Mengambil Jalan Pintas

Rinda akhirnya mengambil jalan pintas, sebab anaknya dalam kondisi kritis. Hati ibu mana yang tidak sedih melihat anaknya tidak bisa ngomong lagi dan tak berdaya dirumah sakit.

Rinda berpikir mengambil jalan pintas sebab jika tidak ada uang untuk operasi. Maka Rinda harus mengihklaskan kehilangan anak atau penyakit anaknya semakin parah.

Hati ibu mana yang tidak down melihat kondisi anak. Bahkan ibu tiga anak ini belum mendapatkan uang untuk operasi anaknya.

Akhirnya Rinda mengambil jalan pintas dan menyampaikan kepada suami. Bahwa Rinda bersedia untuk menjadi psk demi anak, keadaan lah yanh membuatnya menjadi seperti ini dan harus menerima tawaran.

"Suamiku, aku mau mengambil jalan pintas. Aku mau menjadi psk demi anakkku, bahkan aku sudah pusing dengan biaya berobat Aldi saat ini," ucap Rinda menghampiri suaminya tersebut.

"Nah gitu dong ... Akhirnya kamu menerima tawaran ini juga," jawab Naufal sangat senang dan Naufal bersedia membawa Rinda, untuk menempatkan Rinda di sarang-sarang psk untuk mencari mangsa.

"Aku sebenarnya menangis dengan keadaan ini dan aku pikirkan tidak ada harga diri." Rinda menggelengkan kepala, sudah terpikir dibenaknya. Akan tidur dengan pria hidung belang dan membuat harga dirinya tidak ada lagi.

"Kamu tidak perlu menangis sayang, hidup ini kejam." Naufal menenangkan hati istrinya.

"Hidup ini begitu kejam untukku namun tidak untuk kamu," jawab Rinda, suami dinikahi seperti tidak ada artinya.

"Maksud kamu?" 

"Kamu tenang dirumah saja, sedangkan aku harus berjuang untuk mencari nafkah," ucap Rinda.

Rinda membahas masalah pengorbanan suami yang tidak ada. Lalu Rinda berusaha untuk menerima kenyataan akan hidupnya tersebut bahwa semua terasa pahit dan mengelegar.

Dengan baju super mininya, Rinda diantar oleh Naufal ke tempat sarang-sarang psk, untuk mencari mangsa. Dengan menjalankan aksinya untuk melayani pria hidup belang.

"Sayangku, kamu aku tinggal disini. Tolong layani pria yang membokingmu dengan baik dan buat harga dengan mahal, semoga laris manis." Naufal menyuport istrinya seperti tak ada pikiran dan ide tersebut sangat gila luar biasa.

"Iya ... Tolonglah kamu pulang, hari sudah malam. Anak kita di tinggal dirumah sakit untuk menemani Aldi yang sakit, tolong jaga anak kita baik-baik dan nanti tolong jemput aku ketika hari sudah pagi," jawab Rinda menitikkan air mata.

"Oke ... Semangat."

Naufal balik kerumah sakit lagi karena untuk menjaga anaknya dirumah sakit. Naufal dan anak-anak tidur dirumah sakit sedangkan istri melayani pria hidung belang di malam hari.

Awalnya Rinda menolak saat ada pria yang membokingnya dan mengajaknya kehotel. Pada malam hari pertama ada tiga pria yang minta di layani. Mereka akan membayar dengan jumlah yang fantastis yaitu dua puluh juta setiap orangnya, akhirnya Rinda menerima tawaran tersebut.

Rinda melayani pria dengan menitikkan air mata. Terasa sakit banget harus melayani pria hidung belang tanpa cinta dan perasaan yang sesungguhnya dan kini tubuhnya sudah kotor karena disentuh pria lain tanpa ada hubungan ikatan pernikahan.

Hari sudah pagi, setelah melayani pria hidung belang. Rinda bergegas kerumah sakit dan menemui anak dan suaminya. Di hari pertama Rinda sudah membawa uang 60 juta dan membuat Naufal sangat senang.

Tok Tok Tok Tok

"Masuklah ..."

"Istriku ..." Naufal senang, lalu mengajak keluar dari kamar rawat inap dengan menarik tangan Rinda. Supaya tidak didengar oleh anak-anak.

"Ada apa?" tanya Rinda merasa capek.

"Sudah bawa uang berapa hari ini?" tanya Naufal. Bukan langsung menanyakan istri apakah baik-baik saja?.

Namun langsung menanyakan bahwa uang berapa. Membuat Naufal terkesan matre dan mata duitan,  Rinda menjadi sedih bahwa suaminya bertanya tentang bawa uang berapa dan bukan bertanya tentang kondisinya ketika melayani pria hidung belang.

"Aku bahwa uang 60 juta," jawab Rinda.

Naufal mendengar kisaran yang begitu besar langsung berseri-seri. Mengacungkan jempol dan bertepuk tangan, bahwa istrinya keren bisa menghasilkan uang dalam satu malam.

"Wah keren, luar biasa kamu, sayang. Lalu mana uangnya? Bagi aku 10 juta." Naufal meminta bagian nya untuk pegangan.

Rinda memberikan uang tersebut sesuai yang di minta Naufal. Namun capek saja begini jika suami meminta uang terus padanya pada hal suami adalah tulang punggung keluarga.

"Kamu kapan mencari kerja? Jangan istri kamu saja yang bekerja." Rinda meminta kepada suaminya untuk bekerja.

"Tidak perlu saya bekerja dan ada istri yang bisa menghasilkan uang puluhan juta dalam sehari." Naufal menjawab dengan santai lalu menghitung uang senilai 10 juta tersebut.

Pada malam kedua Rinda kembali melayani pria namun dalam kondisi tidak mood. Habis berantam dengan suaminya Naufal, sebab Rinda capek dengan suaminya dan menuntut suami untuk bekerja.

Barlin adalah pria yang memboking Rinda pada malam itu. Barlin adalah pria berumur 28 tahun belum menikah dan melampiaskan rasa marahnya kepada Rinda.

Mereka bertemu di kamar hotel dan Barlin mengira bahwa Rinda adalah seorang gadis karena berbadan mungil dan imut-imut dan Barlin tidak menyangka bahwa Rinda sudah mempunyai 3 anak.

"Hai ..." Sapa Rinda tidak bersemangat bahkan matanya terlihat berkaca-kaca. Namun berusah untuk tegar, menutupi semua rasa kekecewaan yang luar biasa dihatinya.

"Hai juga ..." Sapa Barlin tersenyum.

Barlin lalu menyentuh Rinda tanpa ada perkenalan lebih lanjut. Hanya menjadikan sebagai budak nafsunya saja sebab Barlin ingin menenangkan pikirannya. Bahwa begitu sakit saat di tinggal menikah oleh kekasih.

"Cepat buka bajumu dan aku ingin menikmati tubuhmu." Barlin langsung mengoyakkan lingerie tipis dengan kedua tangannya.

Rinda menahan perih, sebab seperti tidak punya harga diri. Dalam kondisi tidak mood pun membuat mood Rinda menjadi tidak beraturan saat ada berondong dibawah usianya langsung membuka begitu saja bajunya.

"Kamu sudah mengoyakkan sendiri bajuku," jawab Rinda.

Lalu mereka sampailah dalam sebuah tahap perkenalan. Sebab Barlin penasaran dengan usia Rinda sekarang soalnya masih terlihat seperti gadis belia dan cantik.

"Kamu umur berapa?" tanya Barlin kepada Rinda, saat ingin ******* bibir Rinda.

"Umur saya 32 tahun ..." Rinda menjawab dengan jujur.

"Apa? 32 tahun umur kamu, wah mantap sekali namun aku menebak seperti anak yang masih berumur 24 tahun." Barlin menepuk tangan bahwa usia 32 tahun terlihat seperti 24 tahun.

"Hahahahaa ... Mana mungkin aku terlihat seperti 24 tahun, sedangkan anak aku saja sudah ada tiga," tawa Rinda, lucu saja saat umurnya ditebak diangka 24 tahun.

Barlin sangat terkejut dengan omongan perempuan itu. Merasa tidak percaya bahwa Rinda sudah mempunyai tiga orang anak dan badannya seperti orang yang tidak pernah bongkar mesin masih terlihat cantik dan bahenol sampai saat ini. Begitu hebat Rinda mempertahankan bentuk badan walau sudah mempunyai anak 3.

Barlin pria yang sedang di tinggal kekasihnya tersebut. Lalu berhubungan ranjang dengan Rinda, sebab terlalu lama melayani sedangkan badmood Rindq sedang tidak baik pada saat itu.

"Sudah hentikan! Sudah 6 jam kita seperti ini bersama ...," ucap Rinda meminta kepada Barlin untuk selesai.

"Saya tidak mau, saya bayar kamu! Bagaimana pun jangan larang sayang." Barlin marah kepada Rinda.

Barlin yang marah tersebut mengomel kepada perempuan itu. Rinda minta maaf sebab kurang terlalu fokus karena bertengkar masalah uang dan tanggungjawab, saat cerita masalah rumah tangganya. Barlin menjadi penasaran tentang rumah tangga perempuan tersebut dan setelah mendapatkan jawaban bahwa suami Rinda perempuan di bokingnya tersebut adalah seorang pengganguran.

"Suami kamu pengangguran?" 

"Iya,"

"Maafkan saya, sebab saya tidak mengetahui bahwa kamu punya masalah rumah tangga dan saya juga lagi terbawa emosi, sebab saya ditinggal menikah oleh mantan pacarq," uca Barlin.

"Tidak apa-apa, kita mempunyai masalah pribadi masing-masing," jawab Rinda menangis.

Rinda menangis dihadapan Barlin, bahwa dirinya adalah kepala rumah tangga karena suami tidak bisa diandalkan, hingga membuat Barlin menyimpan nomor perempuan tersebut dan Barlin pun menjadi cerita tentang masalah asmaranya.

Setelah kejadian di hotel tersebut mereka mulai berani melakukan hubungan ranjang dan jalan terus menerus. Barlin juga meminta Rinda berhenti menjadi psk, sebab Barlin mau Rinda hanya melayani dirinya.

Rinda menuruti keinginan Barlin, sebab dibayar besar oleh Barlin. Seiring sering melayani Barlin, mulailah tumbuh rasa cinta diantara mereka karena sering bertemu. Hingga kehadiran Barlin yang lebih muda mampu lebih dewasa dari suaminya.

"Kamu adalah pria dewasa pemikirannya dan lebih dewasa dari suamiku," Rinda mengusap keringat Barlin.

"Saya juga nyaman bersama kamu, tetapi kamu sudah mempunyai suami," Barlin meminta kepada Rinda untuk menceraikan suaminya.

"Kita bisa apa? Kita bertemu saat aku sudah menjadi istri orang ...." Rinda tersenyum tetapi menyakitkan baginya.

"Ceraikan saja suami kamu dan kita hidup bersama. Tak ada guna kamu mempertahankan rumah tangga, jika suami kamu tidak bisa diandalkan," ucap Barlin merasa kasihan dengan Rinda.

"Sabarlah, suatu saat akan aku ceraikan suamiku."

Luka diobati oleh Barlin dan tak ada rasa cinta lagi terhadap suaminya Naufal. Sampai saat ini  Rinda bertahan hanya demi anak, namun rasa cinta sudah untuk barlin.

Barlin selalu meminta Rinda untuk menceraikan suaminya, Rinda menunggu waktu yang tepat untuk menceraikan suaminya yaitu pada saat anak sudah sehat kembali dan menikah dengan Barlin.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!