Jatuh Cinta

Barlin berusia 32 tahun merupakan klien dari Rinda. Awalnya pria itu tidak jatuh cinta dengan Rinda, hanya ingin memuaskan nafsunya saja setelah gagal menikah.

Setelah selesai berhubungan diatas ranjang, Barlin penasaran dengan ibu tiga anak ini mengapa bisa terjun menjadi wanita malam bahkan Barlin ingin mendengarkan curhatan Rinda.

"Saya mau bertanya? Mengapa kamu mau menjadi wanita malam?" tanya Barlin belum mendapatkan alasannya dan masih penasaran pada malam itu.

"Sudahlah, saya tidak perlu bercerita dan kamu tidak akan mengerti ..." Rinda tidak ingin menceritakan tentang keadaannya.

"Ceritakan saja? Saya penasaran, mana tahu saya bisa membantu," ucap Barlin.

"Saya menjadi seperti ini karena keadaan," jawab Rinda menceritakan tentang keadaan terpuruknya saat ini.

"Maksudnya? Keadaan seperti apa?" tanya Barlin belum menemukan jawaban.

"Iya, saya bekerja seperti ini karena anak saya sedang sakit. Saat ini untuk operasi anak saya lagi membutuhkan uang 300 juta, untuk biaya operasi saja dan sampai saat ini saya sedang tidak mempunyai uang, hingga mengambil jalan pintas." Rinda menceritakan tentang keadaannya.

Barlin adalah seorang Ceo dari perusahaan tambang batu bara, perhotelan, kayu dan bisnis kuliner. Uang 300 juta masih kisaran sedikit buat Barlin, akhirnya pria itu dengan niat hati yang tulus ingin memberikan uang pengobatan anak Rinda.

"Mana nomor rekening kamu? Saya ingin membantu biaya pengobatan anak kamu," jawab Barlin tulus ingin membantu.

"Maksudnya?" tanya Rinda begitu bingung pertemuan mereka pertama kali, sudah membuat berkesan dalam hidup Rinda.

"Rekening kamu mana? Biar saya transfer uangnya." 

"Terimakasih, Barlin. Kamu begitu baik dengan saya." Rinda tersenyum bahagia, saat yang pas sehari sebelum anaknya di operasi bahkan biaya belum cukup. Namun Barlin menolongnya.

Hingga pada saat sudah melewati proses panjang. Awalnya Barlin tidak jatuh hati kepada Rinda. Namun seiring berjalannya waktu membuat Barlin menjadi cinta dengan perempuan tersebut.

Setelah Barlin mengetahui bahwa Rinda adalah perempuan hebat. Berjuang demi anak dan keadaan lah membuatnya menjadi begini hingga pada suatu saat Rinda juga menaruh hati pada pria itu dan mengijinkan Barlin untuk menjenguk anaknya.

"Rinda, bolehkah saya bertemu dengan anak kamu?" tanya Barlin ingin menjenguk anaknya Rinda.

Menjenguk anak Rinda adalah niat tulus dari Barlin. Sehabis pulang bekerja pria itu langsung menemui Rinda di kamar rumah sakit dan menghampiri Rinda walau suaminya tetap ada disana.

Tok Tok Tok Tok.

"Masuklah," teriak Naufal dari dalam ketika sedang melihat Rinda memeluk Aldi yang sedang terbaring sakit, namun kondisi Aldi sudah mulai membaik.

"Halo ..." Sapa Barlin dengan dekdekan.

Naufal bertanya siapa pria yang menjenguk anak mereka kerumah sakit. Istrinya sudah menceritakan bahwa ada pria yang membantu biaya pengobatan anaknya dirumah sakit.

"Hay Barlin," sapa Rinda melambaikan tangan dengan tersenyum.

Naufal menjadi terheran-heran. Sebab istri bisa ramah kepada orang lain, membuat Naufal ingin mengetahui identitas Barlin.

"Siapa dia?" tanya Naufal kepada istri.

"Sayang perkenalkan ini Barlin ... Pria yang sudah aku ceritakan kemarin, yang sudah membantu biaya pengobatan dan biaya operasi anak kita." 

"Oh, pangkatnya apa? Mengapa sampai bisa membayar biaya rumah sakit anak kita?" tanya Naufal penasaran.

"Dia seorang Ceo yang mempunyai bisnis tambang batu bara, perhotelan, kuliner dan usaha lain, sayang." Rinda menceritakan banyak tentang pria itu.

Ketika mengetahui bahwa pria yang dihadapannya adalah pria kaya. Naufal sangat senang, meminta kepada istrinya untuk mau berteman dengan pria itu dan memanfaatkan semua harta Barlin.

"Sayang pria ini seperti ini bagus, pria ini cocok untuk kita manfaatkan," bisik Naufal ditelinga istri.

Rinda menggelengkan kepala, mau sampai kapan suaminya jahat? Bahkan pikiran piciknya tersebut, membuat Rinda merasa capek sendiri bahwa Barlin ingin dimanfaatkan, untuk mendapatkan uangnya saja.

Namun Rinda sudah menaruh hati kepada pria itu. Sebab selama ini saat Rinda terluka Barlin lah yang memberikan kenyamanan dan menjadi tempat ternyaman untuk bercerita, ketika sudah tidak menemukan tempat ternyaman dalam bercerita.

"Sayang ... Kamu tidak boleh begitu, tidak mungkin aku memanfaatkan pria itu," jawab Rinda berbisik ditelinga suami.

"Oh iya perkenalkan namaku Naufal dan kalau boleh tahu, kamu ini adalah klien dari Rinda di dalam hotel?" tanya Naufal sekedar basa basi.

"Iya, saya sempat menyewanya dalam satu malam. Saat saya bertanya masalah pribadinya, istri kamu menjelaskan dengan detail, bahwa Rinda menjadi psk karena terdesak dengan keadaan karena anaknya sakit dan suaminya menganggur. Sedangkan anak menderita penyakit kanker otak stadium satu," jawab Barlin sekalian menyindir pria itu.

"Lah, sayang. Kamu menceritakan buruknya suami kamu ini, saya ini seorang pengangguran? Kemana harga diri seorang suami kamu taruh sayang?" tanya  Naufal kepada istrinya.

Naufal tidak suka dikatai pengangguran oleh istrinya. Pria itu ingin diakui dihadapan yang lain bahwa sudah mempunyai pekerjaan, namun uang tidak cukup karena kehidupan mereka pas-pasan.

"Aku tidak merendahkan, kamu. Memang kamu seorang pengangguran kan?"

"Saya memang pengangguran, namun tidak sepantasnya kamu berbicara seperti itu kepada orang lain."

Seiring berjalannya waktu anak mereka sudah mulai membaik. Namun suami bukan menyuruh Rinda untuk berhenti, namun semakin menyuruh Rinda untuk melanjutkan pekerjaan tersebut karena sudah tergiur dengan uang yang dihasilkan oleh istrinya.

"Aku ingin berhenti dari pekerjaan ini! Sudah capek rasanya," kata Rinda berbicara kepada suaminya.

"Sayang jangan dong, kamu tidak boleh berhenti bahwa pekerjaan ini mengiurkan sekali untuk mendapatkan uang," Naufal membujuk istrinya tersebut.

"Tidak sayang, aku tidak akan melanjutkan pekerjaan ini."

Naufal tetap memaksa bahwa Rinda harus bekerja dengan cara seperti ini. Rinda sudah di paksa untuk berhenti bekerja oleh Barlin yang sudah menaruh hati kepada Rinda.

Rinda juga sudah mulai nyaman dan mereka mulai melakukan pendekatan. Pria itu tidak ingin Rinda terluka lagi, sebab suami tidak bisa diandalkan tidak pantas untuk dipertahankan. Membuat Barlin memprotes kepada Rinda kok mau mempertahankan suami seperti dia.

"Kamu kenapa mau mempertahankan rumah tangga bersama suami kamu?" tanya Barlin mengusulkan Rinda supaya bercerai saja dan Barlin siap akan menjadi ayah dari anak-anak.

Namun tidak semudah itu untuk menceraikan suami. Sebab akan banyak tentangan dari pihak keluarga yang tidak akan membolehkan mereka berpisah.

"Aku banyak alasan masih mempertahankan suami, salah satunya dari keluarga bahwa keluarga akan menentang perceraian kami," jawab Rinda.

Rinda mau saja bercerai dengan suami namun ada anak. Rinda harus melihat situasi dulu sebab anak mereka masih dalam keadaan sakit dan sebentar lagi akan pulih dari sakitnya tersebut.

"Ayolah ceraikan suami kamu sayang," Barlin memaksa Rinda untuk bercerai dari suaminya tersebut yang tidak bisa di andalkan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!