Tidaklah Gampang

Tidaklah gampang berada di posisi Rinda saat ini. Menjadi tulang punggung berkorban demi anak dan suami. Bahkan tubuhnya sudah ditiduri pria secara bergantian.

Rinda sudah tidak berkomunikasi lagi dengan Barlin. Meminta Barlin untuk menjauh karena Rinda sadar diri, tidaklah mungkin dirinya berpacaran dengan lajang. Sedangkan Rinda masih berstatus istri orang.

Barlin tidak peduli dengan status Rinda dan mencari informasi tentang Rinda. Sebab Rinda dan suami sudah pindah rumah saat anaknya telah sembuh.

"Kemana kamu sekarang?" gumam Barlin dalam hati, saat bekerja dan duduk di kursi kantor miliknya.

Alasan Rinda memilih pindah dari tempat tinggal lama, karena tidak ingin Barlin mencarinya kembali. Sebab kasihan sama Barlin, Rinda juga tidak pernah lupa dengan Barlin yang telah menolong membayar biaya rumah sakit anaknya.

"Maafkan aku, Barlin. Kamu pasti akan dihina jika semua orang mengetahui, bahwa aku ini adalah seorang pelacur," gumam ibu 3 orang anak ini dalam hati.

Namun Barlin tidak peduli, saat Rinda berpindah tempat menjadi seorang psk ke kota lain. Pria berumur 28 tahun ini tidak kewalahan untuk mencari sosok ibu tiga anak ini.

Saat mata-mata Barlin atas suruhan pria ini meminta mereka untuk mencari keberadaan Rinda. Akhirnya mereka mendapatkan informasi, bahwa Rinda berada di kota lain 3 jam dari tempat tinggal Barlin.

Sudah setengah tahun tidak bertemu akhirnya Barlin memberanikan diri untuk bertemu Rinda di kota lain. Saat Rinda bekerja sebagai psk, melayani pria hidung belang atas suruhan suami, kalau tidak bekerja sebagai psk suaminya Naufal akan terus menyiksanya.

Sampailah Barlin di sebuah bar tempat Rinda melayani pria hidung belang. Tangan pria ini bergetar saat memasuki bar tempat Rinda melayani pria hidung belang.

Biasanya Rinda selalu mencari mangsa pria hidung belang di bar tersebut. Lalu melakukan hubungan ranjang di hotel untuk menjalankan aksinya sebagai pelacur.

"Permisi, mau tanya? Apakah di bar sini ada yang bernama Rinda? Dia adalah pelacur yang sering mendatangi tempat ini," kata Barlin menunjukan foto Rinda kepada salah satu pelayan bar.

"Oh, Kak Rinda. Di ruangan dansa, sedang berdansa dengan beberapa pria," jawab pelayan bar tersebut, tersenyum miring menunjukan ke arah salah satu ruangan dansa.

"Baik, Mbak. Terimakasih ...," ucap Barlin sambil menundukkan kepala.

"Sama-sama,"

Saat Barlin melangkahkan kaki ke ruangan dansa tersebut. Barlin terasa mau menangis dalam hati, saat melihat wanita yang dia cintai berdansa dan minum dengan tiga pria yang duduk di samping Rinda pada saat itu.

Barlin mendekati Rinda, pada saat itu Rinda memakai dress berwarna pink super seksi membuat Barlin menjadi kasihan. Barlin segera membuka jasnya dan ingin memakaikan jas tersebut ke tubuh Rinda karena malam itu sangat dingin.

Pastilah Rinda kedinginan, tetapi berdiri tegar untuk menghidupi ketiga anaknya dan suami tidak tahu diri. Barlin juga menahan amarah saat ada seorang wanita berjuang menjadi kepala keluarga, bahkan saat itu mulai terbawa suasana emosi dengan suami Rinda tidak bisa diharapkan.

"Kamu pasti kedinginan ...." Barlin menghampiri Rinda, saat sedang duduk sendirian. Selesai melayani pria hidung belang dengan berdansa.

Rinda menoleh ke arah belakang, saat melihat ada seseorang dari belakang menutupi baju Rinda dengan jas. Rinda seperti kenal dengan suara pria tersebut karena tidak asing bagi dirinya.

"Barlin ...." Rinda menoleh ke belakang.

"Hei apa kabar? Sudah 6 bulan kita tidak bertemu. Bahkan aku tidak mendengar kabar kamu selama ini," kata Barlin memeluk tubuh Rinda dari belakang.

"Barlin, maafkan aku. Bolehkah aku bertanya sesuatu? Dari mana kamu mengetahui aku berada di sini?" tanya Rinda, sebenarnya betapa rindu dirinya pada sosok pria yang sudah menolongnya.

"Aku mencari tahu tentang keberadaan kamu dengan menyuruh mata-mataku, aku merasa bertanya-tanya setiap hari. Kemana kamu pindah?" kata Barlin menjawab menatap mata Rinda dengan penuh kerinduan.

"Maafkan, aku." Hanya kalimat singkat itulah yang keluar dari mulut Rinda. Hanya sebuah kalimat maaf, merasa bersalah selama ini tidak pamit kepada Barlin.

"Aku mengerti posisimu, bahwa kini kamu istri orang. Apakah aku juga salah? Terjebak perasaan dengan istri orang?" tanya Barlin hatinya telah salah mencintai istri orang sudah punya suami.

"Kamu tidak salah mencintaiku, perasaan dan hati yang salah." Saat itu juga Rinda sebenarnya berusaha kuat, supaya tidak mengeluarkan air mata.

Barlin tidak peduli walaupun Rinda sudah istri orang. Tidak salah jika dirinya mengambil dari suami Rinda, sebab suami Rinda adalah seorang pengganguran dan tak bisa diharapkan.

Berulang kali Barlin meminta Rinda untuk menceraikan suaminya. Namun Rinda tidak mau karena suaminya pasti tidak mau bercerai dengannya. Naufal akan melakukan pengancaman dengan menjauhkan Rinda dari anak-anak jika mereka bercerai.

Bahkan Naufal melakukan pengancaman jika Rinda mengambil keputusan. Maka Naufal akan membiarkan anak bersama dengan Naufal bersama-sama mati kelaparan karena Naufal pengganguran.

"Aku merindukan kamu ...." Barlin memeluk erat tubuh Rinda.

Barlin mengetahui perasaan Rinda pastilah merasakan luka begitu dalam. Bahkan menikah pun tidak pernah merasakan bahagia dalam berumah tangga dan tidak pernah merasakan dinafkahi oleh suami setelah menikah.

"Aku juga rindu, kamu." Rinda memeluk Barlin erat.

Mereka berdua saling berpelukan, tetapi Rinda masih bertanya-tanya. Segampang inikah Barlin menemukan keberadaan Rinda di kota yang berbeda.

"Lantas jika kamu rindu aku, mengapa kamu tidak pernah menemui aku?" tanya Barlin kepada Rinda, dengan menatap Rinda dengan penuh perhatian.

"Aku tidak bisa! Aku sadar dengan saat ini statusku, bahwa aku ini adalah istri orang lain dan kamu seorang lajang. Kamu mempunyai segalanya, hidup penuh bergelimang harta sedangkan aku hanya pelacur murahan yang berjuang untuk memenuhi kehidupan anak-anakku." Pada saat itu tangis Rinda pecah dan Barlin menyaksikan keluhan ibu tiga anak tersebut, ketika menangis dihadapannya.

Barlin dari awal sudah jatuh cinta dengan ibu tiga anak ini. Sejak mereka dipertemukan dalam kamar hotel, menjadi client dalam ranjang. Hingga terjebak dalam perasaan yang nyaman seiring berjalannya waktu diantara mereka.

"Dari awal aku sudah jatuh cinta dengan cerita hidupmu, walaupun kita terpaut usia 4 tahun. Namun aku begitu mencintaimu pada awal kita bertemu, aku sudah terkesima dengan cerita hidup kamu." Barlin menepuk bahu Rinda, memuji Rinda bahwa wanita ini sangat tegar.

Rinda merasa disemangati dalam hidupnya dan tidak akan pernah Rinda dapatkan dari sosok suami. Rinda mengaku, bahwa Barlin adalah pria romantis. Walaupun sudah ditinggal menikah.

"Terimakasih, sudah mau mendengarkan cerita hidupku." Mata Rinda berkaca-kaca pada saat itu.

"Bolehkah aku mencintai istri orang? Saat semua orang menghakimi aku suatu saat nanti. mempunyai hubungan spesial dengan seorang pelacur, akan aku terima baik-baik apapun resiko kedepannya." Barlin memberikan semangat kepada Rinda.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!