Jasa pembunuh

"Halo. Apa ini anggota Rabbit killer?" tanya orang itu dari telepon.

"Bukan, aku bukan lagi anggota Rabbit killer meskipun aku bagian dari mereka, tetapi aku sering juga ke markas memangnya kenapa? Apa kau membutuhkan jasa pembunuhan?" tanya Yesias kembali.

"Hmmm, benar aku saat ini membutuhkan jasa pembunuh aku kira kau masih anggota Rabbit killer."

"Kalau begitu teman temanku bisa membantumu, mereka juga seorang pembunuh yang handal, bahkan suami, atau anakku juga bisa menyelesaikan hal seperti ini, jika kau berminat aku akan mengirim profil mereka," ujar Yesias mengambil foto rekan rekannya untuk dipilih.

"Boleh, kau bisa mengirimkan profil mereka agar aku murah memilihnya," ia mematikan telepon.

Yesias pun mengirimkan foto rekannya tersebut termasuk suaminya Jak, dan anaknya Frians. Foto mereka terlihat jelas sebagai profil hanya saja foro Frians yang berwarna hitam dan diberi tanda tanya, seperti foto itu di privasi siapa orangnya.

Setelah foto yang tadi masuk orang itu melihat satu persatu profil Rabbit killer yang dikirim Yesias.

"Tunggu," ia memberhentikan tepat di profil Frians.

"Nama: Jejfrians," orang itu membaca profil Frians tersebut, ia mengirim pesan ke Yesias untuk mengirim pertanyaan mengenai salah satu anak ini.

"Mereka semua menarik juga, ngomong ngomong siapa Jefrians ini? Mengapa fotonya seperti di sensor hanya berwarna hitam lalu diberi tanda tanya?"

"Karena ia adalah anakku, namanya Jefrians, namun ia lebih sering dipanggil Frians, ia juga seorang pembunuh tetapi banyak yang tak menyadari jika ia pembunuh karena mana mungkin orang percaya pada anak kecil yang masih sekolah kalau ia nekat melakukan hal hal sadis seperti pembunuhan," ujar Yesias.

"Kalau begitu aku memilihnya, dan aku memilih orang ini," ia mengirimkan foto yaitu Query.

"Baik kalau begitu aku akan mengirimkan nomornya untukmu," Yesias membagikan kontak Query agar orang itu, dan Query saling berkomunikasi."

Ia pun dengan cepat langsung menghubungi Query.

"Apa benar ini Query anggota Rabbit killer?" tanya beliau dari telepon.

"Benar, ini dengan siapa?"

"Aku Jansen, aku ingin memakai jasa pembunuhan."

"Bisa saja, kapan aku akan melaksanakannya? Aku selalu bersedia," ujar Query.

"Dalam 3 hari ini kau harus sampai ke lokasiku bagaimana?" tanya orang itu memastikan Query bisa atau tidak.

"Baik aku bisa, ngomong ngomong apa aku sendiri? Atau ada rekanku dari Rabbit killer?"

"Ada, tapi dia bukan terlibat dari Rabbit killer karena ia anak kecil yang masih sekolah," ungkapnya tanpa menyebutkan nama Frians.

"Anak kecil? Masih sekolah," firasat Query menunjukkan jika orang yang dimaksus itu adalah Frians.

"Baiklah kalau begitu, aku harus menyiapkan alat alatku dulu."

"Tidak perlu peralatanku lengkap," ujarnya.

"Meski begitu membunuh dengan alat sendiri adalah hal yang terbaik."

"Terserah padamu atur saja yang terpenting kalian sampai dalam waktu 3 hari kemari."

***

Query mempersiapkan seperti palunya, dan hanya sebuah pisau kecil yang akan ia bawa, Query juga mengeluarkan kostum berwarna hitam, dan topengnya.

"Kau terlihat sibuk amat, apa ada korban?" tanya Jak ingin menyimpan topeng, dan kaus tangan serta sepatu botnya.

"Ia, aku akan tugas buat beberapa hari ini," ujar Query.

"Kalau begitu selamat menjalankan tugasmu, aku mau pulang dulu," Jak berpamitan pada Query.

Pada saat Jak menyetir mobilnya dirinya tak sengaja berselisih dengan Frians yang berada di tengah jalan sedang di kerumuni orang orang.

"Tunggu dulu," Jak memberhentikan mobilnya.

"Sepertinya aku melihat Frians, tapi mengapa ia berada di orang ramai itu," Jak turun dari mobilnya, mendatangi kerumunan tersebut memastikan apa benar itu Frians, siapa tau hanya mirip doang.

"Frians?" tanya Jak, banyak polisi berada di situ bahkan mereka juga tak membenarkan orang orang mendekat di areal.

"Kau mau pulang tidak?"

"Baiklah," Frians, dan Jak bergandengan.

"Ada apa itu tadi? Mengapa banyak polisi di situ?"

"Ada pembunuhan, anak perempuan itu sudah dievakuasi polisi," jawab Frians santai.

"Pembunuhan?" mata Jak langsung melirik ke Frians.

"Ia, polisi sedang mencari pelaku pembunuhan anak itu, padahal ia tak menyadari jika pelaku berada di kerumunan orang orang itu," ungkap Frians tersenyum tipis.

"Tunggu dulu jangan bilang itu kau nak?"

"Benar itu aku yah, kenyataannya aku berhasil membunuh korbanku lagi."

"Dasar kau ini," Jak tertawa bangga ia juga menyapu kepala Frians sebagai bentuk rasa sayangnya.

"Tapi aku merasa kecewa yah," tiba tiba Frians murung.

"Kecewa kenapa? Apa yang kau lakukan sudah benar kau bisa menghabisi korbanmu dengan tanganmu sendiri."

"Bukan itu, aku kecewa mengapa polisi sekarang pada bodoh bodoh mereka bahkan tidak pandai berhitung."

"Memangnya mengapa nak?"

"Aku menusuk korban dengan 17 tusukan, tetapi tadi aku dengar polisi membuat laporan bahwa anak itu di tusuk dengan jumlah 9 tusukan, aku ingin membenarkannya kalau itu 17 tusukan tapi mana mungkin mereka mendengarkan anak anak sepertiku yah."

"Mau berapa tusukan pun itu tidak masalah," tak terasa mereka berdua telah sampai di rumah.

"Kalian kenapa bisa bersama?" tanya Yesias.

"Aku menemukan anakmu di jalan sewaktu pulang," ujar Jak.

"Oh ya, darimana kau Frians?"

"Perkotaan hanya jalan jalan saja."

"Itu artinya kau berada dekat lokasi pembunuhan anak perempuan bernama Meira itu?"

"Aku bahkan ada di antara mereka."

"Siapa yang membunuhnya, aku dengar penjelasan polisi pelaku belum diketahui pelaku juga menusuk sebanyak 9 tusukan."

"Yesias, tak perlu ditanyakan siapa pelakunya," potong Jak.

"Polisi tidak bisa menghitung ibu, jangan percaya jelas jelas itu 17 tusukan," lanjut Frians.

"Jadi kau yang membunuhnya ternyata? Kerja bagus," Yesias menghampiri Frians ia memeluk lelaki kecil itu.

"Aku memang membunuhnya habisnya ia yang bisa di habisi, aku bosan."

"Ehh aku hampir lupa, Frians ayo masuk dulu ibu mau ngomong denganmu," ujar Yesias serius.

"Ibu mau ngomong apa?" tanya Frians yang kini mereka berada di meja makan untuk bercerita.

"Ada seseorang yang ingin memakai jasamu dalam membunuh, ia tertarik padamu, dan Query jadi ibu hanya bisa membilang ini ke kamu nak, itu terserah kamu mau membunuh atau tidak jika tidak ingin ibu akan menyampaikan padanya untuk mencari anggota Rabbit killer lainnya.

"Aku mau, kapan aku akan berangkat melakukan pekerjaan ini?"

"Dalam 3 hari ini nak, kau harus sampai kesana," potong Jak.

"Kau tau dari mana Jak?"

"Query langsung, aku tadi malam tidur di markas saat aku menaruh peralatanku ia sibuk mempersiapkan senjatanya, jadi aku tanya saja ia mau kemana."

"Baiklah kalau begitu, itu artinya aku harus ke markas Rabbit killer, dan aku akan menjadi rekan Query dong."

"Tentu, kau sudah kenal dengannya kan?"

"Sudah, sepertinya aku tidak perlu membawa apa apa aku hanya akan membawa obeng saja, dan pisau tumpul kesayanganku."

"Yang terpenting siapkan yang terbaik untuk kau membunuh nanti," baik Jak maupun Yesias keduanya benar benar mendukung anak mereka itu.

"Hari libur kali ini akan lebih menarik untukku, aku harap libur berketerusan dalam waktu yang panjang aku akan menjadi pembunuh yang hebat," ujar Frians.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!