BAB XIX : KESEPAKATAN AKU DAN KAWAKI

Megumi berjalan dengan sangat lesu keluar kelas, setelah ujian harian usai. Aku hanya tersenyum memandangi teman terbaikku itu.

“Berhentilah menatapku, aku sedang sangat kesal” kata Megumi dengan wajah cemberut.

“Bukankah beberapa hari lalu, kamu membeli buku bahasa Inggris dan penuh semangat untuk masuk fakultas bahasa Inggris. Kenapa kamu nggak bisa kerjain soal harian pelajaran itu. Aku bingung” sindir ku.

“Aku sedang tidak ingin bicara apapun, aku mau pulang saja” katanya meninggalkanku dengan kesal menuju pintu gerbang sekolah.

Mataku menatap seorang laki – laki di ujung jalan sedang berdiri di samping sepeda motor, di bawah lampu jalan. Kawaki menatapku tajam dengan melambaikan tangan.

“Kenapa kamu pakai masker?” tanyaku heran dengan penampilannya.

“Ikutlah jangan banyak tanya dan pakai ini” katanya memberikan helm dan masker.

“Kenapa tidak naik mobil, tumben sekali” celetukku.

Entah kenapa aku jadi merasa terbiasa dengan sikapnya yang suka memerintah.

Aku tiba di sebuah resort di kawasan Toyako – Cho, distrik Abuta. Kawaki menarik ku berjalan ke lobby dan menyampaikan ada janji bertemu dengan Ryota selaku Presdir Direktur di The Lake View Toyamu Don Resort. Aku terkejut mendengarnya, aku mencoba melepaskan tangannya yang mencengkeram pergelanganku dengan kuat.

“Kenapa aku dibawa kesini?” tanyaku.

“Diam, nanti kamu akan tahu setelah kita bertemu dengannya” jawab Kawaki.

Kami diantarkan di sebuah ruangan tertutup dalam sebuah restoran yang berada di resort tersebut.

“Aku mau ke toilet” kataku untuk melepaskan diri.

“Tahan saja” sahut Kawaki dingin.

Selang tak berapa lama, kak Ryota muncul dengan tenang duduk berhadapan dengan kami.

“Sangat jarang kamu mengunjungi ku di tempat kami” kata kak Ryota.

“Aku butuh bantuan, aku ingin menitipkannya disini hingga besok” kata Kawaki to the point.

“Apa?! Seenaknya saja kamu menitipkan ku, aku bukan barang yang bisa kamu kirim dan simpan dimanapun” protes ku tak terima.

“Bukankah Chiyo keberatan akan hal ini?” tanya kak Ryota dengan tenang.

“Dia tak ada hak untuk menolak, keselamatannya ada di tanganku” jawab Kawaki.

“Apa yang kamu maksudkan tentang keselamatanku, aku bisa menjaga diriku sendiri” aku ku.

“Baiklah kalau itu maumu, kami akan berikan perlindungan kepadanya” kata kak Ryota menyetujui.

“Sebelum aku kembali, pastikan dia berada disni. Ada hal yang sangat penting yang akan aku lakukan malam ini. Aku percayakan kepadamu” kata Kawaki dengan wajah serius.

“Apakah ini mengenai klan Aihara?” tanyaku.

“Kamu tidak perlu tahu, tinggallah disini atau kamu akan berurusan dengan mereka” jelas Kawaki.

Aku hanya bisa terdiam, kak Ryota dengan tenang memandang ke arahku.

Kawaki langsung meninggalkanku, kak Ryota mengantarkan ku ke sebuah kamar dengan view danau yang indah. Tapi perasaanku tak bahagia, seakan banyak hal yang aku khawatirkan.

“Tinggallah disini dengan baik kami akan menjagamu sesuai perkataan Kawaki, aku permisi” kata kak Ryota dengan sopan.

“Kak terimakasih, tapi bisakah kamu mengabari keluargaku di rumah. Pakai alasan apapun, untuk membuat mereka tenang. Kawaki tak pernah memperdulikan keluargaku, bahkan perasaanku” mintaku.

“Baiklah kalau itu keinginanmu, mengenai Kawaki dia bukanlah manusia yang punya perasaan. Jangan pernah berharap di dunia yang ia tinggali sekarang ada hal kamu sebutkan barusan” tambah kak Ryota sembari menutup pintu kamar.

Ku pandangi danau yang tenang dari dalam kamar, seakan ada hal besar yang akan terjadi.

Hingga keesokan harinya, pukul 04.00 pagi suara telepon di meja dekat ranjangku berbunyi. Seorang resepsionis menyambungkan panggilan telepon dari Asahi.

“Nona Chiyo bisakah anda datang sekarang, saya butuh bantuan anda” katanya.

“Ada apa?” tanyaku.

“Saya akan jelaskan nanti, Enju sudah menjemput anda di lobby. Dia akan mengantar anda segera” jelas Asahi.

Enju membawaku dengan sebuah mobil off road berwarna hitam, nampak wajahnya terdapat luka gores di pipinya yang telah di tutupi dengan plester bening. Telapak tangannya bagian kiri di perban, namun dia masih mahir mengendalikan setir mobil.

“Apakah kamu baik – baik saja?” tanyaku cemas sembari memandangi tubuhnya penuh luka.

“Ya seperti yang kamu lihat, aku baik – baik saja” katanya dengan wajah serius.

“Apakah kalian habis melakukan perkelahian antar kelompok?” tanyaku menyelidik.

“Darimana kamu tahu?” tanya balik Enju.

“Aku tahu kalian berseteru dengan klan Aihara, itu yang aku dapatkan dari Hatori” jawabku.

“Mulut Hatori memang sampah, aku akan menghajarnya kalau ketemu nanti” katanya kesal.

“Apakah itu sebuah perkelahian serius sampai kamu babak belur seperti ini?” tanyaku penuh rasa penasaran.

“Bukan hanya perkelahian, kami telah melakukan pembantaian masal kepada klan Aihara yang membangkang. Kawaki terluka, dia di tembak oleh ketua klan Aihara. Kini kita akan ke rumah sakit di Sapporo, untuk melakukan transfusi darah” jelas Enju.

“Maksudmu golongan darahku sama dengan Kawaki, hingga Asahi memintaku datang kesana untuk mendonorkan darahku?” tanyaku sekali lagi.

“Seperti itulah intinya” sahut Enju menyudahi pembicaraan antara kami berdua.

Kami memasuki salah satu rumah sakit di Sapporo, nampak Asahi sedang berdiri di depan pintu ruang operasi.

“Nona akhirnya kamu datang, kami membutuhkan darahmu untuk Tuan muda Kawaki” minta Asahi kepadaku.

“Aku akan memberikan seberapa banyak yang kamu minta, tapi dengan satu syarat” kataku tegas.

“Maksud anda?” tanya Asahi.

“Berani sekali kamu meminta syarat untuk ini, kami pun bisa membunuhmu dengan mudah!!!” bentak Enju kepadaku.

“Kalian membutuhkan darahku kan, aku tidak peduli dengan Kawaki hidup atau mati” ungkap ku dengan mata penuh keangkuhan.

“Baiklah, apa mau anda?” tanya Asahi dengan tenang.

“Setelah ini, dengan pernyataan tertulis berstempel jari Kawaki menyatakan akan menjauhiku dan tidak mengganggu kehidupan dan privasiku selamanya. Apabila dilanggar, maka dia berhak dipidanakan atas tindakan kekerasan dan pengancaman kepadaku.” aku pun melontarkan syarat yang sudah sedari tadi ku pikirkan.

Peluang untukku melarikan diri dari jeratan Kawaki.

“Kawaki tidak akan sudi melakukannya” ucap Enju.

“Baiklah” Asahi menyetujuinya, kami pun sepakat. Enju mencoba protes, tapi Asahi dengan tenang menyudahi perdebatan itu.

Proses pendonoran darah pun dimulai, aku sudah tidak peduli lagi dengan seberapa banyak darah yang akan ku berikan selama bisa ditukar dengan kebebasanku.

Setelah semua proses berjalan dengan lancar, Asahi menemuiku dan memberikan kertas pernyataan yang sudah di cap ibu jari Kawaki. Dia menepati kesepakatan yang kami buat.

“Terimakasih Asahi, dengan ini aku bisa hidup dengan tenang” kataku.

“Saya tidak bisa menjamin itu, saya hanya melakukan apa yang anda mau” sahut Asahi.

Aku tak memperdulikan apa yang dikatakan Asahi, aku pergi meninggalkan rumah sakit. Aku sama sekali tak peduli tentang nasib laki – laki sadis itu, yang selama ini mengacaukan hidupku.

Semoga ini adalah akhir dari mimpi buruk yang menimpaku. Selamat tinggal anak bre%$ek Kawaki. Aku akan menata hidupku lebih baik lagi tanpa terormu.

Episodes
1 BAB I: PERTEMUAN DENGANNYA
2 BAB II : SIAPA DIA?
3 BAB III : AKU DICULIK
4 BAB IV : AKU ADALAH MAINAN KAWAKI
5 BAB V : KAWAKI ADALAH SEORANG YAKUZA!
6 BAB VI : PENGAKUAN HIROSHI
7 BAB VII : BERPAPASAN DENGAN UTA
8 BAB VIII : KARAOKE SUNAGAWA
9 BAB IX : TINDAKAN ASAHI MENJADI TANDA TANYA
10 BAB X : KEPERGIAN HIROSHI
11 BAB XI : SISI LAIN DARI KAWAKI
12 BAB XII : BERTEMU GADIS ITU [ KAWAKI]
13 BAB XIII : DIA MENARIK [KAWAKI]
14 BAB XIV : TERGODA [KAWAKI]
15 BAB XV: NASEHAT HATORI
16 BAB XVI : KEMARAHAN KAK RYOTA
17 BAB XVII : PENYERANGAN DARI KLAN AIHARA
18 BAB XVIII : MENJADI SASARAN KLAN AIHARA
19 BAB XIX : KESEPAKATAN AKU DAN KAWAKI
20 BAB XX: KEMUNCULAN HIROSHI
21 BAB 21: PERASAAN HIROSHI
22 BAB 22 : PERTUNANGAN BERDARAH
23 BAB 23 : MELARIKAN DIRI
24 BAB 24 : KEHIDUPAN BARU
25 BAB 25 : KEMATIAN KENJI
26 BAB 26 : KEMUNCULAN KAWAKI
27 BAB 27 : YOSHIKO KOBAYASHI ADALAH AKU
28 BAB 28 : SELAMAT TINGGAL NAOKO
29 BAB 29 : TRAGEDI NAOKO
30 BAB 30 : PERTEMUAN KAWAKI DAN RYOTA
31 BAB 31 : PERTEMUAN DENGAN JIRO SI IKAN BUNTAL
32 BAB 32 : KAKEK JATUH SAKIT
33 BAB 33 : KEMATIAN KAKEK
34 BAB 34 : BERTEMU HIROSHI
35 BAB 35 : KEPUTUSAN HIROSHI
36 BAB 36 : PILIHAN JIRO
37 BAB 37 : TERSEKAP DI BANGSAL BAWAH TANAH
38 BAB 38: API CEMBURU
39 BAB 39 : KANON SANG ADIK TIRI
40 BAB 40 : TANPA KASIH SAYANG
41 BAB 41 : PENGAKUAN JIRO
42 BAB 42 : PERTEMUAN DENGAN AYAH
43 BAB 43 : RENCANA PERTUNANGAN HIROSHI
44 BAB 44 : RENCANA RYOTA
45 BAB 45 : REAKSI HIROSHI
46 BAB 46 : PUNCAK KESABARAN HIROSHI
47 BAB 47 : PERTENGKARAN HIROSHI DAN KAWAKI
48 BAB 48 : OBSESI KAWAKI
49 BAB 49 : MENGINGATKAN KEPADA IBUNYA
50 BAB 50 : EVAKUASI IBU DAN AYAH
51 BAB 51 : PERTEMUAN RAHASIA
52 BAB 52 : RUMAH YANG TERBAKAR
53 BAB 53 : KEDATANGAN KANON
54 BAB 54 : PERTEMUAN KANON DAN HIROSHI
55 BAB 55 : PERKATAAN KANON
56 BAB 56 : KEMBALI KE TOKYO
57 BAB 57 : MALAM PANAS
58 BAB 58 : KEBEJATAN KAWAKI
59 BAB 59 : KEMALANGAN
60 BAB 60 : RAHASIA MASA LALU
61 BAB 61 : TUBUH YANG DIKUASAI KAWAKI
62 BAB 62 : KEHAMILAN YANG MENGEJUTKAN
63 BAB 63 : PERTEMUAN DUA KELUARGA
64 BAB 64 : KEDATANGAN SOMA
65 BAB 65 : H-1 MENUJU HARI PERTUNANGAN
66 BAB 66 : PERTEMUAN KAWAKI DAN SOMA
67 BAB 67 : PENGAKUAN KANON
68 BAB 68 : SEBUAH SURAT PERWALIAN
69 BAB 69 : PENYERANGAN KELOMPOK BERTOPENG
70 BAB 70 : PELARIAN DAN PERBURUAN
71 BAB 71 : SEBUAH JEBAKAN MASA LALU
72 BAB 72 : DIBALIK KEMATIAN KUMIKO
73 BAB 73 : TAK ADA LAGI AIR MATA
74 BAB 74 : KEMARAHAN AYAH KAWAKI
75 BAB 75 : PERSETERUAN KAWAKI DAN SOMA
76 BAB 76 : SEBUAH TANDA KEPEMILIKAN
77 BAB 77 : HARI KEBEBASAN DAN SKEMA PELARIAN
78 BAB 78 : DI BALIK RUMAH TANGGA RYOTA
79 BAB 79 : KEHANGATAN SEORANG KAKAK
80 BAB 80 : PERMINTAAN BERCERAI
81 BAB 81 : MISI PEMBUNUHAN MINNA
82 BAB 82 : PEMAKAMAN MINNA
83 BAB 83 : DRAMA DI MULAI
84 BAB 84 : NIKAHI AKU
85 BAB 85 : PERMINTAAN MENIKAH YANG MENGEJUTKAN
86 BAB 86 : KENCAN PERTAMA
87 BAB 87 : PERASAAN KANON TERHADAP HIROSHI
88 BAB 88 : SIKAP KAWAKI TAK TERDUGA
89 BAB 89 : DUEL PROSTITUSI
90 BAB 90 : PENGAKUAN CINTA KAWAKI
91 BAB 91 : MELEPAS HIROSHI
92 BAB 92 : AYAH KAWAKI
93 BAB 93 : PESONA AKARI
94 BAB 94 : DAYA PIKAT AKARI
Episodes

Updated 94 Episodes

1
BAB I: PERTEMUAN DENGANNYA
2
BAB II : SIAPA DIA?
3
BAB III : AKU DICULIK
4
BAB IV : AKU ADALAH MAINAN KAWAKI
5
BAB V : KAWAKI ADALAH SEORANG YAKUZA!
6
BAB VI : PENGAKUAN HIROSHI
7
BAB VII : BERPAPASAN DENGAN UTA
8
BAB VIII : KARAOKE SUNAGAWA
9
BAB IX : TINDAKAN ASAHI MENJADI TANDA TANYA
10
BAB X : KEPERGIAN HIROSHI
11
BAB XI : SISI LAIN DARI KAWAKI
12
BAB XII : BERTEMU GADIS ITU [ KAWAKI]
13
BAB XIII : DIA MENARIK [KAWAKI]
14
BAB XIV : TERGODA [KAWAKI]
15
BAB XV: NASEHAT HATORI
16
BAB XVI : KEMARAHAN KAK RYOTA
17
BAB XVII : PENYERANGAN DARI KLAN AIHARA
18
BAB XVIII : MENJADI SASARAN KLAN AIHARA
19
BAB XIX : KESEPAKATAN AKU DAN KAWAKI
20
BAB XX: KEMUNCULAN HIROSHI
21
BAB 21: PERASAAN HIROSHI
22
BAB 22 : PERTUNANGAN BERDARAH
23
BAB 23 : MELARIKAN DIRI
24
BAB 24 : KEHIDUPAN BARU
25
BAB 25 : KEMATIAN KENJI
26
BAB 26 : KEMUNCULAN KAWAKI
27
BAB 27 : YOSHIKO KOBAYASHI ADALAH AKU
28
BAB 28 : SELAMAT TINGGAL NAOKO
29
BAB 29 : TRAGEDI NAOKO
30
BAB 30 : PERTEMUAN KAWAKI DAN RYOTA
31
BAB 31 : PERTEMUAN DENGAN JIRO SI IKAN BUNTAL
32
BAB 32 : KAKEK JATUH SAKIT
33
BAB 33 : KEMATIAN KAKEK
34
BAB 34 : BERTEMU HIROSHI
35
BAB 35 : KEPUTUSAN HIROSHI
36
BAB 36 : PILIHAN JIRO
37
BAB 37 : TERSEKAP DI BANGSAL BAWAH TANAH
38
BAB 38: API CEMBURU
39
BAB 39 : KANON SANG ADIK TIRI
40
BAB 40 : TANPA KASIH SAYANG
41
BAB 41 : PENGAKUAN JIRO
42
BAB 42 : PERTEMUAN DENGAN AYAH
43
BAB 43 : RENCANA PERTUNANGAN HIROSHI
44
BAB 44 : RENCANA RYOTA
45
BAB 45 : REAKSI HIROSHI
46
BAB 46 : PUNCAK KESABARAN HIROSHI
47
BAB 47 : PERTENGKARAN HIROSHI DAN KAWAKI
48
BAB 48 : OBSESI KAWAKI
49
BAB 49 : MENGINGATKAN KEPADA IBUNYA
50
BAB 50 : EVAKUASI IBU DAN AYAH
51
BAB 51 : PERTEMUAN RAHASIA
52
BAB 52 : RUMAH YANG TERBAKAR
53
BAB 53 : KEDATANGAN KANON
54
BAB 54 : PERTEMUAN KANON DAN HIROSHI
55
BAB 55 : PERKATAAN KANON
56
BAB 56 : KEMBALI KE TOKYO
57
BAB 57 : MALAM PANAS
58
BAB 58 : KEBEJATAN KAWAKI
59
BAB 59 : KEMALANGAN
60
BAB 60 : RAHASIA MASA LALU
61
BAB 61 : TUBUH YANG DIKUASAI KAWAKI
62
BAB 62 : KEHAMILAN YANG MENGEJUTKAN
63
BAB 63 : PERTEMUAN DUA KELUARGA
64
BAB 64 : KEDATANGAN SOMA
65
BAB 65 : H-1 MENUJU HARI PERTUNANGAN
66
BAB 66 : PERTEMUAN KAWAKI DAN SOMA
67
BAB 67 : PENGAKUAN KANON
68
BAB 68 : SEBUAH SURAT PERWALIAN
69
BAB 69 : PENYERANGAN KELOMPOK BERTOPENG
70
BAB 70 : PELARIAN DAN PERBURUAN
71
BAB 71 : SEBUAH JEBAKAN MASA LALU
72
BAB 72 : DIBALIK KEMATIAN KUMIKO
73
BAB 73 : TAK ADA LAGI AIR MATA
74
BAB 74 : KEMARAHAN AYAH KAWAKI
75
BAB 75 : PERSETERUAN KAWAKI DAN SOMA
76
BAB 76 : SEBUAH TANDA KEPEMILIKAN
77
BAB 77 : HARI KEBEBASAN DAN SKEMA PELARIAN
78
BAB 78 : DI BALIK RUMAH TANGGA RYOTA
79
BAB 79 : KEHANGATAN SEORANG KAKAK
80
BAB 80 : PERMINTAAN BERCERAI
81
BAB 81 : MISI PEMBUNUHAN MINNA
82
BAB 82 : PEMAKAMAN MINNA
83
BAB 83 : DRAMA DI MULAI
84
BAB 84 : NIKAHI AKU
85
BAB 85 : PERMINTAAN MENIKAH YANG MENGEJUTKAN
86
BAB 86 : KENCAN PERTAMA
87
BAB 87 : PERASAAN KANON TERHADAP HIROSHI
88
BAB 88 : SIKAP KAWAKI TAK TERDUGA
89
BAB 89 : DUEL PROSTITUSI
90
BAB 90 : PENGAKUAN CINTA KAWAKI
91
BAB 91 : MELEPAS HIROSHI
92
BAB 92 : AYAH KAWAKI
93
BAB 93 : PESONA AKARI
94
BAB 94 : DAYA PIKAT AKARI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!