BAB XVIII : MENJADI SASARAN KLAN AIHARA

Berakhirnya pertarungan, Kawaki menghampiriku menatapku dengan seksama.

“Hei…kenapa dengan dirimu?, Apakah ini pertama kalinya kamu memegang pistol?” tanya Kawaki padaku dengan wajah datar.

“Aku menembaknya, apakah dia mati?” tanyaku balik dengan wajah pucat pasif.

Kawaki memastikan tubuh yang tergeletak tidak jauh dari aku duduk. Dia mengecek denyut nadi dan nafas pria garang itu.

“Dia masih hidup, tenanglah. Apakah kamu tidak pernah membunuh orang?” tanya Kawaki sambil tersenyum sinis.

“Aku bukan dirimu, jangan samakan aku denganmu” jawabku sambil menatapnya tajam.

Dia langsung mencengkeram rahangku dengan kuat, “Menurutmu seperti apa aku? Aku bisa membunuhmu disini kalau aku mau”.

Sebuah mobil melaju kencang dari arah belakang dan berhenti di depan kami. Asahi dan si kembar beralis tebal datang menghampiri kami.

“Tuan Muda, apakah anda baik – baik saja?” tanya Asahi memastikan kondisi majikannya.

“Tentu aku baik – baik saja, mereka dari klan Aihara. Sepertinya mereka sudah mulai menyerang, tak akan aku ampuni. Lakukan misi kita secepatnya” Kawaki pun mulai tersenyum licik.

“Baik, 90% sudah kami persiapkan. Besok kita akan memaksimalkan 10% sisa dari persiapan misi tersebut” jawab Asahi.

Hatori memapahku yang lemas, “Apakah kamu baik – baik saja?”.

“Aku menembak orang” aku ku.

“Tenangkan lah dirimu, dalam hal ini kamu melakukan pembelaan diri. Tak perlu diambil pusing dan lupakan” sahut Hatori mencoba menenangkan ku.

Kawaki menatap kami dengan sinis, “Sejak kapan kalian seakrab itu?”.

“Aku hanya mencoba membantunya” kata Hatori yang masih merangkulku menolongku untuk berdiri dengan benar.

“Tinggalkan dia, biarkan dia menggunakan kakinya sendiri. Dia tidak butuh untuk ditolong” ketus Kawaki.

Hatori pun melepaskan ku, Hotaru menghampiri saudaranya.

“Mobilku habis bensin, aku akan menggunakan mobil ini (menunjuk mobil yang digunakan Asahi). Pastikan semua sudah dibersihkan, aku tak mau ada satu pun berita di media tentang malam ini. Headline News harus disaat klan Aihara binasa total” perintah Kawaki.

“Baik” kata mereka.

Kawaki menarik aku naik ke mobil, mengambil ranselku dari mobil sebelumnya.

Aku masih membeku seakan tak percaya dengan apa yang telah ku lakukan.

“Aku membunuh sejak usiaku 7 tahun, dalam duniaku senjata apapun digunakan untuk mempertahankan diri. Jadi tak perlu merasa bersalah dan mendramatisir mengenai hal itu” akunya.

Di membantuku mengenakan sabuk pengaman, memegang tanganku yang masih gemetar.

“Lihat aku” katanya mendekatkan wajahnya kepadaku.

“Tak ada yang perlu disesali mengenai malam ini, mengerti” katanya dengan tegas.

Aku hanya mengangguk dengan menatapnya datar.

Kawaki mengantarku sampai di depan rumah, tak ada kata apapun menghiasi perpisahan kami malam itu.

Ayah duduk di ruang tamu, “Chiyoo… malam sekali kamu pulang, jangan bermain sampai lupa waktu seperti ini. Diluar sangatlah berbahaya”.

“Maaf ayah, aku tadi dari rumah teman dia memintaku mengajarinya beberapa bab baru. Aku tak tahu kalau waktu cepat berlalu, sampai jam segini” kataku berbohong.

“Baiklah, masuklah ke kamarmu. Besok kamu harus berangkat sekolah, mandi dan tidurlah” kata Ayah sembari menggiringku menuju kamarku.

“Terimakasih” ucapku sembari membuka pintu kamarku.

Aku terbaring di kamar menatap langit – langit kamarku, “Mari kita coba lupakan kejadian hari ini”.

Selang beberapa hari dimana hari minggu datang.

Aku membantu Miyaki melayani pelanggan, nampak ada Hatori datang dengan kembarannya.

“Hei Chiyo…” sapanya.

“Sedang apa kamu disini?” tanyaku heran.

“Aku akan menjadi pelanggan tetap mu, sambutlah dengan baik. Aku membawa Hotaru untuk mencoba sepuasnya” jawabnya dengan penuh semangat.

“Pilihlah, aku kasih diskon hanya kali ini” kata Miyaki.

“Benarkah?” Hatori bertanya dengan mata berapi – rapi.

“Miyaki… seenaknya kamu memberikan diskon kepada customers, mereka punya banyak uang selalu berpesta – pora” protes ku.

“Kamu memang pelit” sahut Hatori.

Mereka duduk dengan beberapa kue pilihan mereka, sangat heboh saat makan. Seperti anak kecil yang menemukan permen rasa baru.

Aku menghampiri mereka, duduk satu meja.

“Kalian hari ini senggang?” tanyaku.

“Siang ini kami ditugaskan untuk bermain denganmu” kata Hotaru sedari tadi diam.

“Cih… siapa yang ingin bermain dengan kalian, pulanglah” kataku.

“Chiyo… jangan kemana pun hari ini, karena klan Aihara sudah menargetkan mu” kata Hatori dengan wajah serius.

“Kenapa aku? Dan siapa klan Aihara apa hubungannya denganku?” tanyaku bingung dan agak terkejut.

“Malam itu, adalah salah satu anggotanya. Klan Aihara memata – matai Kawaki, sedangkan kamu adalah orang yang mereka lihat beberapa kali bersamanya. Klan Aihara adalah musuh klan Endo yaitu organisasi kami berada. Kejadian malam itu mungkin akan berulang” jelas Hatori.

Degh…aku tak menyangka diriku terseret ke arus permusuhan antar kelompok mereka.

“Tenanglah, kami akan menjagamu” tambah Hotaru.

Miyaki menghampiri kami dengan wajah penuh kecurigaan.

“Kalian sedang berdiskusi apa? Kenapa serius sekali, kalian mau ada rencana apa?” tanya Miyaki menyelidik.

“Kami tidak membahas hal aneh, jangan coba untuk mencari tahu atau menguping” kataku.

“Ngomong – ngomong kalian sepertinya bukan anak SMA, dan bukan juga teman Hiroshi. Kalian sekolah dimana, bagaimana bisa kenal Chiyo?” Miyaki mulai mengintrogasi.

“Kami bertemu di pantai lantas berteman begitu saja” kata Hotaru.

“Owh ya…dimana kalian bersekolah?” tanya Miyaki memastikan.

“Kami tidak melanjutkan sekolah” aku Hotaru.

“Lantas apa pekerjaan kalian?” tanya Miyaki lagi.

“Hmm.. mereka seorang security” jawabku singkat.

“Benarkah?” Miyaki seakan tak percaya.

“Sudahlah, jangan ganggu mereka dengan banyak pertanyaan. Mereka kan pelanggan baru kita” selaku mempercepat introgasi dari Miyaki.

“Baiklah… jangan lupa beli untuk orang di rumah ya” tambah Miyaki kemudian berlalu.

Aku dan si kembar beralis tebal akhirnya bisa menghela nafas lega karena lolos dari intrograsi Miyaki.

“Intinya kami kesini menjenguk mu, sekaligus memperingatkan mu untuk berhati – hati. Sebelum misi kami selesai, posisimu tidaklah aman” tambah Hatori sebagai final dari pembicaraan kami.

Mereka pun pulang dengan membawa banyak kue, katanya akan dibagikan kepada tim. Setidaknya kali ini Hatori membawa mobil jadi muat banyak.

Disisi lain aku merasa cemas, tentang apa yang dikatakan mereka soal diriku menjadi salah satu target musuh mereka. Semoga semua ini berakhir dengan cepat.

Episodes
1 BAB I: PERTEMUAN DENGANNYA
2 BAB II : SIAPA DIA?
3 BAB III : AKU DICULIK
4 BAB IV : AKU ADALAH MAINAN KAWAKI
5 BAB V : KAWAKI ADALAH SEORANG YAKUZA!
6 BAB VI : PENGAKUAN HIROSHI
7 BAB VII : BERPAPASAN DENGAN UTA
8 BAB VIII : KARAOKE SUNAGAWA
9 BAB IX : TINDAKAN ASAHI MENJADI TANDA TANYA
10 BAB X : KEPERGIAN HIROSHI
11 BAB XI : SISI LAIN DARI KAWAKI
12 BAB XII : BERTEMU GADIS ITU [ KAWAKI]
13 BAB XIII : DIA MENARIK [KAWAKI]
14 BAB XIV : TERGODA [KAWAKI]
15 BAB XV: NASEHAT HATORI
16 BAB XVI : KEMARAHAN KAK RYOTA
17 BAB XVII : PENYERANGAN DARI KLAN AIHARA
18 BAB XVIII : MENJADI SASARAN KLAN AIHARA
19 BAB XIX : KESEPAKATAN AKU DAN KAWAKI
20 BAB XX: KEMUNCULAN HIROSHI
21 BAB 21: PERASAAN HIROSHI
22 BAB 22 : PERTUNANGAN BERDARAH
23 BAB 23 : MELARIKAN DIRI
24 BAB 24 : KEHIDUPAN BARU
25 BAB 25 : KEMATIAN KENJI
26 BAB 26 : KEMUNCULAN KAWAKI
27 BAB 27 : YOSHIKO KOBAYASHI ADALAH AKU
28 BAB 28 : SELAMAT TINGGAL NAOKO
29 BAB 29 : TRAGEDI NAOKO
30 BAB 30 : PERTEMUAN KAWAKI DAN RYOTA
31 BAB 31 : PERTEMUAN DENGAN JIRO SI IKAN BUNTAL
32 BAB 32 : KAKEK JATUH SAKIT
33 BAB 33 : KEMATIAN KAKEK
34 BAB 34 : BERTEMU HIROSHI
35 BAB 35 : KEPUTUSAN HIROSHI
36 BAB 36 : PILIHAN JIRO
37 BAB 37 : TERSEKAP DI BANGSAL BAWAH TANAH
38 BAB 38: API CEMBURU
39 BAB 39 : KANON SANG ADIK TIRI
40 BAB 40 : TANPA KASIH SAYANG
41 BAB 41 : PENGAKUAN JIRO
42 BAB 42 : PERTEMUAN DENGAN AYAH
43 BAB 43 : RENCANA PERTUNANGAN HIROSHI
44 BAB 44 : RENCANA RYOTA
45 BAB 45 : REAKSI HIROSHI
46 BAB 46 : PUNCAK KESABARAN HIROSHI
47 BAB 47 : PERTENGKARAN HIROSHI DAN KAWAKI
48 BAB 48 : OBSESI KAWAKI
49 BAB 49 : MENGINGATKAN KEPADA IBUNYA
50 BAB 50 : EVAKUASI IBU DAN AYAH
51 BAB 51 : PERTEMUAN RAHASIA
52 BAB 52 : RUMAH YANG TERBAKAR
53 BAB 53 : KEDATANGAN KANON
54 BAB 54 : PERTEMUAN KANON DAN HIROSHI
55 BAB 55 : PERKATAAN KANON
56 BAB 56 : KEMBALI KE TOKYO
57 BAB 57 : MALAM PANAS
58 BAB 58 : KEBEJATAN KAWAKI
59 BAB 59 : KEMALANGAN
60 BAB 60 : RAHASIA MASA LALU
61 BAB 61 : TUBUH YANG DIKUASAI KAWAKI
62 BAB 62 : KEHAMILAN YANG MENGEJUTKAN
63 BAB 63 : PERTEMUAN DUA KELUARGA
64 BAB 64 : KEDATANGAN SOMA
65 BAB 65 : H-1 MENUJU HARI PERTUNANGAN
66 BAB 66 : PERTEMUAN KAWAKI DAN SOMA
67 BAB 67 : PENGAKUAN KANON
68 BAB 68 : SEBUAH SURAT PERWALIAN
69 BAB 69 : PENYERANGAN KELOMPOK BERTOPENG
70 BAB 70 : PELARIAN DAN PERBURUAN
71 BAB 71 : SEBUAH JEBAKAN MASA LALU
72 BAB 72 : DIBALIK KEMATIAN KUMIKO
73 BAB 73 : TAK ADA LAGI AIR MATA
74 BAB 74 : KEMARAHAN AYAH KAWAKI
75 BAB 75 : PERSETERUAN KAWAKI DAN SOMA
76 BAB 76 : SEBUAH TANDA KEPEMILIKAN
77 BAB 77 : HARI KEBEBASAN DAN SKEMA PELARIAN
78 BAB 78 : DI BALIK RUMAH TANGGA RYOTA
79 BAB 79 : KEHANGATAN SEORANG KAKAK
80 BAB 80 : PERMINTAAN BERCERAI
81 BAB 81 : MISI PEMBUNUHAN MINNA
82 BAB 82 : PEMAKAMAN MINNA
83 BAB 83 : DRAMA DI MULAI
84 BAB 84 : NIKAHI AKU
85 BAB 85 : PERMINTAAN MENIKAH YANG MENGEJUTKAN
86 BAB 86 : KENCAN PERTAMA
87 BAB 87 : PERASAAN KANON TERHADAP HIROSHI
88 BAB 88 : SIKAP KAWAKI TAK TERDUGA
89 BAB 89 : DUEL PROSTITUSI
90 BAB 90 : PENGAKUAN CINTA KAWAKI
91 BAB 91 : MELEPAS HIROSHI
92 BAB 92 : AYAH KAWAKI
93 BAB 93 : PESONA AKARI
94 BAB 94 : DAYA PIKAT AKARI
Episodes

Updated 94 Episodes

1
BAB I: PERTEMUAN DENGANNYA
2
BAB II : SIAPA DIA?
3
BAB III : AKU DICULIK
4
BAB IV : AKU ADALAH MAINAN KAWAKI
5
BAB V : KAWAKI ADALAH SEORANG YAKUZA!
6
BAB VI : PENGAKUAN HIROSHI
7
BAB VII : BERPAPASAN DENGAN UTA
8
BAB VIII : KARAOKE SUNAGAWA
9
BAB IX : TINDAKAN ASAHI MENJADI TANDA TANYA
10
BAB X : KEPERGIAN HIROSHI
11
BAB XI : SISI LAIN DARI KAWAKI
12
BAB XII : BERTEMU GADIS ITU [ KAWAKI]
13
BAB XIII : DIA MENARIK [KAWAKI]
14
BAB XIV : TERGODA [KAWAKI]
15
BAB XV: NASEHAT HATORI
16
BAB XVI : KEMARAHAN KAK RYOTA
17
BAB XVII : PENYERANGAN DARI KLAN AIHARA
18
BAB XVIII : MENJADI SASARAN KLAN AIHARA
19
BAB XIX : KESEPAKATAN AKU DAN KAWAKI
20
BAB XX: KEMUNCULAN HIROSHI
21
BAB 21: PERASAAN HIROSHI
22
BAB 22 : PERTUNANGAN BERDARAH
23
BAB 23 : MELARIKAN DIRI
24
BAB 24 : KEHIDUPAN BARU
25
BAB 25 : KEMATIAN KENJI
26
BAB 26 : KEMUNCULAN KAWAKI
27
BAB 27 : YOSHIKO KOBAYASHI ADALAH AKU
28
BAB 28 : SELAMAT TINGGAL NAOKO
29
BAB 29 : TRAGEDI NAOKO
30
BAB 30 : PERTEMUAN KAWAKI DAN RYOTA
31
BAB 31 : PERTEMUAN DENGAN JIRO SI IKAN BUNTAL
32
BAB 32 : KAKEK JATUH SAKIT
33
BAB 33 : KEMATIAN KAKEK
34
BAB 34 : BERTEMU HIROSHI
35
BAB 35 : KEPUTUSAN HIROSHI
36
BAB 36 : PILIHAN JIRO
37
BAB 37 : TERSEKAP DI BANGSAL BAWAH TANAH
38
BAB 38: API CEMBURU
39
BAB 39 : KANON SANG ADIK TIRI
40
BAB 40 : TANPA KASIH SAYANG
41
BAB 41 : PENGAKUAN JIRO
42
BAB 42 : PERTEMUAN DENGAN AYAH
43
BAB 43 : RENCANA PERTUNANGAN HIROSHI
44
BAB 44 : RENCANA RYOTA
45
BAB 45 : REAKSI HIROSHI
46
BAB 46 : PUNCAK KESABARAN HIROSHI
47
BAB 47 : PERTENGKARAN HIROSHI DAN KAWAKI
48
BAB 48 : OBSESI KAWAKI
49
BAB 49 : MENGINGATKAN KEPADA IBUNYA
50
BAB 50 : EVAKUASI IBU DAN AYAH
51
BAB 51 : PERTEMUAN RAHASIA
52
BAB 52 : RUMAH YANG TERBAKAR
53
BAB 53 : KEDATANGAN KANON
54
BAB 54 : PERTEMUAN KANON DAN HIROSHI
55
BAB 55 : PERKATAAN KANON
56
BAB 56 : KEMBALI KE TOKYO
57
BAB 57 : MALAM PANAS
58
BAB 58 : KEBEJATAN KAWAKI
59
BAB 59 : KEMALANGAN
60
BAB 60 : RAHASIA MASA LALU
61
BAB 61 : TUBUH YANG DIKUASAI KAWAKI
62
BAB 62 : KEHAMILAN YANG MENGEJUTKAN
63
BAB 63 : PERTEMUAN DUA KELUARGA
64
BAB 64 : KEDATANGAN SOMA
65
BAB 65 : H-1 MENUJU HARI PERTUNANGAN
66
BAB 66 : PERTEMUAN KAWAKI DAN SOMA
67
BAB 67 : PENGAKUAN KANON
68
BAB 68 : SEBUAH SURAT PERWALIAN
69
BAB 69 : PENYERANGAN KELOMPOK BERTOPENG
70
BAB 70 : PELARIAN DAN PERBURUAN
71
BAB 71 : SEBUAH JEBAKAN MASA LALU
72
BAB 72 : DIBALIK KEMATIAN KUMIKO
73
BAB 73 : TAK ADA LAGI AIR MATA
74
BAB 74 : KEMARAHAN AYAH KAWAKI
75
BAB 75 : PERSETERUAN KAWAKI DAN SOMA
76
BAB 76 : SEBUAH TANDA KEPEMILIKAN
77
BAB 77 : HARI KEBEBASAN DAN SKEMA PELARIAN
78
BAB 78 : DI BALIK RUMAH TANGGA RYOTA
79
BAB 79 : KEHANGATAN SEORANG KAKAK
80
BAB 80 : PERMINTAAN BERCERAI
81
BAB 81 : MISI PEMBUNUHAN MINNA
82
BAB 82 : PEMAKAMAN MINNA
83
BAB 83 : DRAMA DI MULAI
84
BAB 84 : NIKAHI AKU
85
BAB 85 : PERMINTAAN MENIKAH YANG MENGEJUTKAN
86
BAB 86 : KENCAN PERTAMA
87
BAB 87 : PERASAAN KANON TERHADAP HIROSHI
88
BAB 88 : SIKAP KAWAKI TAK TERDUGA
89
BAB 89 : DUEL PROSTITUSI
90
BAB 90 : PENGAKUAN CINTA KAWAKI
91
BAB 91 : MELEPAS HIROSHI
92
BAB 92 : AYAH KAWAKI
93
BAB 93 : PESONA AKARI
94
BAB 94 : DAYA PIKAT AKARI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!