“Aku tidak suka, ketika perhatian mu di tunjukan ke orang lain. Aku benar benar tidak suka!"
†★†
Jika di tanya ingin pulang? Maka dengan lantang caroline akan mengatakan, 'SANGAT INGIN' tapi apa boleh daya, seperti nya hal itu akan tetap menjadi angan angan nya saja.
Hari berganti dengan sangatlah cepat, tidak terasa caroline sudah sebulan lebih berada di dunia ini, dan selama sebulan itu dia benar benar sama sekali menemukan cara untuk pulang!! Hell!
Melamun, ya itu lah yang sekarang caroline lakukan. Ia meratapi hidup yang sangat sangat lah berat. Ah tidak terlalu berdrama!!
"Huhh..andai aja aku punya kantong Doraemon pasti saat ini aku bisa mengeluarkan pintu ajaib untuk pulang.." seru caroline dengan pemikiran absurad nya.
"Carol, kamu di panggil oleh Lucifer untuk ke kamar!" Seru liodra yang mampu membuat caroline yang melamun itu terkejut terjengkang dan terjengking.
"Astaga...Lio bisa gak si lain kali manggil nya itu jangan tiba tiba gini! Gak tau aku lagi melamun apa?" Ucap caroline kesal menepuk dadanya pelan.
"Maaf jika saya mengagetkan mu Carol, tapi Lucifer dari tadi mencari mu! Lebih baik kamu segera menghadap jika tidak—"
"Aku tahu aku tahu!..cih si Lucifer itu hanya bisa menindas orang, mana tau dia rasanya jika di tindas balik!! Lihat saja suatu hari nanti aku akan membalas perlakuan kurang ajar nya itu!!" Ngomel caroline sambil berjalan dengan kaki di hentak menuju kamar Lucifer.
Liodra yang melihat itu hanya dapat menggeleng, dan tertawa pelan.
"Caroline kau benar benar sesuatu yang menarik." Gumam liodra pelan lalu melanjutkan pekerjaan nya kembali.
Perlu di ingatkan sekali lagi, jika Lucifer dari segi mana pun tetap lah seorang iblis, ah bahkan lebih dari iblis jika caroline bilang. Lucifer itu seperti monster, monster yang sayang nya sangat lah tampan. Pernah sesekali caroline tanpa sengaja membuat kan teh untuk nya, namun karena kemanisan Lucifer dengan tega nya mencaci maki caroline tanpa perduli akan perasaan caroline.
Hey!! Mau bagaimana pun, caroline ini manusia okey! Apa lagi dia ini perempuan, dan perempuan sangat lah benci di bentak! Kita semua tahu itu. Tapi sepertinya hal itu tidak berlaku pada Kamis Lucifer.
Bukan hanya itu, banyak hal lagi yang membuat caroline harus selalu mengelus dada untuk mengucapkan sabar akan kelakuan seenaknya dari Lucifer, jika tidak mengingat caroline masik harus bertahan hidup untuk pulang, mungkin dia saat ini sudah dengan nekat menusuk Lucifer ketika tidur. Tapi lagi dan lagi!! Itu hanya lah kata mungkin, dan caroline tidak memiliki keberanian sebesar itu untuk mencelakai Lucifer.
"Awas saja jika dia ingin mempermainkan aku seperti waktu lalu lalu.." gumam caroline
"Lucifer itu aneh, kadang manis, kadang pahit, kadang asem.."
"Tapi keseringannya si pahit sama asem, ugh! Udah lah cukup kehidupan aja yang seperti itu..!"
Tidak terlalu lama menunggu akhirnya caroline sudah sampai di pintu kamar Lucifer. Ia membuka nya dengan bar bar. Heh apa itu sopan santun? Kata itu sudah tidak berlaku lagi bagi caroline.
Dari dalam sana dapat caroline lihat Lucifer menatap nya tajam, namun caroline tidak perduli akan hal itu.
Dengan cuek bebek caroline masuk ke kamar tersebut. "Ada apa mencari ku? Kangen?" Tanya caroline asal. Lucifer hanya diam dan menatap nya datar.
"Kau tidak sepenting itu." Balas Lucifer dengan nada datar andalan nya. Caroline menghembus sinis dan tersenyum.
"Katakan ada apa? Aku tidak punya banyak waktu." Ucap caroline santai.
Lucifer menatap nya semakin tajam dan mulai berjalan mendekat.
Dengan tarikan kasar Lucifer membawa pinggang caroline ke dekapannya. Ia tatap mata caroline yang dari tadi menatap malas ke arah nya.
"Waktu kau bilang? Waktu mu hanya untuk ku CAROLINE JANE!" Tekan Lucifer dengan senyum miring nya.
Caroline memutar mata nya malas, dan mungkin ini saat nya ia membalas kelancangan Lucifer yang dengan seenaknya main rengkuh rengkuh pinggang nya ini.
"Ouh, benarkan Baginda ku?" Jawab Lucifer genit dengan mengalungkan tangannya ke leher Lucifer yang menggoda. Lucifer menatap ke arah caroline begitupun juga dengan caroline yang tidak ingin kalah dari Lucifer.
"Caroline jangan salah kan aku!" Ucap lucifer datar.
"Salah ap—ehmm" gumam caroline ketika Lucifer dengan santai nya ******* bibir nya.
Perlahan demi perlahan ******* Lucifer berikan, caroline ingin mendorong namun tangan nya di cekal oleh tangan berotot milik Lucifer. Dengan sekali gerakan Lucifer menggendong caroline seperti bayi koala dan membawa nya ke tempat tidur.
Caroline panik!! Woy siapa pula yang tidak panik jika di posisi seperti ini, help me please!! Layaknya senjata makan tuan, hal itu lah yang sekarang di alami oleh caroline.
Lucifer masih tetap sama dengan kegiatan nya, ******* menyesap dan bahkan menggigit.
"Auuu sakit bodoh!" Maki caroline ketika Lucifer mengigit bibir nya. Lucifer menatap caroline tajam.
"Kau memaki seorang kaisar Carol, itu hal yang sangat tercela." Jawab Lucifer.
"Hem ya ya ya! sekarang menyingkir lah dari atas tubuh ku, kau berat tahu!" Ucap caroline.
Lucifer tidak mengindahkan perkataan caroline, ia malah dengan santai membelai bibir caroline yang baru saja memaki nya tadi.
"Bibir ini harus di ajarkan sopan santun Hem!" Ucap lucifer datar.
"Apa maksud m—"
'Cup'
"Hei henti—"
'Cup'
"Dasar kaisar mesum terku—"
'Cup'
Lucifer dengan perasaan tanpa bersalah berkali kali mengecup bibir caroline. Caroline menatap tajam ke arah Lucifer. Sedangkan Lucifer hanya tersenyum miring.
"Ya begitulah membuat seekor macan betina seperti mu diam Carol." Ucap lucifer.
"Oh? Sekarang aku bukan lagi kelinci kecil Baginda?" Tanya caroline dengan teramat kesal.
"Tidak, itu tidak cocok untuk mu sekarang!" Caroline hanya mendengus mendengar perkataan Lucifer. Yang di harapkan caroline pun akhirnya terjadi, Lucifer pun bangun dari tubuh nya dan merapikan baju nya yang sedikit kusut karna hal tadi.
"Kau disini jaga arson!" Ucap lucifer dingin. Caroline bangun dari tempat tidur itu dan menatap malas ke arah Lucifer.
"Siapa arson? Anak mu?" Tanya caroline.
"Bukan! Peliharaan ku." Jawab Lucifer kelewat datar dan pergi meninggalkan caroline sendirian disana.
"Cih dasar...KAISARR MESUM!! SEENAK TAIK AYAM AJA DIA CIUM BIBIR KU!!! Lucifer kau benar benar menyebalkan...!!! Teriak caroline dengan nafas memburu marah.
Tarik nafas dan buang, tarik nafas, buang. Hal itu yang saat ini caroline lakukan agar tidak terlalu meluap karna perbuatan Lucifer itu.
"Peliharaan? Bukannya peliharaan dia itu ular ya?"
"Jadi nama ular putih itu arson?"
"Hemmm.."
"Baiklah dimana dirimu arson, hehe.." ucap caroline dengan tawa yang agak sedikit di buat buat.
Ular kecil yang sedari tadi di tempat nya menatap caroline dengan pandangan malas, dan memilih untuk tidur.
"Ouh disini kau rupanya! Hei kau ini ular tapi nama mu seperti manusia ya?" Ucap caroline.
"Kau benar benar imut.." lanjut nya.
Terlihat ular itu merasa terusik dan bangun dari tidur nya. Mata ular itu menatap tajam ke arah caroline.
"Berani berani nya dia bilang aku imut." Seru ular itu didalam hati.
"Hei? Kenapa menatap ku begitu? Tersanjung ya? Tidak apa aku memang selalu pandai menyanjung or—aghhhhhhh"
Caroline menatap ngerih ke arah ular yang tadi awal nya kecil sekarang membesar dan memiliki sayap, caroline terduduk dengan pandangan melongo.
"K-kau ular atau n-naga?" Tanya caroline sebelum ketidaksadaran nya mulai mengambil alih.
"Cih dasar manusia." Umpat ular itu melihat caroline yang sudah pingsan.
†★†
"Bagaimana dengan undangan yang aku berikan?" Tanya Lucifer dingin.
"Sudah mereka terima Baginda, dan mereka setuju untuk hadir menjumpai mu." Jawab Argon
"Bagus, memang tidak ada alasan mereka menolak undangan ku." Seru Lucifer dengan angkuh.
"Baginda akhir akhir ini kau terlalu dekat dengan nona Carol, saya harap anda masih mengingat tentang tunang—"
"Aku ingat! Dan aku tidak akan lupa.."
"Kau tenang saj, caroline tidak lebih hanya sebuah mainan ku." Jawab Lucifer datar.
"Saya harap tetap begitu Baginda." Batin Argon menatap ke arah Lucifer.
"Ampun Baginda, saya ingin memberitahukan.."
"Liodra apa yang kau lakukan disini?" Tanya Argon.
"Maaf sebelumnya jika saya mengganggu, tapi saya disini ingin menyampaikan bahwa nona caroline pingsan." Ucap liodra dengan menundukkan kepalanya.
"Apa maksud mu nona caroline pingsan?" Tanya Argon heran.
"Saya juga tidak tahu perdana menteri." Jawab liodra pelan.
"Rawat dia! Mungkin dia terlalu terkejut melihat arson." Seru lucifer datar tanpa mengalihkan penglihatan nya pada berkas berkas di depan nya. Argon menatap rumit ke arah Lucifer.
"Baik Baginda.." jawab liodra lalu ijin pamit dari sana.
"Sebelum saya maaf mengatakan ini Baginda, tapi bukannya anda paling tidak suka arson dijaga oleh siapa pun?" Tanya Argon. Lucifer masih diam tidak ingin menjawab.
"Aku hanya ingin dia tahu, bahwa arson bukan lah ular kecil seperti yang dia pikirkan." Jawab Lucifer.
"Hanya karna itu?" Tanya Argon menelisik lebih jauh. Lucifer menatap ke arah Argon dengan tajam, tatapan yang di layangkan Lucifer akhir membuat Argon mau tidak mau diam dan tidak berkomentar apa pun.
†★†
Dengan sangat berhati hati liodra meletakkan Caroline di tempat tidur milik nya sendiri, ia tatap lembut Caroline dan menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah nya.
"Jiwa nya murni bukan?" Liodra terkejut mendengar suara itu dan langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Liora?" Kaget liodra.
"Hei kak! Bagaimana kabar mu?" Tanya Liora tersenyum. Ya suara yang mengejutkan liodra tadi adalah suara milik liora, adik kandung liodra. Dan sedikit informasi mereka berdua kembar, yang membedakan nya hanya lah warna mata dan tinggi badan.
Liodra memiliki mata berwarna biru sedangkan liora memiliki mata berwarna kuning, tinggi badan liodra pun tidak sama dengan liora. Liora lebih tinggi dari liodra.
"Apa yang kau lakukan disini?" Seru liodra dengan memeluk tubuh adik kesayangannya itu.
"Mengunjungi mu, aku merindukan kakak ku.." jawab Liora dengan membalas pelukan liodra.
"Astaga, kau ini benar benar!"
Liora hanya cengengesan melihat raut kesal kakak perempuan nya itu.
Namun dengan sekejap ia langsung menatap ke arah caroline yang masih tenang tertidur.
"Jiwa nya murni, sangat sangat murni." Ucap liora.
"Aku tahu, dan aku berharap dia adalah harapan kita semua." Sahut liodra. Liora hanya mengangguk.
"Ehmm.." gumam caroline yang perlahan mulai membuka matanya.
"Aduh duh kepalaku! Dimana aku ini?" Seru nya linglung.
"Di kamar saya Carol.." jawab liodra. Caroline menatap ke arah liodra.
"Liodra, astaga ini benaran kamu kan??" Tanya caroline memegang tangan liodra dengan mata berbinar.
"Y-ya..?" Jawab liodra.
"Hahh syukurlah, aku kira aku akan mati di makan peliharaan si kaisar itu." Jawab caroline.
Liodra hanya tersenyum menanggapi perkataan caroline.
"Dia tidak akan memakan mu." Jawab liora, caroline pun menatap ke arah wanita yang menjawab nya tadi.
"K-kauu? Kau wanita tua itu?" Kejut caroline. Liora hanya mendengus kesal.
"Aku masih mudah hey, dasar anak kecil.." jawab liora.
"Tidak kau tua, buktinya waktu kita bertemu kulit mu mengeriput." Seru caroline tidak ingin kalah.
"Hais kau ini ya! Awas ka—"
"Sudah hentikan! Liora lebih baik kau kembali ke rumah sekarang!" Ucap liodra tegas. Liora mendengus kesal.
"Baik baik." Jawab liora.
"Tunggu? Kenapa kau bisa mengenal liodra?" Tanya caroline kepo.
"Dia kakak ku, sudah tau kan? Diam lah mulut mu itu terlalu berisik ternyata.." jawab liora ketus dan menghilang entah kemana.
"Ka apa? Kakak kandung? Lio kau memiliki seorang adik perempuan?" Tanya caroline dengan keterkejutan nya.
"Ya saya punya, dan kami kembar..! Saya lahir duluan sebelum liora." Jawab liodra.
Hell! Siapa pun tolong, terlalu banyak hal yang terjadi hari ini yang sanggup membuat kepala seorang caroline pusing tujuh keliling. Dari awal ular kecil yang ternyata bukan lah ular biasa, dan tentang kenyataan bahwa liora? Wanita tua yang memberi kan nya gelang dan meramal hal hal aneh tidak berguna ternyata adik dari liodra. Selanjutnya apa yang akan terjadi tuhan apa??
"Hahh aku benar benar akan gila sebentar lagi.." gumam caroline.
"Nona caroline!" Panggil Argon yang ternyata sudah di situ ketika caroline masih asik memijit kepalanya.
"Kau? Ada apa lagi sekarang?" Jawab caroline yang benar benar malas
"Anda disuruh kaisar untuk menemani nya menyambut tamu.." jawab Argon.
"Tamu? Si kaisar mu itu mengundang tamu? Lalu apa urusan nya dengan ku?" Tanya caroline kesal.
"Saya juga tidak tahu, saya hanya menyampaikan perintah." Seru argon tegas dan kesal dengan pertanyaan yang terlalu banyak caroline layangkan.
"Hm aku akan kesana.." Putus caroline dengan terpaksa. Argon pun pergi meninggalkan kamar tidur itu, dan sekarang yang tersisa hanya lah caroline dan liodra.
"Caroline, tentang adik ku..aku harap kau tidak memberitahu kepada siapa pun." Seru liodra.
"Hah tenang saja Lio, walaupun aku ini freak dan agak sedikit bar bar gak tau tempat..aku adalah salah satu orang yang sangat pandai menjaga rahasia." Jawab caroline. Liodra hanya tersenyum lega, walaupun ada beberapa kata yang tidak ia pahami namun dia yakin bahwa caroline akan menepati janjinya itu.
"Sekarang aku harus pergi, jika tidak si Lucifer itu akan menghukum ku lagi! Selamat tinggal Lio.." seru caroline dengan semangat empat puluh lima melambaikan tangan nya dan berlari sambil mengangkat rok nya.
Liodra hanya tersenyum dan membalas melambaikan tangan.
†★†
Disinilah sekarang caroline, di belakang seorang kaisar yang tidak lain adalah lucifer. Jika di lihat lihat seperti nya tamu Lucifer ini pasti lah orang penting, kenapa caroline tahu? Ya tentu saja dia tahu, caroline gitu loh!! Hehehe.
"PERHATIAN, ALPHA DARI BANGSA SERIGALA MEMASUKI RUANGAN..!" teriak salah satu pengawal.
"Alpha serigala?" Ucap caroline pelan.
Terlihat dari jauh seorang pemuda dengan beberapa rombongan nya datang dengan beberapa bawaan yang caroline sendiri tidak tahu itu apa.
Tapi jujur saja!! Alpha seriga nya benar benar tampan uy! Aduh ia harus mengucapkan terimakasih kepada Lucifer yang memperbolehkan dia dalam menyambut tamu penting ini.
"Salam Baginda." Ucap alpha serigala tersebut dengan nada tegas.
"Aghh ma anak mu di kelilingi pria tampan.." ucap caroline dalam hati menatap takjub ke arah alpha serigala itu.
"Senang bertemu denganmu, vernod." Jawab Lucifer datar.
"Saya juga Baginda, suatu keberuntungan dapat bertemu anda.." jawab alpha serigala bernama vernod itu.
Hening, hanya terjadi tatap menatap antara Lucifer dengan sang alpha serigala, caroline yang merasakan aura ini sangat lah tidak enak berusaha berdehem.
"Ehem.. selamat datang alpha." Seru caroline dengan senyum manisnya. Vernod yang awal nya menatap ke arah Lucifer beralih menatap caroline.
"Ouh ada nona yang sangat cantik?" Ucap vernod memegang tangan caroline dan mengecup punggung tangan nya.
"Senang bertemu dengan anda nona..?" Lanjut vernod bertanya dengan senyuman manis miliknya.
"E-ehem caroline, panggil saja Carol." Jawab caroline salah tingkah ketika punggung tangan nya di kecup tanda hormat oleh pria tampan.
"Ah nama yang sangat indah, saya tidak menyangka kaisar memiliki seorang gadis di sini." Jawab vernod. Lucifer menatap tajam ke arah tangan vernod yang masih memegang tangan caroline.
"Kaisar apakah ini hadiah untuk saya karna saya datang jauh jauh untuk sini?" Ucap vernod. Caroline menatap binar ke arah vernod lalu beralih menatap Lucifer yang ternyata menatap nya seakan ingin menerkam.
"Tidak alpha, anda salah paham.." jawab Lucifer yang menarik tangan caroline hingga lepas dari genggaman vernod.
Caroline menatap sedih ke arah tangan vernod. "Ah padahal aku masih ingin di pegang oleh pria tampan." Ucap nya dalam hati.
"Dia pelayan pribadi ku." Tegas Lucifer.
"Hanya pelayan pribadi kan?" Tanya vernod menantang.
"Tapi dia adalah hak kepunyaan ku, jika anda ingin seorang wanita saya akan kirimkan untuk melepaskan lelah anda, permisi!" Jawab Lucifer dengan sedikit nada tersirat emosi, dengan geram ia membawa caroline pergi dari vernod. Sedangkan caroline hanya pasrah karna lelah di selalu di seret kesana kemari oleh kaisar satu ini.
"Dasar kau Lucifer, padahal aku masih ingin melihat si vernod itu aghhh." Ucap caroline dalam hati geram. Sedangkan vernod hanya menatap ke arah dua orang yang sudah berjalan jauh itu dengan senyuman sarkas.
"Menarik." Ucapnya
Bersambung...
BOOK STORY FANTASI 1
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
Jasmine Flow
lanjutkan thor...jgn terlalu lama up nya
2023-08-09
0