku sudah menemukan kebahagiaan." Pria ini tersenyum tidak membalas dengan kejahatan, dirinya bertahun-tahun hanya diam. Menyaksikan mantan menikah lagi.
"Aku tidak menemukan kebahagiaan dalam rumah tangga aku," lirih wanita itu mengambil gelas dan meminum minuman yang disediakan diatas meja.
Barlin tidak mengerti dengan omongan mantan kekasih. Sepertinya Naura curhat tentang rumah tangganya yang tidak bahagia dan membuat pria ini penasaran.
"Ada apa? Mengapa kamu tidak bahagia dengan rumah tangga kamu? Apakah ada masalah dengan suami?" tanya Barlin diselimuti rasa penasaran.
"Ya, rumah tangga kami sedang diambang kehancuran saat ini. Suami aku suka melakukan kekerasan dalam rumah tangga dan menyiksa diriku." Naura menceritakan masalah rumah tangganya kepada pria yang pernah menjadi mantan kekasihnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments