Naufal memaksa uang itu harus ada, jika tidak ada. Maka pria ini, akan bersikap kasar kepada sang istri. Bagaimana rasanya, jika mempunyai suami seorang pengangguran tak bisa mengupgrade diri.
Haruskan rumah tangga yang dibangun bersama suami. Seorang istri kah? Harus bertanggung jawab, dengan kebutuhan anak dan kebutuhan dapur. Lantas peran sebagai suami seperti apa? Apakah, istri harus banting tulang, mencari uang kemana-mana demi anak bisa sembuh.
Rasanya, sebenarnya Rinda sudah lama memendam masalah rumah tangga seorang diri. Wanita ini tidak mempunyai, keluarga lagi yang bisa dijadikan teman cerita. Andai saja kedua Orang tua masih hidup. Mungkin Rinda sudah menceritakan goresan sakit di dasar hati. Memendam rasa sakit bertahun-tahun makan hati terhadap sang suami.
Selesai telponan sama suami, segera Rinda menuju kamar sang anak. Namun, Barlin sudah mengentahui inti dari permasalahan mereka saat telponan dengan Naufal.
Saat Aldi dan kedua putri Rinda tertidur, pada malam itu. Barlin melihat Rinda, masuk ke dalam kamar sang anak, tidak kuat menahan di hatinya, hingga meluapkan semua kemarahan, atas apa yang di dengar Barlin di ruang tunggu.
Pria ini menguping pembicaraan Rinda dan suami, dari balik dinding di dekat ruang tunggu rumah sakit.
"Suami kamu minta uang lagi?" pekik Barlin sambil berpura-pura, memainkan ponselnya saat Rinda masuk.
Rinda syok, ternyata Barlin mengetahui masalah wanita ini bersama suami. Melihat mata wanita ini capek seperti redup. Barlin sangat peka dengan seseorang perempuan yaitu Rinda. Mata bisa menampakkan tentang suasana hati seseorang.
"Aku mendengar inti obrolan kalian! Entah mengapa, aku sangat marah sama suami kamu. Laki-laki tidak bisa diandalkan, lagak meminta uang!" Barlin terlihat marah, saat Rinda selalu menuruti keinginan suami.
Pria ini merasakan kasihan, mengapa harus Rinda lagi. Ikut campur dengan masalah hutang piutang suami, dalam kekalahannya dengan bermain judi.
Barlin menganggap, saat ini Naufal bukan sebagai seorang bapak. Sikap pria itu, tidak mencerminkan contoh yang baik untuk Rinda dan anak-anak.
"K-Kamu ... mendengar semua, obrolan sesaat kami?" ucap wanita itu, menghapus air matanya, supaya tidak terlihat sedihnya sebagai seorang istri.
"Mau sampai berapa lama lagi? Kamu mempertahankan, suami yang tak ada gunanya! Pertahankan, saja! Sampai batin kamu, disiksa habis-habisan." Barlin terlihat emosi, betapa bodohnya sang selingkuhan masih mempertahankan, rumah tangga yang tiada ujung. Dengan sosok suami tak berguna tersebut.
Rinda hanya bisa terdiam, wanita ini tidak mau menjelekkan sosok suami. Naufal adalah sosok suami untuk anak-anak, bagi Rinda seburuk apapun karakter seorang ayah bagi anak. Tetap Naufal adalah ayah untuk ketiga anaknya.
"Walaupun begitu, Naufal adalah Ayah untuk anak-anak. Aku belum bisa, mengambil sebuah keputusan dalam rumah tanggaku saat ini!" ucap Rinda.
Saat ini Rinda belum bisa menyikapi, apa arti sebuah perpisahan. Jika terjadi, sebuah perpisahan. Akan kecewa adalah anak-anak mereka, Rinda tidak ingin anaknya, jadi sosok Broken home, tanpa kasih sayang dari seorang ayah.
"Aku akan siap, menggantikan posisi kamu saat ini," kata Barlin memegang pundak wanita itu.
Wanita itu belum bisa mengambil keputusan saat ini, biarkan hubungannya dengan Barlin dijalani saja terlebih dulu, wanita ini menunggu saatnya berpisah dengan suami melihat situasi terlebih dulu, melihat waktu yang tepat untuk berbicara.
Barlin sebenarnya masih enggan, untuk membuka hubungan di publik dan keluarga melihat latar belakang Rinda. Pria ini takut Rinda tidak diterima, dalam ruang lingkup Barlin.
Takut suatu saat terjadi penolakan dari keluarga besar Barlin, tidak bisa menerima seorang pelacur. Masuk menjadi bagian dari keluarga Barlin, keluarga pria itu adalah keluarga terpandang memiliki harta tidak akan habis sampai 7 keturunan.
"Aku ingin tidak merahasiakan hubungan kita ini. Namun aku takut, terjadi penolakan pada keluarga besar aku," gumam Barlin di dalam hatinya.
Barlin berpikir, bahwa keluarganya mempunyai style pilihan. Untuk menjadikan seorang masuk dalam keluarga, bibit bobot seseorang harus jelas.
Barlin sudah tidak memiliki Orang tua lagi bahkan Orang tuanya, sudah meninggal berapa tahun silam. Barlin banyak mencurahkan isi hati, kepada tante sosok pengganti ibunya selama ini.
"Maafkan aku, Barlin. Sebenarnya jujur dari lubuk hati yang paling dalam, aku sangat menyayangi, Kamu. Namun kembali lagi, saat ini anak-anak aku, butuh sosok pendamping ayahnya. Sosok ayah kandung tidak akan bisa tergantikan, menurut pemikiran anak-anak aku," ucap Rinda menceritakan kesedihannya itu.
Berapa waktu yang lalu, wanita ini sempat berbincang kepada anak-anaknya, ingin mengganti sosok ayah dalam hidup anak-anak mereka. Namun, anak-anak belum mau, karena tidak sanggup berpisah dengan ayah kandung.
Sebenarnya Barlin ingin mengangkat derajat wanita itu. Supaya tidak menjadi wanita malam lagi. Namun ada kegundahan dalam hatinya, yaitu ingin menyingkirkan suami wanita itu. Ingin wanita yang disayang bercerai dengan suaminya.
"Sesulit itukah untuk bercerai? Sesulit itukah mengajak menikah ...?" ucap Barlin menatap Rinda.
Wanita itu tidak berani menatap Barlin, sudah bertemu pria yang baik, tetapi statusnya Rinda adalah istri orang. Bukan kemauan Rinda tidak ingin bersatu membentuk rumah tangga. Namun ini adalah kemauan dari anak-anak.
Rinda tidak bisa menyampingkan ego, akan semua yang telah terjadi. Disisi lain Rinda harus memikirkan perasaan anak-anak, di sisi lain Rinda harus memikirkan perasaan seorang Barlin.
"Sebenarnya tidak sulit untuk berpisah dengan suami. Namun, aku ini seorang ibu yang harus mendengarkan keputusan anak-anakku. Mungkin mereka tidak ingin kami berpisah, ada hal yang ingin mereka impikan yaitu Orang tua bersatu." Rinda menepuk bahu Barlin, memegang pundak pria itu dengan kedua tangannya.
Barlin ingin beradaptasi dengan anak-anak Rinda, supaya anak dari wanita ini bisa mengenal kepribadian Barlin, soalnya pria ini masih sling mengenal dengan anak-anak Rinda selama satu bulan.
Mungkin bagi ketiga bocah kecil itu, sosok pria ini masih Orang asing, datang dalam kehidupan mereka. Pria ini mencoba kembali untuk mengambil hati anak-anak.
"Jika alasan terbesar adalah suamimu saat ini, apakah aku harus, mengambil hati anak-anak, kamu?" tanya Barlin.
Rinda menatap dengan mata penuh cinta terhadap pria itu, begitu besar pertarungan jiwa Barlin, untuk mendapatkan wanita yang dicintai. Walaupun Rinda adalah seorang wanita malam, di mana tubuh wanita ini sudah banyak, dicicipi oleh pria lain yang menikmati keindahan tubuhnya.
Namun Barlin masih saja mau, bahkan berjuang keras. Untuk meluluhkan, hati anak-anak Rinda. Anak Rinda hanya butuh waktu, untuk mengenal sosok pria ini lebih jauh.
"Anak aku butuh waktu, untuk mengenal kamu lebih jauh." Rinda berbicara sesuai fakta.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments