BAB III : AKU DICULIK

Setelah Hiroshi pergi, aku mencoba untuk tidur. Tak akan ada yang pernah tahu, apakah si vampire sialan itu kembali menghampiriku.

Malam pun tiba dengan hati yang berkecamuk, aku terus menatap jarum jam di jam dinding yang terpasang di tembok depan ranjangku. Jarum jam pendek menunjukkan angka 10, tepat pukul 10.00 malam tak akan ada yang bisa keluar masuk rumah sakit sembarangan. Kecuali mereka menyamar seperti kemarin, mereka bukanlah gerombolan anak nakal amatir. Semua yang mereka lakukan sangatlah rapi dan terorganisir.

Keheningan malam ini, tak bisa membuatku terlelap karena pikiranku sedang porak poranda karena dirinya. Saat aku mencoba memejamkan mata, ada suara langkah kaki yang menggema di lorong rumah sakit “TAP. . .TAP. . . TAP”. Aku terus menutup mataku mencoba untuk tertidur, ku raih selimut menutupi wajahku.

“SREKKKK….” Jelas suara pintu geser itu dibuka dan kembali di tutup. Langkah pelan mendekatiku, aku mencoba mengatur nafasku seolah – olah diriku tertidur. Ada yang menarik selimutku dengan kasar, “SRETTTT…”. Aku tetap menutup mataku, pura – pura tidur. Ada yang menaiki ranjang kemudian duduk diatas perutku, seakan ada jemari menggerayangi leherku. Dengus nafas seseorang aku rasakan begitu dekat dari wajahku. Dia pun berbisik pelan ditelinga kiriku, “Aku datang, sambut aku dengan mata indah mu. Atau selamanya kamu tak akan melihat dunia ini lagi”.

Seketika aku terbelalak, nafasku memburu sekujur tubuhku bergidik ngeri. Wajah datar dengan tatapan sadis itu tepat di atas wajahku, sedang memandangiku. Kedua tangannya sudah berada di leherku, dia ingin mencekik ku!.

“Kamu takut, cukup takut atau sangat takut? Pilihlah jawaban yang tepat agar kamu selamat” katanya.

“Aku tak takut padamu, puas” jawabku ketus meski aku menyadari dia sangat menakutkan.

“Benarkah? Lantas kenapa kamu pura – pura tidur, padahal kamu menungguku” sindirnya.

“Aku memang ingin tidur, dan jangan terlalu percaya diri untuk ditunggu” aku pun muak menjawabnya.

Wajahnya yang begitu datar itu, dengan mata yang sadis menatapku tanpa ekspresi. Tangannya perlahan mengeratkan pegangannya pada leherku. Aku mencoba melepaskan tangannya dengan tangan kiriku yang terinfus. Cekikannya membuatku sulit bernafas, tapi aku tetap berusaha bertahan.

“Hen..ti…kan, le..pas…kan” kataku yang tak memiliki nafas yang cukup.

Dia pun melepaskan leherku dan aku pun terbatuk sembari menata nafasku. Dia terdiam melihatku kesakitan, lantas membelai rambutku dengan kasar dan berkata “Aku sudah bilang pilihlah jawaban yang tepat, dan jangan coba untuk berbohong”.

Dia beranjak bangun dari atas tubuhku dan berdiri menjauhi ranjangku, berjalan ke arah jendela.

“Disini sangat membosankan, mari kita menghirup udara segar diluar” ajaknya yang memunggungi ku.

“Pasien dilarang untuk keluar tanpa izin” ujarku.

“Aku yang mengizinkannya, kita akan berpesta merayakan keluarnya dirimu dari rumah sakit” kata lalu menoleh ke arahku.

"Aku tak sudi berpesta denganmu, ku mohon pergilah jangan ganggu aku" tolak ku tegas.

"Siapa yang memberimu pilihan untuk menolak, semua keputusan ada di tanganku. Begitupun hidup dan matimu".

" Bukan hakmu untuk memerintah ku... " kataku terpotong.

Si ikan buntal masuk membawa sekantong plastik dan kursi roda.

“Hai apa kabar gadis nakal, aku datang menjemputmu” sapanya.

Aku mencoba menekan tombol darurat di samping ranjangku, dengan sigap si ikan buntal menghalangiku.

“Kalian ingin menculik ku, aku akan berteriak sekarang juga!” kataku dengan nada tinggi, aku sangat panik.

Lantas si ikan buntal menusukkan jarum suntik ke leherku, aku pun tak sadarkan diri.

Saat aku mencoba untuk membuka mataku, dentuman music begitu keras mulai terdengar di telingaku. Seakan getaran sound system terasa merayapi tubuhku, tercium aroma rokok yang begitu pekat. Samar – samar aku pandangi sekelilingku begitu banyak orang. “Aku dimana?” gumamku dalam hati.

Aku terbaring dengan tubuh miring di sofa menghadap meja kaca yang besar, sedangkan kepalaku diatas paha seseorang yang mengenakan celana panjang hitam. Aku memfokuskan pandanganku keatas, wajah itu sepertinya tak asing. Tepat tatapan mata kami saling bertemu, mata sadis itu dan ekspresi datar yang paling ku benci.

“Kamu sudah bangun, siapkan dirimu untuk menari di pesta ini” katanya.

Mataku terperanjat, seketika aku terbangun dari pangkuannya lalu ku tatap sekelilingku.

Tujuh orang yang sama berkumpul dalam satu ruangan bersama para wanita dewasa yang mengenakan pakaian sexy dan vulgar.

“Tamu kita sudah terbangun dari tidurnya, mari kita sambut dengan bersulang!!” teriak si ikan buntal dengan sumringah yang diapit 2 wanita dewasa dengan make up yang begitu tebal.

“CHEEERRRRSSSSS!!!”

Tempat macam apa ini dan dimana aku sekarang! Aku hanya bisa terdiam mematung sambil memperhatikan sekelilingku. Ku pandangi kakiku tanpa alas kaki, dan pakaianku berganti. Dress ketat berwarna hitam, super pendek, dengan lengan panjang, dan punggung terbuka. Apakah aku akan dijual dan dilecehkan, apakah mereka menculik ku untuk ini?!.

Si vampir sialan meraih rambutku yang terurai panjang dan menjambak ku begitu kasar dengan tangan kirinya. Lantas tangan kanannya yang sedari tadi memegang sebatang rokok yang menyala, dihisapnya dan dibuangnya kepulan asap rokok dari mulutnya kearah wajahku.

“DASAR BREN%$EK” gumamku lirih menatapnya tajam.

“Ini adalah pesta untukmu, begini caramu menanggapinya. Sangat tidak tahu diri” katanya.

Puntung rokok yang ada ditangan kanannya di masukkan ke dalam gelas berisi minuman keras lalu disiramkan kearah wajahku.

“Mari berpesta” katanya sambil tersenyum dingin.

Semua yang ada di ruangan itu berteriak kegirangan “PESTA!!!!”.

Sangat erat dia merangkul pundakku, dan meremas dengan keras ujung bahuku. Dia seakan sengaja menyakitiku, aku hanya bisa merintih kesakitan dengan hati penuh amarah dan kekhawatiran.

Seorang pria begitu tegap mengenakan jas hitam dengan setelan senada, sangat rapi mengenakan kacamata, berambut hitam, bermata sipit masuk menghampiri kami. Dia lebih tua dari si vampir, usianya sekitar 30 tahunan.

“Hei Asahi…ke marilah” kata si Vampir kepadanya.

Inilah orang yang meyelamatkan ku lewat panggilan telephone malam itu. Asahi, pria yang tak terbilang ramah dan sama dinginnya seperti si vampir.

Dia duduk disebelah kanan si Vampir, nampak dia begitu hormat dengan anak bren%$ek di sebelahku ini.

“Tuan muda Kawaki, strategi kita sudah dilancarkan sekitar 70% dari yang diharapkan” katanya. Lantas dia membisikkan sesuatu ke telinga si Vampir. Seakan memberikan report rahasia yang tak perlu banyak orang tahu.

Jadi orang di sebelahku ini bernama Kawaki, dan dia di panggil tuan muda. Seberapa berkuasanya keluarganya, apakah dia anak konglomerat atau anak Yakuza?. Tapi setidaknya aku tahu, Asahi adalah anak buahnya begitu pun dengan anak – anak muda yang mengelilingi meja yang ada di ruangan ini.

Aku harus bisa menyelamatkan diriku sendiri dari mereka, atau aku akan menjadi korban selanjutnya. Entah apa motifnya dia menculikku, aku harus mencari cara untuk melarikan diri sekarang.

Terpopuler

Comments

lyaa

lyaa

Ini baru novel keren, author kudu bangga!!

2023-08-09

3

farmy 7

farmy 7

Banyak air mata terbuang untuk cerita ini, tapi worth it!

2023-08-09

1

Graziela Lima

Graziela Lima

Cerita yang sangat inspiratif, terima kasih author!

2023-08-09

2

lihat semua
Episodes
1 BAB I: PERTEMUAN DENGANNYA
2 BAB II : SIAPA DIA?
3 BAB III : AKU DICULIK
4 BAB IV : AKU ADALAH MAINAN KAWAKI
5 BAB V : KAWAKI ADALAH SEORANG YAKUZA!
6 BAB VI : PENGAKUAN HIROSHI
7 BAB VII : BERPAPASAN DENGAN UTA
8 BAB VIII : KARAOKE SUNAGAWA
9 BAB IX : TINDAKAN ASAHI MENJADI TANDA TANYA
10 BAB X : KEPERGIAN HIROSHI
11 BAB XI : SISI LAIN DARI KAWAKI
12 BAB XII : BERTEMU GADIS ITU [ KAWAKI]
13 BAB XIII : DIA MENARIK [KAWAKI]
14 BAB XIV : TERGODA [KAWAKI]
15 BAB XV: NASEHAT HATORI
16 BAB XVI : KEMARAHAN KAK RYOTA
17 BAB XVII : PENYERANGAN DARI KLAN AIHARA
18 BAB XVIII : MENJADI SASARAN KLAN AIHARA
19 BAB XIX : KESEPAKATAN AKU DAN KAWAKI
20 BAB XX: KEMUNCULAN HIROSHI
21 BAB 21: PERASAAN HIROSHI
22 BAB 22 : PERTUNANGAN BERDARAH
23 BAB 23 : MELARIKAN DIRI
24 BAB 24 : KEHIDUPAN BARU
25 BAB 25 : KEMATIAN KENJI
26 BAB 26 : KEMUNCULAN KAWAKI
27 BAB 27 : YOSHIKO KOBAYASHI ADALAH AKU
28 BAB 28 : SELAMAT TINGGAL NAOKO
29 BAB 29 : TRAGEDI NAOKO
30 BAB 30 : PERTEMUAN KAWAKI DAN RYOTA
31 BAB 31 : PERTEMUAN DENGAN JIRO SI IKAN BUNTAL
32 BAB 32 : KAKEK JATUH SAKIT
33 BAB 33 : KEMATIAN KAKEK
34 BAB 34 : BERTEMU HIROSHI
35 BAB 35 : KEPUTUSAN HIROSHI
36 BAB 36 : PILIHAN JIRO
37 BAB 37 : TERSEKAP DI BANGSAL BAWAH TANAH
38 BAB 38: API CEMBURU
39 BAB 39 : KANON SANG ADIK TIRI
40 BAB 40 : TANPA KASIH SAYANG
41 BAB 41 : PENGAKUAN JIRO
42 BAB 42 : PERTEMUAN DENGAN AYAH
43 BAB 43 : RENCANA PERTUNANGAN HIROSHI
44 BAB 44 : RENCANA RYOTA
45 BAB 45 : REAKSI HIROSHI
46 BAB 46 : PUNCAK KESABARAN HIROSHI
47 BAB 47 : PERTENGKARAN HIROSHI DAN KAWAKI
48 BAB 48 : OBSESI KAWAKI
49 BAB 49 : MENGINGATKAN KEPADA IBUNYA
50 BAB 50 : EVAKUASI IBU DAN AYAH
51 BAB 51 : PERTEMUAN RAHASIA
52 BAB 52 : RUMAH YANG TERBAKAR
53 BAB 53 : KEDATANGAN KANON
54 BAB 54 : PERTEMUAN KANON DAN HIROSHI
55 BAB 55 : PERKATAAN KANON
56 BAB 56 : KEMBALI KE TOKYO
57 BAB 57 : MALAM PANAS
58 BAB 58 : KEBEJATAN KAWAKI
59 BAB 59 : KEMALANGAN
60 BAB 60 : RAHASIA MASA LALU
61 BAB 61 : TUBUH YANG DIKUASAI KAWAKI
62 BAB 62 : KEHAMILAN YANG MENGEJUTKAN
63 BAB 63 : PERTEMUAN DUA KELUARGA
64 BAB 64 : KEDATANGAN SOMA
65 BAB 65 : H-1 MENUJU HARI PERTUNANGAN
66 BAB 66 : PERTEMUAN KAWAKI DAN SOMA
67 BAB 67 : PENGAKUAN KANON
68 BAB 68 : SEBUAH SURAT PERWALIAN
69 BAB 69 : PENYERANGAN KELOMPOK BERTOPENG
70 BAB 70 : PELARIAN DAN PERBURUAN
71 BAB 71 : SEBUAH JEBAKAN MASA LALU
72 BAB 72 : DIBALIK KEMATIAN KUMIKO
73 BAB 73 : TAK ADA LAGI AIR MATA
74 BAB 74 : KEMARAHAN AYAH KAWAKI
75 BAB 75 : PERSETERUAN KAWAKI DAN SOMA
76 BAB 76 : SEBUAH TANDA KEPEMILIKAN
77 BAB 77 : HARI KEBEBASAN DAN SKEMA PELARIAN
78 BAB 78 : DI BALIK RUMAH TANGGA RYOTA
79 BAB 79 : KEHANGATAN SEORANG KAKAK
80 BAB 80 : PERMINTAAN BERCERAI
81 BAB 81 : MISI PEMBUNUHAN MINNA
82 BAB 82 : PEMAKAMAN MINNA
83 BAB 83 : DRAMA DI MULAI
84 BAB 84 : NIKAHI AKU
85 BAB 85 : PERMINTAAN MENIKAH YANG MENGEJUTKAN
86 BAB 86 : KENCAN PERTAMA
87 BAB 87 : PERASAAN KANON TERHADAP HIROSHI
88 BAB 88 : SIKAP KAWAKI TAK TERDUGA
89 BAB 89 : DUEL PROSTITUSI
90 BAB 90 : PENGAKUAN CINTA KAWAKI
91 BAB 91 : MELEPAS HIROSHI
92 BAB 92 : AYAH KAWAKI
93 BAB 93 : PESONA AKARI
94 BAB 94 : DAYA PIKAT AKARI
Episodes

Updated 94 Episodes

1
BAB I: PERTEMUAN DENGANNYA
2
BAB II : SIAPA DIA?
3
BAB III : AKU DICULIK
4
BAB IV : AKU ADALAH MAINAN KAWAKI
5
BAB V : KAWAKI ADALAH SEORANG YAKUZA!
6
BAB VI : PENGAKUAN HIROSHI
7
BAB VII : BERPAPASAN DENGAN UTA
8
BAB VIII : KARAOKE SUNAGAWA
9
BAB IX : TINDAKAN ASAHI MENJADI TANDA TANYA
10
BAB X : KEPERGIAN HIROSHI
11
BAB XI : SISI LAIN DARI KAWAKI
12
BAB XII : BERTEMU GADIS ITU [ KAWAKI]
13
BAB XIII : DIA MENARIK [KAWAKI]
14
BAB XIV : TERGODA [KAWAKI]
15
BAB XV: NASEHAT HATORI
16
BAB XVI : KEMARAHAN KAK RYOTA
17
BAB XVII : PENYERANGAN DARI KLAN AIHARA
18
BAB XVIII : MENJADI SASARAN KLAN AIHARA
19
BAB XIX : KESEPAKATAN AKU DAN KAWAKI
20
BAB XX: KEMUNCULAN HIROSHI
21
BAB 21: PERASAAN HIROSHI
22
BAB 22 : PERTUNANGAN BERDARAH
23
BAB 23 : MELARIKAN DIRI
24
BAB 24 : KEHIDUPAN BARU
25
BAB 25 : KEMATIAN KENJI
26
BAB 26 : KEMUNCULAN KAWAKI
27
BAB 27 : YOSHIKO KOBAYASHI ADALAH AKU
28
BAB 28 : SELAMAT TINGGAL NAOKO
29
BAB 29 : TRAGEDI NAOKO
30
BAB 30 : PERTEMUAN KAWAKI DAN RYOTA
31
BAB 31 : PERTEMUAN DENGAN JIRO SI IKAN BUNTAL
32
BAB 32 : KAKEK JATUH SAKIT
33
BAB 33 : KEMATIAN KAKEK
34
BAB 34 : BERTEMU HIROSHI
35
BAB 35 : KEPUTUSAN HIROSHI
36
BAB 36 : PILIHAN JIRO
37
BAB 37 : TERSEKAP DI BANGSAL BAWAH TANAH
38
BAB 38: API CEMBURU
39
BAB 39 : KANON SANG ADIK TIRI
40
BAB 40 : TANPA KASIH SAYANG
41
BAB 41 : PENGAKUAN JIRO
42
BAB 42 : PERTEMUAN DENGAN AYAH
43
BAB 43 : RENCANA PERTUNANGAN HIROSHI
44
BAB 44 : RENCANA RYOTA
45
BAB 45 : REAKSI HIROSHI
46
BAB 46 : PUNCAK KESABARAN HIROSHI
47
BAB 47 : PERTENGKARAN HIROSHI DAN KAWAKI
48
BAB 48 : OBSESI KAWAKI
49
BAB 49 : MENGINGATKAN KEPADA IBUNYA
50
BAB 50 : EVAKUASI IBU DAN AYAH
51
BAB 51 : PERTEMUAN RAHASIA
52
BAB 52 : RUMAH YANG TERBAKAR
53
BAB 53 : KEDATANGAN KANON
54
BAB 54 : PERTEMUAN KANON DAN HIROSHI
55
BAB 55 : PERKATAAN KANON
56
BAB 56 : KEMBALI KE TOKYO
57
BAB 57 : MALAM PANAS
58
BAB 58 : KEBEJATAN KAWAKI
59
BAB 59 : KEMALANGAN
60
BAB 60 : RAHASIA MASA LALU
61
BAB 61 : TUBUH YANG DIKUASAI KAWAKI
62
BAB 62 : KEHAMILAN YANG MENGEJUTKAN
63
BAB 63 : PERTEMUAN DUA KELUARGA
64
BAB 64 : KEDATANGAN SOMA
65
BAB 65 : H-1 MENUJU HARI PERTUNANGAN
66
BAB 66 : PERTEMUAN KAWAKI DAN SOMA
67
BAB 67 : PENGAKUAN KANON
68
BAB 68 : SEBUAH SURAT PERWALIAN
69
BAB 69 : PENYERANGAN KELOMPOK BERTOPENG
70
BAB 70 : PELARIAN DAN PERBURUAN
71
BAB 71 : SEBUAH JEBAKAN MASA LALU
72
BAB 72 : DIBALIK KEMATIAN KUMIKO
73
BAB 73 : TAK ADA LAGI AIR MATA
74
BAB 74 : KEMARAHAN AYAH KAWAKI
75
BAB 75 : PERSETERUAN KAWAKI DAN SOMA
76
BAB 76 : SEBUAH TANDA KEPEMILIKAN
77
BAB 77 : HARI KEBEBASAN DAN SKEMA PELARIAN
78
BAB 78 : DI BALIK RUMAH TANGGA RYOTA
79
BAB 79 : KEHANGATAN SEORANG KAKAK
80
BAB 80 : PERMINTAAN BERCERAI
81
BAB 81 : MISI PEMBUNUHAN MINNA
82
BAB 82 : PEMAKAMAN MINNA
83
BAB 83 : DRAMA DI MULAI
84
BAB 84 : NIKAHI AKU
85
BAB 85 : PERMINTAAN MENIKAH YANG MENGEJUTKAN
86
BAB 86 : KENCAN PERTAMA
87
BAB 87 : PERASAAN KANON TERHADAP HIROSHI
88
BAB 88 : SIKAP KAWAKI TAK TERDUGA
89
BAB 89 : DUEL PROSTITUSI
90
BAB 90 : PENGAKUAN CINTA KAWAKI
91
BAB 91 : MELEPAS HIROSHI
92
BAB 92 : AYAH KAWAKI
93
BAB 93 : PESONA AKARI
94
BAB 94 : DAYA PIKAT AKARI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!