16.RASA INI?

“Bolehkah aku menyangkal perasaan ini? Aku tidak ingin merasa bersalah karna menyakiti mu”

★†★

Pergi dengan rasa kesal dan marah, ya itulah yang di rasakan oleh caroline. Dia hanya ingin sedikit di beri kebebasan namun lagi dan lagi si kaisar tidak berperasaan itu melarang nya. Apa salah nya hingga harus berada di situasi seperti ini?

Dia benar-benar tidak betah, dan ingin rasanya kembali ke dunia asal nya, andai dia tahu bagaimana cara untuk pulang. Itulah yang caroline pikirkan sepanjang jalan.

Tanpa di sadari langkah demi langkah Caroline membawanya menjauh dari kastil dan memasuki kawasan hutan huma.

"Lah bukannya tadi masih dihalaman kastil ya? Kok udah disini aja?" Seru caroline heran.

"Hahh, ternyata aku sudah berjalan sejauh ini ya?" Tanya caroline entah pada siapa.

Karna merasa lelah Caroline pun duduk di batu besar yang berada dekat dipinggiran bunga tulip putih yang indah. Caroline melamun tidak tahu apa yang dia pikirkan, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga! Ya itulah gambaran yang cocok untuk Caroline.

"Apa yang kau lakukan disini?" Caroline terkejut mendengar seruan dari suara yang amat dia kenal.

Dengan cepat caroline mencari sumber suara dan ya benar, tebakan nya tidak meleset. Suara itu berasal dari peri kecil yang pernah bertemu dengan nya ketika baru hari pertama di dunia ini.

"Mily? Kau benar-benar mily?" Ucap caroline bahagia.

Mily hanya mendengus dan terbang ke sisi caroline.

"Tidak aku roh jahat, ya iyalah aku mily! Dasar kau ini.." ucap mily sarkas.

"Wow wow wow, sepertinya peri kecil ku ini sudah bisa berkata kasar ternyata! Ini suatu perkembangan nama nya." Seru caroline.

"Tidak ada perkataan yang bisa melembut jika dihadapkan dengan manusia seperti mu." Ucap mily lagi.

"Ugh, perkataan yang sangat kejam!" Ucap caroline berdrama dengan memegang dada nya seakan merasa sakit dengan perkataan mily.

"Kau belum menjawab pertanyaan ku? Apa yang kau lakukan disini malam-malam? Ingin cari mati?" Tanya mily yang lebih ke arah menawarkan penawaran yang sangat tidak menarik.

"Yak!! Kau kira nyawa ku ini tidak berharga apa ha? Hais dasar kau ini!"

Mily hanya tertawa melihat raut wajah caroline yang sangat tidak enak di pandang itu.

"Baiklah maaf kan aku, sekarang jawab pertanyaan ku!" Lanjut mily lagi dengan nada yang lebih terdengar serius.

Caroline menghela nafas dan mengadah ke arah langit langit yang hanya tampak bintang dan beberapa burung malam yang terbang mencari makan.

"Aku bosan! Aku ingin pulang, tempat ku bukan disini mily?" Ucap caroline sendu. Mily menyerit heran tidak paham dengan apa yang dimaksud caroline.

"Bukan kah kau sudah kembali ke tempatmu? Daerah nikel?" Tanya mily pada caroline.

Caroline menatap ke arah mily, si peri kecil yang berada di samping nya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

"Tidak mily, tidak! Itu bukan tempat ku! Tempat ku? dunia ku? jauh dari sini." Seru caroline. Tetes demi tetes air mata mulai berjatuhan dari mata indah nya. Mily yang mendengar itu tidak mampu berkata apapun.

"Dimana dunia mu Carol? Yang benar saja jangan bercanda dengan ku!" Ucap mily tegas.

"Hah, jika aku katakan pun kau tidak akan paham dan menganggap ku bodoh mily, aku hanya lelah. Bisakah kau mengibur ku peri kecil?" Seru caroline penuh harap. Mily berdecak pelan, dengan kedua sayang yang berada dipunggung nya ia pun mulai mengitari carol dengan mengucap beberapa mantra.

Tidak lama mily mengucapkan mantra, mulai muncul lah satu persatu hewan berwarna kuning yang sangat indah menghiasi gelap nya malam di hutan itu. Caroline lagi lagi takjub melihat nya, dalam hitungan detik dia mulai lupa dengan rasa keluh kesah yang dia ucapkan tadi.

"Apa ini? Seperti kunang kunang?" Tanya caroline sembari melihat hewan kecil yang mengeluarkan cahaya kuning itu dengan binar bahagia.

"Ya benar, mereka kunang kunang. Tapi mereka terbentuk karna rasa gundah mu Carol." Seru Mily.

"Rasa gundah ku?" Tanya caroline heran. Mily hanya mengangguk, dan terbang mendekati caroline.

"Mulai sekarang, setiap kau merasa gundah dan kesepian kunang kunang ini akan menemani mu." Ucap mily, caroline terharu ingin rasanya ia memeluk mily tapi ia sadar jika mily itu amat lah kecil. Bayangkan saja jika caroline memeluk nya, apa tidak penyet tubuh mily?

"Terimakasih mily, kau benar benar seorang peri ternyata." Seru caroline dengan segala sifat nya yang mulai kambuh kembali.

Mily hanya menatap tidak minat pada Caroline yang terlihat tersenyum bahagia, berlari kesana kemari menangkap kunang kunang itu. Tatapan mily  yang awal nya menatap ke arah caroline beralih menatap ke atas langit yang indah penuh dengan Bintang.

"Jangan melakukan kesalahan, tuan!" Ucap mily lirih dan pelan tanpa mampu di dengar oleh siapapun.

★†★

Di lain tempat, terlihat beberapa prajurit yang tengah menunduk merasa takut melihat kemarahan sang kaisar mereka. Nyawa mereka benar benar berada di ujung tanduk sekarang dan mereka terlihat sangat pasrah dengan segala hukuman yang akan mereka dapatkan.

"BODOH! Kenapa kalian bisa lalai dan membiarkan pelayan ku pergi ha?" Amuk Lucifer dengan mata yang sudah memerah layak nya darah.

"Ampun yang mulia! Kami telah lalai dan tidak becus dalam menjaga non..."

"Tidak ada kata ampun untuk orang yang tidak menjalankan tugas nya dengan baik, kalian tahu itu kan?" Ucap lucifer dengan tajam.

Prajurit itu hanya menunduk, Argon yang melihat itu tidak dapat membantu banyak dan hanya bisa diam membisu melihat kemarahan kaisar mereka.

"Kalian benar benar tidak berguna! Semenjak kapan aku memiliki prajurit bodoh seperti kalian ini!!" Ucap Lucifer lagi.

Dengan amarah yang tidak bisa ditahan Lucifer mengeluarkan api neraka dari kepalan tangannya. Argon meringis melihat api neraka yang sangat sudah siap untuk menghanguskan prajurit prajurit itu.

"Ini hukuman kecil, maka terima lah." Ucap Lucifer datar, api neraka yang berada ditangannya di hunuskan ke arah prajurit itu.

Teriakan rasa sakit tidak dapat di hindari, pemandangan yang sangat keji terlihat ketika dengan perlahan api neraka itu mulai meleleh kan badan para prajurit prajurit itu tanpa ada rasa ampun. Hukuman kecil bagi Lucifer merupakan hukuman kematian bagi orang yang bermasalah dengan nya. Ya itulah Lucifer.

"Yang mulia bukan kah terlalu kasar dengan memberi hukuman kepada prajurit milik anda? Hanya demi seorang pelayan? Wah wah..ini hal yang sangat mengejutkan ku." Ucap vernod si alpha serigala yang ternyata sudah berada disana di saat Lucifer mulai memberikan api neraka kepada prajurit nya.

Dengan tampan seakan mengejek dan terkejut, vernod hanya ingin melihat respon dari sang kaisar yang membuat dia penasaran dengan hubungan antara Lucifer dengan pelayan nya.

Lucifer berbalik dan menatap vernod dengan mata gelap nya yang tajam. "Kau terlalu banyak ikut campur vernod!" Jawab Lucifer dingin.

Vernod hanya tersenyum miring dan membuat raut seakan berpikir dengan lengan yang ia letakkan di dagu.

"Seperti nya benar, mungkin karna aku tertarik dengan pelayan mu itu? Siapa namanya? Caroline? Benar bukan?" Ucap vernod dengan gaya angkuh nya.

"Ingat batasan mu serigala, jangan mengusik pelayan mu!" Seru lucifer dengan tajam.

"Haha yang benar saja? Apa kau sadar yang mulia? Kau terlalu bersimpati untuk pelayan mu itu ternyata ya?" Gelak vernod.

Lucifer hanya diam, tidak membantah. Cukup lelah jika dia harus menjawab segala hal yang si alpha berbulu itu berikan.

Sudah tidak terdengar lagi akan suara teriakan kesakitan, hanya terdengar suara hembusan angin dan langkah kecil di setiap mamer. Suara langkahan itu membuat Lucifer menoleh begitu juga dengan vernod dan Argon.

Caroline dengan santai nya datang dengan membawa kunang kunang yang ia tangkap dan diletakkan di dalam botol. Senyum manis tidak luntur dari bibirnya.

Beda hal nya dengan Lucifer yang menatap caroline tajam, hingga menusuk relung jiwa. Terlihat kobaran amarah kembali menyulut di matanya, dan tatapan itu ternyata di sadari oleh caroline.

"Ada apa?" Tanya caroline polos seakan tidak melakukan kesalahan. Lucifer yang benar benar sudah hilang kendali dengan langkah cepat nya membawa caroline pergi dengan menyeret tangan mungil caroline.

"Agh lepas ini sakit!" Ucap caroline merasa tangan nya seakan dapat remuk jika Lucifer tidak melepaskan cengkraman nya.

Vernod yang mendekat ingin membantu melepaskan cengkraman itu terpelanting jauh dengan tatapan milik Lucifer. Tubuh vernod menatap ke arah dinding dan langsung terjatuh. Vernod memegang dadanya dan terbatuk dengan darah yang keluar dari mulut nya.

"Vernod!!" Teriak caroline kaget.

"Bodoh!! Apa yang kau lakukan? Kau menyakitinya?" Ucap caroline marah. Namun Lucifer tidak menanggapi hal itu, ia malah semakin marah dan menggendong tubuh caroline membawanya terbang.

Karena terkejut botol yang berisi kunang kunang yang ia pegang terjatuh dan pecah di mamer dingin itu. Caroline merasa sedih dan marah pada perlakuan Lucifer kali ini.

"Brengsek kau bangsat!! Turunkan aku? Apa kau tahu bagaimana perjuangan ku membawa kunang kunang itu ha?? Turunkan akuu!!" Teriak caroline dengan meronta-ronta.

"BISAKAH KAU DIAM!" Bentak lucifer dengan kuat. Caroline terkejut dan menatap Lucifer dengan nafas yang tersengal-sengal karna sedari tadi berteriak.

Lucifer membawa caroline terbang melewati batas jendela di kamar milik nya. Dengan kasar ia melempar tubuh caroline ke kasur empuk berwarna gelap milik nya.

Caroline merasakan pusing di kepala nya karna gerakan spontan itu. Setelah menstabilkan dirinya ia menatap Lucifer dengan tajam.

"Kau gila!!" Teriak caroline.

"KAU YANG GILA! BUKAN KAH SUDAH KU LARANG KAU PERGI KE HUTAN HUMA ITU HA? KAU MELANGGAR NYA?" Bentak lucifer.

"KAU KIRA KAU SIAPA?" lanjut nya dengan perkataan yang menusuk jantung.

Caroline mengepalkan tangannya menahan tangis. Dia menatap Lucifer dengan segala kemarahan yang ada.

"Aku? Budak mu bukan? Tidak perlu kau ingatkan aku siapa, YANG MULIA." Seru caroline dengan sedikit penekanan di kalimat nya.

"Sekarang aku sadar, aku seharusnya tidak melanggar begitu kan? Walaupun kau sendiri tidak tahu dengan alasan apa aku kesana? Yakan?" Ucap caroline. Tatapan Lucifer dan caroline beradu. Caroline dengan segala keputusasaan nya dan Lucifer dengan segala ego nya.

"Ingat posisimu, kau tidak mati di hari pertama kau berada disini saja merupakan berkah yang harus kau syukuri." Sarkas Lucifer.

Caroline tertawa pedih. Lucifer yang mendengar tawa itu benar benar tidak suka. Setelah puas dengan tawa nya caroline menetap ke arah jendela yang terbuka lebar dengan pandangan sendu.

"Jika bisa memilih mungkin aku lebih baik mati di hari pertama ku." Ucap nya. Lucifer menatap caroline lama.

"Hanya orang bodoh yang ingin dirinya mati." Ucap lucifer lagi.

"Jika dengan kematian bisa membawa ku jauh dari mu kenapa tidak?" Jawab caroline dengan datar. Lucifer menggeram marah, ia pergi dengan menutup pintu kamar dengan sangat keras. Caroline hanya diam dan perlahan menetes kan air matanya. Namun air mata yang menetes langsung berubah menjadi kunang kunang yang sangat indah .

Caroline tersenyum dengan pahit. "Kau benar benar menemani ku ternyata. Terimakasih ya." Ucap caroline pada kunang kunang yang berterbangan di sekitar nya.

Lucifer dengan amarah yang masih menguasai nya berjalan cepat ke ruang kerja tempat nya menenangkan diri. Dia menghela nafas mengingat tatapan sendu serta keputusasaan yang terpancar dari mata milik caroline.

Lucifer memejamkan matanya berusaha menenangkan diri, hingga suara ketukan pintu terdengar. Namun Lucifer tetap memejamkan matanya seakan tidak perduli.

"Lapor yang mulia, maaf mengganggu anda." Ucap Argon pelan karna takut Lucifer kembali mengamuk.

"Jika laporan mu tidak berguna enyahlah." Ucap lucifer sarkas.

"Maaf yang mulia, kedatangan saya kemari hanya ingin memberi tahu bahwa lady carlis sudah sampai di pintu gerbang kastil yang mulia." Ucap Argon. Lucifer membuka matanya dan menatap Argon tajam.

"Cukup cepat ternyata? Karna ini sudah malam, berikan acara sambutan nya besok pagi saja."

"Siapkan kamar dan layani dia dia dengan baik Argon." Lanjut Lucifer.

"Baik yang mulia, saya ijin undur diri." Seru argon menunduk lalu pergi meninggalkan Lucifer.

Lucifer hanya diam, tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan di satu sisi dia merasa hal ini lah yang seharusnya ia lakukan dari lama, namun di sisi lain dia merasa tidak nyaman dengan kedatangan lady carlis.

Jika tidak mengingat lady carlis merupakan tunangan nya tidak mungkin Lucifer seperti ini. Di satu sisi lain caroline, nama yang sampai sekarang membuat Lucifer bingung dengan dirinya sendiri ketika berada didekat caroline.

Lucifer tidak ingin hanyut dalam kesalahan, jadi ia berusaha mencari peralihan namun dia juga takut suatu hari nanti, kesalahan yang ia anggap salah merupakan suatu kejujuran yang membuat nya sadar. Lucifer takut jika itu terjadi dia tidak dapat bertemu atau melihat caroline lagi.

"Dari dulu hingga sekarang aku selalu membenci manusia."

"Dulu aku pernah bersumpah tidak akan pernah memberikan pengampunan kepada manusia manusia yang rela memberikan nyawa mereka..."

"Bahkan aku bersumpah tidak akan pernah melirik sekali pun kepada para manusia yang ku anggap kotor munafik dan palsu."

"Tapi.. sekarang aku takut. Dan bodoh nya?... Aku takut karna sumpah yang ku ucapkan sendiri.."

Lirih Lucifer.

Tidak ada yang tahu bagaimana takdir membawa kita, terkadang setiap sumpah yang diucapkan akan menjadi bumerang untuk diri sendiri.

Lucifer takut itu semua terjadi padanya, dan ia butuh peralihan untuk itu semua. Walaupun ia tahu perbuatan nya mungkin akan menyakiti hati kecil miliki nya itu atau pun hati orang lain. Tidak ada yang tahu bukan?

Bersambung...

BOOK STORY FANTASI 1

[On Going]

Terpopuler

Comments

Jasmine Flow

Jasmine Flow

seru thor...

2023-09-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!