Jodoh

"selamat untuk pernikahanmu anakku, kau sangat cantik seperti seorang putri"

Ibu rahmi membelai rambut sambil memelukku, isak tangis tak henti mewarnai wajahnya yang kini semakin menua.

Setelah perjuangan panjang akhirnya aku dan ryan sampai ke pelaminan. Kami menikah disebuah gedung yang sangat indah dan megah, pernikahan yang kuimpikan sejak kecil kini menjadi kenyataan. Semua berkat ryan dan orangtuanya, mereka menerima kehadiranku dengan senyuman yang indah, mereka sangat baik dan memperlakukanku seperti anak mereka sendiri, melihat papa dan mama membuatku faham, mengapa ryan memiliki pribadi yang begitu hangat. Kasih sayang yang kuimpikan sejak kecil kini hadir didepan mata. Begitu pula dengan bahtera cintaku, kini mulai berlayar.

***

Masih kuingat pertengkaran yang mewarnai hubungan kami dulu, setelah menjalin hubungan yang begitu dekat, saat kufikir bosku sangat memanusiakan aku, tiba-tiba saja berita besar sampai ke telingaku.

Pagi itu saat sampai ditempat kerja aku masuk lewat pintu belakang karena sepatu yang kupakai tak sengaja menginjak lumpur, aku bermaksud membersihkannya sebelum memasuki toko agar tak mengotori lantai yang sudah begitu bersih. Namun saat masuk keruangan karyawan, aku mendengar dua pegawai lainnya sedang berbincang, aku tak bermaksud menguping, hanya saja saat masuk aku mendengar mereka membicarakanku. Mereka berkata bahwa aku adalah wanita paling beruntung karena dispesialkan oleh kekasihku dan juga ibunya.

Saat itu aku sangat penasaran, siapa yang mereka maksud? Kekasihku dan ibunya? Seingatku aku tak pernah membicarakan siapapun kepada mereka, apalagi mengenai kekasihku dan ibunya. Lagipula siapa kekasihku? Saat hatiku sedang bertanya tanya seperti itu tiba-tiba salah seorang diantara mereka berbicara lagi.

"bagaimana ceritanya sampai aina tidak tau bahwa bu rahayu adalah calon mertuanya?"

duarr.. Rasanya sesuatu menggelegar dalam hatiku.

Bu rahayu? Calon mertua? Apa maksud mereka?

"katanya pak ryan sudah mengejar aina sejak dia duduk dibangku SMA, namun aina selalu menolaknya. Bahkan sampai saat ini aina masih belum membuka hatinya untuk pak ryan, padahal perjuangan pak ryan sudah sejauh ini, pak ryan bahkan membuat ibunya membuat toko baju sebesar ini hanya untuk memperjuangkan aina" jelas salah seorang diantara mereka.

"beruntung ya menjadi aina, diperlakukan sebegitu spesialnya oleh pria yang sempurna seperti pak ryan.. Dia tampan, baik dan kaya raya, plus juga keluarganya begitu bersahaja, benar-benar pria idaman, andai aku yang dikejar, akan langsung kuminta dia menikahiku hahaha" jawab salah seorang diantara mereka.

"tapi kenapa aina terus menerus menolak ya? Dan kenapa bu rahayu harus menyembunyikan identitasnya? Apakah sebegitu tak sukanya aina pada pak ryan? Padahal bu rahayu begitu berseri-seri saat menceritakan tentang aina kepada kita, seolah dia sangat bangga ada aina disisi pak ryan"

"menurut bu rahayu itu merupakan salah satu perjuangan mereka untuk mendapatkan hati aina"

"kalau begitu nnti aina akan menjadi bos kita?"

"tentu saja"

"tapi aku senang andai aina menjadi bos, dia wanita yang baik dan bertanggung jawab"

"aku setuju"

Tak kusangka saat sedang terpaku didepan pintu, kedua karyawan itu keluar, mereka terperanjat saat melihatku berdiri, begitupula dengan aku yang sejak tadi membeku.

"aina" ucap rina, salah satu dari mereka. Sedangkan ayu lawan bicaranya hanya terpaku dan mematung. Mereka seolah ingin menjelaskan banyak hal, namun aku yang tengah shock segera berlari keluar dan pulang.

Sepanjang perjalanan aku menangis, berbagai macam perasaan kurasakan, rasa sakit karena telah dibohongi dan dikhianati merasuk semakin dalam. Aku benci ryan, aku sungguh membencinya. Dia telah mempermalukanku dihadapan mereka, dihadapan ibu dan teman-temanku. Supir bus dan penumpang tak sedikit yang memperhatikanku, namun dengan perasaan seperti ini rasanya itu tak penting lagi.

Tak berselang lama aku sampai dirumah, aku segera berhambur kepelukan ibu rahmi, aku menangis sejadi-jadinya. Ibu yang melihatku seperti itu menjadi panik, dia mencecarku dengan pertanyaan yang sama, ada apa? Sambil memeluk dan membelai rambutku. Saat itu tak ada yang ingin kukatakan, yang kuinginkan hanya menangis sampai rasa sakitku hilang.

Zidan adikku menghampiri saat melihatku menangis, bocah kecil itu merangkak menghampiriku, ia kemudian menepuk nepuk punggungku sambil tertawa riang, kepedihan yang kurasakan seketika mereda, aku segera menggendong dan memeluknya. Zidan kemudian menyentuh-nyentuh pipiku, seolah dia faham dengan tangisku, seolah ia sedang menghapus air mataku.

Beberapa menit berlalu, tangisku mulai mereda sedangkan zidan tertidur dipangkuanku, aku duduk diteras dihadapan ibuku yang tengah duduk dikursi ruang tamu, saat aku datang beliau sedang duduk santai mengawasi zidan yang sedang bermain, aku menghambur padanya sambil berlutut dan memeluk kakinya.

"ada apa aina? Kenapa kau menangis?" tanya ibu lembut.

"bu, ryan telah berbohong padaku" ucapku lirih.

"berbohong bagaimana maksudmu?"

"bu rahayu, orang yang selama ini mempekerjakanku ternyata adalah ibu kandungnya"

"apa? dari mana kau tau?"

"aku tidak sengaja mendengar percakapan karyawan bu"

Aku menceritakan segala sesuatunya kepada ibu, tentang bagaimana mulanya aku bekerja, bagaimana aku diperlakukan, dan bagaimana aku mendapatkan posisi sebagai kepala toko disaat aku baru pertama kali bekerja. Mendengar penjelasanku bukannya kesal atau marah, ibu justru tersenyum.

"bolehkah kukatakan bahwa itu merupakan perjuangan?" tanya ibu menyelidik.

"tapi bu, tidak seperti ini caranya"

"aina, selama ini kau terus menerus menolak bantuan ryan, bagaimana mungkin dia melanjutkan perjuangannya dengan menyertakan ibunya? Bukankah dia fikir kau akan semakin marah?"

"tapi bu...."

"aina, boleh ibu memberikan sedikit pendapat?"

Aku hanya menatap ibu dengan bingung.

"aina, yang dikatakan teman-temanmu itu benar, kau itu gadis yang beruntung, kau sangat pantas mendapatkannya. Kau dicintai oleh ryan sebegitu besarnya, sejak kau kecil sampai dewasa seperti ini. Ryan selalu ada dimasa-masa sulitmu, ibu benar bukan? Ibu yakin ryan pun sebenarnya tak ingin membohongimu, apalagi ibunya, tapi mungkin sejauh ini hanya itu yang bisa mereka lakukan untuk mendekatimu, mari kita lihat sisi baiknya, redakan amarahmu, yakinlah bahwa apa yang mereka lakukan adalah demi dirimu"

"kau bilang kau menolak semua tawaran ryan ketika dia ingin membantumu, lalu dia bisa apa selain berbohong? Ibu yakin dia hanya ingin memberikan yang terbaik untukmu" lanjut ibu.

"lalu apa yang harus kulakukan bu?" tanyaku sambil berurai air mata.

"bicarakan dengan ryan, ingat jangan sampai menggunakan emosi, mintalah ryan untuk menjelaskan segala sesuatunya, dan kepada ibu rahayu, ibu yakin kau lebih tau apa yang harus kau katakan padanya, ibu tau kau anak yang baik, kau tidak mungkin mengambil tindakan yang dapat menyakiti hati orangtua" ibu berkata dengan wajah yg begitu teduh, beliau tak henti membelai rambutku, air matanya menetes, aku bisa merasakan cinta ketika menatapnya.

Saat suasana hening tiba-tiba suara yang begitu familiar terdengar memanggil namaku, sambil terus menerus mengetuk pintu disertai dengan suara seorang wanita yang memanggil-manggil nama ibu. Ibu bergegas berdiri hendak membuka pintu, sedangkan aku berlari kekamar sambil menggendong zidan. Meski sakit hatiku sudah sedikit terobati namun rasanya aku belum siap untuk bertemu dengan mereka saat ini.

Aku duduk menunggu kabar ibu didalam kamar, tiba-tiba bu rahayu masuk.

"aina anakku, bisakah kita bicara? Mama ingin menjelaskan semuanya, maafkan mama telah membohongimu selama ini, maukah kau mendengarkan penjelasan mama dan ryan?"

Bu rahayu berbicara sambil berdiri didepan pintu, aku yang duduk diatas ranjang segera bangkit dan berjalan keluar kamar mengikuti bu rahayu.

Aku yang tadinya sudah merasa sedikit tenang kembali terperanjat saat melihat seorang pria paruh baya ikut duduk bersama ryan dan ibu, pria yang kukenal sebagai kerabat ryan.

Kamipun duduk berlima, suasana terasa hening dan menegangkan, tiba-tiba suara ryan memecah keheningan.

"aina, maafkan aku, aku mendengar semuanya dari rina dan ayu, itulah sebabnya kami segera datang kemari"

"aina, awalnya aku memang hendak mengenalkanmu pada kerabat dan teman-temanku, tapi saat itu toko mereka sedang tak memerlukan karyawan, aku bisa saja memohon agar mereka tetap mempekerjakanmu, tapi kau pasti akan kebingungan saat bekerja, karena memang tak banyak yang bisa kau lakukan, karena semua pekerjaan sudah ditugaskan kepada masing-masing karyawan" ucap ryan menjelaskan dengan nada menyesal.

"kemudian aku berinisiatif menelepon ibu, maksudku agar ibu membantuku berbicara dengan koleganya, tapi saat itu ibu sangat ingin bertemu denganmu, dia ingin lebih banyak mengenalmu karena memang aku sering bercerita tentangmu dirumah, kebetulan ibu baru saja membangun sebuah tempat, tadinya ibu ingin membuka salon, tapi mengingat kau tak berpengalaman dengan banyak orang, dan karena ibu sangat ingin bertemu denganmu akhirnya ibu membuatnya menjadi toko pakaian, salahku tak mendiskusikannya denganmu terlebih dahulu, karena aku takut kau akan menolak lagi" lanjut ryan berbicara.

"mama yang salah nak, mama meminta ryan untuk menyembunyikan semuanya darimu, karena kau terus menerus menolak ajakan untuk makan malam dirumah kami. Mama sangat penasaran saat itu, mengapa ryan begitu sayang padamu, mama pikir kau pasti wanita yang sangat spesial. Maafkan mama yang begitu egois, mama mohon jangan marah, tolong maafkan kami" ucap bu rahayu seperti menahan tangis.

Memang kuakui aku sering menolak ajakan ryan untuk bertemu dengan keluarganya, aku malu dan tak percaya diri, perbedaan kasta diantara kami begitu tinggi, tidak mungkin aku bisa menyesuaikan diri dengan mereka. Terlebih lagi aku juga bukan siapa-siapa bagi ryan, hanya teman semasa remaja.

"papa juga ingin meminta maaf karena telah ikut membohongimu, maafkan papa, papa sangat bahagia ryan jatuh cinta pada wanita seperti dirimu, papa harap kalian tidak berpisah karena kesalahan bodoh kami" ucap pria paruh baya itu. Dan seperti yang kuduga, dia memang ayah kandung ryan.

Mendengar penjelasan mereka semua hatiku mulai melunak, aku merasa malu karena sejatinya kesalahan yang mereka perbuat adalah hasil kekeras kepalaanku sendiri. Aku yang terlalu banyak berpikir buruk tentang mereka, padahal yang tidak kupercaya sejatinya adalah diriku sendiri. Aku mengakui bahwa aku mencintai ryan, tapi aku terlalu takut untuk menjalin sebuah hubungan hingga aku terus menerus menyangkalnya, aku mengandalkannya sebagai seorang teman padahal jauh dilubuk hatiku dia telah menjadi separuh jiwaku.

"pak, bu maafkan aku juga telah keras kepala dan bersikap tidak sopan selama ini, aku selalu enggan menyapa kalian padahal aku terus menerus bergantung kepada ryan, aku merasa malu, tidak seharusnya aku bersikap kekanak-kanakan seperti ini" ucapku kepada mereka.

"tidak sayang, kau tidak bersalah, kamilah yang sudah tua tak bisa membimbingmu, kami tak memberikan contoh yang baik bagi kalian" sanggah ayah ryan.

"nak, bisakah kau memanggil kami mama dan papa? Sama seperti ryan memanggil kami, bisakah kau menjadi anak kami yang sebenarnya?" tanya bu rahayu sambil menghampiriku dan berlutut dihadapanku. Aku merasa tak pantas diperlakukan seperti itu, aku segera meraih bu rahayu dan memintanya bangkit.

"sayang, kita harus memberi aina waktu" suaminya segera meraihnya dan memberikan isyarat agar bu rahayu tidak membuatku kebingungan.

"aina, maukah kau menikah denganku?" tiba-tiba ryan berbicara.

Aku terperangah mendengar pernyataannya, namun segera aku menyadarkan diriku sendiri agar bersikap dewasa disaat sepenting ini.

"kau tidak perlu menjawab sekarang, aku akan..."

"aku bersedia" aku memotong pembicaraannya dan segera memberinya jawaban pasti. Aku telah sadar akan perasaanku selama ini, dan aku tak ingin lagi membuatnya merasa tergantung.

Seketika ruangan menjadi riuh, kedua orangtua kami bersorak sambil menangis bahagia. Ibuku dan mama berpelukan, sedangkan papa memeluk dan memberi selamat kepada ryan, seketika suasana rumah menjadi begitu hangat. Aku tenggelam kedalam tangis bahagia, kini aku dikelilingi oleh orang-orang yang begitu tulus mencintaiku. Ibu dan mama memelukku dengan erat, mereka menghujaniku dengan doa dan belaian yang begitu hangat sampai kemudian ryan menghampiriku. Melihat kami saling berhadapan orangtua kami segera memberi kami ruang. Dan tanpa rasa canggung ryan memelukku sambil berbisik "aku mencintaimu".

***

Sore itu resepsi pernikahan kami telah selesai. Kedua orangtua ryan selalu bertanya mengenai pernikahan impianku, dan mereka dengan senang hati merealisasikannya. Aku menikah dengan pesta yang sangat meriah. Dan yang lebih membahagiakan adalah, zahwa dan aliyah datang memberiku untaian doa dan ucapan selamat. Kami berkumpul dalam kembali dalam suasana bahagia, kami menangis dan berpelukan.

Setelah resepsi berakhir ryan membawaku ke sebuah rumah megah nan mewah tak jauh dari toko tempatku bekerja, dia memberiku sebuah kunci dan berkata bahwa itu akan menjadi tempat tinggal kami mulai sekarang. Ryan beberapa kali meyakinkan ibu rahmi agar mau tinggal bersama kami, namun ibu menolak dengan halus, ibu berkata bahwa dia ingin tetap dirumah lama kami bersama dengan kenangan ayah yang tertinggal.

Sementara aku masih terkesima dengan rumah megah ini, mama dan papa menghampiri dan berkata bahwa toko pakaianpun kini resmi menjadi milikku, mama memohon agar aku menerimanya karena menurut mama sejatinya toko itu dibangun untuk memperjuangkanku, maka akulah yang paling berhak untuk melanjutkannya.

Kebahagiaan bertubi-tubi datang padaku, banyak hal tak terduga kini menjadi milikku. Selain telah resmi memiliki pendamping, kini aku juga telah mampu menghidupi ibu dan adikku dengan lebih layak. Terimakasih tuhan, kebaikan ini akan senantiasa kusebarkan. Terimakasih atas tempaan yang kau berikan selama ini, tempaan itu telah menjadikanku pribadi yang lebih kuat hingga mampu mengantarkanku ketitik ini.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!