Para warga geram, marah, jengkel, benci pada pasangan suami istri yang berada di depan mereka.
Para warga berjejer mengelilingi pak Suparto dan Bu Narsih di iringi tatapan maut. Di tangan mereka terdapat obor.
"Kami sudah tau kebusukan kalian" ucap pak RT.
"Kebusukan? Kebusukan apa, apa yang kalian maksud sebenarnya!" Pura-pura tak tau pak Suparto.
"Ternyata kalian orang yang sudah membuat keluarga kami satu persatu mati!"
"Tega sekali kalian membuat anak-anak kami meninggal, apa salah mereka, mengapa kalian sekejam ini membunuh mereka"
"Kalian adalah warga baru, mengapa kebaikan yang kami berikan malah kalian balas seperti ini"
"Kalian benar-benar tamak, sungguh keterlaluan, kalian tidak boleh menginjakkan kaki di desa kami lagi!"
Teriakan, amukan, amarah dan unek-unek di keluarkan sehingga menghujani tubuh pak Suparto berserta Bu Narsih.
Pak Suparto dan Bu Narsih panik, tak menyangka kalau segala kebusukan yang mereka pendam pada akhirnya di ketahui.
"Apa yang kalian maksud, kami tidak mengerti" pak Suparto bersikeras tak mau mengaku padahal jelas-jelas ia telah tertangkap basah.
"Kalian telah bersekutu dengan makhluk ghoib untuk mendapatkan kekayaan, imbasnya para warga kalian jadikan tumbal demi melancarkan jalan usaha kalian, benar bukan!" Tutur pak Sugeng meluruskan apa yang terjadi.
"Tidakk, itu tidak benar, itu semua salah" elak pak Suparto.
Sudah tertangkap basah tapi masih sempat-sempatnya pak Suparto mengelak.
"Mana ada maling yang ngaku, sampai mati mereka tidak akan ngaku, sekarang ayo kita habisi mereka, bunuh mereka. Mereka akan membunuh anak dan keluarga kita kalau mereka tetap di biarkan" sorak salah satu warga tak terima akan perbuatan keji mereka.
"Setuju!"
"Setuju!"
"Setuju!"
Sorakan para warga pun terdengar heboh, pak Suparto dan Bu Narsih panik, amarah para warga tak dapat mereka padamkan.
Dengan brutal para warga menyeret pasangan suami istri itu keluar, mereka siksa habis-habisan. Kekesalan mereka lampiaskan pada sang dalang.
Penyiksaan terhadap pasangan suami istri pelaku kejahatan itu di lakukan di depan danau yang memang dekat dengan rumah mereka.
Pak Suparto dan Bu Narsih berteriak meminta ampun tapi tidak di gubris. Meski Bu Narsih tengah hamil besar tapi tetap saja tak luput dari amukan warga.
Warga yang gelap mata membunuh kedua pasangan suami istri lalu membuang jasadnya ke danau.
Keesokan harinya warga di gegerkan dengan warna danau yang berubah total, air danau yang semula berwarna bening berubah menjadi merah, semerah darah.
Ada warga yang berpendapat kalau perubahan warna air danau di sebabkan oleh kedua pasangan suami istri penyembah makhluk ghoib yang mereka bunuh dengan brutal, dan kejinya mereka lempar tubuh penjahat itu ke danau.
Kejadian buruk yang terjadi menimpa pak Suparto dan Bu Narsih tak akan pernah warga lupakan.
Danau merah atau Daurah itu akan menjadi tanda kalau pernah ada pasangan suami istri pelaku pesugihan yang telah mereka bunuh di sana.
"Begitulah ceritanya, mengapa danau ini berubah menjadi merah" ucap Amanda menyudahi cerita mistis yang bersejarah di desa Cempaka.
Rasa penasaran Arkan memang menghilang namun kini Arkan sekaligus dengan Amanda mendapatkan masalah besar.
Sosok wanita perut besar mengenakan pakaian putih yang banyak bercak darah berdiri menatap mereka dari tengah danau, wajah wanita itu berlumur darah. Di tangan wanita itu memegang sebuah kepala manusia yang berdarah-darah.
Ludah pahit terpaksa di telah oleh Arkan dan Amanda. Lirikan tajam wanita bernama Narsih, istri pak Suparto yang di aniayah oleh warga dan tewas di tempat ini terus menatap Arkan dan Amanda.
Kejadian 50 tahun silam membuat arwah pasangan suami istri gentayangan hingga detik ini. Kejadian bersejarah itu membuat danau berkesan mistis.
Pak Suparto dan Bu Narsih menjadi penunggu danau hingga hari ini, kesan mistis masih kental walau kejadian buruk itu terjadi 50 tahun yang lalu.
"Amanda ini gimana" lirih Arkan gemetaran di tatap dengan tajam oleh Bu Narsih dan pak Suparto, dua hantu yang telah membuat air danau berubah menjadi merah darah.
"Aku juga gak tau Arkan" balas Amanda sama-sama ketar-ketir.
Kisah yang Amanda ceritakan berimbas buruk padanya dan juga teman barunya, pasalnya sang penunggu danau muncul dan kini melayangkan tatapan maut seolah tak terima saat ada warga yang mengungkit masa lalu kelamnya.
"Gak ada pilihan lain ini, kita harus lariiiii" jerit Arkan kabur duluan, tak sanggup di tatap dengan sebegitu tajam oleh hantu yang serem.
Amanda pun ikut lari, kedua sejoli itu berlari meninggalkan danau dengan terbirit-birit.
Pasangan suami istri penunggu danau hanya menatap kepergian mereka, setelah tubuh anak ingusan itu tak nampak lagi, mereka langsung berubah menjadi darah dan menyatu dengan air danau.
Arkan dan Amanda berlari secepat kilat, mereka berhenti setelah menjauh dari danau.
"Huft huft huft, selamat" lega Arkan mengatur nafas yang tersengal-sengal.
Dua sosok makhluk halus penunggu danau telah berhasil membuat kepala Arkan dan Amanda cenat-cenut, tak pernah mereka bayangkan kalau penunggu Daurah akan muncul saat ada orang yang membicarakan asal muasal Daurah.
"Kenapa di danau itu ada mereka, bukannya kisah itu terjadi 50 tahun yang lalu" tersentak kaget Arkan ketika orang yang mereka bicarakan muncul di kehidupan mereka.
"Sepertinya mereka belum pergi, mereka masih menghuni danau itu. Aku juga gak nyangka kalau hari ini aku akan bertemu langsung dengan sosok makhluk halus yang dulu pernah nenek ceritakan pas aku masih kecil"
Amanda ikut shock saat di datangi oleh orang yang telah membuat sejarah di desa Cempaka. Hingga hari ini sejarah itu melekat dalam ingatan para warga yang selamat dari tumbal pesugihan yang pak Suparto dan Bu Narsih lakukan.
"Sumpah mereka serem banget tau, dengar ceritanya aja aku udah merinding, apalagi liat langsung kayak apa orang yang di ceritain" bulu kuduk Arkan tetap bangkit walau ia telah menjauh dari danau.
Ingatan cerita buruk namun bersejarah yang Amanda katakan pada Arkan masih terngiang-ngiang di benak Arkan.
"Iya, ternyata wujud asli mereka lebih serem dari pada di ceritanya" sahut Amanda ikut begidik ngeri.
"Tapi untung tau mereka gak ngejar kita, aku udah takut banget mereka akan balas dendam saat kisah mereka di masa lalu di ungkit kembali" Arkan mengucap puji syukur dapat selamat dari kedua hantu yang terkenal pada zamannya.
"Aku baru ingat, nenek aku dulu bilang sama aku buat jangan ceritain kisah mereka karena akan mereka datangin. Nenek bilang kalau orang yang udah terlanjur menceritakan akan di ganggu kurang lebih 7 hari berturut-turut" ujar Amanda teringat pada pesan neneknya.
Dulu nenek Amanda meminta Amanda untuk jangan ceritakan sama siapapun kisah horor berbau mistis yang tragis itu pada orang lain. Sebab mereka tidak akan terima kesalahan mereka di ungkit oleh anak cucu warga desa setempat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments