...“Tulus ku nyata, namun sayang makhluk seperti mu terlalu buta menyadari nya”...
...†★†...
Pagi pun datang dengan cepatnya, terlihat kicauan burung mulai terdengar nyaring ditelinga. Banyak pelayan yang mulai mengerjakan pekerjaan masing-masing dengan tertib.
Dengan langkah tergesa Caroline berlari tanpa memperdulikan penampilan nya yang jauh dikatakan baik. Hanya satu tujuan nya yaitu memberi tahukan apa yang ia lihat kepada Lucifer dengan harapan agar Lucifer dapat berhati-hati.
Karna ketergesaan nya membuat tubuh Caroline tanpa sengaja menabrak tubuh lady carlis yang berjalan berlawanan ke arah nya.
Tubuh lady carlis hampir saja terpental jika dia tidak dengan cepat menyesuaikan keseimbangan nya.
"Maaf." Ucap Caroline datar. Sungguh tidak ada lagi sikap kagum Caroline pada lady carlis setelah mengetahui semuanya.
"Sepertinya kamu terlalu terburu-buru di pagi yang cerah ini pelayan Carol?" Seru lady carlis dengan ramah nya, yang sayangnya sudah tidak lagi berasa di Caroline.
"Tentu lady, ada sesuatu hal yang harus saya beritahukan kepada yang mulia." Ucap Caroline tegas dengan sorot mata yang tajam melihat ke arah lady carlis.
Lady carlis yang merasa aneh dengan tatapan mata Caroline berusaha abai, dan tersenyum manis.
"Kalau begitu, maaf jika saya menghalangi anda pelayan Carol." Seru lady carlis sekali lagi dan memberi kan Caroline jalan.
Dengan masih menatap ke arah lady carlis Caroline berjalan melewati nya dengan tatapan dingin. Perubahan yang sangat luar biasa lady carlis rasakan pada Caroline. Perasaan was was tanpa terduga timbul dari dalam diri lady carlis.
"Pembicaraan apa yang membuat pelayan itu sangat terburu-buru? Dan tatapan apa itu? Dia mencurigakan." Gumam lady Carlis. Tanpa banyak berpikir lady carlis ikut putar haluan dan mengikuti Caroline secara diam diam.
Caroline berusaha berjalan lebih cepat karna ia rasa masalah ini tidak boleh di pendam oleh nya lebih lama lagi. Persetan dengan percaya atau tidak nya Lucifer padanya.
Disini lah Caroline sekarang, tepat di depan pintu kamar Lucifer. Penjaga yang mengetahui bahwa Caroline merupakan pelayan pribadi milih raja nya hanya diam ketika Caroline dengan santai nya masuk ke dalam sana.
Netra Caroline melihat kamar Lucifer yang hampir beberapa minggu tidak pernah ia masuki lagi. Masih sama, ya itu lah yang di pikirkan Caroline ketika melihat sudut ruangan yang tidak berubah. Seketika Caroline teringat dengan cerita liodra yang mengatakan jika Lucifer dengan lady carlis tidur bersama, apakah benar di kamar tidur Lucifer?
Bukan meragukan, hanya saja Caroline tidak menemukan tanda tanda barang wanita di dalam kamar Lucifer. Jadi bisakah Caroline berpikir positif sekarang?
"Apa yang kau lakukan di kamar ku?" Ucap Lucifer datar yang baru saja keluar dari kamar mandi miliknya.
Caroline menatap mata tajam Lucifer dengan perasaan yang entah lah dia sendiri pun tidak tahu. Perasaan rindu, dan sedikit kekesalan mungkin.
"Apa sekarang kau menjadi bisu? Lancang sekali masuk ke kamar seorang raja tanpa meminta ijin." Ucap Lucifer kembali dengan nada datar nya.
"Maaf sebelumnya yang mulia, saya kesini karna ada hal yang ingin saya sampaikan.."
Lucifer menarik alis nya serasa tertarik dengan pembicaraan yang akan Caroline katakan.
"Kalau begitu duduk lah terlebih dahulu, tidak baik mengobrol sambil berdiri." Balas Lucifer datar dan berjalan menuju sofa yang berada di kamar itu diikuti oleh Caroline yang berjalan dibelakang nya.
"Sekarang katakan? Hal apa yang membuat mu datang kemari hingga melupakan ijin untuk masuk ke kamar seorang raja?" Seru Lucifer tajam setelah mendudukkan dirinya di sofa.
"Hal yang sangat penting menyangkut tentang anda yang mulia." Kata Caroline tegas.
"Jangan bertele-tele, katakan dengan cepat! Aku tidak memiliki waktu untuk menanggapi perkataan konyol mu." Sarkas Lucifer. Caroline menatap sedih Lucifer.
"Dia benar benar berubah." Seru caroline dalam hati.
"Saya ingin memberi tahu bahwa yang mulia harus lebih berhati-hati dengan lady carlis!"
"Kenapa aku harus?" Tanya Lucifer.
"Lady carlis adalah tunangan ku, untuk apa aku berhati hati pada tunangan ku sendiri?" Lanjut Lucifer.
"Maaf yang mulia, lady carlis tidak sebaik yang anda kira dia sedang merencanakan hal buruk untuk anda." Tegas Caroline dengan sorot penuh keyakinan. Lucifer mengkerut kan dahi nya karna masih bingung dengan perkataan Caroline.
"Kau tahu, menuduh seorang bangsawan tanpa ada bukti dapat membuat kau di jatuh kan hukuman mati." Jelas Lucifer datar.
"Saya tahu, saya mengatakan ini karna saya mengatakan hal yang sebenarnya yang mulia.."
"Lady carlis bertemu dengan seorang pria tadi malam, saya tidak dapat melihat wajah pria itu dengan jelas yang pasti pria itu memiliki rambut berwarna silver."
"Mereka berdua ingin membu---"
"Keterlaluan!" Ucap seseorang tiba-tiba yang memotong perkataan Caroline.
Lady carlis masuk ke dalam dengan wajah yang sudah memerah menahan amarah. Dengan kasar ia menampar wajah Caroline.
'PLAK' suara tamparan keras lady carlis ke wajah Caroline.
"Pelayan kurang ajar, fitnah apa yang kau ucapkan pada yang mulia ha?" Seru lady carlis emosi.
Sukurlah lady carlis mengikuti caroline karna rasa was was yang ia rasakan, dan ternyata benar pertemuan nya dengan kekasihnya tadi malam diketahui Caroline bahkan rencana busuk yang ingin ia jalan kan.
Tidak akan lady Carlis biarkan Caroline menceritakan rencana apa yang akan dia lakukan untuk Lucifer, oleh karna itu dengan cepat ia memotong perkataan Caroline dan membuat peran seakan dia difitnah oleh Caroline.
"Kenapa lady? Kau takut jika aku memberi tahu kepada yang mulia?" Tantang Caroline.
"Dasar kau perempuan jalang, kau ingin menghancurkan hubungan ku dengan Lucifer kan? Iya kan?" Tuding lady carlis dengan emosi.
"Kau yang perempuan jalang, jalang kok teriak jalang!! Gak malu apa woy kau itu udah punya tunangan malah ketemu sama lelaki lain." Semprot Caroline tak kalah emosi. Enak saja dia dibilang jalang, jelas disini sebenarnya siapa jalang sesungguhnya.
"Kau--!"
"HENTIKAN!" Tegas Lucifer dengan nada tajam nya.
Baik lagi carlis dan Caroline terdiam namun mata mereka tidak saling melepaskan satu sama lain.
"Caroline lanjutkan apa yang ingin kau katakan!" Perintah Lucifer dengan dingin. Caroline tersenyum bahagia dan menatap lady carlis dengan tatapan mengejek lain hal nya dengan lady carlis yang merasa ketar ketir.
"Yang mulia tadi malam saya melihat lady carlis bertemu dengan seorang lelaki di taman belakang yang sangat jarang didatangi."
"Saya melihat mereka berpelukan dan berencana untuk membunuh anda." Jelas Caroline dengan sorot mata penuh tekad berharap Lucifer percaya kata katanya.
Namun bukan lady carlis namanya jika dia membiarkan kemenangan di raih oleh Caroline, perlu diingatkan sekali lagi bahwa lady carlis adalah wanita licik.
"Apa sebegitu nya kau ingin hubungan ku dengan Lucifer hancur? Hingga membuat cerita bohong yang sangat luar biasa itu?" Lirih lady carlis.
"Aku mengatakan apa yang kulihat dan kudengar, sama sekali itu bulan cerita bohong!" Ucap caroline yang jengah dengan drama yang dibuat lady carlis.
Lady carlis menggeleng dan menatap ke arah Lucifer dengan air mata yang sudah luruh.
"Yang mulia, hamba di fitnah!"
"Bagaimana saya bisa mengkhianati anda, sedangkan anda tahu bagaimana ayah saya sangat hormat pada anda."
Seru lady carlis.
"Yang mulia beri saya keadilan, saya adalah tunangan anda! Bukan kah seharusnya dia harus menyertakan bukti jika ingin menuduh saya hal yang tercela seperti tadi?" Seru lady carlis lagi dengan air mata buaya nya.
Lucifer hanya diam dan masih menatap Caroline tajam, tidak tahu entah apa yang sedang dia pikirkan saat ini.
Ada perasaan ragu Lucifer kepada lady carlis setelah Caroline memberi tahu fakta yang entah kenyataan atau tidak kepada Lucifer.
Tahu jika Lucifer mulai meragukan nya, lady carlis putar otak mencari cara.
"Yang mulia, pertunangan kita sudah lama terjalin dan hanya hitungan bulan mungkin kita akan menikah.."
"Apakah anda tidak percaya pada tunangan anda sendiri dan lebih percaya orang asing seperti dia?" Tanya lady carlis dengan nada sendu nya.
Caroline hanya diam dan menanti kan keputusan apa yang Lucifer berikan.
Lucifer menghela nafas, dan menatap lady carlis lembut tangan nya terulur menangkap tangan lady carlis dan membawanya duduk di pangkuan Lucifer. Baik lady carlis dan Caroline terkejut dengan tindakan Lucifer.
Dengan lembut Lucifer mengusap air mata lady carlis.
"Aku percaya kepadamu." Tiga kata yang membuat Caroline merasakan rasa sesak di dadanya. Nafas nya tercekat dan hampir saja air mata jatuh dari matanya.
Lady Carlis tersenyum manis padahal dalam hatinya ia bersorak kemenangan dan dengan tanpa malu nya ia mengecup bibir Lucifer sekilas.
"Terimakasih anda mempercayai saya." Seru lady carlis.
"Lalu apa yang akan anda lakukan kepada orang yang sudah memfitnah saya yang mulia?" Rengek lady carlis. Caroline yang masih berusaha menahan tangis nya menatap nyalang ke arah lady carlis.
Lucifer pun kembali mengalihkan pandangan nya ke arah Caroline.
"Tidak ku sangka kau selicik ini Carol.."
Ucap Lucifer dengan datar nya. Caroline tidak lagi mengelak karna ia rasa percuma jika apa yang ia katakan sama sekali tidak di percayai oleh Lucifer.
"Selicik ini kah kau ternyata? Hah ternyata manusia benar benar makhluk kotor seperti yang aku pikirkan..." Lanjut Lucifer.
"Menuduh tunangan ku selingkuh, tapi kau tidak memiliki bukti! Jika mengikuti peraturan seharusnya detik ini kau sudah tidak memiliki kepala Carol." Ucap Lucifer tegas.
Caroline hanya diam dan menatap Lucifer dengan tatapan kekecewaan nya. Jujur lucifer merasa terganggu dengan tatapan Caroline namun lagi dan lagi sikap nya yang egois dan kurang peka nya ia dengan perasaan berhasil membuat nya buta.
"Tapi bersyukurlah dirimu karna aku tidak akan melakukan hal itu kepada dirimu." Seru Lucifer. Lady carlis yang awalnya bahagia mengira Caroline akan dihukum mati pun menyerit heran.
"Aku pernah berkata, tidak akan pernah membebaskan mu dari kastil ku sebelum aku puas! Dan keinginan mu untuk pergi dari kastil ini membuat aku yakin dengan keputusan ku."
"Caroline dengan ingin aku menyatakan kau di berhenti kan menjadi pelayan ku dan kau di usir dari kastil ku tanpa jasa kehormatan karna fitnah tidak berdasar mu kepada tunangan ku." Tegas Lucifer memberikan hukuman.
Tak lagi bisa ditahan, caroline menutup matanya dan dengan perlahan air matanya mengalir dari sela mata nya yang tertutup.
"Apakah anda keberatan?" Seru Lucifer dengan formal nya yang semakin membuat rasa sakit di hati Caroline.
Caroline membuka matanya dan menatap mata dingin Lucifer. Senyum penuh kesakitan ia berikan untuk Lucifer.
"Terimakasih keramahan anda dalam memberikan hukuman yang mulia." Ucap Caroline serak.
"Mudah mudahan anda sehat selalu, dan bahagia." Lanjut Caroline lagi, lalu menunduk kan badannya hormat dan pergi meninggalkan kamar Lucifer yang sebagai saksi rasa sakit yang ditorehkan oleh Lucifer kepada nya.
Dengan langkah gontai dan mata yang sembab Caroline berjalan memasuki kamar nya dan mulai menyusun pakaian nya menjadi satu kedalam kotak dan beberapa kain seadanya.
Liodra masuk ke dalam kamar Caroline dengan tergesa-gesa dan melihat Caroline yang sedang menyusun pakaian nya dengan sesekali air mata yang menetes.
Liodra yang baru saja mendapatkan informasi dari beberapa pelayan tanpa ragu langsung berlari ke kamar Caroline untuk memastikan informasi yang sebenarnya. Ya informasi itu berkembang dengan sangat cepat dari mulut ke mulut, karna setelah Caroline pergi dari kamar Lucifer, Lucifer langsung memberikan dekrit nya dan tentu saja itu membuat heboh satu kastil.
"Carol?" Panggil liodra lirih. Caroline yang tahu siapa memanggil nya hanya tersenyum dan berbalik.
Liodra yang melihat penampilan Caroline yang jauh dikatakan baik langsung memeluk nya. Dengan senyuman Caroline membalas pelukan liodra, air mata tidak dapat disembunyikan dari kedua gadis yang saling berpelukan itu.
"Kenapa seperti ini Carol?" Tanya liodra sendu sembari melepaskan pelukan nya. Caroline hanya menatap liodra dengan tatapan pedih nya.
"Seperti ini lah yang terjadi Lio, raja tidak percaya dengan apa yang ku katakan." Seru caroline sendu dengan senyuman yang masih belum lepas dari wajah nya.
"Kenapa kau mengatakan hal seperti itu tanpa bukti Carol, bukannya aku tidak percaya hanya saja untuk tuduhan besar seperti itu kau harus perlu bukti yang kuat." Ucap liodra.
"Haha, aku yang terlalu naif Lio!" Kekeh Caroline yang sangat terdengar menyakitkan.
"Aku yang terlalu percaya diri raja akan percaya, namun aku lupa dia adalah salah satu dark angel yang tidak menyukai manusia..."
"Bagaimana dia bisa percaya padaku? Yang di matanya hanyalah manusia kotor." Lirih Caroline.
Liodra hanya dia dengan air mata yang masih menetes ia berusaha untuk menahan Isak nya.
"Kau akan kemana setelah ini Carol?" Tanya liodra pelan.
"Entah lah, yang pasti aku tidak akan kembali lagi kesini.."
Balas Caroline sendu lalu kembali melanjutkan pekerjaan nya tadi yang tertunda.
Caroline harus mengubur perasaan nya kepada Lucifer, karena bagaimana pun dia tetap tidak lah pantas. Ternyata begini rasanya mencintai seseorang yang tidak mencintai kita.
Sakit sangat sakit, hingga rasanya tidak sanggup lagi bernafas. Caroline yang masih terlalu malu mengakui perasaan nya karna selama ini tidak pernah ada kata akur jika caroline dan Lucifer bertemu.
Caroline tersenyum miris mengingat awal pertama' kali ia datang hingga sekarang, semuanya serasa di dalam mimpi. Mimpi yang indah namun menyakitkan.
Jika disuruh memilih, Caroline tidak akan pernah memberikan tulus nya kepada orang dingin datar seperti Lucifer, namun lagi dan lagi kita tidak tahu kapan cinta itu datang dan pergi. Kita tidak bisa memprediksi nya, ya begitulah cinta. Dan sekarang hanya tinggal lah caroline dengan cinta yang retak karna seseorang yang ia sukai.
...Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments