Satu malam bersama Wira sudah usai. Wira yang sudah berpisah rumah dengan istrinya yang sibuk menjalankan bisnis di luar negeri bersama anak tercinta.
Barlin mengundang Rinda dalam acara makan malam, di perayaan ulang tahun pria itu besok malam. Pria ini ingin berkenalan lebih lanjut dengan Rinda. Namun Rinda menolak, teringat besok malam wanita ini akan jalan bersama Barlin.
"Hay, Ladies. Besok malam, gue mengundang kamu. Untuk hadir dalam acara perayaan ulang tahun gue, sebagai tamu spesial gue berharap Ladies cantik bisa hadir." Wira menyerahkan undangan kepada Rinda.
Wanita ini sedikit ragu, untuk hadir dalam perayaan ulang tahun. Saat itu juga wanita itu meminta maaf, tidak bisa turut hadir dalam perayaan ulang tahun.
"Maaf, Pak. Saya tidak bisa hadir dalam acara ulang tahun, saya sedang ada urusan, bahwa anak saya sakit," jawab wanita itu.
Tentu Wira syok spontan terkejut, ternyata wanita yang sudah ditiduri olehnya, sudah mempunyai anak. Namun body wanita itu tidak menampakkan dirinya sudah turun mesin. Namun semua masih terlihat rapat dan hot, walaupun sudah bertahun-tahun menikah dengan suami.
"Kamu sudah mempunyai anak? Wah, saya kira kamu masih gadis." Pria tua itu bertepuk tangan, ternyata si cantik sudah punyak anak tiga.
Rinda tertawa saat bertemu dengan orang-orang baru dikenalnya, kebanyak mereka berpikir. Rinda belum mempunyai anak, mereka pangling dengan kecantikan ibu tiga anak ini, seakan kecantikannya tidak pudar selama menikah.
Wira penasaran apa tujuan wanita cantik ini menjadi pelacur? Sudah mempunyai tiga orang anak, bahkan belum bercerai dengan suami. Mereka berpikir mengapa suami Rinda tega membiarkan wanita ini, menjadi wanita malam.
"Saya loh, Pak. Sudah punya anak tiga dan mempunyai suami," tawa Rinda seakan-akan orang lain tidak percaya.
"Terus mengapa kamu mau menjadi wanita pelacur ...?" tanya Wira penasaran.
Seorang ibu mengorbankan harga dirinya menjadi seorang pelacur, betapa tega sang suami membiarkan dirinya. Alasan Rinda menerima tawaran pria paruh baya itu karena semata uang. Untuk membayar hutang judi suaminya.
Namun Rinda dihadapan semua orang, tidak pernah berkoar-koar menjelekkan aib suaminya. Selalu menjaga rapat, tentang keburukan suaminya.
"Saya sedang butuh biaya, untuk membayar kebutuhan anak saya."
Wanita itu seperti ingin mengeluarkan air mata. Namun ditahan, seakan tidak ingin terlihat lemah dihadapan semua orang. Tanpa suami, sebenarnya Rinda bisa berjuang sendiri. Namun wanita ini tidak ingin menyampingkan ego, anak tidak mau berpisah dengan ayahnya.
Andai saja anak mau menggantikan sosok ayah mereka, dengan mengganti ayah baru kepada Barlin. Mungkin Rinda bisa menjadi wanita paling bahagia, terlepas dari suami pemabuk dan suka bertaruh judi.
"Ayolah, Ladies. Kamu harus berada di perayaan ulang tahun aku." Pria itu meminta untuk hadir.
Rinda bisa saja hadir ke acara perayaan ulang tahun. Namun harus mengandeng Barlin sebagai pacarnya, wanita ini tidak berani untuk pergi sendirian ke acara.
"Oke, Pak. Aku akan pergi, tetapi aku mau mengandeng pacar datang ke perayaan ultah Bapak." Siasat Rinda membawa Barlin, tidak ingin terjebak dalam rencana picik pria paruh baya tersebut.
Sejak saat pertama bertemu dengan Rinda saat itu, pria ini menginginkan Rinda menjadi istri keduanya. Meminta menikah siri dengan Rinda.
"Baik lah, boleh saja, kamu membawa pacar ke rumah." Pria paruh baya itu mengizinkan Rinda membawa kekasih.
Pria paruh baya itu kebingungan saat wanita itu ingin membawa pacar. Sedangkan yang diketahui oleh Wira, wanita ini bercerita sudah mempunyai suami, jelas timbul pertanyaan berbalut rasa penasaran? Siapa sebenarnya selingkuhan Rinda tersebut, berani menduakan suami.
"Kamu menduakan suami?" tanya pria itu penuh tanya, mengangkat dagunya seakan tidak percaya, bahwa perempuan pelacur tersebut adalah pemain kelas atas.
Rinda terdiam bingung hendak menjawab pertanyaan dari pria paruh baya ini. Wanita ini berselingkuh, bukan berarti aksi nekatnya tersebut karena nakal. Melainkan sudah terjebak dalam satu perasaan dengan seorang klien nya bernama Barlin.
Selama Rinda mengenal Barlin, pria itu sangat baik terhadapnya. Wanita ini merasa berhutang budi, kepada pria yang sudah menemaninya berapa hari di rumah sakit menjaga anaknya.
"Ya, aku menduakan cinta suamiku, aku selingkuh bukan berarti aku wanita ****** yang tidak mempunyai hati. Namun ada alasan yang membuat aku selingkuh dari suami!" kata Rinda, tidak mungkin membuka aib suami di depan Wira.
"Apa alasan kamu selingkuh? Suami kamu jahat? Atau suami kamu selingkuh, hingga kamu mengikuti permainan dari suami yang berikan?" pekik Wira dengan tatapan ketus seakan alasan yang diberikan olehnya harus benar.
"Suamiku tidak selingkuh. Namun aku tidak bisa membuka, aib suamiku di depan Bapak sekarang!"
Walau sudah menjadi istri tersakiti, wanita ini masih menjaga harga diri rumah tangganya walaupun semua terasa pahit. Ingin rasanya rehat sejenak dari pekerjaan yang sudah dilakoninya, selama hampir satu tahun belakangan ini.
Tidak ada jalan pintas yang lain, selain saran dari suaminya. Suami Rinda satu tahun yang lalu, meminta wanita ini untuk menjadi seorang pelacur. Naufal hanya bisa memberikan saran, karena pria ini sangat mengerti, bahwa lapangan pekerjaan untuk pria sangat sulit. Sedangkan perempuan bisa tinggal ongkang-ongkang saja, bisa mendapatkan uang banyak.
"Alasan terkuat apa ...?" tanya Wira kedua kalinya.
Rinda menghela nafas, hendak menceritakan dari mana awalnya dan cerita tersebut akan berakhir seperti apa. Soalnya Rinda tidak bisa bersandiwara, dihadapan semua orang dengan menggunakan air mata, untuk mengundang rasa simpati orang lain.
"Alasannya adalah privasi keluarga dan kami tidak bisa membeberkan disini." Rinda tidak mau membuka mulut, tentang suami.
Walaupun dipanasi supaya bisa membuka aib suami. Wanita ini tidak akan pernah goyah dengan omongan Orang, ingin mencari tahu permasalah rumah tangga mereka.
"Akan aku tunggu kamu cantik, suatu saat bercerita mengenai keluarga, kamu." tepuk pria itu, mengelus bahu Rinda. Seakan ingin memiliki wanita itu.
Sejak awal bertemu, pria ini sudah jatuh hati kepada Rinda. Senyum perempuan itu sangat mempesona karena mempunyai lesung pipi bagian kiri kana, memiliki postur tubuh 160 cm, badan rata tanpa lemak dan alis mata yang tebal menambah kecantikan wanita yang dikenalnya.
"Kamu sangat cantik." Pria tua itu mengurai memegang rambut Rinda.
Pria paruh baya tersebut juga terpesona dengan rambut Rinda. Rambut wanita itu sangat lebat, berwarna pirang dan terurai rapi saat setiap saat.
"Terimakasih."
Rinda keluar dari kamar hotel jam dua dini hari. Setelah selesai melayani pria itu, dengan senang hati menerima cek. Wanita itu sangat lega hatinya, bisa membayar hutang judi suami.
Segera wanita itu mentransfer uang tersebut karena suaminya, tidak tidur di rumah mereka selama satu minggu ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments