17.CAROLINE HANYA PELAYAN?

“Kata mu yang menyakitkan merupakan salah satu alasan aku ingin pergi dari duniamu”

★†★

Tidak terasa pagi datang begitu cepat nya, caroline bangun dari tidur nya ketika seberkas cahaya matahari masuk melalui sela jendela besar di kamar yang ia tempati. Caroline melihat sekeliling nya dan ia tahu bahwa ini bukan lah kamar nya.

Kilasan kejadian malam tadi langsung memasuki ingatan caroline. Caroline dengan mata sembab nya turun perlahan dari tempat tidur dan berjalan dengan gontai karna merasa lemas.

Keluar dari kamar milik Lucifer, caroline di perlihatkan dengan banyak nya para pelayan yang berlalu lalang sibuk dengan kerjaan nya masing masing. Caroline merasa heran dengan kesibukan tidak biasa para pelayan itu. Hingga seorang pelayan pria melewati nya dan dengan santun caroline bertanya.

"Apakah ada perayaan?" Tanya caroline langsung tanpa berbasa basi

"Bukan perayaan nona, hanya pesta kecil untuk sambutan tunangan yang mulia Lucifer yang baru saja datang." Ucap pelayan pria tersebut. Caroline terdiam mencoba mencerna perkataan pelayan pria tadi.

"Tunangan Lucifer?" Gumam caroline pelan. Caroline ingin bertanya lebih banyak lagi namun dia sudah tidak mendapati pelayan pria tadi.

"Aku akan coba bertanya dengan Liodra." Ucap caroline pada dirinya sendiri dan berjalan pelan menuju kamar nya untuk membersihkan diri.

Di sisi lain, tanpa di sadari oleh caroline Lucifer tengah menatap nya dari jendela ruang kerja miliknya. Tatapan yang sangat sulit untuk diartikan oleh siapapun yang melihat nya. Lucifer melihat semua yang dilakukan caroline dari caroline memanggil pelayan dan juga berjalan pelan meninggalkan kamar nya.

Sebenarnya bisa saja ia membuka Indra penajam nya untuk mendengar apa yang caroline tanyakan kepada pelayan pria itu, namun lagi dan lagi Lucifer dengan segala ego nya berhasil untuk menahan perbuatan yang sangat tidak berguna itu.

"Seperti nya pemandangan diluar sana lebih indah dari pada tunangan mu sendiri yang mulia?" Ucap seseorang dengan suara lembut.

Lucifer berbalik dan mendapati lady carlis sedang berada tepat di belakang nya dengan menggunakan gaun yang sangat indah. Dengan rambut hitam yang tergerai dan beberapa hiasan di tubuhnya. Cantik, satu kata untuk melambangkan lady carlis, Lucifer yang melihat penampilan lady carlis tanpa ia sadari mulai membandingkan dengan penampilan milik caroline.

Lucifer teringat dengan rambut coklat yang tidak terlalu panjang milik caroline dan juga mata indah yang caroline punya, walaupun hanya dengan gaun biasa caroline masih tampak terlihat bersinar. Lucifer sadar bahwa caroline memiliki pesona yang sangat berbahaya bagi siapa pun yang melihat nya.

"Tentu tidak, kau lebih indah dari siapa pun." Ucap Lucifer datar. Lady carlis tertawa dan berjalan mendekat ke arah Lucifer.

"Oh benarkah?" Tanya lady carlis dengan mengalungkan tangannya ke leher Lucifer. Lucifer hanya tersenyum tipis seakan terpaksa. Tidak ada kata yang dia ucapkan hanya anggukan tanda dia membenarkan perkataan lady carlis.

"Yang mulia, acara sudah hampir akan dimulainya." Ucap Argon yang datang tanpa memberi aba aba.

Lady carlis melepaskan rangkulannya dan beralih ke tangan kekar Lucifer.

"Ayo kita pergi." Ucap lucifer datar.

Selama perjalanan caroline tidak henti nya berdecak kagum melihat hiasan yang sangat luar biasa yang di siapa kan oleh Lucifer untuk menyambut tunangan nya itu.

Untung saja caroline sudah membersihkan dirinya dan dia juga dapat membantu beberapa pelayan yang seperti nya kerepotan dengan banyaknya pekerjaan. Caroline berpikir bagiamana pun dia ini hanya lah pelayan yang sama tingkat seperti pelayan lainnya.

Caroline cukup sadar diri dengan itu, oleh sebab itu dia tidak mempermasalahkan dengan kerjaan kasar seperti yang telah ia lakukan ini.

"Carol? Apa yang kau lakukan disini?" Tegur liodra. Caroline hanya cengengesan dan menggaruk pelipis nya yang tidak gatal.

"Membantu mereka lah? Apa lagi? Yang pasti aku bukan tidur disini.." ucap caroline dengan sedikit bumbu candaan yang ia lontarkan.

Liodra menghela nafasnya pasrah. "Maksud saya, untuk apa kamu disini? Bukankah seharusnya kamu menyiapkan keperluan milik yang mulia?" Ucap liodra dengan penuh kesabaran.

"Bukankah dia sudah memiliki tunangan? Aku yakin tunangan nya itu pasti akan mengurus nya?" Ucap caroline cuek.

"Lagi pula aku hanya lah pelayan pribadi bukan? Sangat jauh dengan tunangannya yang memang memiliki hak mengurus keperluan si kaisar itu." Lanjut caroline lagi.

"Baiklah kalau begitu mari bantu saya menghidangkan makanan ke hadapan kaisar." Ajak liodra.

"Baik ayo, lagi pula aku juga bosan disini.." Ujar caroline dengan semangat.

Liodra tersenyum melihat rasa antusias dan semangat milik caroline yang sangat tinggi itu. Liodra akui bahwa caroline merupakan salah satu dari banyak gadis yang tidak ingin orang tahu masalah yang menimpa nya, dengan cara menutupi masalah tersebut dengan keceriaan yang ia buat.

Namun liodra adalah orang yang peka, bahkan ia sangat tahu tentang pertengkaran yang terjadi antara kaisar dengan caroline, dan sayangnya liodra tidak memiliki hak untuk ikut campur kesana.

†★†

Caroline dengan serius membantu menghidangkan makanan di meja makan yang amat lah besar dan panjang. Keringat mulai bercucuran dari dahi nya. Sebenarnya ingin caroline mengeluh, namun dia teringat jika ini pun kan mau nya. Dia yang sangat antusias tadi, dan mau tidak mau harus menerima resiko apa pun itu.

"Caroline bisakah kamu mengambil wine di gudang?" Ucap liodra.

"Wine? Baiklah akan aku ambilkan."

Caroline berjalan menuju gudang tempat penyimpanan wine. Sesampainya disana ia dengan serius mencari wine yang biasanya di minum oleh si lucifer itu.

"Hah jika di ingat ingat kesal juga dengan si kaisar berhati dingin itu.."

"Ingin sekali aku menonjok wajah nya yang datar itu! Tapi sayang juga nanti ketampanannya berkurang pula." Lanjut caroline menggerutu.

"Menjelekkan kaisar merupakan perbuatan dosa! Apa kau tahu itu nona?" Caroline terkejut dan berbalik mendapati orang yang beberapa hari lalu bertemu dengan nya.

"Kau?"

"Nathan! Prince Nathan, tidak mungkin kau lupa bukan?" Ucap pria yang tak lain adalah Nathan tersebut.

"Maaf prince, saya lancang." Ucap caroline sopan.

"Jangan terlalu sopan nona! Aku bukan orang kaku seperti adik ku walaupun aku ini lebih tua darinya." Ujar Nathan mengibaskan tangannya.

"Tapi tetap saja saya sudah lancang prince." Ucap caroline merasa tidak enak.

"Jika kau berpikir akan ku adukan ke Lucifer karena menjelekkan nya, tenang saja tidak akan ku lakukan." Caroline menghela nafas lega. Jujur saja memang itu lah yang sedari tadi ia pikirkan. Mau bagaimana pun juga lelaki didepan nya ini adalah saudara kandung kaisar itu. Syukur saja pria ini bisa mengerti kondisi caroline.

"Ngomong ngomong apa yang kau lakukan disini?" Tanya Nathan.

"Mengambil wine untuk yang mulia dan tunangan nya." Ucap caroline. Nathan yang mendengar itu tentu sudah tahu bahwa tunangan adik nya datang mengunjungi hanya diam tidak berkomentar apa pun.

Tatapan Nathan beralih ke arah gelang yang lagi lagi menjadi pusat perhatian Nathan sejak awal mengenal caroline.

"Gelang mu indah." Ucap Nathan.

Caroline mengalihkan pandangan nya ke arah gelang yang ia pakai dan tersenyum.

"Hanya gelang murahan prince, tidak ada yang istimewa."

"Kau salah nona Carol, aku ingin ucapkan selamat untuk keberuntungan mu mendapatkan gelang itu."

"Keberuntungan? Haha prince ini hanyalah gelang yang di belikan oleh sahabat ku ketika aku masih berada di desa nikel."

Nathan hanya tersenyum tidak menanggapi. Namun pandangan nya tidak lepas dari caroline.

"Nona caroline apa suka membaca? Kebetulan aku memiliki beberapa buku yang mungkin kau butuh kan." Perkataan Nathan sontak membuat caroline menatap nya terkejut.

"Buku?" Tanya caroline. Nathan mengangguk dan tersenyum tipis.

"Kau tahu buku entpy nona Carol? Buku itu merupakan buku yang sangat langka, dan aku sudah bosan membaca nya.."

"Jadi jika kau berminat mungkin aku bisa meminjam kan nya." Lanjut Nathan.

Caroline sadar buku yang disebut Nathan adalah buku yang selama ini dia cari. Kelanjutan buku yang selama ini sangat ia ingin temukan.

"Tentu prince, merupakan suatu kehormatan jika anda mau meminjam kan buku langka itu kepada pelayan kecil seperti saya." Ucap caroline antusias.

"Kau terlalu memandang rendah dirimu nona. Baiklah pertemuan selanjutnya akan aku berikan buku itu! Kalau begitu saya pergi duluan nona, selamat tinggal." Ucap Nathan lalu menunduk sopan yang juga dibalas caroline dengan cara yang sama.

Caroline hanya menatap dalam punggung Nathan yang kian menjauh. Ini adalah awal pikir caroline. Benar, ini adalah awal dari segala pertanyaan dan jawaban atas segala keingintahuan Caroline. Seperti nya kali ini tuhan berada di pihak nya.

Setelah menemukan wine yang ia cari caroline pun bergegas pergi dan kembali ke ruang makan untuk memberikan wine yang ia bawa kepada liodra.

†★†

"

Salam yang mulia! Salam lady.." Hormat liodra ketika melihat sang kaisar dengan tunangannya berjalan memasuki ruang makan

Lucifer hanya mengangguk datar beda hal nya dengan lady carlis yang menjawab penghormatan liodra dengan senyum manisnya.

Liodra dan beberapa pelayan lain nya pun mengarahkan sang kaisar dan tunangan nya itu untuk duduk di tempat yang sudah di persiapkan.

"Kau tidak berubah ya? Masih saja berwajah datar." Seloroh lady carlis.

Lucifer hanya tersenyum miring tidak menjawab perkataan lady carlis. Carlis hanya tersenyum maklum dan melihat ke arah pelayan yang sedang menyiapkan perlengkapan makan mereka.

"Maaf liodra aku lama..!" Ucap caroline dengan nafas tersengal karna berlari dari gudang menuju ke ruang makan tanpa menyadari bahwa di ruang makan itu sudah ada kaisar dan lady carlis.

"E-em Carol pelan kan suara mu!" Ucap liodra agak gugup. Caroline menyerit heran dan seakan peka ia langsung menatap ke arah meja maka. Caroline terkejut melihat kaisar sudah berada disana namun dengan segala usahanya ia berusaha untuk bersikap biasa saja.

"Maaf yang mulia saya tidak sopan." Ujar caroline menunduk. Lucifer hanya diam dan menatap dalam gadis yang selama ini selalu menjadi bahan pikiran dan hati nya.

"Ah tidak apa, seperti nya kau terburu-buru." Seru carlis ketika mengetahui Lucifer tidak berniat untuk menjawab perkataan caroline.

Caroline menatap wanita yang berada di samping Lucifer yang baru disadari oleh caroline. Cantik, ya itulah yang dapat digambarkan caroline ketika pertama kali melihat wanita itu.

"Wanita ini mungkin tunangan kaisar." Ujar caroline dalam hati. Entah lah caroline tidak mengerti dan bingung dengan dirinya sendiri. Ada secuil rasa khawatir dan ragu tapi ia bingung dari mana datang perasaan itu semua.

"Carol sudah bantu siap kan acara makan sambutan untuk lady carlis." Ucap liodra yang menyadarkan caroline.

"Jadi namanya lady carlis?" Ucap caroline dalam hatinya nya lagi.

Caroline hanya tersenyum dan mengangguk mengikuti perintah dari Liodra.

Lady carlis yang sedari tadi memperhatikan tatapan Lucifer yang terarah ke caroline menyerit kan kening nya bingung.

"Dia pelayan yang manis ya yang mulia?" Ujar carlis.

Lucifer hanya tersenyum tipis dan lagi lagi tidak menjawab perkataan lady carlis.

Sedikit kesal lady carlis menatap ke arah caroline dengan tatapan yang berbeda dari sebelumnya.

"Gadis ini bencana untuk ku." Ucap lady carlis dalam hati.

Caroline menghidangkan makanan milik lady carlis dengan telaten dan sangat berhati hati.

"Auh..." Ringis lady carlis yang tentu membuat nya menjadi pusat perhatian.

Caroline panik dan mengambil kain pembersih untuk membersihkan kuah yang tumpah ke tangan lady carlis. Padahal caroline sudah sangat berhati hati tapi kenapa kuah itu masih bisa tumpah?

"APA YANG KAU LAKUKAN HA? KAU MELUKAI TANGAN TUNANGAN KU." Ucap Lucifer membentak ketika melihat tangan lady carlis yang memerah karna kuah panas yang tumpah itu.

"Ma-maaf yang mulia, saya tadi.."

"KAU BENAR BENAR TIDAK BERGUNA! Hanya MENYUSAHKAN SAJA."  Potong Lucifer tidak memberikan caroline membela diri.

"Yang mulia sudah, ini hanya kuah tidak masalah." Ujar lady carlis dengan nada lembut namun entah mengapa caroline merasakan kalimat kemunafikan disana.

"Tidak carlis, pelayan seperti dia ini memang harus sadar diri agar tidak menyusahkan." Sarkas Lucifer. Caroline menggigit bibirnya menahan rasa sakit di hatinya mendengar perkataan kejam Lucifer.

"Argon!! Panggil kan verno, suruh dia datang dan memeriksa lady carlis." Perintah Lucifer dengan menggendong lady carlis ala bridal style berjalan tegas melewati caroline yang berusaha mati matian menahan tangis nya.

"Baik yang mulia." Ucap Argon.

Caroline yang awal nya menunduk mengangkat kepalanya dan mata milik nya langsung bertatapan dengan tatapan lady carlis yang seakan mengatakan, 'Kamu kalah'.

Caroline terkejut melihat tatapan licik itu dan sekarang ia sadar, kejadian tadi bukan lah sepenuhnya salah ia. Lady carlis itu benar benar ular. Caroline menarik kembali kata cantik untuk lady carlis, di mata caroline lady carlis itu hanya wanita munafik yang mulai saat ini harus caroline waspadai.

"Liodra kau tahu sendiri bukan? Aku cukup berhati hati menuangkan kuah itu, kau lihat sendiri kan!" Ujar caroline dengan nafas yang berburu marah.

"Carol sudah lah, walaupun kau tidak merasa bersalah mau bagaimana pun pelayan yang pasti tetap disalah kan, kasta kita terlalu rendah jika untuk berdebat dengan orang tinggi seperti mereka." Ucap liodra berusaha menenangkan. Tapi bukannya tenang caroline malah semakin memanas.

"Aku tidak mempermasalahkan kita ini pelayan atau tidak nya lio! Tapi setidaknya yang mulia memberikan aku kesempatan untuk membela diri, bukan kah ini tidak adil? Walaupun kita pelayan kita memiliki harga diri. Tidak ada yang berharga di setiap diri seseorang selain harga dirinya Lio!"

"Aku akan berbicara dengan yang mulia..!" Lanjut caroline. Namun liodra menahan lengan caroline.

"Carol sudah jangan membuat suasana semakin runyam, tidak cukup kah kejadian semalam mengajarkan mu?" Ucap liodra mengingatkan.

"Aku ingat! Sangat ingat Lio! Tapi aku tetap harus berbicara kepada yang mulia agar dia tidak melanjutkan sipat dia yang seperti itu. Jika kita saja pelayan nya sendiri tidak dapat di beri keadilan bagiamana orang lain Lio? Bagaimana?" Ujar caroline.

Liodra menggeleng.

"Aku paham Carol, aku paham maksud mu itu sangat baik..!"

"Aku melarang mu kesana karna kau memang sudah tidak seharusnya kesana Carol." Lanjut liodra.

"Maksud mu?"

Liodra menghela nafas nya kasar.

"Kaisar dan lady carlis tidur dikamar yang sama Carol, dan sangat tidak sopan bagi pelayan seperti kita untuk datang kesana dan membuat masalah." Ucap liodra dengan setengah hati.

Caroline terdiam. Mencerna perkataan liodra.

"Mereka tidur sekamar?" Ucap caroline yang merasa tidak nyaman dengan kenyataan itu. Liodra menatap caroline sendu.

"Oleh sebab itu aku melarang mu Carol, aku takut kau semakin terkena masalah."

Caroline tidak bisa berkata-kata dia hanya diam, tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan. Perkataan liodra benar benar membuat caroline diam seribu bahasa.

"Kenapa dengan ku? Kenapa aku merasa tidak nyaman? Bukankah wajar bagi mereka untuk sekamar?" Ucap caroline dalam hatinya.

"Ayolah Carol apa yang terjadi pada mu? Tidak seharusnya kau begini? Sadar posisi mu Carol benar kata liodra tidak pantas lagi aku ke kamar milik Lucifer, apa lagi mengingat dia sudah memiliki tunangan." Lanjut nya yang berusaha mengenyahkan rasa ketidak nyamanan didalam dirinya.

"Hah kau benar liodra, terimakasih karena sudah menyadarkan aku bahwa aku ini hanya lah pelayan pribadi nya, dan tidak ranah ku untuk ikut terlalu jauh sekarang." Ucap caroline.

Liodra tidak berkata apa apa. Ia hanya diam melihat tatapan mata caroline yang seakan menyiratkan keputusasaan disana.

Tidak terelakkan jika manusia merupakan salah satu makhluk yang cukup gengsi dan malu dalam menunjukkan rasa cinta, sayang maupun khawatir nya. Liodra adalah orang yang peka, dengan hanya melihat tatapan caroline yang seperti ini dapat ia simpulkan bahwa caroline memiliki sedikit rasa untuk kaisar mereka itu.

Terlihat kuat namun rapuh, itulah caroline. Dapat bersikap dewasa dan anak anak secara bersamaan itulah keunikan Caroline. Liodra sudah menganggap Caroline layaknya adik nya sendiri. Dan doanya sekarang adalah untuk kebahagiaan caroline.

Bersambung...

BOOK STORY FANTASI 1

[On Going]

Terpopuler

Comments

Jasmine Flow

Jasmine Flow

kenapa nggk pergi aja caroline..raja sudah memperlakukanmu seperti itu.. ngapain masih berada di istana antah berantah itu.

2023-09-28

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!