Barlin sedang melancarkan bisnis propertinya. Malam ini Barlin akan berangkat ke singapura ada perjalanan bisnis.
Barlin yang tidak ditemani Rinda, wanita itu sedang sibuk mengurus anak. Barlin tidak memberikan uang dua ratus juta untuk diberikan kepada Rinda, untuk melunasi hutang suami wanita itu.
Rinda yang tidak mendapati uang dari Barlin segera melangkah ke bar. Sebab langkahnya akan aman, karena wanita ini mengetahui Barlin sedang perjalanan bisnis ke luar negeri dan saat ini mungkin sedang berada di bandara.
Segera wanita ini berangkat ke bar, untuk mengumpulkan uang dua ratus juga. Sebab otaknya sudah buntu, karena tidak mendapatkan pinjaman dari Barlin ataupun meminta tidak diberikan pria ini.
Wanita ini meminta kepada pengasuhnya untuk mengurus putranya Aldi, wanita ini akan bekerja. Sedangkan suaminya tampak tidak peduli, mengancam akan menyakiti Rinda jika tidak bisa memenuhi permintaan Naufal.
Dengan memakai dress super seksinya, cuma sepaha saja. Serta bentukan body yang bagus membuat pria tergila-gila yang ada di dalam bar. Walaupun Barlin sudah memberikan uang untuk keperluan anaknya di rumah sakit, uang tersebut masih kurang untuk membayarkan hutang suami.
Rinda memasuki Bar, dengan rambut terurai rapi, sepatu heel, baju super mini. Demi menggoda client nya, agar mau bermain dengan wanita ini.
Suasana bar tampak mencengangkan saat itu. Orang-orang datang ke bar, bukan hanya mencari bir saja. Melainkan juga menikmati suasana bar dengan pencahayaan yang minim, lampu kedap-kedip, musik yang sendu dan bahagia melengkapi kepenatanmu, untuk mencari hiburan.
Tampak wanita ini dengan menebar senyum pesona, demi memikat hati pria hidung belang saat itu. Segera saat ada pria kaya paruh baya menoleh ke arahnya, Rinda menunjukan aksinya dengan menaikkan bagian dress bagian bawahnya. Target Rinda saat itu, melihat dari tampilan pria itu sepertinya bergelimang harta, dengan jam tangan dan penampilan pria itu yang sangat rapi.
Pria itu bernama Wira, langsung menoleh ke arah Rinda, saat wanita itu menaikkan roknya lalu pria itu langsung melek dan mengucek matanya, melihat dengan jeli ada pemandangan luar biasa. Dengan munculnya wanita cantik di hadapannya.
Lalu Wira menghampiri Rinda dan ingin mengajak wanita itu untuk tidur, Wira adalah pria mata keranjang. Walaupun sudah mempunyai istri 4 orang, pria ini belum puas dan masih ingin mencari mangsa.
Lalu Wira memeluk Rinda dari belakang ketika wanita itu berjoget, menggoyangkan tubuhnya. Pria itu tidak tahan lagi, lalu menarik tangan Rinda dalam proses tawar menawar.
"Hay, Cantik. Perkenalkan nama saya adalah Wira." Pria paruh baya tersebut menggaet Rinda, mengelus bagian punggung Rinda saat itu. Sebenarnya Rinda risih, tangan pria itu sangat kasar, kekar karena sudah terlanjur berusia lanjut. Sekitar 50 tahun usia pria bernama Wira.
"Hay, Pak. Apakah Bapak tergoda dengan kemolekan tubuhku?" tanya Rinda berusaha menggoda pria itu, walaupun sebenarnya dalam hatinya tidak suka bekerja sebagai pelacur.
Semua ini dilakukan untuk bisa menebus hutang suami, bertemu dengan Barlin juga karena ingin membayar biaya rumah sakit anaknya. Terkena kanker otak stadium empat bahkan kata dokter, kemungkinan kecil untuk sembuh.
"Saya tergoda, maukah? Kamu tidur dengan aku, jika mau maka aku akan membayar dengan tinggi senilai tiga ratus juta. Jangan sia-siakan tawaran ini! Saya baru pertama kali memberikan harga tinggi." Wira menawarkan dengan harga sangat tinggi.
Seketika Rinda tercengang dengan tawaran super fantastis tersebut. Bahkan tawaran harga lebih tingga, dari pada saat pertama bertemu Barlin menjadi seorang client.
"Ah, serius. Tawaran sangat tinggi, bahkan saat pertama kali bertemu, Barlin. Tawaran tidak setinggi pria tua ini," guman Rinda masih tercengang. Namun sedikit bahagia bisa melunasi utang suami, walaupun dalam hati, masih ada goresan luka yang sangat menyakitkan.
Wira memeluk wanita itu, tampak wanita itu meragukan tawaran yang diberikan oleh Wira malam itu. Wira langsung meraba dari saku celananya sebuah cek dan memberikan cek tersebut ke tangan Rinda.
"Hay, Cantik. Siapakah nama kamu? Mengapa diam saja, ini cek untuk, kamu, jika kamu ragu dengan tawaranmu." Pria itu membuka tangan Rinda lalu memberikan cek tersebut.
"Baiklah, Pak. Nama saya, Rinda. Saya akan menerima tawaran Bapak, apakah melayani di ranjang seharian atau cukup dalam malam ini saja?" tanya Rinda pasa pria itu.
Pria itu hanya meminta untuk tidur di ranjang malam ini saja. Besok Wira ada perjalanan bisnis ke luar kota, tidak akan bisa menikmati tubuh wanita ini sampai esok hari.
"Besok saya ada perjalanan bisnis ke luar kota, saya hanya meminta untuk dilayani dengan puas, pada malam ini saja." Rinda sebenarnya ingin menolak. Namun Rinda sedang butuh uang.
Bahkan terlihat sedih di hatinya, sudah melukai hati Barli. Pria yang dicintainya sudah berulang kali, mencoba mengingatkan Rinda supaya jangan menjadi wanita malam lagi dan sebenarnya Rinda ingin menghentikan semuanya, menjadi seorang pelacur.
Namun perselingkuhannya takut ketahuan oleh suami. Pria itu bisa marah, menyiksa Rinda. Jika mengentahui istrinya ada hubungan gelap dengan Barlin, berbalut dengan menolong anak mereka.
Ketakutan terbesar Rinda adalah takut berpisah dengan Barlin. Dirinya tidak mau jika suatu saat, Naufal menjauhkan hubungan mereka. Sebab Naufal tidak mau kehilangan aset berharga dalam mencari uang dalam hidupnya.
Barlin menerima semua keputusan Rinda untuk saat ini, belum bisa berhenti menjadi wanita malam karena alasan itu, berhadap wanita yang disayanginya segera sadar dan mereka bisa menjalani kesusahan ini dengan bersama-sama.
Walaupun dalam hati Barlin merasakan perih dengan perempuan yang dicintai, mengambil jalan menjadi wanita malam. Barlin tidak menyesali yang terjadi, jika wanita itu bukan seorang pelacur. Mungkin Barlin tidak akan pernah merasakan jatuh cinta kedua kalinya dengan perempuan, setelah kegagalan cintanya dengan yang pertama.
Di malam itu Rinda berusaha, untuk tidak mengingat Barlin sejenak. Menerima tawaran pria itu.
"Baiklah, Pak. Saya akan melayani kamu pada malam ini." Rinda memasukkan cek tersebut ke dalam tasnya.
Pria tua itu sangat senang, malam ini bisa menikmati tubuh cantik pelacur tersebut dan menghilangkan rasa penatnya, akan urusan kantor.
"Baiklah, Saya akan membawa kamu ke hotel bintang lima. Kebetulan hotel tersebut adalah milik mantan kekasih keponakan, Saya." Pria itu menghubungi resepsionis untuk menyiapkan satu kamar paling mewah, untuk mereka berdua dalam berhubungan ranjang.
"Baiklah, Pak. Saya akan mengikuti semua perintah Bapak." Wanita ini menganggukkan kepala, seakan setuju akan di bawa kemana saja.
Pria itu langsung membawa Rinda keluar dari bar. Menuju sebuah hotel bintang lima dengan fasilitas super wah. Pria itu ingin menikmati satu malam dengan Rinda.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments