Setelah pertemuan yang tak terduga dengan Presiden, Fadhil merasa semakin terombang-ambing dalam perasaannya. Dia merasa seperti ada magnet yang menariknya pada wanita itu. Pesona dan kharisma Presiden Zahra begitu memukau, membuat jantung Fadhil berdebar kencang setiap kali bertemu.
Namun di saat yang sama, hatinya juga belum sepenuhnya bisa melupakan Rara, kekasihnya sewaktu SMA dulu. Rara adalah cinta pertama Fadhil, yang telah mengisi hari-harinya dengan canda dan tawa masa remaja. Meski hubungan mereka kandas di tengah jalan, Fadhil masih sering terkenang dengan kenangan manis bersama Rara.
Kehidupan Fadhil kini menjadi lebih rumit dengan kehadiran pilihan-pilihan dari sistem misterius yang tiba-tiba muncul di ponselnya. Sistem itu seolah bisa membaca pikirannya dan mengetahui dilema yang tengah dia hadapi. Meskipun Fadhil berkali-kali dengan tegas menolak untuk bermain dengan sistem tersebut, rasa penasarannya masih terus mengganjal di benaknya.
Sementara itu, kabar pertemuannya dengan Presiden Zahra tersebar luas di antara teman-teman dan kerabatnya. Mereka memberi selamat dan menggodanya atas kesempatan langka yang didapatkan Fadhil. Beberapa bahkan mengusulkan agar Fadhil mencoba mendekati Presiden Zahra lebih jauh.
"Siapa tahu kamu beruntung dan bisa menjadi pasangan Presiden, Fadhil!" ujar Aldi, salah satu teman dekatnya.
Namun Fadhil hanya tersenyum sopan menanggapinya. Dalam hati dia merasa itu mustahil terjadi. "Presiden Zahra adalah sosok luar biasa yang sangat berpengaruh dan memiliki tanggung jawab besar untuk negeri ini. Aku hanya pemuda biasa, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengannya," pikir Fadhil.
Pada suatu hari, Fadhil tidak sengaja bertemu kembali dengan Rara di sebuah toko buku langganan mereka dulu. Rara terlihat cantik seperti dulu, membuat jantung Fadhil berdebar kencang. Mereka pun mengobrol canggung, mencoba mengulang kembali kenangan di masa lalu.
Rara masih sama ramahnya, dia bertanya kabar Fadhil dan mendengarkan dengan penuh minat cerita Fadhil tentang pekerjaan dan kehidupannya saat ini. Senyumannya yang manis seolah membawa Fadhil kembali ke masa SMA dulu, saat mereka masih berstatus sepasang kekasih.
Meski begitu, Fadhil sadar bahwa kembali bersama Rara bukanlah pilihan bijak untuknya saat ini. Mereka berdua kini telah tumbuh dewasa dan memiliki prioritas hidup yang berbeda. Mungkin Rara memang cinta pertamanya, tapi itu bukan berarti dia adalah cinta terakhir dalam hidup Fadhil.
Setelah pertemuan singkat itu, Fadhil makin terpaku memikirkan Rara dan kenangan manis sewaktu remaja dulu. Di satu sisi, itu membuatnya sedih karena menyadari hubungan mereka yang telah berakhir. Namun di sisi lain, perasaannya pada Presiden Zahra kian mendalam, membuat hatinya galau.
Fadhil merasa seperti berada dalam simpang jalan. Di satu sisi ada Rara, cinta monyet masa lalunya yang tak terlupakan. Di sisi lain ada Zahra, sosok memukau yang perlahan mulai mengisi relung hatinya. Fadhil bimbang harus memilih yang mana.
Kegalauan Fadhil semakin memuncak ketika suatu malam sistem misterius itu kembali muncul di ponselnya. Kali ini Fadhil diberi pilihan yang harus segera dia tentukan. Dengan berat hati, Fadhil pun memutuskan untuk menjawab panggilan takdir tersebut. Kini dia telah berada di persimpangan jalan, dan harus menentukan arah tujuan hidupnya selanjutnya.
Bagaimana Fadhil akan memilih? Akankah dia kembali pada Rara, cinta monyet masa lalunya? Atau justru memilih Zahra, sosok memukau yang kini mulai menggetarkan hatinya?
Sungguh dilema berat yang harus segera dijawab, sebelum sang waktu kembali berputar dan kesempatan itu hilang selamanya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Rama Dwi P
jangan terlalu naif lahh MC nya
2023-07-28
3